
Rasa Sesal Di Hatinya
"Aldo… Eagle… Cheetah… kalian lakukan pemeriksaan kepada semua orang-orangnya… kalian sudah tahukan apa yang harus kalian lakukan, langsung bunuh di tempat saja, tidak perlu di pisahkan terlebih dulu…" Ucap Viky memberikan perintah kepada Aldo, Eagle dan juga Cheetah, dengan menunjuk ke arah orang-orang yang berdiri yang berada tidak jauh dari tempat Viky berdiri yang di bawa oleh orang yang berdiri di depan dia.
"Baik Lord…" Jawab mereka ber 3 dengan serempak, dan mereka juga sudah tahu apa yang harus mereka lakukan, kemudian mereka ber 3 bergegas menghampiri orang-orang yang di tunjuk oleh Viky
Namun raut wajah orang yang membawa semua orang ke sana langsung berubah rumit setelah mendengar kalimat terakhir dari Viky, atas perintah untuk membunuh di tempat, karena dia tidak mengerti maksud dari kata-kata Viky tersebut oleh karena itu ada sedikit rasa sesal di hatinya karena sudah membawa semua orang-orangnya dalam sebuah kematian yang pasrah tanpa perlawanan.
"Baiklah… kamu bisa pergi sekarang… untuk masalah orang-orang kamu, biar aku dan orang-orang aku yang mengurusnya…" Ucap Viky dengan berbalik melihat ke arah orang yang Viky ampuni tersebut, dan menyuruhnya untuk pergi dari sana.
"Maaf tuan… bukan maksud aku menolak atas kebaikan dari tuan… aku akan tenang jika aku bisa pergi dari sini dengan semua orang-orang aku…" Jawab orang tersebut dengan sopan menolak perintah dari Viky, untuk dia segera pergi dari sana, karena yang dia pikirkan bukan hanya keselamatan dia saja, tapi juga keselamatan orang-orangnya.
Ketika Viky akan berkata kembali, Aldo, Eagle dan juga Cheetah sudah kembali, karena pemeriksaan yang di lakukan tidak membutuhkan waktu lama… karena orang yang harus di periksa juga hanya sedikit, dan juga pemeriksaan tersebut juga hanya melihat dari energi dari tubuh masing-masing orang, jika orang tersebut ikut berperang maka akan terlihat dengan jelas dari energi yang terpancar dari tubuhnya.
"Lord… kami semua hanya menemukan 3 orang yang tidak lolos dari pemeriksaan…" Ucap Aldo, melaporkan hasil pemeriksaan dia, Eagle dan juga Cheetah. dan juga di tangan mereka masing-masing memegang sebuah kepala yang sudah tidak memiliki badan.
"Baiklah… terima kasih, kalian buang saja apa yang kalian pegang di tangan kalian…" Ucap Viky, memberikan perintah kepada Aldo dan yang lainnya untuk membuang kepala yang ada di tangan mereka, karena dia takut Rere akan merasa tidak enak melihat sebuah kepala yang di bawa oleh mereka yang masih mengucurkan darah segar.
"Baiklah… kamu dan orang-orang kamu bisa pergi dari sini dengan selamat, namun sebelum kalian semua pergi meninggalkan tempat ini, ada 2 syarat yang harus kalian lakukan…" Ucap Viky dengan berbalik melihat ke arah pemimpin dari orang-orang yang di periksa tersebut.
"Apa ke 2 syarat tersebut tuan…? jika saya mampu pasti akan saya penuhi…" Jawab orang tersebut dengan nada yang sedikit bahagia karena orang-orangnya bisa pergi dari sana dengan selamat, walau pun harus melakukan 2 syarat yang akan di berikan terlebih dulu.
Namun di hatinya ada sesuatu yang mengganjal, hanya saja dia tidak mengatakan hal tersebut terlebih dulu karena dia rasa belum saatnya untuk mengatakan hal tersebut, dan juga bukan pada saat yang tepat untuk mengatakannya.
"Syarat yang pertama, kalian semua sebelum pergi dari sini, harus membereskan semua kekacauan yang terjadi di sini, dan harus kembali seperti sebelum perang terjadi…" Ucap Viky dengan mengatakan syarat yang pertama, yaitu membereskan kekacauan yang di akibatkan oleh perang, seperti puing dari barak yang rusak, dan juga mayat-mayat yang mati dalam peperangan, dan juga alat-alat perang yang rusak, karena alat perang yang masih bagus adalah hak rampasan bagi Viky, untuk di pergunakan di camp pelatihan.
