Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 280 Tidak Sesederhana Kelihatannya


__ADS_3

Tidak Sesederhana Kelihatannya


Di saat Falmia dan pacarnya Hitters menikmati sanjungan dari semua orang, dan dia juga menyapa semua orang dengan tersenyum manis, sampai pada akhirnya mata Falmia tertuju kepada salah satu meja yang ada di sana, namun raut wajahnya langsung berubah rumit, yang awalnya tersenyum manis, sekarang senyuman itu telah hilang, pandangan Falmia tertuju kepada salah satu meja yang mana di meja tersebut terdapat Rere dan yang lainnya sedang duduk di sana.


Falmia dan Hitters berjalan ke arah meja Rere dan yang lainnya berada, dan mata semua orang mengikuti arah jalannya Falmia dan Hitters.


"Apa mereka masih belum bisa damai…?" Ucap salah seorang dari kerumunan.


"Aku rasa sih belum… coba kamu lihat saja raut wajah Falmia… dia terlihat sangat tidak nyaman dengan kehadiran dari 3 bunga sekolah kita…" Jawab seseorang yang berada di samping orang yang bertanya sebelumnya.


"Apa tidak ada orang yang bisa menyudahi persaingan di antara mereka… sekarang ini bukan jamannya masih sekolah, jadi aku rasa persaingan yang terjadi di saat masih sekolah dulu tidak akan berlaku jika sudah berada di luar sekolah… dan semua dendam yang terjadi akan terlupakan…" Timpal salah seorang dari kerumunan, dengan berharap ada yang melerai pertikaian di antara mereka ber 4.


"Tapi nyatanya semua itu masih terus berlanjut… aku rasa masalah yang terjadi di antara mereka ber 4 tidak sesederhana kelihatannya…" Jawab seseorang dari kerumunan.


"Yah benar… aku juga berpikir seperti itu, jika masalahnya sesederhana kelihatannya tidak mungkin di antara mereka masih akan melanjutkan persaingan di antara mereka sampai sekarang… dan menyimpan dendam lama di antara mereka masing-masing" Timpal yang lain dengan membenarkan ucapan orang sebelumnya.


"Kita lihat saja apa yang akan terjadi di antara mereka… jika pertikaian di antara mereka akan merusak acara reuni kita, maka tinggal kita usir saja mereka, dan kita tidak perlu mengundang lagi mereka ber 4 di acara reuni selanjutnya…" Timpal yang lain dan menutup pembahasan di antara mereka semua, dan setelah orang terakhir berkata, semua orang langsung dia dan mata mereka fokus melihat ke arah Falmia yang berdiri tepat di dekat meja Rere.


Persaingan di antara Rere, Nayla, Aqila dengan Falmia bukan sebuah rahasia lagi di masa sekolah mereka, dan semua orang cukup tahu tentang persaingan di antara mereka bukan hanya kelas mereka saja yang mengetahuinya bahkan sampai satu sekolah pun mengetahui hal ini, tapi untuk masalah kenapa mereka ber 4 saling bersaing satu sama lain, tidak ada yang tahu penyebab pastinya, hanya saja, semua orang berpikir mereka ber 4 saling bersaing memperebutkan siapa yang lebih cantik dan lebih populer di antara mereka.


"Kalian ber 3 datang juga yah…? aku kira kalian sudah tidak bersama-sama lagi, karena semenjak kita lulus sekolah, aku tidak pernah melihat kalian ber 3 bersama-sama lagi, aku sempat berpikir bahwa ada persaingan di antara kalian ber 3… dan hal itu menjadikan perpecahan dia di antara kalian…" Ucap Falmia dengan melihat ke arah Rere dan yang lainnya dengan tatapan yang sinis, dan penuh provokasi.

__ADS_1


"Mau kita masih bersama-sama atau tidak… semua itu tidak ada hubungannya dengan kamu… lebih baik kamu urus saja urusan kamu, jangan ikut campur dengan urusan kami…" Jawab Nayla dengan tatapan yang tajam melihat ke arah Falmia.


"Benar… mau kita tampil bersama-sama atau tidak, yang jelas di antara kita tidak akan ada masalah… yang pasti hanya satu masalah kita ber 3, yaitu kamu…" Timpal Aqila dengan nada yang kesal dan melihat ke arah Falmia, dengan tatapan yang tajam dan penuh aura kekesalan.


