
Cipto Bergerak
Di saat semua orang tengah terlarut dalam kebahagian, ada satu orang yang tidak merasa bahagia karena orang tersebut merasakan kesakitan di bagian perutnya dan tidak ikut dalam suasana yang bahagia di dalam aula kediaman keluarga Neo, orang tersebut adalah Jeri. setelah kepergian Viky tadi, Jeri kembali duduk di mejanya, karena dia merasakan sakit yang amat sangat di bagian perutnya, dia hanya diam tidak banyak gerak seperti awal kedatangan dia.
Setelah Nenek Sushi berkata, kemudian acara pun di lanjutkan dengan makan-makan dan ngobrol santai, bukan hanya masalah proyek atau kerjaan yang di bicarakan tapi tidak sedikit di antar banyak orang yang hadir di sana menyombongkan diri di depan orang lain atas pencapaiannya.
……
Di salah satu meja, terdapat 6 orang tengah berbincang dan menikmati hidangan yang telah di sajikan, 6 orang tersebut adalah Cipto, Rahma, Sarah, Jeri, Jarvice dan Erni Lie, mereka ber 5 membicarakan tetang acara pernikahan Cipto dan Rahma, akan seperti apa nanti acaranya, namun di saat mereka ber 5 tengah membicarakan hal tersebut, Cipto menyadari ada sesuatu yang aneh kepada Jeri.
"Jeri… kenapa kamu terlihat sangat murung sekali… apa ada masalah…? Ucap Cipto yang menyadari sesuatu yang aneh pada Jeri.
Dan ke 4 orang yang berada di satu meja pun berbalik menatap ke arah Jeri, karena mereka juga tidak menyadari ada sesuatu yang aneh pada Jeri.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi kepadaku… perutku terasa sangat sakit sekali… setiap detik perutku menjadi lebih sakit dari sebelumnya…" Ucap Jeri sambil menahan sakit di perutnya.
"Aku kira apa… apa kamu makan sesuatu sebelum ke sini…? mungkin saja makanan yang kamu makan sudah kadaluarsa jadi kamu keracunan makanan…" Ucap Cipto yang tidak tahu apa-apa, dan memang Cipto tidak salah, karena jika Jeri tidak menerima serangan dari Viky, mungkin hal yang Cipto ucapkan adalah hal yang masuk akal.
Setelah Cipto selesai berkata, Jeri yang saat ini sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakitnya, akhirnya dia pingsan di tempat.
Mereka ber 5 pun kaget melihat Jeri seperti itu, kemudian mereka membawa Jeri ke ruangan lain, dan memanggil dokter pribadi keluarga Neo untuk memeriksanya dan untuk acara ulang tahun, tetap di lanjutkan karena acaranya sudah di akhir acara yaitu menyantap hidangan yang di sediakan.
Semua keluarga Inti dari keluarga Neo di saat ini raut wajah mereka semua sangat tegang dan semua oranh sedang menunggu dengan cemas di depan sebuh ruangan, yang mana di dalamnya terdapat Jeri yang sedang di periksa.
"Ayah… sebenarnya apa yang terjadi kepada Jeri…?" Ucap Cipto dengan cemas bertanya kepada Jarvice.
Jeri dam Cipto adalah teman baik, jadi wajar saja Cipto sangat mencemaskan kondisi Jeri.
__ADS_1
"Aku pun tidak tahu apa yang terjadi kepada Jeri… dan juga dari awal jeri baik-baik saja, sampai pada…" Jawab Jarvice kemudian dia menghentikannya dan memikirkan apa yang sebelumnya terjadi.
"Sampai apa…" Tanya Cipto penasaran.
Kemudian Jarvice menceritakan semua kejadian sebelum Cipto datang ke sini, dan Setelah mendengar apa yang Jarvice katakan wajah Cipto berubah suram, sorot matanya memancarkan kemarahan yang sangat besar.
Cipto mengingat kejadian dulu saat dirinya di hajar habis-habisan oleh Herman, dia dulu bukan tidak bisa melawan kepada Herman, namun di saat itu dia sedang dalam keadaan mabuk dan juga dia di serang oleh Herman dalam keadaan yang tidak siap.
