Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 77 Makan Keluarga


__ADS_3

Makan Keluarga


Hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk Viky, Rere dan juga Novi sampai di bukit Solvest.


"Nak Viky apa kita tidak salah tempat…?" Tanya Novi ketika sampai di depan gerbang bukit Solvest.


"Tidak bu… memang disini lah nantinya kita semua akan tinggal…" Jawab Viky


Novi tercengan mendengar jawaban dari Viky, Walau pun Novi bukan dari kalangan keluarga kaya tapi siapa yang tidak tahu dengan bukit Solvest, Novi tahu bukit Solvest itu tempat seperti apa, rumah di sana sangat mahal, bahkan tidak ada satu pun dari keluarga besar Herman yang mempunyai rumah di sana walau dengan harga yang terendah.


"Apa tidak terlalu berlebihan kamu memberikan sebuah rumah untuk kami di tempat seperti ini…" Ucap Novi yang merasa tidak enak kepada Viky.


"Aku rasa tidak bu… untuk alasannya aku tidak bisa menjelaskannya sekarang… mungkin nanti ibu akan mengerti…" Jawab Viky kembali.


Di keluarga Herman hanya Novi yang belum mengetahui tentang identitas Viky yang sebenarnya, jadi Jika Viky menjelaskannya sekarang maka akan panjang ceritanya dan akan timbul pertanyaan-pertanyaan lain.


"Tidak apa jika kamu tidak mau menceritakannya kepada ibu, ibu bisa mengerti… akan ada satu dua hal yang menjadi rahasia dari setiap orang…" Jawab Novi yang paham dengan situasi saat itu.


Karena Novi melihat Rere yang terlihat biasa saja, Novi berpikir Rere sudah tahu semua tentang Viky, jadi dia tidak bertanya banyak.


Setelah Viky memverifikasi kartunya, penjaga gerbang dengan segera mempersilahkan Viky untuk masuk.


Di saat mobil Viky mulai memasuki pintu gerbang baik Rere atau Novi mereka berdua tercengang melihat semua pemandangan yang ada, rumah di sana terlihat besar dan sangat mewah. mata Novi terus berputar memperhatikan sekeliling.


"Viky… apa ini semua adalah rumah…? semuanya terlihat sangat besar dan mewah seperti istana…" Ucap Novi yang melihat sekeliling dengan terkagum-kagum.


Rumah di sana memang sangat besar dan mewah, dengan harga yang cukup tinggi memang sangat pas dengan keadaan rumah yang besar serta mewah, rumah di sana hampir semua di desain dengan perpaduan yang pas, seperti desain rumah Viky bergaya eropa di padukan dengan gaya klasik khas montana, semuanya di buat untuk di padukan gaya


"Iya ini semua adalah rumah, dan rumah yang akan kita tempati berada di sana…" Viky menunjuk salah satu rumah yang terbesar.


"Dan rumah ibu nanti tepat berada di sampingnya…" Lanjut Viky berkata.


Setelah Viky berkata di dalam mobil tersebut tidak ada yang mengeluarkan suara. karena terasa aneh Viky melihat ke arah Rere dan juga Novi, Viky melihat Rere dan Novi yang terdiam dengan mulut terbuka dan mata melotot menatap ke arah rumah yang Viky tunjuk tadi.


Mobil Viky sudah sampai di depan rumah yang Viky tunjuk tadi, tapi ekspresi Rere dan juga Novi masih tidak berubah.


"Bu… Rere ayo turun, kita pergi lihat-lihat ke dalam…" Ajak Viky kepada Rere dan Novi.

__ADS_1


Novi dan Rere pun turun dengan ekspresi yang masih tidak berubah, mata mereka berdua memancarkan kekaguman yang amat sangat.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah, di saat ini terlihat Lisa berlari ke arah Viky.


"Kakak… Kakak, kata ibu rumah ini tidak cocok untuk kita tempati… karena terlalu besar…" Ucap Lisa dengan cepat memeluk lengan Viky dengan manja.


