
Adu Tanding Persahabatan
Di saat ini Viky memberikan sedikit arahan kepada semua orang yang sedang berlatih agar mereka semua bisa mencapai tahap maksimal dari latihan mereka dengan cepat karena Viky merasa bahwa setiap gerak-geriknya seperti ada yang selalu mengawasinya, terlebih beberapa waktu yang lalu keamanan yang di buat oleh Cheetah, ada yang mencoba untuk masuk dan mencuri informasi.
Viky juga tidak lupa mengajarkan beberapa teknik seni bela diri kepada Vanteko Ma, Dewi, Dadan Ling dan juga ke 5 orang yang di pilih, Viky mengajarkan teknik seni bela diri sesuai karakter dari masing-masing orang.
Viky dengan sengaja membiarkan Lidya untuk menonton saja tanpa memberikan sedikit arahan apa pun kepada Lidya dan Viky selalu mengajak Lidya pergi kemana pun dia pergi, Viky bersikap seperti itu karena dia berniat ingin tahu apa Lidya bisa belajar atau tidak dari hanya melihat saja.
Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat, langit sore pun sudah sedikit menghitam dan matahari pun sudah berada di ujung barat, hanya terlihat tidak lebih dari setengahnya, sebelum Viky membubarkan semua orang dan pergi bersiap untuk makan malam, dia mengumpulkan semua orang terlebih dulu.
"Pelatihan kalian semua sudah sedikit mencapai tahap maksimal untuk tahap pertama ini… ada beberapa dari kalian yang sudah mencapai tahap maksimal dan ada juga yang hampir mendekati tahap maksimal… namun akan akan aku anggap semuanya sudah mencapai tahap maksimal, oleh karena itu, aku akan mengadakan pelatihan adu tanding…" Ucap Viky setelah semua orang berbaris dengan rapih di hadapannya.
Untuk Aldo dan ke 4 pilar, mereka semua berdiri di samping kanan Viky, dan untuk Vanteko Ma, Dewi, Dadan Ling serta ke 5 orang lainnya dan juga Lidya berdiri di samping kiri Viky, dengan posisi mereka semua berdiri satu langkah di belakang Viky.
"Tujuan dari adu tanding ini bukan untuk melihat siapa yang lebih kuat dan siap yang lebih lemah, melainkan untuk melihat sejauh mana perkembangan kalian, jadi tunjukanlah kekutan maksimal kalian… tapi jangan sampai membunuh lawan, oleh karena itu, pengontrolan dari kekuatan kalian sangat di perlukan di sini…" Lanjut Viky berkata dengan melihat ke arah semua orang.
"Di acara adu tanding ini, akan ada hadiah yang bisa kalian dapatkan, seperti mobil, rumah, dan juga ramuan obat untuk lebih meningkatkan kekuatan kalian… ada pun syarat untuk bisa mendapatkan hadiah tersebut adalah orang yang mampu memaksimalkan kekuatannya tapi masih dalam kontrol yang baik, dan ada juga penilaian lain, yaitu orang yang mendapat juara 1, juara 2 dan juga juara 3, akan tetapi para juara ini tidak bisa menentukan bahwa mereka adalah yang terkuat di antara kalian, hanya saja mereka beruntung bisa mendapatkan lawan yang sedikit lebih lemah darinya… karena pemilihan pasangan adu tanding nanti akan di pilih secara acak…" Lanjut Viky menjelaskan hadiah, serta penilaian yang di ambil untuk mendapatkan hadian tersebut,
"Dan ada satu lagi… jika di antara kalian ada yang bisa mengalahkan mereka ber 8, akan ada hadiah sepesial yang akan menanti kalian, tapi hanya ada beberapa orang yang beruntung mendapatkan kesempatan itu… jadi jika kalian berhadapan dengan ke 8 orang ini, maka keluarkan saja semua kemapuan yang kalian miliki…" Lanjut Viky berkata dengan menunjuk ke arah Vanteko Ma dan yang lainnya.
"Sekarang kalian pergilah makan, dan istirahat yang cukup, agar besok stamina kalian berada pada tahap yang maksimal, dan untuk lebih rinci dengan peraturan pertarungan besok, nanti akan di buat papan pengumuman oleh Tiger, dan di sana juga akan ada daftar nama, siapa melawan siapa…" Ucap Viky mengakhiri kata-katanya, kemudian dia membubarkan semua orang dari tempat tersebut.
