
Iduy Tama Pacar Salsa
Semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut terdiam setelah Viky menyelesaikan kata-katanya, entah karena mereka sudah mengerti maksud dari kata-kata Viky, atau memang mereka belum mengerti maksud dari kata-kata Viky dan sedang mencerna apa maksud dari kata-kata Viky tersebut.
"Untuk lebih jelasnya… nanti Kent dan juga Paman Dony akan menjelaskan lebih rinci lagi kepada kalian tentang semua peraturan barunya…" Lanjut Viky berkata, karena dia melihat bahwa hampir semua orang yang ada di sana menunjukkan raut wajah yang bingung, dan respon seperti itu juga tidak aneh bagi Viky, karena hal ini juga pernah terjadi saat di Octa Grup dulu, namun seiring berjalannya waktu, orang-orang yang ada di Octa Grup juga terbiasa dengan peraturan yang Viky buat tersebut, dan hampir semua orang lebih nyaman serta lebih bersemangat lagi dalam bekerja.
"Baiklah… untuk pertemuan kali ini, aku akhiri sampai di sini, aku harap dengan peraturan baru ini walau pun ada beberapa di antar kalian yang masih bingung, kalian semua bisa bekerja lebih maksimal lagi, agar hasilnya juga maksimal, dan kalian juga nantinya akan mendapatkan keuntungan yang maksimal juga…" Lanjut Viky berkata mengakhiri cara pertemuan tersebut.
Setelah Viky selesai berkata, kemudian dia berdiri dari kursinya, dan di ikuti oleh yang lain yang juga ikut berdiri, untuk menghormati Viky.
Tanpa berkata lebih Viky berbalik dan berjalan pergi menuju ke arah pintu keluar, di ikuti oleh Deky, Kent dan juga Dony.
Semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut setelah Viky keluar dari ruangan tersebut bisa bernapas dengan lega, dan mereka juga menyeka keringan dingin yang ada di wajah mereka, walau pun tidak semuanya berkeringat namun hampir semua orang melakukan hal tersebut.
"Kent… kamu cari pacarnya Salsa, tadi Salsa bilang bahwa pacarnya bekerja di sini, aku tidak tahu siapa namanya dan bekerja di bagian Divisi mana… kamu bisa tanyakan langsung kepada Salsa atau jika kamu sudah tahu orangnya kamu bisa langsung panggil dia datang untuk menghadap aku…" Ucap Viky memberikan perintah kepada Kent setelah berada di luar ruangan.
"Baik Kak…" Jawab Kent, kemudian dia berbalik arah untuk melaksanakan perintah dari Viky.
Viky, Deky dan juga Dony, mereka ber 3 kembali ke ruangan Kent, atau mungkin sekarang bisa di bilang ruangan tersebut sudah menjadi ruangan Viky di Widya Grup.
Setelah berada di dalam ruangan Viky, Viky duduk di sofa untuk menunggu pacar dari Salsa datang, Deky pun duduk di sofa yang kosong yang berada di samping sofa Viky, namun Dony, dia tidak duduk seperti yang Deky lakukan, dan hanya berdiri di dekat sofa.
"Paman Dony… kenapa masih berdiri di situ… duduklah, ada yang ingin aku bicarakan dengan Paman…" Ucap Viky dengan melihat ke arah Dony yang berdiri di samping sofa tempat duduk Deky.
"Tidak apa-apa tuan… saya berdiri saja di sini… saya tidak pantas untuk duduk bersama di sofa dengan tuan dan juga tuan Deky…" Jawab Dony dengan sopan, sambil menundukkan kepalnya.
__ADS_1
"Paman… Paman tidak perlu sungkan seperti itu kepada aku… aku lebih suka sikap paman yang sebelumnya… karena paman adalah orang kepercayaan dari Kent… akan aku beritahu sebuah peraturan lain yang hanya berlaku untuk paman, namun sebelum aku menjelaskannya, lebih baik paman duduk saja dulu, agar lebih enak kita berbicaranya…" Jawab Viky, Dony pun tidak punya pilihan lain selain duduk di sofa di samping Deky, walau pun sikap dan raut wajahnya terlihat sangat canggung.
"Kalau begitu kan lebih enak…" Lanjut Viky berkata dengan sedikit tersenyum ramah ke arah Dony dan dengan nada yang sedikit bercanda, namun Dony tidak melihat senyum ramah dari Viky tersebut karena dia menundukkan kepalanya.
"Paman… jika paman masih ingin menjadi bagian dari aku atau Widya Grup… ada beberapa peraturan yang harus paman jalankan… apa paman bersedia mendengarkan apa peraturannya…?" Ucap Viky memulai pembicaraan dengan nada yang kembali serius, dan memberikan sebuah pertanyaan kepada Dony.
"Jika boleh saya tahu, bisa tuan jelaskan kepada saya tentang peraturan tersebut…" Jawab Dony yang masih sangat canggung.
