
Tepat Sasaran
Setelah Lega Ma berkata, semua orang saat itu juga terdiam sesaat, dan aula pun menjadi sunyi sepi seketika. wajah semua orang tampak penasaran, dan ingin tahu siapa yang melakukan hal tersebut kepada Tuan muda mereka.
"Yah aku tahu siapa yang melakukan itu semua dan siapa wanita yang bersama anak kamu di sana… tapi aku ingin tahu kenapa pacar dari anak kamu berubah menjadi wanita yang berbeda dalam sekejap… mungkin anak kamu bisa menjelaskannya…" Ucap Viky dengan posisi masih duduk dan memegang gelas anggur di tangannya.
"Tuan… bagaimana anakku tahu tetang bagaimana pacarnya bisa berubah menjadi orang lain, dia sendiri datang ke hotel itu di bawa oleh pacarnya karena keadaan dia sudah sedikit tidak sadarkan diri…" Jawab Lega Ma, memperjelas situasi yang terjadi kepada Viky.
"Benar tuan… waktu itu Saya juga tidak tahu pasti apa yang terjadi, dan aku juga tidak tahu kenapa pacarku bisa berubah menjadi orang lain…" Timpal Cipto Ma membenarkan perkataan ayahnya.
"Bukanya kamu di bawa ke sana oleh pacar kamu…? Lantas kemana pacar kamu pergi saat itu… dan apa benar kamu saat itu benar-benar dalam keadaan mabuk berat…? " Tanya Viky kepada Cipto, dengan masih membelakangi Cipto.
"Saya tidak tahu kemana pacar saya pergi karena saat itu saya benar-benar dalam keadaan mabuk berat, saya kira bahwa wanita yang berbaring di tempat tidur adalah pacar saya… namun setelah seorang pria masuk, saya baru tahu bahwa wanita yang berbaring di tempat tidur bukan pacar saya tapi wanita lain… orang yang baru masuk itu tanpa berkata apa pun langsung menghajar saya tanpa ampun sampai saya tidak sadarkan diri Tuan…" Ucap Cipto menjelaskan.
"Jika Tuan mengetahui siapa orang yang melakukan itu kepada saya… saya mohon tuan untuk memberitahukannya kepada saya… saya akan membalasnya 10 kali lipat…" Lanjut Cipto Ma berkata.
"Baik aku akan memberitahukan semuanya kepada kamu…" Jawab Viky kemudian dia berdiri, dan berbalik melihat ke arah Cipto Ma
"Prak…" Sebuah gelas melayang dan tepat sasaran mengenai kepala Cipto Ma, gelas tersebut pecah di kepala Cipto dan di gelas tersebut pun masih berisi anggur, dan anggurnya tumpah di kepala Cipto dan mulai membasahi wajahnya.
Semua orang sangat kaget dengan apa yang terjadi, mereka semua tidak mengerti kenapa Tuan besar melakukan ini kepada Tuan muda mereka.
"Prak…"…… "Aaahhhh…" Cipto Ma berteriak kesakitan dan memegang kepalanya yang mulai mengeluarkan darah, dia tidak mengerti kenapa Tuan besar melakukan ini padanya.
Cipto Ma bergerak mundur satu langkah disaat gelas tersebut mengenainya, dan Rahma yang berada tepat di sampingnya pun terdorong oleh Cipto dan dia tersungkur jatuh ke lantai, dan baju yang di kenalan oleh Rahma terkena cipratan anggur yang bercampur darah.
__ADS_1
"Tuan… Maaf… apa saya salah berkata hingga menyinggung Tuan…" Ucap Cipto Ma dengan memegang kepalanya yang sudah mengeluarkan darah.
Jarvice dan Nenek Sushi… Mereka berdua sangat kaget melihat wajah yang duduk dan berbicara tadi, mereka mengenal orang tersebut, wajah mereka berdua berubah rumit, dan mereka menatap tajam dan sangat geram ke arah Viky, urusan di antar mereka belum selesai dan sekarang dia bertemu kembali di sini, dan sudah membuat ulah lain.