"Lord… Maaf, jika orang-orang dari pasukan Magnium yang sudah datang ke sini, dan mereka ingin berpartisipasi dalam acara adu tanding ini, apa mereka semua boleh ikut berpartisipasi…?" Ucap Tiger bertanya kepada Viky, setelah semua orang membubarkan diri, walau pun belum sepenuhnya pergi dari sana.
"Jika mereka mau ikut, yah silahkan, karena ini juga adalah acara latihan adu tanding persahabatan… bahkan itu lebih bagus, karena akan bisa memancing semangat bagi yang lain, dan juga orang-orang dari Divisi perang yang berhadapan dengan orang-orang dari pasukan Magnium mereka tidak perlu menahan diri… namun mereka tidak bisa mendapatkan hadiah yang aku sebutkan tadi, karena orang-orang dari pasukan Maginum kita sudah bisa mengontrol kekuatan mereka dengan baik, dan tingkat kekutan mereka sudah berada di atas rata-rata, namun mereka juga akan tetap mendapatkan hadiah tapi tidak sebesar yang akan di dapatkan oleh orang-orang dari Divisi perang…" Jawab Viky atas pertanyaan dari Tiger, dia berkata seperti itu, karena jika tidak di beri peraturan seperti itu maka sudah bisa di pastikan bahwa semua orang dari pasukan Magnium yang ikut berpartisipasi pasti akan mendapatkan hadiah, dan orang-orang dari Divisi perang hanya sedikit yang mendapatkan hadiahnya.
__ADS_1
"Baik Lord…" Jawab Tiger yang mengerti maksud dari kata-kata Viky.
"Kalian semua juga persiapkan diri kalian untuk acara pertarungan besok…" Ucap Viky dengan melihat ke arah Vanteko Ma, Dewi dan yang lainnya.
"Baik…" Jawab mereka semua dengan serempak, namun di kata-kata terakhir ada yang menyebut Viky dengan sebutan kakak, ada yang tuan dan ada juga yang menyebutnya Lord, walau berbeda panggilan tapi mereka semua sangat kompak.
"Aldo, Cheetah, kalian ber 2 ikut aku pergi ke kediaman keluarga Long… ada beberapa hal yang harus kita urus di sana nanti…" Ucap Viky dengan melihat ke arah Aldo dan Cheetah.
"Baik Lord…" Jawab mereka ber 2 dengan serempak.
"Dan untuk kalian ber 2, tetaplah di sini, untuk sementara kalian bisa bantu Tiger mengurus semua hal di sini… karena Eagle dalam beberapa hari ini tidak akan kembali, karen ada hal yang harus dia ambil…" Lanjut Viky berkata dengan melihat ke arah Lion dan juga Jaguar.
"Baik Lord…" Jawab mereka ber 2 dengan serempak.
"Lidya… apa kamu sudah memberitahukan kepada Igir Long bahwa kita akan datang sekarang…?" Ucap Viky bertanya kepada Lidya.
"Baiklah kalau begitu… oh iya, dimana mobil kamu…? biar Aldo yang memakai mobil kamu…" Ucap Viky bertanya, karena dia di sekitaran tempat parkir tidak melihat mobil yang tidak dia kenal.
"Aku datang ke sini dengan naik taksi Tuan Lord… jika di perbolehkan, bolehkah aku ikut menumpang di mobil tuan Lord…" Jawab Lidya dengan sedikit menundukkan kepalanya.
"Apa Igor Long mengirim kamu ke sini tanpa memberikan mobil untuk mengantar kamu… sungguh keterlaluan…" Jawab Viky, dengan nada yang sedikit kesal, karena di dalam keluarga Long tingkatan kasta dan status di sana masih sangat berpengaruh.
Walau pun Lidya pergi dengan maksud membawa nama keluarga Long dan juga akan sangat menguntungkan keluarga Long, akan tetapi karena status Lidya berada di kasta bawah, mereka semua tidak memperdulikan akan bagaimana posisi Lidya karena yang terpenting adalah Lidya bisa sampai di tujuan, dan menjalankan perintah yang di berikan kepadanya.
#Author mohon maaf, karena author belum bisa menuhin janji author untuk untuk up date 2 bab per hari, karena beberapa hari ini author kurang enak badan, mungkin karena kecapean kali.
__ADS_1
*Terima Kasih* 🙏🙏
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...