
Undangan Pernikahan Yang Telah Jadi
Pelayan restoran menambahkan kekurangan kursi di ruangan Viky, namun ketika Viky akan meminta tambahan makanan di tolak oleh teman Beben, karena mereka bilang bahwa mereka sudah makan sebelum pergi ke sini, jadi mereka hanya meminta anggur saja dan teman Beben yang datang ke sini berjumlah 2 orang, tapi Viky meminta tambahan 1 kursi kosong kepada pelayan, untuk orang yang entah sedang berada di mana sekarang, karena jika sudah berada di sekitar restoran maka orang tersebut pasti sudah berada di dalam ruangan tersebut bersama mereka, karana Beben dan temannya sudah berada di sana.
"Tuan… sebelumnya saya meminta maaf karena saya telat datang ke sini… dan membuat tuan menunggu lama…" Ucap teman Beben memulai pembicaraan, dan dia juga merasa tidak enak kepada Viky, dia berkata seperti itu karena dia melihat makanan yang ada di meja sudah hampir habis, jadi dia pikir bahwa Viky dan yang lainnya sudah menunggu mereka ber 2 cukup lama.
"Tidak apa-apa… aku juga tidak terburu-buru dan saat ini aku juga tengah santai… oh iya, boleh aku lihat pesanan undangan yang aku minta kemarin…?" Jawab Viky dan meminta contoh pesanan undangan yang Viky pesan.
"Silahkan Tuan… ini adalah salah satu contoh undangannya… sisanya berada di mobil… jika tuan mau, aku bisa membawanya ke sini sekarang…" Jawab teman Beben dengan menyerahkan salah satu contoh jadi undangan pernikahan Viky.
"Tidak perlu di bawa ke sini… nanti kamu bisa antar kan sisa undangannya ke Octa Grup… kamu bisa temui Deky nanti di sana…" Jawab Viky dengan mengambil undangan yang di berikan oleh teman Beben kepadanya.
"Bagus… undangannya sangat bagus dan juga sangat rapih serta sesuai yang aku inginkan… oh iya Rere bagaimana menurut kamu…?" Ucap Viky dengan melihat-lihat undangan yang di berikan kepadanya, dan dia juga melihat ke arah Rere serta bertanya sambil menyerahkan undangan yang ada di tangannya kepada Rere.
"Aku tidak bisa berkomentar banyak, semua terserah kepada kamu… kamu ingin seperti apa, dari awal juga aku tidak terlalu mempermasalahkan acara resepsinya karena bagi aku yang terpenting adalah bahwa kita ber 2 sudah sah menjadi suami istri baik secara agama dan juga secara Negara…" Jawab Rere dengan mengambil contoh undangan yang di berikan oleh Viky kepadanya.
"Acara resepsi pernikahan kita bukan hanya masalah sebuah resepsi pernikahan saja… tapi ada hal lain yang perlu aku umumkan kepada semua orang, dan hal itu perlu di ketahui oleh semua orang…" Jawab Viky menanggapi perkataan dari Rere, dan memang Viky mempunyai rencana lain di saat resepsi pernikahannya.
"Yah itu sih terserah kamu… aku hanya bisa mengikuti apa yang kamu mau…" Jawab Rere, dengan sedikit pasrah, karena bagaimana pun dia tidak akan bisa menolak keinginan Viky, dan hanya bisa mengikuti apa yang Viky inginkan, dan dia juga mengerti dengan apa yang akan Viky lakukan, karena satu langkah yang Viky lakukan, maka hasilnya bisa 10 langkah dari yang orang lain lakukan.
"Yah sudah kalau begitu, jadi sekarang kita tinggal membagikan saja undangan ini, jika tidak ada lagi masalah dalam undangan ini… kamu mau mengambil berapa banyak undangan ini, biar nanti Deky sisakan untuk kamu…?" Jawab Viky, sekaligus bertanya kepada Rere.
"Mungkin aku akan mengambil sekitar 100 undangan saja… itu pun untuk mengundang teman-teman aku dan juga saudara dari keluarga ibu aku… walau aku rasa tidak akan memerlukan undangan sebanyak itu, tapi hanya untuk berjaga-jaga saja takutnya undangannya kurang… jika lebih mungkin nanti bisa kamu ambil kembali untuk mengundang yang lain…" Jawab Rere.
