
Lamaran Garing
Setelah acara makan malam selesai semua orang membubarkan diri dan kembali ke kediaman mereka masing-masing dengan membawa kebahagian di hati.
Tapi ada sesuatu yang mengganjal di hati mereka, tetang siapa perempuan yang akan menjadi pendamping Tuan besar mereka tidak ada yang berani bertanya walau mereka semua sangat penasaran.
Di depan Vila 3 mobil terakhir siap meninggalkan tempat tersebut, di dalam mobil pertama adalah Viky dan Herman, mobil ke dua adalah Aldo dam mobil ke tiga adalah Deky.
3 mobil beriringan meninggalkan Vila tersebut, Setelah cukup jauh, tiba di sebuah persimpangan dan mereka bertiga pun berpisah, Viky menuju ke arah rumah Herman, Aldo kembali ke hotel dan Deky kembali ke kediamannya.
Di dalam mobil Viky dan Herman tidak berbicara sama sekali, untuk Viky dia bingung harus memulai dari mana untuk membicarakan tentang masalah Rere, dan untuk Herman di super bingung dan rasa tidak percaya dengan semua kejadian yang terjadi sekarang ini.
Di mulai dari dia akan bekerja sebagai eksekutif di Octa Grup, tetang siapa Viky yang sebenarnya, dan masih banyak hal lain yang membuatnya bingung dan tidak percaya jika itu semua adalah kenyataan.
"Ayah… kapan kita akan berkunjung ke rumah nenek dan meminta restunya…" Tanya Viky memulai pembicaraan. dan langsung ke inti masalahnya karena Viky tidak pandai dan tidak suka basa-basi.
"Maksud kamu…? meminta restu apa…?" Jawab Herman yang tidak mengerti dengan apa yang Viky maksud.
"Aku tidak suka basa-basi, aku akan menjelaskan sekali…" kemudian Viky menghentikan mobilnya dan melihat ke arah Herman.
"Aku akan menikah dengan Rere, aku harap kamu dapat memberi restu kepada kita berdua, dan ini jawaban atas semua yang aku lakukan dan aku berikan kepada kamu tapi sebagai syarat dari Rere aku harus meminta restu kepada Neneknya… jadi aku hanya bisa meminta bantuan kamu…" Ucap Viky.
Herman terdiam beberapa saat karena kaget setelah mendengar kata-kata dari Viky, ternyata pernikahan yang akan Viky selenggarakan adalah bersama anaknya.
"Aku tidak bisa menjawab iya atau tidak… karena keputusan terakhir ada pada Rere, jika dia bahagia apa pun itu aku sebagai seorang ayah hanya bisa mendukungnya… dan untuk masalah meminta restu Ibuku akan aku bantu sebisaku, tapi aku tidak bisa menjamin semua akan berjalan dengan lancar…" Jawab Herman.
"Baiklah… untuk urusan lain biar aku yang mengurusnya, kamu hanya cukup membawa aku bertemu dengan Nenek, selebihnya kita lihat nanti apa yang akan kita lakukan…" Jawab Viky kemudian dia mengendarai kembali mobilnya menuju ke rumah Herman.
"Apa Ibunya Rere sudah mengetahui tetang ini semua…?" Tanya Herman kepada Viky.
"Belum… hanya kamu yang tahu bahwa aku akan menikahi Rere, dan Rere juga belum mengetahui bahwa aku akan menikahinya bulan ini…" Jawab Viky dengan santai dan menggelengkan kepalanya.
"Lantas dari mana kamu bisa menyimpulkan bahwa bulan ini kamu akan mengadakan acara pernikahan…? bagaimana jika Rere tidak bersedia menikah di bulan ini…" Jawab Herman yang sedikit heran kepada Viky. karena dia tahu bahwa Rere tidak lah mudah untuk di ajak berpacaran oleh sembarang laki-laki, apa lagi di ajak menikah, dan menikah dengan sangat cepat seperti ini, pacaran saja sudah sangat sulit apa lagi menikah.
"Jika Rere menolak yah tinggal di undur saja waktunya… toh bukan berarti dia tidak mau tapi belum siap jika di bulan ini kan… jadi tinggal menunggu dia kapan untuk siapnya…" Jawab Viky dengan santai.
"Terserah kamu saja lah… kalian berdua yang menjalaninya… aku hanya bisa mendukung keputusan kalian berdua…" Jawab Herman dengan nada yang sedikit lemas.
__ADS_1
Tidak terasa mereka berdua telah sampai di rumah Herman, Setelah sampai Herman mengajak Viky untuk masuk terlebih dahulu tapi di tolak oleh Viky karena malam juga sudah sangat larut, dan dia juga sudah sangat lelah karena melewati dua pertempuran yang sengit, dan belum cukup istirahat.
