
Bermain Bersama-sama
Viky pergi meninggalkan Vanteko Ma menuju ke ruangan yang telah Dewi siapkan, yaitu ruangan khusus yang di sediakan untuk Dewi, Vanteko Ma dan teman-temannya makan atau membahas sesuatu yang penting, dan Vanteko Ma pun pergi mengikuti Viky di belakangnya.
Dewi dan Ovi Long saat ini tengah mengobrol di sebuah ruangan sambil menikmati cemilan yang ada di atas meja dan juga sambil minum anggur, baik itu Dewi atau Ovi Long ke 2 nya sudah sedikit mabuk dan juga wajah mereka sudah sedikit memerah karena efek dari minum anggur.
Kemudian Viky dan Vanteko Ma memasuki ruangan tersebut, dan melihat bahwa Dewi dan Ovi Long sudah sedikit mabuk Viky mengernyitkan alisnya menatap mereka ber 2.
"Pasti aku akan mendapatkan masalah dari kejadian ini… apa aku harus mengorbankan Vanteko Ma untuk mengatasi ke 2 wanita yang sedang mabuk ini nanti… tapi jika mereka ber 2 tidak bisa mengontrolnya maka Vanteko Ma akan di hajar oleh ke 2 wanita ini, dan hal itu akan menjadi keuntungan besar bagi Vanteko Ma, dengan memiliki 2 wanita cantik di sampingnya tanpa perlu melakukan sesuatu untuk mendapatkan ke 2nya…" Gumam Viky dengan melihat ke arah Dewi dan juga Ovi Long.
"Kak Viky… sini duduk di dekat aku…" Ucap Dewi setelah melihat Viky memasuki ruangan tersebut, dan menyuruhnya duduk di antar Dewi dan juga Ovi Long.
Viky berjalan dan duduk di kursi yang Dewi suruh, bukan berarti dia mengikuti keinginan dari Dewi, tapi karena dia ingin lebih dekat dengan Ovi Long agar mudah mengorek informasi dari Ovi Long.
"Kak Viky… apa kakak mau minum anggur ini…" Ucap Dewi dengan mengambil sebotol anggur baru, karena 1 botol yang mereka buka tadi sudah mereka habiskan.
"Boleh… tapi jangan terlalu banyak, karena tadi juga di kediaman keluarga Long aku sudah minum anggur…" Jawab Viky dengan mengambil gelas kosong yang ada di meja dan menyodorkan gelas tersebut kepada Dewi agar di isikan anggur oleh Dewi.
"Apa aku tidak di tawari anggur sama seperti kak Viky…" Ucap Vanteko Ma melihat bahwa Dewi menyimpan kembali botol anggurnya tampa menawarkan anggur tersebut kepada Vanteko Ma.
"Kamu kan punya tangan… jadi kamu bisa sendiri menuangkan anggur ke dalam gelas kamu…" Jawan Dewi dengan tidak peduli dan tidak mau menuangkan anggur untuk Vanteko Ma.
Ovi Long pun hanya melihat dan tidak berkata apa pun, karena walau pun dia dalam keadaan sedikit mabuk tapi dia juga masih merasa canggung karena belum terlalu mengenal semua orang yang ada di situ. dan di pikiran dia bahwa Viky adalah sama dengan laki-laki kebanyakan di luar sana, yaitu jika di tawari tubuh oleh seorang wanita, maka tidak akan menolak dan jika sudah selesai maka akan menuruti permintaan dari si wanita, walau pun Viky sudah memiliki wanita dan akan menikah tidak lama lagi, tapi tetap saja menerima tawaran tubuh dari Ovi Long.
"Baiklah Ovi Long… sebelum kita beranjak kepada tawaran dari kamu tadi… aku ingin tahu terlebih dulu peraturan yang ada di dalam keluarga Long… karena setelah kita selesai, mau tidak mau, aku harus masuk ke dalam keluarga Long…" Ucap Viky memulai pembicaraan dan dia juga beralasan bahwa setelah dia bermain bersama Ovi Long nanti, dia akan menjadi bagian keluarga Long.
__ADS_1
"Memangnya setelah kita selesai nanti… apa Tuan Lord akan menikahi aku dan menjadi bagian dari keluarga Long…? bukannya perjanjian kita akan selesai setelah tuan Lord selesai dengan aku dan memberitahukan tentang bahan obat yang mana yang tidak boleh di campurkan untuk obat dari kakak Luis…?" Ucap Ovi Long bertanya karena dia sedikit merasa aneh dengan pertanyaan dari Viky barusan.