"Baiklah kalau begitu, kamu bisa ambil nanti di Octa Grup undangan nya untuk masalah lebih atau kurang itu urusan nanti… Oh iya… untuk masalah pembayarannya, mau aku transfer atau mau pakai uang Cash…?" Ucap Viky berbalik dan bertanya kepada teman Beben.
__ADS_1
"Itu semua terserah pada tuan… mau dengan cara transfer atau pakai uang cash… ke 2 nya sama saja…" Jawab teman Beben.
"Kalau di transfer aku bisa kirim uangnya sekarang… tapi jika ingin pembayarannya Cash, nanti kamu ambil di Octa Grup sekalian mengirim undangan ini kepada Deky…" Ucap Viky dengan kembali memberikan 2 pilihan.
"Baiklah… mungkin aku akan mengambil pembayaran dengan cara Cash saja tuan…" Jawab teman Beben, dia memilih cara pembayaran tersebut aga lebih enak, dan tidak canggung baik itu kepada Beben atau kepada Viky.
"Yah sudah kalau begitu, aku akan menghubungi Deky untuk menyiapkan uangnya dengan segera… jadi di saat kalian sampai di sana uangnya sudah siap…" Jawab Viky, dengan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Deky.
"Deky kamu siapkan uang cash senilai 500 Juta… nanti akan ada seseorang yang mengambilnya ke Octa Grup dan menyerahkan kartu undangan pernikahan aku… nanti kamu bagikan undangannya kepada orang-orang yang menurut kamu perlu di undang, tapi sisakan 100 undangan untuk keluarga Rere…" Ucap Viky memberikan perintah kepada Deky, setalah panggilannya tersambung.
"Baik Tuan… akan segera saya siapkan uannya dan akan segera saya bagikan undangan tersebut kepada orang yang perlu di undang…" Jawab Deky di lain telpon, kemudian Viky menutup telponnya setelah mendengar jawaban dari Deky.
Viky hanya mencetak undangan sebanyak 500 undangan dengan harga perundangannya hanya sekitar 1.000.000 saja. dia tidak banyak mencetak undangan karena undangan tersebut akan di tujukan untuk orang-orang tertentu saja, dan untuk orang biasa, mereka semua bisa datang dan menghadiri acara tersebut tanpa memerlukan undangan.
"Terima kasih tuan… tapi maaf bukan aku berlaku tidak sopan, aku tidak bisa berada di sini lebih lama… sebenarnya aku juga ingin mengobrol dan tinggal di sini sedikit lebih lama lagi, tapi istri aku saat ini sedang berada di rumah sakit dan akan melahirkan, tadi sebelum aku pergi ke sini aku mengantar istri aku terlebih dulu ke rumah sakit…" Ucap teman Beben dengan sopan dan meminta ijin kepada Viky untuk pergi dari sana.
"Loh… kenapa tidak bilang dari awal, kan bisa kita bertemu setelah istri kamu melahirkan… Selamat yah… jika kamu memerlukan bantuan, kamu bisa hubungi aku atau kamu bisa hubungi Beben… dan untuk masalah undangan kamu bisa mengantarnya nanti setelah istri kamu melahirkan…" Jawab Viky yang merasa sedikit tidak enak kepada teman Beben, dan memberikan selamat kepada teman Beben tersebut atas akan kelahiran anaknya.
"Tidak apa-apa tuan… aku merasa tidak enak saja sudah membuat janji dengan tuan, walau ada hal lain yang tidak terduga tapi selama masih bisa di usahakan untuk bertemu kenapa tidak… dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas bantuan yang akan tuan berikan nanti… sebelum ke rumah sakit, aku akan mengirim undangannya terlebih dulu, lagian rumah sakit tempat istri saya berada juga satu arah dengan Octa Grup… jadi aku bisa mampir dulu sebentar sebelum ke rumah sakit…" Jawab teman Beben.
"Baiklah… kalau begitu, saya pamit pergi dulu, saya doakan acara pernikahan tuan lancar sampai pada harinya…" Lanjut teman Beben berkata dan meminta ijin kepada Viky untuk pergi dari sana.
"Oh iya silahkan… jangan lupa untuk datang nanti di acara resepsi pernikahannya yah…" Ucap Viky memberikan ijin teman Beben untuk pergi dari sana dan mengingatkan kepada teman Beben untuk datang ke acara pernikahan Viky nanti.
"Eeemmm…Baik…" Jawab teman Beben dengan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dan dia berjalan pergi dari ruangan tersebut di ikuti oleh temannya yang datang bersama dia ke sana.
__ADS_1
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1