
Bahan Utama Obat Rere
"Pantas atau tidak, bukan orang lain yang menilai… aku tidak peduli kata orang, yang jelas kamu harus terus berada di samping aku… kamu jadilah diri kamu yang sendiri… dan tunjukan kepada orang lain bahwa kamu ada istriku…" Ucap Viky dengan lebih memeluk erat tubuh Rere.
"Terima kasih Viky…" Jawab Rere singkat dan dengan lebih erat memeluk Viky.
"Kamu coba lah dulu kalungnya… jika kamu tidak menyukainya, aku bisa ganti dengan kalung yang lain…" Ucap Viky dengan sedikit melonggarkan pelukannya.
"Aku pasti menyukainya kok… kamu pasti sudah memilihkan kalung yang terbaik untuk aku…" Jawab Rere dengan melepaskan pelukan Viky.
"Yah sudah… sini aku bantu kamu pakai kalungnya…" Jawab Viky dengan mengeluarkan kalung tersebut dari dalam kotak.
Rere menarik semua rambutnya ke atas terlihat leher Rere yang sangat mulus, dan Viky dengan segera memasang kalung tersebut di leher Rere, setelah kalung tersebut selesai di pasang, mata Viky dan Rere saling bertemu, mereka berdua saling memandang satu sama lain, perlahan baik Viky atau pun Rere, mereka ber 2 memajukan wajah mereka untuk mendekat satu sama lain, hingga wajah mereka sangat dekat, dan bibir mereka hampir bersentuhan.
"Tok… tok… Tuan makanannya sudah siap… apa boleh saya masuk…" Terdengar dari arah pintu luar seseorang mengetuk pintu dan meminta ijin masuk.
Rere dan Viky mendengar ada ketukan di pintu, mereka ber 2 dengan segera menjauhkan wajah mereka, Rere memalingkan wajahnya ke arah meja dan jika di tempat terang wajah Rere akan terlihat sangat merah, sedangkan Viky hanya diam dengan raut wajah yang kesal.
"Mengganggu suasana saja… kenapa tidak datang lebih lama lagi sih…" Gumam Viky dengan sedikit kesal.
Rere dengan sedikit malu-malu dia kembali duduk di kursi, dan Viky juga ikut duduk, saat ini mereka ber 2 saling berhadapan satu sama lain.
"Masuk…" Ucap Viky mempersilahkan orang yang berada di luar pintu untuk masuk, setelah mereka duduk.
Dari arah pintu masuk terlihat beberapa orang pelayan masuk, dengan membawa beberapa makanan di tangan mereka, kemudian mereka menyajikan makanan di atas meja.
"Silahkan menikmati hidangannya Tuan dan Nyonya… saya ijin permisi dulu, jika ada sesuatu yang kurang tuan atau nyonya bisa panggil saya…" Ucap salah satu pelayan setelah selesai menyajikan makanan.
"Kamu bisa pergi, nanti jika ada sesuatu aku akan panggil kamu…" Jawab Viky.
Setelah mendengar jawaban dari Viky, para pelayan yang menyajikan makanan tadi mereka semua segera keluar dari ruangan tersebut, dan suasana ruangan tersebut menjadi sangat canggung setelah kejadian terakhir, walau suasana yang canggung mereka ber 2 mulai makan tapi tidak ada yang memulai untuk berbicara.
__ADS_1
"Viky, sebenarnya aku bosan jika setiap hari aku harus diam di ruangan kamu… jika boleh aku ingin mempunyai pekerjaan aku sendiri…" Ucap Rere dengan memulai pembicaraan kembali di antra mereka, dan memecah kecanggungan di antar mereka.
"Boleh… boleh saja… kamu berbicaralah dengan Deky nanti… dia akan memilihkan pekerjaan yang cocok untuk kamu…" Jawab Viky.
"Baiklah nanti aku akan berbicara dengan Deky… Terima kasih Viky…" Jawab Rere.
"Kamu terlihat sangat cantik sekali menggunakan kalung itu…" Ucap Viky mengalihkan pembicaraan.
