Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 50 Pesan Dari Citra Yang Meresahkan


__ADS_3

Pesan Dari Citra Yang Meresahkan


Sesaat sebelum Rere melakukan Hal tersebut, Rere sudah membulatkan tekadnya untuk menyerahkan semuanya kepada Viky sekarang, jika tidak, akan jadi tidak enak di masa depan saat mereka bertemu.


Disaat ini Tangan Viky perlahan menyentuh pinggang Rere yang langsing, perlahan demi perlahan akhirnya tangan Viky melingkar di tubuh Rere, dengan sekali hentakan Rere berada di dalam dekapan Viky.


Gejolak di tubuh mereka masing-masing semakin lama semakin memuncak, suasana pun semakin memanas.


Rere memundurkan kepalanya melepaskan bibirnya yang bersentuhan dengan Viky. Rere tersenyum ke arah Viky dengan wajah yang memerah karena malu, tapi bisa terlihat dari raut wajahnya dia sungguh puasa dan senang, menyiratkan sebuah kemenangan besar.


Viky yang melihat Rere tersenyum lembut ke arahnya, dan merasakan hembusan napas memburu serta wangi dari Rere, dia semakin ingin memakan Rere, gejolak di dalam tubuhnya terus menggebu-gebu.


"Sekarang di sini hanya ada kita berdua… apa kamu tidak mau meminta lebih dari itu…" Ucap Rere menggoda Viky.


Sekarang Viky tidak menahan lagi gejolak yang berada di dalam dirinya, dengan cepat dia menggendong Rere membawanya serta membaringkannya di atas tempat tidur, dengan perlahan dan penuh kelembutan Viky membaringkan tubuh Rere di atas tempat tidur.


"Apa kamu ingin berhenti dan menyudahi semuanya sekarang…? Jika di teruskan mungkin akan terlambat dan tidak akan pernah terulang kembali…" Ucap Viky bertanya dengan lembut, dengan tangan yang mengelus lembut rambut Rere.


"Kamu bisa terus melanjutkannya… Jika terus berbicara tanpa melakukan apa-apa… mungkin nanti aku bisa berubah pikiran…?" Ucap Rere menggoda kembali Viky dan tersenyum ke arahnya.


Untuk Viky memang belum berpengalaman, bahkan ini pertama kalinya dia bersama perempuan sedekat itu.


Dia sangat bingung ketika akan memulai semuanya, tapi ketika situasi sudah seperti ini, dia teringat tetang cerita dari teman-temannya dulu, harus berbuat apa setelah seperti ini.


Dengan posisi sekarang Viky bisa melihat dengan jelas tubuh Rere yang sangat putih dan mulus tanpa ada sedikit pun bekas goresan di kulitnya.


Tapi berbeda dengan Rere, dia tersentak kaget melihat tubuh Viky yang banyak goresan bekas luka, ada beberapa bekas luka yang cukup besar, dan tidak terhitung banyaknya bekas luka kecil.


"Sebenarnya siapa kamu ini… dengan bekas luka sebanyak ini… aku yakin kehidupan kamu sebelumnya sangatlah menderita dan penuh dengan rintangan…" Gumam Rere yang melihat tubuh Viky


"Vi-Viky bisa kah kamu… kamu melakukannya secara perlahan… aku sedikit takut… karena ini pertama kali aku melakukan ini…" Ucap Rere yang melihat ke arah Viky dengan malu-malu dan wajah memerah.

__ADS_1


"Baiklah… aku akan melakukannya secara perlahan… ini juga adalah yang pertama bagiku…" Jawab Viky dan dengan perlahan Viky mendorong tubuhnya lebih dekat ke arah Rere.


Secara perlahan, senjata Viky masuk ke dalam tubuh Rere, sedikit demi sedikit, raut wajah Rere berubah rumit, antara menahan rasa sakit dan rasa nikmat yang tiada tara, ketika senjata Viky sudah masuk setengah, dia menghentikan aktivitasnya karena dia melihat perubahan pada wajah Rere yang mana awalnya merah merona entah karena gejolak dari dalam tubuhnya atau akibat dari terlalu banyak minum anggur, sekarang wajah Rere berubah putih pucat,


"Jika kamu merasa kurang nyaman… kita bisa mengakhirinya sekarang… mungkin bisa di lanjutkan di lain waktu…" Ucap Viky yang menghentikan aktivitasnya dan dengan lembut mengelus rambut Rere. dan mengusap air mata di pipi Rere yang keluar saat menahan rasa sakit.


