Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 258 1 Permintaan Selesai


__ADS_3

1 Permintaan Selesai


Kemudian Viky, Lisa dan Dewi pergi dari ruangan makan menuju ke pintu keluar, dan ibu Viky, beserta seorang pelayan membereskan meja makan tempat semua orang makan sarapan.


"Lisa permintaan pertama kamu sudah kakak penuhi yah…" Ucap Viky di saat mereka ber 3 melewati pintu keluar.


"Permintaan yang mana…?" Ucap Lisa bertanya, karena dia takut salah dan akan melakukan permintaan ke 2 kepada Viky.


"Permintaan Kamu untuk bisa belajar mobil, dan kamu juga harus urus surat ijin mengemudi kamu nanti setelah kamu lulus sekolah mengemudi…" Jawab Viky, karena dia tahu bahwa Lisa ingin mengantar Dewi, bukan karena masalah mengantarnya saja, melainkan ingin mencoba memakai mobil.


"Baiklah… jadi tinggal 1 permintaan lagi kan…" Jawab Lisa dengan raut wajah bahagia, karena dia bisa belajar mengemudi dan juga akan mendapatkan surat Ijin mengemudi.


"Iya… Iya… tapi sekarang kamu tidak boleh mengendari mobil terlebih dulu, biarkan Dewi yang memakai mobilnya… jika kamu tetap memakai mobilnya, maka permintaan kamu semua tidak akan kakak berikan…" Jawab Viky sedikit mengancam kepada Lisa, tapi maksud Viky bukan mengancam beneran hanya saja dia tidak mau Lisa kenapa-kenapa karena belum bisa mengendarai mobil, untuk mobilnya sih tidak jadi masalah, tapi keselamatan Lisa yang menjadi masalahnya.


"Ok… Ok… aku akan menuruti perintah dari kakak…" Jawab Lisa dengan mengacungkan tangannya yang membentuk huruf O dengan jari telunjuk dan jempol yang di satukan.👌 dan dia segera masuk ke dalam mobil serta duduk di samping tempat duduk pengemudi.


"Baguslah kak Viky tidak melakukan kesempatan dalam kesempitan, tapi jika kak Viky mau, akan lebih baik kakak bilang saja secara langsung kepada aku… karena aku akan lebih senang melakukannya jika dalam keadaan sadar dan tidak terpengaruh alkohol…" Ucap Dewi sebelum masuk ke dalam mobil, dia tidak berkata seperti itu tadi karena ada ibunya Viky, walau pun sebenarnya dia ingin berkata seperti itu dari awal.


"Kamu ini yah… sudah baik aku tidak melakukan hal itu kepada kamu… jika kamu mabuk lagi, maka nanti tidak akan seperti semalam lagi, tapi aku akan bermain-main di saat kamu sedang mabuk…" Jawab Viky dengan sedikit kesal dan dia juga sedikit mengancam Dewi, tapi Dewi tidak menanggapi perkataan dari Viky, dan hanya tersenyum manis ke arah Viky serta masuk ke dalam mobil.


"Kamu pergi bersama aku ke Octa Grup dan tunggu Lisa di sana… nanti kamu antar Lisa pergi ke sekolah mengemudi, dan kamu juga bantu urus dia mengurus surat ijin mengemudinya…" Ucap Viky kepada sopir Lisa, setelah mobil Lisa pergi meninggalkan rumah Viky, dan memberikan kunci mobil kepada si sopir.


"Baik Tuan…" Jawan si sopir tersebut, kemudian dia mengambil kunci mobil yang di berikan oleh Viky


Viky melihat ke arah rumah Rere, dan mobil Herman sudah tidak ada di sana, kemudian Viky mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Rere, siapa tahu Rere belum berangkat dan masih berada di dalam rumahnya.


"Rere kamu dimana…? apa kamu masih di rumah…?" Ucap Viky bertanya setelah panggilan telpon kepada Rere tersambung.


"Aku sudah pergi dari pagi, saat ini aku sedang berada di depan gerbang sekolah menunggu Nayla…" Jawab Rere di lain telpon.

__ADS_1


"Ngapain kamu ke situ…?" Ucap Viky kembali bertanya.