"Jadi jika aku tidak menggunakan kalung ini, aku tidak cantik yah…?" Jawab Rere dengan balik bertanya, dengan ekspresi cembrut
"Bukan… bukan seperti itu maksud aku, mau memakai kalung itu atau tidak kamu tetap cantik, hanya saja dengan mengenakan kalung itu, kamu terlihat lebih cantik dan lebih sempurna lagi…" Jawab Viky buru-buru menjelaskan.
"He… he… he… maaf aku tadi hanya bercanda kok… oh iya Viky nanti malam kamu akan pergi ke kediaman keluarga Ling…?" Ucap Rere dengan tersenyum manis kepada Viky, dan kembali bertanya.
"Iya aku akan pergi ke sana bersama ayah dan Vanteko Ma, jika kamu tidak memiliki kesibukan kamu bisa pergi bersama aku ke sana…" Jawab Viky, dengan mengajak Rere.
"Tidak… sepertinya aku tidak bisa ikut bersama kamu, ada hal yang perlu aku lakukan…" Jawab Rere.
"Hal apa…? apa perlu aku bantu kamu…?" Ucap Viky bertanya.
"Viky ada hal yang perlu aku bicarakan dengan kamu… tapi kamu harus janji tidak akan marah…" Lanjut Rere berkata, namun raut wajah Rere terlihat sangat ragu.
"Hal apa yang ingin kamu bicarakan…?" Ucap Viky bertanya, dengan penasaran.
"Kamu harus berjanji dulu untuk tidak marah…! karena hal ini bersangkutan dengan penyembuhan penyakit aku…" Jawab Rere.
"Iya… iya aku berjanji kepada kamu, aku tidak akan marah… memangnya hal apa yang ingin kamu bicarakan sampai kamu harus berkata sepertu itu…?" Jawab Viky, dengan memegang tangan Rere yang berada di atas meja.
Rere menarik tangannya yang di pegang oleh Viky, dan mengeluarkan sebuah bungkusan dari dalam tasnya, dan membuka bungkusan tersebut untuk di perlihatkan kepada Viky.
"Kemarin aku di telpon oleh seorang wanita, dan dia bilang dia punya bahan obat untuk penyembuhan penyakit aku… aku awalnya sedikit tidak percaya dengan kata-kata dia, tapi aku sangat penasaran apa benar yang dia katakan, jadi aku pergi menemui dia… dan setelah aku bertemu dengan dia, dia memberikan aku bahan obat ini… dia bilang jika aku tidak percaya, aku bisa bertanya kepada kamu apa benar ini bahan obat yang aku butuhkan untuk penyembuhan penyakit aku…" Ucap Rere menjelaskan kepada Viky.
__ADS_1
Viky melihat dengan teliti sesuatu yang ada di dalam bungkusan yang Rere keluarkan, setelah dia yakin apa yang ada di dalam bungkusan tersebut, Viky melihat ke arah Rere, dan yang ada di dalam bungkusan tersebut adalah buah serta bunga bahan utama obat yang Rere butuhkan.
"Apa kamu tahu siapa yang memberikan ini kepada kamu…? dan apa yang dia minta dari kamu sebagai imbalannya…?" Ucap Viky bertanya.
"Aku tidak tahu siapa dia… dan dia juga tidak memberitahukan kepada aku siapa dia… dia bilang jika ini adalah bahan obat yang aku cari, aku harus membawa kamu untuk bertemu dengan dia nanti malam…" Jawab Rere.
"Rere… apa kamu bisa memberikan barang itu kembali kepada orang yang memberikannya kepada kamu… aku sedikit bisa menebak siapa dan apa yang di inginkan orang yang memberikan bahan obat itu kepada kamu…" Jawab Viky.
"Jadi kamu sudah tahu siapa dan apa yang dia inginkan…? dan kenapa kamu menyuruh aku untuk mengembalikan ini kepada dia…? kamu jelaskan semuanya kepada aku…" Ucap Rere bertanya, meminta penjelasan kepada Viky.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...