Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 293 Meyakinkan Rere Untuk Bertindak


__ADS_3

Meyakinkan Rere Untuk Bertindak


Viky mendudukkan Rere di sebuah kursi dan memberikan Rere segelas minuman, Nayla serta Aqila juga mengikuti Viky dari belakang, dan mereka juga duduk di meja yang sama dengan Rere.


"Kamu minum dulu ini, agar kamu bisa sedikit lebih tenang…" Ucap Viky dengan menyodorkan segelas minuman air mineral kepada Rere.


"Baik….terima kasih…" Jawab Rere dengan mengambil gelas minuman yang di berikan oleh Viky.


"Rere… aku hanya akan bertindak sampai di sini… untuk sisanya kamu sendiri yang harus menyelesaikan masalah ini…" Ucap Viky berkata sambil duduk di kursi kosong sebelah Rere.


"Aku…? jika aku bisa, sudah dari awal aku membereskan masalah ini…" Jawab Rere dengan nada yang sedikit kesal kepada Viky. karena dia berpikir jika dia dapat menyelesaikan masalah ini, dia tidak akan menunggu Viky untuk membantunya.


"Coba saja dulu… aku juga berada di sini tidak kemana-mana, lagian kamu juga pernah mengalami hal seperti ini ketika di kediaman keluarga Ma kan… ketika itu aku tidak menyerahkan sepenuhnya kepada kamu untuk dapat menyelesaikan masalahnya, sekarang aku akan menyerahkan sepenuhnya kepada kamu untuk menyelesaikan masalah ini…" Jawab Viky dengan terus menyakinkan Rere, karena Viky pikir, jika tidak sekarang, maka kapan lagi untuk dia bisa melatih mental dari Rere.


"Tapi orang yang akan kita lawan bukan orang dari keluarga besar… mereka semua bisa di bilang adalah para preman, aku pikir mereka pasti tidak punya etika dan hanya bisa mengandalkan kekuatan fisik mereka untuk menyelesaikan masalah ini… aku takut hal yang pernah terjadi terulang lagi…" Jawab kembali Rere, dan memang apa yang Rere katakan adalah benar, dan dia juga masih sedikit trauma jika akan berhadapan dengan orang yang seperti Prasetyo, karena hal itu mengingatkan dia dengan kejadian saat berhadapan dengan Yoki Meng.


Tapi hal itu hanya berlaku untuk para preman kelas bawah saja, dan untuk orang seperti Prasetyo, pasti mereka punya etika dan tata cara untuk menghadapi dan menyelesaikan sebuah masalah, walau pun ujung-ujungnya juga pasti akan beradu kekuatan fisik atau pun kekuatan tenaga dalam, serta kekuatan pasukan yang di miliki tapi biasanya hal itu hanya akan di gunakan jika dalam ke adaan yang di perlukan, atau lawan masalah mereka tidak mau mengalah.


"Kamu tenang saja… hal itu kan terjadi di saat aku tidak berada di samping kamu… tapi sekarang aku berada di samping kamu, jadi jika terjadi sesuatu yang berada di luar kendari aku juga tidak akan tinggal diam…" Jawab Viky dengan mengelus lembut rambut Rere.


Di saat yang bersamaan dengan Viky dan Rere mengobrol, semua orang saat ini tengah membicarakan Viky di tempat mereka masing-masing, dengan suara yang hanya bisa di dengan oleh mereka yang berjarak tidak terlalu jauh.


"Apa calon suami dari Rere bisa menyelesaikan masalah ini…?" Ucap salah seorang dari kerumunan bertanya dan memulai pembicaraan, di saat Viky membawa Rere untuk duduk di kursi.


"Aku juga tidak tahu… tapi aku sangat berharap bahwa calon suami dari Rere bisa menyelesaikan masalah ini… jadi kita semua bisa terlepas dari semua tanggung jawab atas kesalahan yang di lakukan orang lain…" Jawab orang yang berada di sebelahnya.

__ADS_1


"Tapi lawan kita sekarang bukan orang sembarangan… jika hanya berhadapan dengan Zemi saja mungkin masih memiliki peluang besar untuk kita bisa lepas dari masalah ini…" Timpal yang lain, yang mulai meragukan Viky atau calon suami dari Rere.


