Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 196 Kediaman Keluarga Epson


__ADS_3

Kediaman Keluarga Epson


Kota Taraka saat ini di buat gembar kembali, dengan tersebarnya kabar bahwa hampir setengahnya karyawan di Octa Grup di keluarkan, dan dalam dua hari akan ada penerimaan karyawan baru.


Yang menjadi semangat orang-orang tentang kabar ini adalah bahwa penerimaan karyawan sekarang tidak berdasarkan uang, tapi berdasarkan kemampuan, dan skil masing-masing orang, serta di awasi oleh tuan besar langsung, jika di temukan adanya main uang, maka konsekuensinya adalah tidak akan di terima kerja di mana pun.


Walau kabar yang tersebar itu semua ada sedikit yang di besar-besarkan dan di lebih-lebihkan… biasa lah kabar antar mulut kadang suka berubah-ubah tapi tidak membuat orang-orang yang mempunyai kemampuan mengalami penurunan semangat, bahkan mereka sangat semangat sekali mempersiapkan segalanya.


Tidak hanya itu yang menjadi pembahasan semua orang ada satu lagi yang menjadi trending di Kota Taraka… bahwa besok Lord Jendral akan mengadakan acara pelantikan di Divisi perang Kota Taraka dan di hadiri oleh para petinggi di Divisi perang pusat Montana, serta penguasa kota juga akan hadir di sana untuk menyambut Lord Jendral, dan ada kabar burung bahwa Lord Jendral ini adalah calon pemimpin Divisi perang pusat Montana.


Kita tinggalkan dulu Kota Taraka yang sedang heboh membahas isu yang beredar, dan kembali ke Viky dan Aldo yang sedang berada di dalam mobil yang sedang menuju ke kediaman keluarga Epson.


"Aldo… coba kamu hubungi Citra dia sedang berada di mana dan bilang kita akan berkunjung ke kediamannya dan bertemu dengan ayahnya…" Ucap Viky yang memerintahkan Aldo untuk menghubungi Citra.


"Baik Lord…" Jawab Aldo kemudian dia mengeluarkan Ponselnya dari dalam saku dengan satu tangan memegang kemudi mobil.


"Lord… dia sedang berada di rumahnya… dan dia bilang akan memberitahu ayahnya untuk segera pulang… karena ayahnya tidak ada di rumah…" Ucap Aldo, setelah selesai menghubungi Citra.


"Tidak apa-apa… kita bisa menunggu sebentar nanti… karena kita berkunjung ke sana dadakan, tidak membuat janji dari awal…" Jawab Viky.


Tidak lama mereka akhirnya sampai di sebuah Villa yang berukuran cukup besar, dan tidak jauh dari pusat Kota Taraka.


Mobil Viky di hentikan oleh seorang penjaga keamanan di kediaman keluarga Epson.


"Tuan Aldo… Nona Citra ada di dalam, silahkan Tuan…" Ucap Penjaga tersebut mempersilahkan Mobil Viky untuk masuk ke dalam Villa, karena penjaga tersebut sudah mengenali siapa Aldo, tapi dia menghentikan mobil Aldo, karena dia tidak mengenali mobil yang di pakai oleh Aldo.


Setelah memarkirkan mobilnya dari arah dalam terlihat seorang wanita berjalan menghampiri Viky dan Aldo, dengan berpakaian santai tapi masih terlihat sangat cantik.


"Aldo… Tu- eh Viky… selamat datang di kediaman keluarga Epson…" Ucap wanita tersebut, menyapa Aldo dan juga Viky.


"Heeemmm… Citra kamu masih saja yah walau sudah aku katakan juga kemarin… dari nadanya terdengar lebih enak dulu dari pada sekarang… apa lagi saat kamu menyenggol mobil aku he…he…he…"Jawab Viky dengan sedikit menggoda Citra.


"Mungkin lebih enak kamu… di saat kamu sedang terburu-buru, aku percaya saja waktu itu, tapi kamu malah menipu aku…" Jawab Citra dengan nada yang menyindir kepada Viky, namun ada sedikit rasa kesal.


"Heeemmm kejadian itu sungguh aku tidak sengaja… lagian memang benar waktu itu aku juga sedang terburu-buru… eehh apa kita tidak di persilahkan masuk, dan berdiri saja di sini…" Ucap Viky mengalihkan pembicaraan, karena jika di teruskan maka akan tidak enak kepada Aldo.

__ADS_1


"Kamu sendiri sih mengajak ngobrol di sini… ayo masuk… tadi aku sudah menghubungi ayah, dia tadi bilang akan langsung pulang… dan meminta maaf jika kamu aga menunggu dia sebentar…" Jawab Citra mengajak Viky dan Aldo masuk.


Kemudian mereka ber 3 pergi masuk ke dalam Villa kediaman keluarga Epson, Citra membawa Viky dan Aldo ke ruangan pertemuan keluarga Epson.


"Viky… Aldo… kalian bisa tunggu sebentar di sini… aku akan pergi memanggilkan pelayan untuk menyiapkan hadangan untuk kalian ber 2… kalian anggap saja seperti sedang berada di rumah kalian sendiri…" Ucap Citra setelah berada di dalam ruang pertemuan keluarga Epson.


