Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 230 Orang Pertama Yang Mencoba


__ADS_3

Orang Pertama Yang Mencoba


Setelah semua orang selesai mencoba area pertama latihan dengan mata terbuka, mereka semua kembali ke dalam barisan awal, ada yang melewatinya dengan 1 kali mencoba dan ada juga yang beberapa kali mencoba baru bisa melewatinya.


"Bagaimana sangat mudah kan kalian melewatinya seperti biasa kalian latihan…? tapi bagaimana jika mata kalian di tutup, apa kalian akan bisa melewatinya seperti tadi…? akan aku beri contoh melewatinya dengan mata tertutup…" Ucap Viky melihat ke arah semua orang, setelah semua orang kembali ke dalam barisan.


Kemudian Viky berjalan ke arah tempat latihan, sebelum mencoba latihan tersebut dia menerima penutup mata yang di berikan oleh Tiger kepadanya, dan penutup mata tersebut sudah di siapkan sejumlah orang yang hadir di sana… untuk semua orang nanti di saat akan melewati latihan pertama ini.


Viky menutup matanya dengan penutup mata yang di berikan oleh Tiger, Kemudian dia juga mulai berjalan dan melewati setiap rintangan yang ada di area latihan pertama, Viky melewati setiap rintangan dengan mudah dan juga sangat santai, tapi tetap pada kecepatan yang konsisten dan sangat luar biasa bagi seseorang yang matanya di tutupi, semua mata melihat kagum terhadap gerakan yang Viky lakukan di saat melewati setiap rintangan latihan di area pertama ini, tidak ada mata yang berkedip karena gerakan Viky terlihat sangat indah seperti orang yang sedang menari, bukan seperti orang yang sedang berlatih.


"Tidak perlu terburu-buru untuk dapat menyelesaikan latihan ini karena Inti dari latihan ini bukan masalah kecepatan… tapi melatih indra pendengaran dan juga reflek tubuh kalian serta yang lebih penting adalah ketenangan… selama kalian bisa memahami ke 2 hal dasar ini, maka kalian semua akan sangat mudah melewati rintangan ini…" Ucap Viky setelah selesai melewati rintangan latihan, dengan berjalan ke arah semua orang, tapi masih dengan mata yang tertutup.


Semua orang menjadi lebih kagum lagi, karena Viky berjalan dengan mata tertutup, untuk masalah di area latihan bisa saja Viky sudah menghapal setiap langkah yang harus di lakukan, tapi melihat Viky berjalan dengan mata tertutup seperti ini, mereka yakin bahwa Viky pun bukan menghapal setiap langkah tapi indra pendengaran dan juga refleknya sudah terlatih.


"Sekarang kalian bisa mencobanya… jika kalian ragu dengan penutup yang aku pakai ini… kalian biasa mencoba memakai penutup yang aku gunakan…" Ucap Viky setelah berada di hadapan semua orang, dengan melepaskan penutup matanya dan memberikannya kepada orang lain, tapi tidak ada yang berani menerima penutup mata yang Viky berikan, mereka semua hanya saling menatap satu sama lain.


"Lord… bolehkah aku mencoba memakai penutup mata yang Lord pakai… bukan aku bermaksud tidak percaya, tapi aku berharap bisa sedikitnya mewarisi semangat yang Lord miliki…" Ucap salah seorang dari dalam barisan.


"Silahkan… siapa pun boleh menerima penutup mata ini… aku berharap, kamu dengan menerima ini, bisa menjadi lebih bersemangat lagi dalam berlatih…" Ucap Viky dengan berjalan ke arah orang yang berbicara tadi, kemudian menyerahkan penutup mata yang ada di tangan Viky kepada orang tersebut.


"Terima kasih Lord…" Jawab orang yang di berikan penutup mata oleh Viky.


Awalnya dia sedikit takut ketika Viky berjalan ke arahnya, biasanya ketika seseorang berkata seperti itu maka akan di hukum oleh atasan yang melatih dia, tapi Viky berbeda, dia malah datang dan memberikan penutup mata tersebut kepadanya secara langsung, dan setelah dia menerima penutup mata tersebut dia menjadi lebih bersemangat lagi dari sebelumnya, serta sorot mata yang penuh kekaguman kepada Viky, dan bukan hanya dia saja yang kagum kepada Viky, tapi semua orang juga menjadi lebih kagum lagi.