"Iya benar… apa lagi tadi kita semua mendengar sendiri bahwa calon suami dari Rere mempunyai urusan dengan Tuan Yoki Meng… aku rasa masalah ini tidak akan mudah untuk di selesaikan…" Timpal orang ke 4 berkata.


"Siapa Yoki Meng… apa dia mempunyai pengaruh melebih tuan Prasetyo atau sama seperti tuan Prasetyo…?" Ucap orang pertama bertanya.


"Kamu ini tinggal di mana sih… tuan Yoki Meng saja tidak tahu… aku beritahu kamu tuan Yoki Meng itu adalah pemimpin bawah tanah di daerah Timur… yang aku tahu bahwa tuan Yoki Meng ini mempunyai ke dudukan dan kekuatan yang hampir sama dengan tuan Prasetyo, jadi mereka ber 2 hanya mengurus wilayah mereka masing-masing dan tidak menggangu wilayah yang lain…" Ucap Falmia dengan berjalan ke arah 4 orang yang sedang membicarakan tentang Yoki Meng, dengan di ikuti oleh Hitters di belakangnya.


"Jika apa yang kamu katakan adalah benar… lantas kenapa tuan Yoki Meng saat ini sedang berada bersama dengan tuan Prasetyo…?" Ucap orang pertama bertanya kembali.


"Aku pun tidak tahu kenapa tuan Yoki Meng bisa berada bersama dengan tuan Prasetyo… jika aku tahu, aku pasti akan mengatakannya kepada kamu… tapi yang aku tahu selama ini 2 pemimpin bawah tanah yang ada di Kota Taraka ini tidak pernah bertemu satu sama lain…" Jawab Falmia.


"Apa mungkin sedang ada masalah di antar 2 kekuatan besar ini…?" Ucap orang ke 3 bertanya, namun pertanyaan tersebut entah di arahkan ke siapa.


"Yang aku tahu bahwa saat ini kekuatan yang di miliki oleh Yoki Meng berada di atas kekuatan yang di miliki oleh tuan Prasetyo, karena tuan Yoki Meng mempunyai dukungan dari keluarga Ma dan juga tuan besar dari Octa Grup… jadi menurut aku, bahwa Yoki Meng ini ingin menundukkan wilayah yang berada di bawah kekuasan tuan Prasetyo…" Jawab Hitters yang juga ikut nimbrung, dengan yang lain, namun nadanya sedikit sombong, karena dia pikir bahwa orang-orang yang berada di depannya tidak mengetahui informasi ini.


"Aku rasa orang tersebut sedari awal sudah memiliki kedudukan dan status yang tinggi… jika tidak, maka aku yakin tidak akan bisa menggabungkan 2 kekuatan bawah tanah yang ada di Kota Taraka ini… " Jawab Kembali Hitters.


Semua orang yang berada di sekitar pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban setuju dan hal itu juga adalah hal yang paling masuk di akal, dengan menyambungkan beberapa informasi yang ada.


Dan mereka juga menjadi semakin kagum kepada Hitters, karena Hitters bisa tahu tentang informasi ini, dan informasi tersebut Hitters dapat di saat dia sedang bekerja, karena lingkungan kerja Hitters bisa di bilang hampir semua orang dari kalangan kelas atas, jadi informasi ini akan sangat mudah dia dapat, karena hal ini juga sedang menjadi pembicaraan yang hangat di kalangan kelas atas.


"Jadi menurut tuan Hitters… apa calon suami dari Rere ini bisa menyelesaikan masalah ini atau tidak…?" Ucap orang pertama bertanya kepada Hitters.


"Aku tidak tahu… tapi menurut apa yang aku lihat, dari penampilannya, sangat kurang menyakinkan… kalian lihatlah sendiri baju yang dia pakai… aku rasa baju tersebut harganya tidak lebih mahal dari jam tangan yang aku pakai ini…" Jawab Hitters, sambil memperlihatkan jam tangan yang dia pakai saat ini.

__ADS_1


Jam tangan yang Hitters pakai juga adalah jam tangan mewah, jika di lihat dengan sepintas dan dengan asal menebak harganya, mungkin harga jam tangan tersebut tidak kurang dari 20 juta, karena bentuknya yang sangat elegan, serta jam tersebut terlihat di lapisi oleh emas.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2