
Rere Yang Cemburu
"Viky… siapa yang baru saja kamu hubungi…?" Ucap Rere bertanya kepada Viky, dia penasaran siapa orang yang Viky hubungi, karena Viky tidak biasanya berbicara seperti itu di telpon.
"Yang barusan adalah orang yang akan menemani kamu dalam menangani proyek yang kita bicarakan tadi… aku harap kamu bisa cocok dengannya…" Jawab Viky memberitahukan kepada Rere siapa orang yang baru saja dia hubungi.
"Apa dia seorang perempuan…? gaya bicara kamu terlihat berbeda tidak seperti biasanya…" Jawab Rere dan kembali bertanya, namun dari nadanya Rere terdengar ada sedikit kecemburuan kepada Viky.
"Apa nya yang berbeda…? aku rasa sama seperti biasa… Yah memang dia adalah seorang perempuan tapi aku tidak membeda-bedakannya… kecuali dia seorang laki-laki… dan aku juga baru bertemu dengannya di Octa Grup di saat aku kembali dari kediaman keluarga Epson…" Jawab Viky dengan bertanya kembali kepada Rere, dan sedikit menjelaskan kepada Rere tentang perbedaan sikap yang Viky ambil.
"Terus apa hubungannya antara perempuan tersebut dengan proyek yang kamu suruh aku untuk menanganinya… jika memang perempuan tersebut mampu untuk menanganinya maka biarkan saja dia sendirian menjalankan proyek tersebut…" Jawab Rere dengan nada yang sedikit marah, dia marah bukan karena hal lain, tapi karena sikap Viky tadi yang berbeda dengan perempuan yang di telponnya, karena terakhir kali di saat Viky menelpon Citra, sikapnya tidak seperti itu.
"Jadi begini, awalnya aku ingin membangun sebuah sekolah, tapi aku belum menemukan orang yang cocok untuk menangani proyek itu, sampai pada akhirnya di saat aku kembali dari kediaman keluarga Epson aku bertemu dengan perempuan ini… dia memaksa aku untuk membawanya bertemu dengan Tuan besar dari Octa Grup, aku sedikit berakting di depannya untuk mengetahui apa niat dia ingin bertemu dengan tuan Besar, sampai pada kesimpulan tujuan dia ingin bertemu dengan tuan besar adalah ingin menyerahkan sebuah proposal pembangunan sebuah sekolah… walau proposal tersebut masih jauh dari kata benar, namun niat dan kegigihannya perlu di contoh dan di terapkan untuk yang lain yang ada di Octa Grup, oleh karena itu aku memilih dia untuk menangani proyek ini agar semua orang bisa melihatnya… dan kenapa aku bersikap seperti itu kepada dia karena dia tahunya bahwa aku adalah karyawan biasa di Octa Grup, dan mungkin untuk sementara harusnya seperti itu dulu, aku takut jika dia mengetahuinya, sikapnya akan berubah…" Jawab Viky menjelaskan kepada Rere tentang siapa perempuan tersebut dan bagaimana cerita awalnya karena dia melihat bahwa Rere sudah sedikit terpancing emosi, dan biar Rere tidak mengungkapkan tentang siapa Viky kepada perempuan yang akan datang ke sana nanti. namun di kalimat terakhir ada sedikit sindiran yang di tujukan kepada Beben dan juga Reva.
"Oh seperti itu… baiklah, aku mengerti sekarang, tapi antara kamu dan dia tidak ada hubungan lebih kan…? jika pun ada, kamu harus mengatakannya dari awal, jangan sampai aku tahu dari orang lain…" Jawab Rere.
"Tidak… tidak ada kok, hubungan aku dengan dia itu hanya sebatas penghubung antara dia dengan tuan besar, walau sebenarnya hal itu tidak perlu di lakukan…" Jawab Viky.
"Viky… kamu sekarang terlihat berbeda yah… jalan pikiran kamu tidak mudah di tebak, dan selalu saja memiliki rencana di setiap tindakan yang kamu lakukan… tidak seperti dulu, jalan pikiran kamu sangat mudah sekali di tebak oleh orang lain, bahkan orang yang baru kenal dengan kamu pun sudah bisa menebak jalan pikiran kamu…" Ucap Beben yang menyadari perubahan dari Viky yang terlihat sangat jelas.
"Itu hanyalah perubahan kecil yang ada di dalam diri aku… karena sebagian besarnya masihlah aku yang dulu… buktinya adalah aku masih bersama kalian sekarang… dan di antara kita tidak ada perubahan besar yang terjadi… Uang tidak akan bisa merubah karakter seseorang tapi hanya bisa memperkuat karakter dasar seseorang… jika karakternya buruk maka akan menjadi lebih buruk lagi jika orang tersebut mempunyai uang, begitu pun sebaliknya jika orang tersebut mempunyai karakter yang baik maka hasilnya pun akan menjadi lebih baik di saat mempunyai uang…" Jawab Viky, dan memang benar apa yang Viky katakan barusan. uang tidak akan bisa merubah seseorang, tapi hanya bisa memperlihatkan sikap asli dari orang tersebut.