"Tidak perlu hidangan yang aneh-aneh… cukup cemilan dan anggur saja… itu pun jika ada, kalau tidak ada tidak usah, aku tidak mau merepotkan kamu, karena aku juga tahu kunjungan aku ke sini sangat mendadak…" Jawab Viky.


"Tapi ayah bilang harus menyiapkan hidangan istimewa untuk kamu… jadi bagaimana dong…? kalau hanya cemilan dan anggur sih ada banyak dan tidak merepotkan…" Jawab Citra sekaligus bertanya.


"Tidak usah… biar nanti aku yang berbicara kepada ayah kamu… cukup cemilan dan anggur saja…" Jawab Viky.


"Baiklah kalau begitu… kalian tunggu sebentar di sini… aku akan menyuruh pelayan untuk membawanya ke sini…" Jawab Citra, kemudian dia segera pergi dari sana menuju ke ruangan dapur.


"Aldo… kenapa wajah kamu terlihat sangat tegang sekali… tidak biasanya kamu seperti ini… di saat terakhir kita berhadapan dengan musuh terkuat kita, kamu terlihat sangat santai sekali dan menjelaskan strategi yang akan kita pakai… sekarang ini tidak ada musuh kita di sini tapi kamu sangat tegang begitu…" Ucap Viky yang melihat raut wajah Aldo yang sangat tegang.


"Kalau berhadapan dengan musuh… aku tidak akan ragu untuk bertindak Lord… yang ada di dalam pikiran aku hanya ada, bagaimana caranya untuk menang dan mengalahkan musuh dengan kerugian yang sangat kecil bahkan harus tidak ada kerugian sama sekali… namun sekarang perasaan aku di penuhi dengan keraguan dan ketakutan… aku sangat takut jika aku bersama Citra, aku tidak bisa mengikuti Lord seperti biasa…" Jawab Aldo menjelaskan kepada saat ini raut wajahnya sangat tegang sekali.


Ketika Viky akan menjawab penjelasan dari Aldo, dia menarik kata-kata yang akan dia ucapkan karena dia melihat dari arah dalam Citra berjalan dan di ikuti oleh beberapa pelayan yang mengikutinya di belakangnya, dan para pelayan tersebut membawa cemilan yang cukup banyak dan juga membawa beberapa botol anggur di tangan mereka.


"Kalian sajikan saja di meja semuanya…" Ucap Citra memberikan perintah kepada pelayannya untuk menyajikan cemilan dan juga anggur di atas meja.


Kemudian pelayan tersebut menyuruh pelayan yang lain untuk segera menyajikan, cemilan dan anggur di atas meja.


"Viky… apa kamu mau aku tuangkan anggur ke dalam gelas kamu…?" Ucap Citra menawarkan diri untuk membantu Viky menuangkan anggur ke gelas Viky.


"Kenapa hanya aku yang kamu tawarin anggur… apa Aldo tidak di tawari minum anggur…" Jawab Viky menggoda Citra.


"Yah… nanti setelah kamu, baru aku akan menuangkan anggur ke dalam gelas Aldo…" Jawab Citra dengan sedikit malu-malu.


"Citra… kamu sudah tahukan atas niat kedatangan aku ke sini bersama Aldo…?" Ucap Viky memulai pembahasannya.


"Yah… aku sudah tahu, tapi aku tidak bisa menjawab lebih karena semua juga tergantung bagaimana jawaban ayah nanti… sebelumnya aku meminta maaf jika ayah menolak dengan apa yang kamu inginkan…" Jawab Citra.


"Tidak apa-apa… kamu dan ayah kamu mempunyai hak untuk menolak semua keinginan aku… tapi aku ingin bertanya satu hal kepada kamu…" Jawab Viky.

__ADS_1


"Bertanya apa…?" Jawab Citra dengan kembali bertanya kepada Viky.


"Jika nanti… kamu tidak bisa merubah sikap Aldo, apa kamu sudah siap jika Aldo pergi meninggalkan kamu…? dan aku berharap kamu tidak keberatan untuk hal itu… tapi jika kamu bisa merubah sikap Aldo… yah itu terserah dari kalian ber 2 ingin seperti apa di masa depan…" Ucap Viky bertanya.p


"Iya… aku akan mencoba untuk siap, tapi aku juga akan berusaha sebisa aku untuk merubah Aldo, dan membuat dia bisa nyaman bersama aku…" Jawab Citra dengan penuh percaya diri.


"Krek…" terdengar pintu masuk ruang pertemuan keluarga Epson terbuka, dan terlihat seorang pria paruh baya, berdiri di pintu masuk dengan napas yang terengah-engah.


Dia dengan terburu-buru berlari menghampiri Viky dan Aldo yang tengah duduk santai sambil minum anggur di meja.


"Tu- hah Tuan Hah Viky hah maafkan hah aku hah…" Ucap pria tersebut dengan napas yang masih belum stabil jadi apa yang dia katakan tidak jelas dan terpotong-potong.


"Tuan Maman… Tuan stabilkan dulu napas tuan, baru tuan berkata… jika seperti itu aku tidak mengerti dengan apa yang tuan katakan…" Ucap Viky memotong kata-kata pria paruh baya yang baru saja datang tersebut, dan pria itu adalah Maman Epson atau ayah dari Citra.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2