"Baiklah… karena kamu sendiri yang hanya mempunyai penutup mata… bagaimana kalau kamu saja yang terlebih dulu mencobanya…" Ucap Viky berkata, dengan menyuruh orang yang di berikan penutup mata oleh Viky untuk mencoba terlebih dulu.


"Baik Lord…" Jawab orang tersebut dengan penuh semangat, walau dia juga tidak yakin bisa melewati area latihan tersebut dengan mata tertutup, tapi dia ingat dengan kata-kata Viky tadi, bahwa hasil adalah urusan lain, yang terpenting mencoba dulu dan berproses.

__ADS_1


Orang tersebut berjalan ke arah tempat latihan, kemudian dia menutup matanya, sebelum dia memulai latihannya, dia menarik napas panjang untuk menenangkan dirinya terlebih dulu, setelah di rasa dirinya cukup tenang, dia mulai berjalan dan mencoba melewati rintangan yang pertama, semua orang menatap dengan tegang di saat orang tersebut memulai latihan… sampai pada akhirnya dia berhasil melewati rintangan yang pertama, tapi di saat dia akan memulai tahap ke 2, dia di jatuhkan oleh rintangan tersebut.


Dia segera bangun, dan berjalan ke arah Viky.


"Lord… maaf, aku hanya bisa melewati rintangan yang pertama…" Ucap orang tersebut dengan nada yang sedikit kecewa kepada dirinya.


"Tidak apa-apa… kamu sudah melakukan yang terbaik… kegagalan bukan akhir dari segalanya… teruslah berusaha, berapa kali pun kamu gagal dan terjatuh, selama itulah kamu harus mampu bangkit dan berdiri…" Ucap Viky dengan menepuk pundak orang tersebut.


"Kalian semua sekarang bisa mencobanya… ikuti instruksi dan arahan yang di berikan… aku tidak bisa menemani kalian sampai selesai… karena ada urusan yang harus di selesaikan, untuk mempersiapkan pernikahan aku di akhir bulan ini…" Lanjut Viky berkata dengan melihat ke arah semua orang.


Setelah Viky selesai berkata, dia berjalan ke arah Rere dan yang lainnya, kemudian dia mengajak Rere untuk pergi dari sana.


"Glen… kamu juga bisa ikut latihan bersama yang lain, jika kamu mau… untuk menambah pengalaman dan juga untuk mengasah kemampuan kamu agar bisa lebih maksimal lagi…" Ucap Viky berkata kepada Glen.


"Baik Lord… terima kasih, aku juga ingin mengikuti latihan yang Lord berikan… untuk menambah wawasan serta mengasah kemampuan saya…" Jawab Glen.


"Aldo, Eagle dan 4 pilar… kalian semua ingin ikut bersama aku atau kalian ingin di sini dulu untuk berlatih…?" Ucap Viky bertanya dengan melihat ke arah Aldo dan yang lainnya.


Kemudian Eagle dan 4 pilar pun berkata yang sama seperti Aldo.


"AS.35 bagaimana dengan kamu… apa kamu mau di sini dulu atau bagaimana…?" Ucap Viky bertanya kepada Ritz.


"Aku juga akan di sini dulu Lord… mungkin nanti malam aku akan kembali ke Divisi perang Pusat, setelah semua urusan aku di Divisi perang Kota Taraka selesai…" Jawab Ritz.


"Baiklah… kalau begitu aku pergi dulu… Glen… untuk mobil yang aku pakai… kamu kirim orang besok untuk mengambilnya di rumah aku…" Ucap Viky dengan melihat ke arah Glen.


"Tidak Lord… mobil tersebut di kirim oleh Divisi perang pusat untuk Lord… aku tidak berani mengambilnya…" Jawab Glen.

__ADS_1


"Simpan saja mobilnya di Divisi perang Kota Taraka… jika nanti aku membutuhkannya aku bisa menghubungi kamu… tidak enak di lihat jika aku memakainya untuk keseharian aku pergi ke Octa Grup…" Ucap Viky, menjelaskan kepada Glen, dia merasa kurang enak atau bisa di bilang tidak pantas memakai mobil militer untuk dia pakai sehari-hari dan juga yang di urus oleh Viky bukan masalah Militer, tapi masalah yang lain.


"Baik Lord… besok aku akan mengirim seseorang ke rumah Lord… atau mungkin nanti aku sendiri yang akan pergi ke rumah Lord untuk mengambilnya…" Jawab Glen yang tidak punya pilihan lain.


Kemudian Viky dan Rere pergi dari tempat latihan dengan menggunakan mobil off-road militer yang tadi Viky gunakan.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2