"Ayah… Nanti setelah aku berbicara dengan Jeri, aku akan pergi menuntut balas kepada Keluarga Herman, sekalian aku juga akan memberikan perhitungan kepada Herman atas semua yang dia lakukan dulu kepadaku…" Ucap Cipto dengan sorot mata yang memancarkan api kemarahan.
Ketika Jarvice akan menjawab, tiba-tiba pintu ruangan terbuka, dengan serempak semua oranh menatap ke arah pintu, dan keluar seorang pria paruh baya dengan memakai baju dan jas berwarna putih.
"Dok… bagaimana keadaan Jeri…?" Tanya Jarvice dengan terburu-buru kepada pria yang baru saja keluar dari dalam ruangan, dan pria tersebut adalah dokter pribadi keluarga Neo
"Tuan… maafkan saya… saya sudah berusaha semampu saya, tadi saya sudah memeriksa semuanya dengan sangat teliti… namun tidak ada yang aneh dengan diri Jeri…" Jawab Dokter tersebut sambil menggelengkan kepalanya.
"Tuan Muda Jeri adalah orang dari Divisi Perang, mungkin orang dari Divisi perang bisa memeriksa dan mengetahui penyebab dari apa yang terjadi kepada Tuan Muda…" Lanjut sang Dokter berkata dan memberikan saran kepada Jarvice.
Setelah mendengar jawaban dari Jarvice, dokter itu pun berpamitan dan pergi meninggalkan semua orang, karena jika dia tetap berada di situ pun dia sudah tidak di butuhkan dan hanya akan mempersempit tempat saja.
Jarvice, Erni, Sarah, Rahma, Cipto dan juga Nenek Sushi mereka ber 4 dengan segera masuk kedalam ruangan yang mana di dalam ruangan tersebut terdapat jeri yang terbaring tidak sadarkan diri di tempat tidur, dan untuk keluarga yang lain mereka menunggu di depan ruangan, karena jika mereka masuk maka ruangan tersebut tidak akan cukup menampung semua orang.
Mereka ber 6 hanya bisa menatap ke arah Jeri tanpa bisa berbuat apa-apa, karena mereka pun tidak tahu apa yang terjadi kepada Jeri. wajah semua orang terlihat sangat sedih, apa lagi Erni, ibu dari Jeri, dia melihat anak kebanggaannya seperti ini, dia tidak bisa menahan air mata.
"Ayah… tadi aku sudah menghubungi orang-orang aku dan sekarang mungkin mereka sudah bersiap, jadi aku pamit pergi dulu… aku akan membawa Harman dan keluarganya ke sini untuk meminta pertanggung jawaban mereka…" Ucap Cipto kepada Jarvice, Cipto akan bergerak sendiri, karena melihat Jeri yang seperti ini kemarahan di dalam dirinya sudah tidak tertahan lagi.
"Baiklah… kamu berhati-hatilah, dan perlu kamu tahu, kamu harus berhati-hati terhadap orang yang bernama Viky, sebab Jeri seperti ini akibat perbuatannya… aku tidak tahu apa yang dia lakukan kepada Jeri sampai Jeri seperti ini…" Jawab Jarvice, namun di kalimat terakhir dari nadanya dia terlihat sangat marah kepada Viky.
__ADS_1
"Baik Ayah… terima kasih sudah mengingatkan aku…" Jawab Cipto kemudian dia pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Jarvice… kamu segeralah pergi ke Divisi perang untuk meminta bantuan… aku tidak mau terjadi apa-apa kepada Cucuku…" Ucap Nenek Sushi kepada Jarvice setelah Cipto pergi, namun matanya masih melihat ke arah Jeri, di kalimat terakhir Nenek Sushi terdengar sangat puli.
"Baik Ibu… aku akan pergi sekarang… dan meminta bantuan kepada orang dari Divisi perang mungkin mereka tahu apa yang terjadi kepada Jeri dan juga mereka pasti tidak akan tinggal diam melihat Jeri seperti ini…sebab Jeri adalah pemimpin salah satu pasukan di Divisi perang pusat…" Jawab Jarvice, setelah dia selesai berkata dia pun melangkah pergi meninggalkan ruangan tersebut, dan pergi menuju ke Divisi perang Kota Taraka untuk meminta bantuan, dan mencari informasi kenapa jeri bisa seperti ini.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...