
Orang Yang Paling Tampan
Setelah mendengarkan jawaban dari Beben, akhirnya dia tahu kenapa semua orang memandangnya dengan tatapan aneh, bukan karena ada sesuatu yang aneh yang ada di bajunya melainkan bajunya lah yang membuat aneh semua orang kepadanya.
"Ha… ha… ha… jadi gara-gara baju yang aku pakai ini yang membuat semua orang bersikap aneh setelah aku memasuki tempat ini… baiklah… baiklah akan aku jelaskan kepada kamu semuanya, tapi bisakah kamu menyuruh orang-orang terlebih dulu untuk bersikap seperti biasa kembali, aku merasa tidak nyaman jika situasinya seperti ini terus…" Jawab Viky dengan tertawa, setelah dia mengetahui dengan masalah yang terjadi di sini, dan hal itu berurusan dengan baju yang dia pakai, yang mana menurut Viky bahwa baju yang dia pakai adalah sesuatu yang biasa, dan bukan sesuatu yang aneh. tapi pandangan dan aturan yang terjadi di masyarakat sangat berbeda, dan hal itu tidak bisa di rubah dengan mudah karena sudah berakar dan juga sudah sangat membekas di pikiran semua orang.
"Baiklah kalau begitu… aku akan menyuruh seseorang nanti untuk memberitahukan kepada semua orang bahwa semuanya sudah baik-baik saja… dan juga akan lebih enak kalau kita mengobrol nya di ruangan aku… di sana juga sudah ada Reva yang sedang menunggu…" Ucap Beben dengan mengajak Viky untuk mengobrol di dalam ruangannya.
"Baiklah, ayo…" Jawab Viky dengan menganggukkan kepalanya, sambil berdiri dari sofa serta di ikuti oleh Rere dan juga Beben yang ikut berdiri.
Kemudian mereka ber 3 berjalan ke salah satu ruangan yang terdapat di bank tersebut, tapi ketika mereka berjalan, mata semua orang tetap mengikuti kemana arah Viky berjalan, di dalam pandangan orang-orang terdapat 2 hal pandangan kepada Viky, yang pertama adalah jika Viky memang benar dari Divisi perang maka mereka semua sangat takut jika menyinggung atau berbuat sesuatu yang membuat Viky tidak nyaman, tapi jika Viky bukan dari orang Divisi perang maka mereka juga akan mendapatkan suatu masalah dengan keberadaan Viky saat ini di sekitar mereka.
Semua orang hanya bisa menebak dengan identitas Viky, karena mereka juga tahu bahwa ada acara di Divisi perang, jadi tidak aneh jika orang yang mempunyai jabatan yang tinggi di dalam Divisi perang hadir di sana.
"Viky kamu tunggulah di sini sebentar… aku akan pergi dan berbicara dengan orang-orang… jika hal ini tidak cepat di selesaikan, aku takut akan terjadi sebuah keributan dan bank ini akan menjadi sorotan semua orang dari luar…" Ucap Beben dengan mempersilahkan kepada Viky untuk menunggunya di dalam ruangan dia, dan dia akan kembali untuk menjelaskan kepada semua orang dengan apa yang terjadi sebelumnya, agar semua orang tidak perlu khawatir dengan semuanya.
"Viky…" Ucap Reva setelah melihat Viky masuk ke dalam ruangan dengan tatapan yang sedikit bingung dan raut wajah yang rumit, serta di pikirannya penuh dengan banyak pertanyaan.
"Iya ini aku… memangnya siapa lagi orang yang mempunyai wajah yang tampan seperti aku ini… dia dunia ini hanya ada satu, dan tidak ada yang lain lagi… inilah wajah orang yang paling tampan…" Jawab Viky dengan sedikit bercanda, sambil mengusap-usap dagunya dan dengan nada yang sedikit sombong kepada Reva.
"Iya… iya… iya lah… kamu memang yang paling tampan dan tidak ada 2 nya di dunia ini…" Jawab Reva mengalah dan dengan sedikit lemas menanggapi perkataan dari Viky, karena jika di teruskan maka Viky akan lebih menjadi-jadi.
"Oh iya… jadi orang yang tadi memanggil aku di luar itu adalah kamu…?" Lanjut Reva bertanya kepada Viky.
__ADS_1
"Jika bukan aku memangnya siapa lagi…? apa ada orang lain yang memanggil kamu selain aku tadi… dan kenapa kamu tadi lari ketika aku memanggil kamu… apa aku terlihat menyeramkan…?" Jawab Viky, dan kembali bertanya kepada Reva.