Ketika Herman akan masuk ke pintu rumah, dari dalam Rere dan Novi berjalan keluar.
"Herman kenapa nak Viky tidak di ajak masuk dulu…?" Tanya Novi kepada Herman dengan nada yang sedikit tinggi.
"Aku sudah mengajaknya, tapi dia menolaknya, mungkin di sudah sangat lelah dan kecapean jadi tidak mau untuk hanya sekedar mampir dulu…" Jawab Herman dengan nada lemas.
Namun di saat ini wajah Rere berubah merah, mengingat kejadian tadi siang, yang mana Viky bermain dengan sangat ganas dan pastinya merasa kelelahan.
Sebelum perubahan wajah Rere ada yang menyadarinya, kemudian Rere dengan sangat cepat berlari ke arah pintu gerbang untuk menemui Viky.
Untung saja Viky belum pergi meninggalkan tempat kediaman keluarga Herman, Viky melihat Rere yang berlari ke arahnya, dia keluar dari mobil, dan menghampiri Rere
Senyum di wajah Rere sedikit mengembang melihat Viky yang turun dari mobil dan menghampirinya.
"Ada apa…? baru beberapa jam terakhir kita bertemu, apa kamu sudah sangat merindukan aku…?" Goda Viky kepada Rere, terdengar dari nadanya menyiratkan sesuatu yang lain. wajah Rere berubah memerah karena malu.
"Bukan seperti itu… aku ingin bertanya kepada kamu, kapan aku akan memulai kerja di Octa Grup…?" Tanya Rere menggelengkan kepalanya.
"Aku belum menanyakan kembali kepada Deky tetang masalah itu… tapi ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepada kamu…" Ucap Viky mengalihkan pembicaraan.
"Apa kamu mau menikah denganku di bulan ini…?" Tanya Viky dengan datar.
"Jadi sekarang ini kamu sedang melamar aku…? " Jawab Rere dengan sedikit cemberut, dan tangan yang di silangkan di dada.
"Mungkin bisa di bilang seperti itu…"Jawab Viky dengan santai, dan tidak menanggapi perubahan Rere.
"Yah sudah lah… kamu memang tipe orang yang sangat kaku dan tidak mengerti dengan keinginan perempuan, Lamaran yang tidak romantis dan sangat garing…"
"Baiklah… jika kamu mau menikah denganku jawaban aku masih sama, kamu harus memenuhi 2 syarat dariku…" Jawab Rere dengan nada yang lemas.
Viky mengernyitkan alisnya setelah mendengar kalimat yang Rere ucapkan.
Rere melihat Viky hanya diam saja tidak menanggapi ucapannya, kemudian Rere menarik napas dalam-dalam dan menatap ke arah Viky dengan serius.
"Aku bersedia menikah dengan kamu, tapi dengan 2 syarat yang harus kamu penuhi, yang pertama kamu harus meminta restu dari Nenekku dan yang ke dua kamu harus mengembalikan kehormatan ayahku di depan keluarga besar aku…"
__ADS_1
"Setelah kamu bisa memenuhi ke dua syarat itu, aku siap menikah dengan kamu, kapan pun kamu mau…" Perjelas Rere dengan jawabannya.
"Jadi hanya itu syarat yang kamu ajukan kepada aku…?" Jawab Viky dengan singkat, dia berpikir bahwa Rere akan memberinya syarat yang lain. karena untuk kedua syarat tersebut pernah Rere ucapkan saat makan tadi siang.
"Hanya itu saja… aku tidak meminta lebih jika kamu ingin menikahi aku, dan aku juga sadar dengan posisi aku, siapa aku dan siapa kamu…"
"Jadi aku tidak akan melarang kamu jika kamu mempunyai banyak wanita lain di luar sana, tapi perlu kamu ingat, jangan mempermainkan perasaan seorang wanita, jika kalian saling menyukai maka menikahlah dengannya, jangan habis manis sepah di buang…" Ucap Rere menatap dengan serius kepada Viky.
Setelah mendengar kalimat yang Rere ucapkan Viky dengan cepat memeluk Rere dan berkata:
"Aku berjanji kepada kamu akan dengan segera menyelesaikan kedua syarat tersebut dan dengan segera menikahi kamu, dan aku juga berjanji akan berusaha membuat kamu bahagia…"
Rere membalas pelukan Viky, dia memeluk Viky dengan sangat erat, ada rasa kehangatan dan nyaman di hatinya saat Viky memeluk dirinya, yang mana rasa tersebut sudah lama hilang dari kehidupan dirinya.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...