"Benar nak… dengan kita ber empat, dan menempati rumah sebesar ini apa tidak terlalu berlebihan…" Sahut Ratna yang mengikuti Lisa berlari keluar.


"Tidak bu… untuk sekarang kita memang ber 4 tapi nanti akan ada teman-temanku yang akan ikut tinggal di sini, dan juga tidak lama keluarga kita akan bertambah satu orang… yang terpenting ibu menyukai rumah ini… " Jawab Viky yang melihat kepada ibunya.


"Ibu sih tidak masalah, mau tinggal dimana pun, asal bisa bersama dengan kalian berdua…" Jawab Ratna


"Lisa apa kamu suka dengan rumah baru ini…" Tanya Viky yang menatap ke arah Lisa yang masih menggantung di lengan Viky.


"Aku suka… suka banget kak… apa lagi jika ada dede bayi pasti akan lebih seru…" Ucap Lisa dengan polosnya dengan bermanja kepada Viky.


"Jika kamu mau, kamu bisa membuatnya sendiri… sekarang kamu sudah cukup dewasa…" Ucap Viky dengan asal.


"Maksud aku adalah bayi dari kakak… aku mana bisa membuat bayi… jangankan membuat bayi pacar pun aku tidak punya…" Jawab Lisa kembali.


"Untuk masalah itu bisa kamu tanyakan sediri kepada kakak ipar kamu…" Tunjuk Viky kepada Rere.


"Kalau itu nanti saja kakak yang tanyakan kepada kaka ipar, kapan kakak ipar siap membuat bayi dengan kakak…" Bisik Lisa di telinga Viky.


"Kamu ini yah… ternyata adik kecil kakak sudah dewasa dan mengerti hal itu…" Ucap Viky dengan mencubit gemes pipi Lisa.


Semua orang hanya bisa melihat tanpa tahu apa yang sedang kakak-adik ini bicarakan, dan keakraban kakak dan adik yang membuat semua orang iri.


bahkan Rere pun merasa cemburu melihat kedekatan Viky dengan Lisa, tapi mau bagaimana lagi Viky dan Lisa adalah kakak dan adik jadi sangat salah jika di cemburui oleh Rere.


"Bu ini adalah Novi, ibu dari Rere… bu ini adalah ibu dan juga adikku Lisa…" Ucap Viky memperkenalkan Novi kepada ibu dan adiknya…


Mereka bertiga pun berkenalan satu sama lain, dan mengobrol untuk mendekatkan satu sama lainnya.


"Bu… bagaimana kalau kita sekarang melihat rumah ibu…" Ucap Viky melihat ke arah Novi.


"Tidak usah Nak Viky… biar nanti saja aku pergi bersama Herman kembali ke sini…" Jawab Novi.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu… karena semua sudah berkumpul… bagaimana kalau sekarang kita pergi makan bersama…" Ajak Viky kepada semua orang, karena Viky melihat Aldo yang sudah ikut berkumpul di sana.


"Benar kak… aku juga sudah merasa lapar…dan juga kita sudah lama tidak makan bersama…" Timpal Lisa dengan manja kepada Viky dengan posisi masih menggantung di lengannya.


"Baiklah kalau begitu… tapi kita akan makan dimana…?" Ucap Viky melihat ke semua orang, dengan niat meminta rekomendasi tempat makan yang nyaman untuk keluarga.


"Bagaimana kalau kita makan di Restoran Diton… aku pernah mendengar dari teman-temanku bahwa di sana suasana nya sangat klasik, dan juga makanan di sana semuanya enak…" Ucap Rere memberi saran.


"Baiklah kita aka pergi makan di sana, tapi karena kita berjumlah cukup banyak jadi kita akan berangkat dengan dua mobil…" Ucap Viky


"Kak… aku ikut dengan mobil kakak boleh kan…?" Tanya Lisa kepada Viky.


"Boleh saja… tidak ada yang tidak boleh untuk adik kecil kakak ini…" Jawab Viky kepada Lisa


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2