"Oh itu kamu, aku takut orang lain yang memanggil aku tadi… dan juga kamu itu terlihat sangat menyeramkan… jadi aku lari dengan terburu-buru dan masuk ke dalam bank… takut kamu berbuat jahat kepada aku…" Jawab Reva dengan nada yang sedikit bercanda kepada Viky, namun ada rasa lega di hatinya karena orang yang memanggilnya tadi adalah Viky.
"Menyeramkan…? aku terlihat sangat ganteng seperti ini, bagaimana bisa menjadi sangat menyeramkan… dan aku juga tidak akan berbuat jahat terhadap sahabat aku sendiri…" Jawab Viky dengan sedikit kesal kepada Reva, karena Reva menganggap dia sangat menyeramkan.
Dan kejadian ini juga sudah biasa terjadi di antara mereka ber 3 yaitu Viky, Beben dan Juga Reva… mereka suka saling meledek satu sama lain tapi tidak menjadikan mereka ber 3 bermusuhan, yang ada malah menjadikan mereka menjadi lebih dekat satu sama lain.
Pintu ruangan terbuka dan di sana adalah Beben yang sudah kembali dari memberitahukan kepada semua orang, untuk tidak perlu khawatir dengan semuanya dan Beben juga memberitahukan kepada semua orang untuk tidak membicarakan hal ini kepada orang luar, jika mereka tidak mau menyinggung orang yang tidak bisa mereka singgung.
"Oh Iya Viky… tadi kamu belum menjawab pertanyaan dari aku… kenapa kamu memakai baju seperti itu…? Walau aku juga tahu bahwa kamu adalah salah satu orang dari Divisi perang… tapi biasanya baju yang di pakai tidak seperti ini…" Ucap Beben bertanya kepada Viky, setelah dia duduk di kursi dan saling berhadapan dengan Viky.
"Iya Benar Viky, kenapa kamu memakai baju seperti ini… apa tidak ada baju yang lain yang bisa kamu pakai selain memakai baju ini…" Timpal Reva juga yang ingin tahu.
"Oh seperti itu… tapi apa kamu tahu bahwa baju yang kamu pakai ini adalah baju yang hanya bisa di pakai oleh para petinggi di dalam Divisi perang… jika kamu pergi keluar dengan memakai baju ini maka akan menjadi pusat perhatian semua orang yang berada di sekitar kamu…" Ucap Beben sedikit menjelaskan kepada Viky, Beben juga tahu bahwa Viky sudah tahu dengan pakaian yang dia pakai, tapi untuk masalah di dalam masyarakat Beben yakin Viky tidak mengetahui hal ini.
"Aku tahu dengan baju yang aku pakai ini… tapi aku tidak tahu jika akan berdampak seperti ini di kalangan masyarakat jika aku pergi keluar dengan memakai baju ini… aku kira hanya akan terjadi di dalam Divisi perang saja…" Jawab Viky, dia juga tahu bahwa baju yang dia pakai adalah baju khusus para petinggi Divisi perang, tapi untuk hal lain yang akan terjadi dia tidak tahu, karena dia juga baru pertama kalinya memakai baju seperti ini di muka umum.
"Jadi sekarang, kamu ini adalah salah satu petinggi di dalam Divisi perang…?" Ucap Beben kembali bertanya untuk lebih meyakinkan dirinya.
"Untuk hal itu, aku tidak bisa menjawabnya… karena aku pun tidak tahu posisi pasti aku di dalam Divisi perang… dan mungkin bisa saja aku adalah salah satu petinggi di dalam Divisi perang, atau mungkin juga aku ini hanyalah seorang prajurit khusus yang di berikan sebuah kehormatan untuk memakai baju ini… kalian juga tahukan aku ini adalah satu-satunya yang bisa kembali dengan selamat setelah peperangan besar dulu… aku hanya bisa memastikan kepada kalian ber 2 bahwa aku tidak akan menyembunyikan sesuatu dari kalian ber 2, jika memang iya aku pun akan berkata iya… tapi memang seperti inilah kenyataan yang terjadi…" Jawab Viky menjelaskan kepada Beben tentang pertanyaan dari Beben tersebut, dan memang benar jabatan Viky di dalam Divisi perang untuk saat ini belum jelas kepastiannya, karena dia juga belum menerima secara resmi menjadi pimpinan tertinggi di Divisi perang, dan dia juga belum mau memberitahukan kepada Beben dan juga Reva tetang semuanya. bukan tidak mau tapi belum saatnya.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1