__ADS_1
"Baik Tuan…" Jawab orang tersebut yang mana dia tidak merasa keberatan atas syarat yang pertama, dan dia juga sudah mengerti maksud dari perkataan Viky, walau pun tidak di katakan secara rinci atas apa yang harus dia lakukan.
"Dan untuk syarat yang ke 2, karena kalian bukan termasuk orang-orang aku… maka kalian harus berjanji bahwa kalian tidak pernah berhadapan dengan pasukan Magnium, bahkan bertemu dengan Lord Jendral dari pasukan Magnium apa lagi kalian mendapatkan pengampunan dari aku… mungkin kalian pernah mendengar dengan isu yang beredar bahwa setiap musuh yang berhadapan dengan pasukan Magnium, apa lagi bertemu dengan Lord Jendral dari pasukan Magnium tidak ada yang selamat sampai sekarang, namun hal itu hanyalah sebuah isu, karena aku pun tidaklah sekejam itu… jadi…" Belum selesai Viky menyelesaikan kalimatnya
"Duk…" orang tersebut seketika mengambil posisi berlutut dengan satu kaki dan menghadap ke arah Viky, yang mana satu lutut menempel di atas tanah dan satu lagi menempel ke dada, dan juga ke 2 tangan yang di kepalkan dengan posisi seperti sedang meninju tanah, serta dengan menundukkan kepalanya, posisi berlutut tersebut hampir mirip bahkan bisa di bilang sama dengan posisi berlutut yang suka di lakukan oleh orang-orang dari pasukan Magnium.
"Lord Jendral dari Pasukan Magnium, Saya adalah Karev Zi penguasa dari setengah wilayah bawah tanah kota Yako, dengan ini saya berjanji akan selalu setia mengikut Lord Jendral… saya mohon Lord Jendral mau menerima saya sebagi bagian dari orang-orang Lord Jendral…" Ucap orang tersebut memperkenalkan dirinya, dan juga berjanji setia kepada Viky, serta sedikit memohon agar Viky mau menerima dia menjadi bagian dari orang-orang Viky.
Ketika Karev Zi berkata di saat yang bersamaan orang-orang Karev Zi pun ikut berlutut, walau pun mereka tidak mengeluarkan kata-kata namun kata-kata dari Karev Zi pun sudah mewakili mereka semua, karena apa yang Karev Zi lakukan maka mereka juga harus mengikuti yang di lakukan oleh Karev Zi, sebagai tanda bahwa mereka semua setia mengikuti Karev Zi.
"Baiklah… kalau begitu, hanya syarat pertama saja yang berlaku, dan untuk syarat yang ke 2 akan aku ganti, yaitu bunuh semua orang yang tersisa dari orang-orangnya Fast dan hal itu juga sebagai tanda bahwa kamu akan setia mengikuti aku…" Ucap Viky dengan menunjuk ke arah orang-orang dari Fast yang tersisa yang ikut dalam peperangan, yang mana orang-orang tersebut masih berlutut dan juga di kelilingi oleh orang-orang Viky.
Namun sebenarnya Viky tidak benar-benar langsung menerima Karev Zi begitu saja menjadi bagian dari orang-orangnya namun karena dia mendengar bahwa Karev Zi berasal dari kota Yako dan juga posisi karev Zi di kota Yako tidak sembarangan oleh karena itu Viky terpikirkan sebuah rencana, untuk menyelamatkan Lisa.
Kemudian Viky berbalik dan pergi dari sana, di ikuti oleh semua orangnya yang mengikuti Viky dari belakang yang berjalan pergi dari sana.
"Jaguar… kamu kirim beberapa orang untuk mengawasi pekerjaan mereka semua, jika mereka tidak melakukannya dengan benar, maka bunuh saja semuanya dan jangan sisakan 1 pun dari mereka…" Ucap Viky setelah berjalan sekitar 7 sampai 10 langkah dari tempat awal, dengan nada yang sedikit pelan dia memberikan perintah kepada Jaguar untuk memata-matai pekerjaan yang di lakukan oleh Karev Zi.
"Baik Lord… kalau begitu saya akan mengirim beberapa orang yang terbaik dalam mengawasi serta membunuh target yang diawasinya…" Jawab Jaguar yang mana dia mengerti maksud dari perintah Viky, yaitu mengawasi Karev dan orang-orangnya dari kejauhan.
Perubahan Jadwal Up, yaitu pada jam 00.00 WIB atau sebelum jam 00.00 WIB
Terima kasih.
Selebihnya adalah Up bonus, atau Up tambahan.
__ADS_1
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1