
Kepala Bank Dunia
Rere diam tidak menjawab pertanyaan dari Viky, dia melihat ke arah Viky dengan mata merah dan sedikit berkaca-kaca.
Viky tidak menyadari bahwa ekspresi Rere sudah berubah, dia hanya fokus untuk mengendarai mobilnya, Karena Viky merasa ada yang aneh, Viky melihat ke arah Rere, dia sedikit terkejut akan perubahan pada Rere, yang mana awalnya tidak seperti itu.
"Kenapa… apa ada yang salah dengan kata-kata ku tadi…" Ucap Viky menatap kearah Rere setelah menghentikan mobilnya di pinggir jalan, dan tangan Viky menyentuk pipi mulus Rere, dan mengelusnya dengan lembut.
"Tidak… tidak ada yang salah dengan kata-kata kamu, aku hanya teringat ketika keluarga ku diusir oleh semua orang dari keluarga Neo…" Ucap Rere dengan air mata yang mulai keluar dari matanya.
"Kamu bisa tenang mulai sekarang… tidak akan ada yang berani menindas dan juga merendahkan kamu… aku akan selalu berada di depan kamu untuk dapat menghalau semuanya, dan kamu dapat berlindung di balik tubuhku…" Jawab Viky menyakinkan Rere, kemudian mengambil tubuh Rere ke dalam pelukannya, dan mengelus lembut rambut Hitam Rere.
"Terima kasih… kamu sudah mau menjaga dan melindungi aku…" Jawab Rere dengan membalas pelukan dari Viky.
"Sebenarnya aku ingin mengatakan ini dari tadi, tapi aku bingung harus memulainya dari mana… sekarang sudah seperti ini, jadi aku ingin bilang kepada kamu, di dunia ini jika kamu bertindak terlalu lembut kepada musuh-musuh kamu, maka mereka tidak akan takut kepada kamu, dan akan menganggap remeh kamu, seperti tadi di restoran, kami bersikap terlalu lembut, tapi tidak apa jadikan itu sebuh pelajaran untuk kamu…" Ucap Viky menatap mata Rere, setelah melepaskan pelukannya.
"Baiklah… mulai sekarang, aku akan mengikuti kata-kata kamu…" Jawab Rere dengan tersenyum kepada Viky.
"Baiklah… jika kamu sudah merasa baikan… aku antar kamu pulang, karena aku sudah ada janji dengan seseorang, dan akan mempersiapkan untuk besok malam saat pergi ke rumah Nenek…" Ucap Viky.
"Hemm… yah aku sudah merasa baikan… kamu juga harus mempersiapkan segala sesuatu nya untuk besok malam…" Jawab Rere sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah mendapatkan jawaban dari Rere, Viky kembali mengendarai mobilnya untuk mengantar Rere pulang, Setelah mengantar Rere, Viky bergegas pergi ke Siren Country, karena di sana sudah ada yang menunggunya.
Beberapa saat kemudian Viky sudah berada di Siren Country, dia menghubungi Deky dan bertanya kepada Deky tetang orang yang datang dari bank dunia, karena pastinya Aldo sedang menemani Citra di ruangan lain.
Setelah mendapatkan informasi dari Deky berada di ruangan mana orang dari bank menunggu Viky, kemudian Viky bergegas pergi keruangan tersebut.
__ADS_1
"Tuan…Tuan maaf sudah membuat anda semua menunggu lama…" Ucap Viky setelah berada di dalam ruangan yang mana di dalamnya terdapat 3 orang pria paruh baya yang sedang mengobrol sambil menikmati hidangan yang di sajikan.
"Jendral…" ke 3 orang tersebut berdiri dan menyapa Viky secara bersamaan.
"Kalian tidak perlu sungkan, silahkan duduk dan menikmati jamuan yang sederhana ini…" Ucap Viky mempersilahkan duduk kembali dan menikmati jamuan yang ada, kepada 3 pria paruh baya tersebut.
3 Pria paruh baya tersebut adalah orang-orang yang di kirim oleh bank dunia untuk bertemu dengan Viky. sebut saja namanya pria 1, pria 2 dan pria 3.