"Loh kenapa jadi ke aku…? aku tidak punya masalah dengan kalian ber 2, hanya saja kalian selalu ikut campur dengan masalah aku…" Jawab Falmia dengan santai, dan memang apa yang Falmia katakan adalah benar, karena di antara Nayla, Aqila dan Falmia sebenarnya tidak pernah adalah masalah, karena masalah yang sebenarnya adalah antar Falmia dengan Rere saja, namun sebagai teman baik Rere, tentu saja mereka ber 2 akan selalu membela dan membantu Rere di saat ada masalah.


"Kamu menyentuh salah satu dari kita, berarti kamu akan berurusan dengan kita ber 3…"Jawab Nayla dengan nada yang sedikit tinggi dan sedikit mengancam kepada Falmia.


"Terserah kalian sajalah… aku sebenarnya sudah malas berurusan dengan kalian ber 3, aku ke sini hanya ingin bertanya kepada Rere, katanya dia akan menikah…? tapi kenapa tidak mengundang teman-teman yang lain dan hanya diam saja seperti tidak terjadi apa-apa… apa takut ketauan oleh teman-teman kita bahwa salah satu dari bunga sekolah kita menikahi seseorang yang tidak memiliki kemampuan dan juga materi yang cukup, dan aku yakin acaranya pun di langsungkan dengan sederhana serta berada di tempat yang biasa-biasa saja… sungguh di sayangkan salah satu bunga sekolah kita menikahi seorang laki-laki yang tidak mempunyai kemampuan apa-apa…" Ucap Falmia dengan nada yang sedikit dikeraskan agar semua orang dapat mendengarnya, walau pun sebenarnya hal itu tidak perlu, karena jika dia hanya berkata biasa-biasa saja juga, bisa di dengar oleh orang semua orang, karena suasana di sana sedikit hening dan hanya memperhatikan pada Falmia dan pada meja 3 bunga sekolah saja.


Di saat Falmia berkata seperti itu, matanya melihat ke arah Rere dan juga Viky dengan tatapan merendahkan, dia juga berkata seperti itu bukan tanpa ada alasan yang kuat, alasan yang pertama adalah dari kata-kata Viky di saat terakhir dia bertemu dengan Rere di tambah dengan penampilan dan baju yang Viky kenakan saat ini.


Semua orang sangat kaget mendengar kata-kata yang Falmia ucapkan, salah satu bunga sekolah akan menikahi seorang laki-laki yang biasa-biasa saja dan yang paling membuat mereka kaget adalah bahwa yang akan menikah itu adalah bunga sekolah yang paling cantik di antar ke 3 nya, dan di pikiran semua orang bertanya-tanya tentang siapa laki-laki ini, dan kenapa bunga sekolah menikah dengan seorang laki-laki yang biasa-biasa saja.


"Benar… kami semua juga tahu tentang hal itu… jika Rere berani menikahi seorang laki-laki yang biasa-biasa saja, apa mereka ber 2 akan siap menerima kemarahan dari tuan muda keluarga Ma, dan kita semua juga tahu bagaimana sikap tuan muda dari keluarga Ma ini… dia tidak akan menerima jika wanita yang dia incar di dapatkan oleh orang lain, yang mana kedudukan orang tersebut berada di bawahnya…" Timpal orang lain yang membenarkan perkataan orang pertama.


"Aku juga tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya… hanya saja apa yang aku katakan barusan adalah benar… dan kalian lihat saja sendiri laki-laki yang duduk di sebelah Rere… dia adalah calon suami dari Rere… kalian semua bisa menilai sendiri bagaimana kondisinya saat ini… aku rasa pakaian yang dia pakai harganya tidak lebih mahal dari harga sepatu yang aku pakai sekarang…" Ucap Falmia dengan menunjuk ke arah Viky, dengan nada yang merendahkan.


Setelah mendengar jawaban dari Falmia, sekarang semua orang menatap ke arah Rere dan juga ke arah laki-laki yang duduk di sebelah Rere, dan mereka semua menunggu penjelasan dari Rere.


...****************...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2