Lega Ma, Julia dan Seli segera berdiri setelah Viky melempar gelas ke arah Cipto, semua orang menatap tidak percaya dan tidak mengerti kenapa Viky berbuat seperti itu, yang paling berbeda dengan yang lain adalah ekspresi Lega, wajah Lega Ma sedikit memerah karena marah, tangannya sudah mengepal dengan erat dan menatap tajam ke arah Viky.
"Viky… aku butuh penjelasan dari kamu atas semua ini… kami keluarga Ma menyambut kamu dengan ramah di kediaman kami, tapi apa yang kami semua dapat dari kamu… kamu bersikap seenaknya saja di sini… apa kamu pikir kamu bisa berbuat sesuka kamu kepada anggota keluarga Ma… terlebih ini di dalam kediaman keluarga Ma…" Ucap Lega Ma dengan marah kepada Viky.
Setelah Lega Ma berkata, di saat ini semua orang tersadar dari kekagetan mereka semua, dan mereka semua juga mulai memiliki kebencian terhadap Viky, dan mereka pun mulai berkumpul dan mendekat ke arah meja utama.
"Benar… kamu anggap apa keluarga Ma ini… kamu tidak akan bisa keluar dari sini sebelum menjelaskan semuanya…" Ucap salah seorang dari kerumunan.
"Iya… kamu jangan menganggap remeh keluarga kami… walau kami keluarga No 2… aku yakin jika berperang dengan Octa Grup, kemenangan pasti sudah menjadi milik kamu…" Timpa yang lain dengan nada geram.
Banyak bermunculan kata-kata yang mengutuk Viky dan mencaci atas apa yang Viky lakukan, bahkan ada yang menyuruh Viky untuk mematahkan kaki dan tangannya.
Setelah Jarvice berkata, semua orang langsung diam dan menatap ke arah Jarvice, mereka sedikit tidak mengerti dengan apa yang Jarvice katakan.
"Ayah… jadi ini orang yang bernama Viky yang mengacau di saat Nenek Ulang tahun… dan yang membuat saudara Jeri terluka parah…" Ucap Cipto melihat ke arah Jarvive dan bertanya dengan sebelah tangan menunjuk ke arah Viky dan sebelah lagi memegang luka di kepalanya, dan saat ini darah yang bercampur dengan anggur sudah turun ke wajah Cipto.
"Benar Sayang… dia yang mengacau di kediaman keluarga Neo… dan dia juga yang melukai kak Jeri…" Timpal Rahman yang masih terduduk di lantai, dan dia berdiri kemudian menunjuk ke arah Viky.
"Kamu… apa maksud dari semua ini… jika kamu tidak memberikan penjelasan… aku pastikan kamu dan orang-orang kamu tidak bisa keluar dari sini dengan selamat…" Timpal Lega Ma dengan aura pembunuh dari tubuh Lega Ma mulai keluar dan mata menatap tajam ke arah Viky.
"Penjaga… panggil semua orang ke sini dan kepung dia…" Teriak Lega Ma memanggil semua penjaga keamanan dan memerintahkannya untuk mengepung Viky.
__ADS_1
Setelah Lega Ma berteriak memanggil penjaga keamanan, kemudian dari arah kerumunan datang lebih dari selusin orang dan langsung mengepung Viky serta orang-orangnya, tubuh orang-orang yang mengepung Viky beserta orang-orang Viky, mereka semua berbadan besar dan ada sedikit aura pembunuh dari setiap orang yang mengepung.
Orang-orang yang bersama Viky, saat ini mereka merasa sedikit ketakutan karena di kepung oleh banyak orang, walau mereka juga mempunyai aura membunuh tapi jika mereka melawan, lawan yang mempunyai aura membunuh juga, jika 1 lawan 1 masih ada kemungkinan untuk memang, tapi ini bisa di bilang 1 lawan 2 bahkan bisa jadi 1 lawan 3.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...