Rere yang melihat Viky menghentikan aktivitasnya dia tahu bahwa Viky berbuat seperti itu karena kasihan kepadanya yang berusaha sekuat tenaga menahan rasa sakit.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Viky, Rere dengan cepat menyentuh pinggang Viky, dengan sekali hentakan sekarang senjata Viky akhirnya bisa masuk dengan penuh.


Setelah Rere melakukan hal tersebut, dia berdiam diri tanpa bergerak, atau mengucapkan sesuatu, napas Rere sekarang menjadi lebih tidak beraturan. ada sedikit darah yang keluar dari tubuh Rere


Viky yang mana gejolak di dalam dirinya sudah berada di puncak, tanpa memberikan kesempatan kepada Rere, kemudian dia memacu untuk melanjutkan aktivitasnya.


Rere yang awalnya merasa kesakitan, dengan irama yang Viky lakukan akhirnya dia bisa menikmati suasana yang terjadi.


Tempat tidur yang mana awalnya penuh dengan hiasan bunga berwarna merah dan hiasan hati yang berada di tengah pun sudah hancur, sekarang bunga tersebut sudah berhamburan ke segala arah di ruangan tersebut, dan Tempat tidur yang berada di ruangan tersebut pun bergoyang-goyang.


Di atas tempat tidur, Rere dan Viky berbaring saling berdampingan, keduanya merasa sangat lelah setelah pertempuran yang cukup sengit dan memakan waktu yang lama, tapi bisa dilihat dari wajah mereka masing-masing ada rasa kepuasan tersendiri.


Viky yang sudah mengatur napasnya, dia hendak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Di saat ini Rere yang masih berbaring di atas tempat tidur sudah terlelap dalam mimpi, karena kelelahan setelah pertempuran sengit tersebut.


Viky yang melihat Rere terbaring di atas tempat tidur, dengan inisiatif menyelimuti tubuh Rere yang putih mulus tanpa mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya.


"Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan kamu selamanya…" Ucap Viky dengan tangan yang mengambil selimut, serta mencium mesra di kening Rere.


Viky berjalan ke arah kamar mandi, tapi di saat Viky sudah memasuki kamar mandi, tiba-tiba mata Rere terbuka melihat ke arah kamar mandi.


Sebenarnya Rere hanya berpura-pura tidur, dia masih merasa malu kepada Viky, dan ada sedikit rasa tidak percaya bahwa dirinya telah menyerahkan semuanya kepada Viky. kepada seorang lelaki yang belum lama ini dia kenal, hanya beberapa hari kebersamaan mereka, tapi Viky mampu untuk menutupi kekosongan di dalam hatinya, yang mana sudah lama di tidak pernah mau membuka hatinya untuk orang lain.


Disaat Rere melihat ke arah kamar mandi, di samping tempat tidur hand phone Viky bergetar, ada sebuah pesan masuk, dan bisa terlihat No yang mengirim pesan tersebut belum tersimpan di Hand phone Viky.

__ADS_1


"Ini aku Citra… sepertinya makan malam kita tidak akan pernah terjadi… setelah aku berbicara kepada ayahku untuk membantu memesan tempat di Siren Country, aku di hukum oleh ayahku selama 1 minggu aku tidak di ijinkan keluar rumah…" itulah isi pesan tersebut.


Walau Rere tidak menyentuh Hand phone Viky tapi notifikasi isi pesan tersebut bisa terlihat oleh Rere.


Setelah Viky membersihkan badannya, dan keluar dari kamar mandi, dia melihat Rere yang memperhatikan Handphonenya dengan seksama.


Rere yang menyadari Viky sudah keluar dari kamar mandi, kemudian dia melihat ke arah Viky, menatapnya dengan tajam, ada sedikit rasa takut di hati Viky takut ada sebuah pesan masuk dari Deky atau dari anggota Pasukan Magnium dan takut Rere sudah mengetahui dengan identitas Viky yang sebenarnya, dari isi pesan tersebut, bukan dari Viky sendiri.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2