"Yang pertama adalah, aku tidak suka sikap paman yang sekarang ini, aku lebih suka dengan sikap paman di saat paman mengantar aku ke sini tadi… yang ke 2 adalah, jika hanya ada kita di dalam satu ruangan, paman jangan terlalu sungkan kepada aku, untuk sebagai contoh, paman bisa lihat Deky dan juga Kent, yah walau pun Kent, dimana pun, dia tetap memanggil aku kakak, tapi aku tidak merasa keberatan akan hal itu, aku lebih nyaman di panggil kakak oleh Kent… dan yang ke 3, aku akan memberikan hak khusus kepada paman dalam mengurus semua perusahaan yang di miliki oleh Keluarga Latimore, baik itu Widya Grup atau perusahaan lain, aku yakin paman tidak akan mengecewakan aku… dan yang terakhir aku menitipkan Kent kepada paman, tolong paman berikan pengajaran terbaik kepada Kent…" Ucap Viky menjelaskan apa yang menjadi peraturan untuk orang-orang terdekatnya atau orang-orang kepercayaan Viky, namun ada sedikit perbedaan di akhir, yaitu tentang Viky yang menitipkan Kent kepada Dony.
Dony sedikit tersentak mendengar peraturan yang baru saja Viky katakan, karena menurut dia bahwa semua peraturan dari Viky, sangat menguntungkan bagi dia.
"Maaf tuan… apa saya tidak salah mendengarnya…? menurut apa yang saya pahami, bahwa semua peraturan tersebut terlalu menguntungkan bagi saya… dan untuk masalah mengurus semua perusahaan yang di miliki oleh Keluarga Latimore, saya rasa saya tidak akan sanggup untuk mengurus semuanya, kalau hanya Widya Grup dan di tambah beberapa perusahaan lagi, mungkin saya masih sanggup untuk mengurusnya…" Jawab Dony dengan sedikit mengangkat kepalanya, dan melihat ke arah Viky.
"Tidak paman… paman tidak salah mendengarnya… untuk masalah menguntungkan atau tidaknya, itu tergantung dari paman sendiri yang melihatnya, mungkin nanti aku akan mengajak orang-orang aku ke sini, agar paman bisa melihatnya sendiri… dan jika paman meraka kurang sanggup untuk mengurus semua perusahaan dari Keluarga Latimore, nanti aku akan mengirim orang untuk membantu paman dalam mengurus semua perusahaan dari Keluarga Latimore, hanya saja orang yang aku kirim nanti, dia masih belum berpengalaman dalam mengurus sebuah perusahaan besar, tapi jika di bandingkan dengan Kent, aku rasa orang yang nanti akan aku kirim, dia lebih siap…" Jawab Viky kembali, dan orang yang Viky maksud untuk membantu Dony, adalah Dadan Ling.
"Kak… ini orang yang kakak cari, namanya adalah Iduy Tama… dia bekerja sebagai staf di bagian Divisi pembelian…" Ucap Kent memperkenalkan orang yang datang bersama dengan dia.
"Kamu…? apa benar kamu adalah pacarnya Salsa…?" Ucap Viky bertanya secara langsung tanpa basa-basi dan dia juga tidak mengindahkan perkataan dari Kent sebelumnya dengan nada yang dingin.
"Be-benar tuan… jika tuan ingin saya putus dengannya, saya bisa putuskan sekarang juga…" Jawab Iduy Tama, dengan sedikit gemetar dan juga dengan nada yang pelan sambil menundukkan kepalanya, namun entah yang apa yang ada di pikirannya, dia sampai-sampai mengeluarkan kata-kata seperti itu.
"Bukan itu maksud aku… hari ini Salsa ada acara reuni sekolahnya… tadi dia meminta aku untuk mengantarnya, tapi ada beberapa hal mendadak yang harus aku kerjakan, jadi aku tidak bisa mengantarnya… kamu temani dia untuk pergi ke acara reuni tersebut, dan untuk masalah pembayaran makanan yang akan kalian makan nanti, kamu bisa nanti kirimkan saja bil pembayarannya ke sini, biar nanti bagian keuangan yang mengurusnya…" Jawab Viky dengan nada yang sedikit kesal, karena Viky sedikit mengerti maksud dari perkataan Iduy Tama, yaitu bahwa Viky memanggilnya karena menginginkan Salsa, dan meminta agar Iduy Tama melepaskan Salsa.
"Terima kasih tuan… tapi saya tidak berani mengirimkan bil makanan yang kita makan nanti ke sini… aku takut nanti total tagihannya terlalu besar…" Jawab Iduy Tama, dengan nada yang masih pelan dan juga masih dengan posisi kepala yang menunduk, dia berkata seperti itu karena dia tahu bahwa Salsa adalah orang yang suka memilih makanan, apa lagi di saat sedang bersama dengan teman-temannya, makanan yang Salsa pilih pastinya makanan yang mahal.
__ADS_1
"Jangankan bil tagihan makanan Salsa… jika Salsa mau membeli tempat acara reuninya, aku tidak keberatan dan aku juga masih sanggup untuk membelinya…" Jawab Viky dengan nada yang marah, karena Iduy Tama, tidak mengerti apa yang Viky maksud.
"Dan ini adalah kunci mobil aku… kamu pakai saja untuk pergi ke acara reuni Salsa…" Lanjut Viky berkata dengan mengeluarkan kunci mobilnya serta menaruh kunci mobil tersebut di atas meja.
...***************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...