"Akan lebih enak jika kamu memanggil aku kakak saja untuk sekarang… Jika peraturan dari keluarga Long cocok dengan aku, maka aku akan masuk ke dalam keluarga Long dan menikahi kamu, tapi jika tidak maka hanya perjanjian awal saja yang akan di lakukan…" Ucap Viky yang kembali menyakinkan Ovi Long agar memberitahukan kepada Viky tentang peraturan yang ada di dalam keluarga Long, namun sebenarnya kata-kata dari Viky barusan hanyalah sebuah kata untuk menjebak Ovi Long agar mau menceritakan semuanya.
"Kak… bukannya tadi kakak bilang kita ber 3 akan bermain bersama…?" Ucap Dewi tiba-tiba, dengan nada yang manja dan juga tangannya yang mulai nakal dan meremas pelan bahu Viky.
"Itu semua tergantung dari jawaban Ovi Long…" Jawab Viky dengan santai menanggapi perkataan dan sikap Dewi yang sudah berada di luar kendali.
"Bermain ber 3…? Ucap Ovi Long dengan sedikit malu, dan jika dia tidak dalam keadaan mabuk mungkin wajah yang merah tersebut bukan karena anggur tapi karena malu.
"Iya… tadi kak Viky bilang begitu saat di dalam mobil menuju ke sini…" Timpal kembali Dewi dan memotong kata-kata yang akan keluar dari Viky.
"Tapi aku malu jika kita bermain ber 3 nanti… karena ini juga baru pertama kalinya untuk aku…" Jawab Ovi Long, dengan melihat ke arah Dewi.
"Tidak apa-apa… aku juga baru pertama kalinya kok… jadi kamu tidak usah malu-malu…" Jawab Dewi kembali, dan mencoba menyakinkan Ovi Long agar tidak malu, karena mereka ber 2 pun sama-sama pertama kalinya.
"Aku tahu apa yang akan kamu tanyakan… untuk Vanteko Ma biarkan saja dia bermain sendiri dengan tangannya… tapi aku juga yakin dia pasti punya stok perempuan yang akan selalu siap jika di ajak bermain olehnya di luar sana, karena dia itu mempunyai banyak wanita…" Potong Dewi atas kata-kata dari Ovi Long, dia juga menatap dengan tatapan sedikit rasa benci kepada Vanteko Ma.
Mendengar pembicaraan dari ke 3 orang yang tengah duduk satu meja dengannya, raut wajah Vanteko Ma berubah rumit, dia bingung harus berkata apa, karena dia memiliki rasa tertarik kepada ke 2 wanita ini, tapi ke 2 wanita yang ada di depannya ini membicarakan hal yang akan mereka ber 2 lakukan setelah ini dengan Viky.
Vanteko Ma hanya bisa pasrah dan menarik napas panjang untuk menenangkan dirinya, karena ke 2 wanita yang dia suka, akan bermain bersama-sama dengan Viky, dan Dewi dengan secara terang-terangan mengatakan kepada Ovi Long bahwa dia mempunyai banyak wanita di luar sana.
"Jadi kak Viky… peraturan keluarga Long yang mana yang kak Viky ingin tahu terlebih dulu…" Ucap Ovi Long bertanya setelah dia memantapkan hatinya, untuk bermain ber 3 bersama dengan Grisha Ling atau Dewi dan juga dengan Viky.
"Terserah kamu mau memberitahukannya dari yang mana terlebih dulu…" Jawab Viky dengan santai, karena dia tidak ingin terlihat bahwa dia sedang mencari informasi dari Ovi Long.
__ADS_1
"Jika di ceritakan semua peraturan dari keluarga Long maka tidak akan selesai dalam waktu 2 hari… dan aku juga tidak terlalu tahu tentang semua peraturan tersebut… serta aku juga tidak terlalu paham dengan semua peraturan tersebut…" Jawab Ovi Long, dan memang benar apa yang dia katakan, karena semua peraturan dalam sebuah keluarga Besar sangat banyak dan juga sangat rumit untuk dapat bisa di pahami.
"Kamu bisa menceritakan secara garis besarnya saja peraturan yang ada di dalam keluarga Long… dan juga peraturan yang sering di pakai di dalam keluarga Long… dan untuk peraturan-peraturan yang menurut kamu tidak terlalu penting untuk di ketahui oleh orang lain maka jangan di ceritakan di sini…" Ucap Viky dengan sedikit memberikan jalan kepada Ovi Long, tentang peraturan dari keluarga Long yang ingin dia tahu.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...