"Aku ingin melihat situasi sekolah tempat Nayla mengajar… jika tidak boleh, aku akan segera pergi ke Octa Grup sekarang juga…" Jawab kembali Rere.


"Tidak… bukan maksud aku tidak boleh, hanya saja kamu ke sana bersama siapa…? dan kamu naik apa…?" Ucap Viky meluruskan kesalahpahaman dan kembali bertanya kepada Rere.


"Aku pergi ke sini sendirian… dan aku juga pergi naik taksi tadi, ayah sebenarnya ingin mengantar aku, tapi aku tolak… karena dia juga baru bangun dan belum mandi…" Jawab Rere, dan dia menjelaskan bahwa ayahnya ingin mengantarnya, namun di kalimat terakhir ada sedikit nada kesal kepada ayahnya atau Herman.


"Yah sudah… kamu hati-hati di sana… jika kamu sudah selesai di sana, kamu cepat-cepat kembali ke Octa Grup… dan nanti kita pergi bersama untuk membeli mobil untuk kamu, agar kamu tidak kerepotan di saat akan pergi dan harus naik taksi jika ingin kemana-mana… " Jawab Viky.


"Tidak perlu, kan nanti aku bisa di antar oleh kamu kemana pun aku mau pergi…" Jawab Rere dengan sedikit menggombal kepada Viky, karena dia tidak mau di belikan mobil oleh Viky.


"Hanya untuk berjaga-jaga saja… jika tidak di pakai maka biarkan saja mobilnya di rumah, toh nanti juga bisa di pakai oleh ibu jika ingin pergi kemana-mana…" Jawab Viky yang mengerti maksud dari kata-kata Rere barusan.


"Yah sudah terserah kamu saja… sudah dulu yah, Nayla sudah datang menjemput aku…" Jawab Rere yang tidak mau berdebat dengan Viky, dan juga karena Nayla juga sudah ada di dekatnya. tanpa menunggu jawaban dari Viky, Rere sudah mematikan teleponnya.


Ketika Viky akan masuk ke dalam mobil, tiba-tiba ada sebuah mobil yang mendekat ke arah Viky, dan berhenti tepat di depan rumah Viky, kemudian turun seorang pria paruh baya, dengan mengenakan pakaian Militer.


"Siap Lord Jendral… Benar Lord… sesuai perintah dari Lord Jendral kemarin…" Jawab Glen, namun sebelum dia menjawab dia memberikan hormat terlebih dulu kepada Viky.


"Baiklah… kamu bisa bawa kembali mobilnya sekarang… kuncinya sengaja aku simpan di dalam, karena jika aku sudah pergi kamu bisa langsung membawanya…" Jawab Viky dengan menunjuk ke arah mobil militer yang Viky bawa kemarin dari tempat latihan.


"Siap Lord Jendral…" Jawab Glen dengan nada yang sedikit tegas.


Kemudian Glen pergi ke dalam mobil militer yang akan dia bawah, sebelum dia melangkahkan kaki, dia tidak lupa untuk memberikan hormat kembali kepada Viky.


Setelah Glen masuk ke dalam mobil, Viky pun masuk ke dalam mobilnya, dan mereka semua pergi meninggalkan perumahan tempat tinggal Viky, dengan mobil masing-masing. dan mereka berpisah di perempatan ke 2 dari rumah Viky, karena berbeda arah antar markas Divisi perang Kota Taraka dengan Octa Grup.


Tidak lama Viky sudah sampai di Octa Grup, kemudian dia turun tepat di pintu masuk gedung Octa Grup, karena dia bersama sopir, jadi dia tidak perlu ribet untuk memarkirkan mobilnya terlebih dulu, sebelum masuk ke dalam gedung Octa Grup.

__ADS_1


"Setelah kamu memarkirkan mobilnya, nanti kamu pergi ke ruangan aku…" Ucap Viky kepada si sopir, sebelum menutup pintu mobil.


"Baik Tuan…" Jawab si sopir dengan sopan.


Kemudian Viky berjalan masuk ke dalam gedung Octa Grup dan pergi menuju ke ruangannya.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2