"Jendral saya Pria pertama, dan ini pria ke 2 dan ini pria ke 3, kamu semua di utus oleh bank dunia untuk mengantarkan sebuah barang kepada Jenderal…" Ucap pria pertama memperkenalkan diri serta memperkenalkan semua orang yang bersama dia dan menceritakan atas tujuan mereka datang ke sini.
"Baik… aku adalah Viky, untuk masalah itu kita bahas nanti saja, sekarang kalian semua nikmatilah hidangan yang sudah di sajikan terlebih dahulu… dan juga aku minta maaf kepada kalian, sudah membuat kalian menunggu lama…" Jawab Viky meminta maaf.
Ke 3 pria tersebut, tercengang mendengar kata-kata terakhir dari Viky, sebab baru pertama kali dia menemui orang besar seperti Viky, meminta maaf karena sudah membuat mereka menunggu lama, jika itu orang lain, mereka tidak akan meminta maaf seperti Viky.
"Jendral… tidak apa-apa kami juga belum terlalu lama menunggu jendral di sini, dan juga kami semua berterima kasih atas semua jamuan yang Jendral berikan kepada kami…" Jawab pria ke dua dengan sopan dan sedikit ada rasa tidak enak kepada Viky.
"Oh iya… bagaimana kabar nya Fikri… apa dia baik-baik sama…" Tanya Viky kepada pria ke 2.
"Baguslah kalau seperti itu… dan kamu juga tolong sampaikan kepadanya aku akan menikah di akhir bulan ini, aku harap dia bisa datang secara pribadi dan tidak di wakilkan seperti sekarang ini he…he…he…" Jawan Viky, di akhir kalimat dia sedikit menyindir Fikri dengan sedikit tersenyum.
"Baik Jendral… akan saya sampaikan secara langsung undangan dari Jendral kepada Tuan Fikri…" Jawab Orang ke 2.
Fikri adalah kepala Bank dunia, dan Fikri juga yang memberikan kartu Red Diamond kepada Viky, pertemuan awal Viky dengan Fikri adalah di saat Fikri baru menjabat sebagi kepala bank Dunia.
Di saat itu keluarga Fikri di tekan oleh musuhnya demi mendapatkan jabatan sebagai kepala bank dunia, musuh Fikri menggunakan suatu organisasi yang sangat besar dan sangat kuat, dimana Fikri harus mundur dari jabatannya, dan menyerahkan jabatannya kepada orang lain, di saat Fikri tengah putus ada dan akan melepaskan Jabatannya, dia di mendapatkan informasi dari bawahannya bahwa hanya ada satu cara agar dia bisa menyelesaikan masalahnya yaitu meminta bantuan kepada Lord Jendral dari Pasukan Wings Magnium.
Sangat susah agar Fikri bisa bertemu dengan Viky, tapi dengan usaha yang dilakukannya dan sumber daya yang cukup banyak dia habiskan, akhirnya dia bisa bertemu dengan Viky, awalnya Viky, tidak ingin membantu Fikri dalam menyelesaikan masalahnya tapi di saat Fikri memberitahukan nama organisasi yang menekan keluarganya akhirnya Viky mau membantu Fikri, karena sebenarnya bukan membantu Fikri melainkan Viky juga sedang mencari keberadaan organisasi tersebut. Organisasi tersebut bernama Danone King.
__ADS_1
Berkat bantuan dari Fikri, akhirnya Viky mendapatkan informasi yang akurat dimana markas besar dari Danone King berada.
Setelah Viky menyerang markas besar dari organisasi Danone King, Viky memanggil Fikri dan memberitahu Fikri, agar tidak sampai membocorkan masalah ini keluar, karena akan berakibat buruk untuk Fikri sendiri, karena telah memberikan informasi kepada Viky, jadi mereka berdua berjanji untuk menyimpan rahasia itu sampai mati.
Fikri sangat berterima kasih kepada Viky atas semua bantuan yang Viky berikan kepadanya dan sebagi ucapan rasa terima kasih dari Fikri, Fikri memberikan kartu Red Diamond kepada Viky tanpa ada limit atau bisa di bilang saldonya 0.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...