Ketika Viky selesai berbicara dari arah pintu masuk ruangan terlihat ada 2 orang pelayan masuk ke dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
"Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya… maaf sudah membuat anda menunggu lama… ruangan VVIP yang tuan pesan sudah siap… dan mulai sekarang kami ber 2 lah yang akan melayani tuan-tuan dan nyonya-nyonya secara langsung…" Ucap seorang pelayan laki-laki dengan sopan ketika dia sudah berada di dekat kursi Viky dan yang lainnya, dengan melihat ke arah semua orang, karena dia tidak tahu siapa orang yang menjadi vokal di antara ke 4 orang yang tengah duduk tersebut.
"Baiklah… bisa kamu antar kami semua ke ruangannya… oh iya apa di sana sudah tersedia makanan…? aku sudah sangat lapar…" Jawab Viky sekaligus bertanya kepada si pelayan laki-laki yang berbicara tadi.
"Sudah tuan… makanannya sudah di sajikan di atas meja… mari tuan dan nyonya bisa ikut saya pergi ke ruangannya…" Jawab pelayan tersebut dengan sopan menjawab pertanyaan Viky dan mengajak semua orang untuk pergi ke ruangan yang telah di siapkan.
Kemudian mereka ber 4 pun pergi mengikuti ke 2 pelayan tersebut untuk pergi ke ruangan yang sudah di siapkan sebelumnya. dan ruangan tersebut berada di lantai 3 yang mana di lantai tersebut hanya ada 3 pintu, karena ruangan VVIP yang ada di sana hanya tersedia 3 ruangan saja, dan di setiap pintu terdapat 2 pelayan yang sedang berdiri di depan pintu tersebut.
"Silahkan tuan…" Ucap si pelayan laki-laki dengan membukakan salah satu pintu yang ada di lantai 3 yang mana di depan pintu tersebut tidak ada pelayan yang menjaga, dan mempersilahkan Viky serta yang lainnya untuk masuk ke dalam ruangan yang telah di siapkan.
"Baiklah… terima kasih…" Jawab Viky dengan berjalan masuk ke dalam ruangan tersebut dan di ikuti oleh Rere, Beben dan juga Reva kemudian Viky duduk di salah satu kursi yang ada di sana, begitu pun yang lainnya mengikuti Viky dan duduk di kursi yang kosong.
Di dalam ruangan tersebut terlihat seperti ruangan VVIP bisanya, dengan dekorasi yang elegan dan juga terlihat cukup mewah, setiap ruangan VVIP dimana pun dekorasinya hampir semua sama, yang membedakannya adalah tata letak dan warna ruangan yang di pakai, dan juga pelayanan yang di sediakan.
"Selamat menikmati hidangannya tuan-tuan dan nyonya-nyonya… sebelum saya pergi apa ada hal lain yang bisa saya bantu tuan… atau ada makanan yang mau di tambahkan…" Ucap si pelayan wanita dengan melihat ke arah Viky, karena dia pikir bahwa Viky adalah orang yang memberikan keputusan di sini.
"Dia tidak bilang kepada aku, dia akan pergi ke sini sendiri atau bersama yang lain… tadi aku hanya memberitahukan kepada dia, bahwa kita sedang berada di sini, tapi belum ada balasan darinya…" Jawab Beben.
Kemudian Viky bertanya kepada Rere dan juga Reva, apa ada makanan atau minuman yang mereka inginkan yang tidak tersaji di meja. mereka ber 2 menjawab hal yang sama, karena makanan dan minuman yang tersedia sudah terbilang cukup komplit, jadi tidak perlu di tambah yang lain.
"Untuk sekarang mungkin sudah cukup… dan nanti jika orangnya sudah datang, minta tambahan kursi dan juga makanannya… untuk kepastian berapa orangnya nanti saja jika sudah ada orangnya…" Ucap Viky dengan melihat ke arah si pelayan.
"Baik tuan… jika begitu saya permisi dulu, jika ada hal lain tuan bisa memanggil saya… kami ber 2 akan menunggu di depan pintu masuk…" Jawab si pelayan wanita, setelah dia selesai berkata kemudian mereka ber 2 berjalan ke luar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
Setelah ke 2 pelayan tersebut keluar dari ruangan tersebut mereka ber 4 kemudian mulai makan hidangan yang sudah tersedia di atas meja.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...