
Aturan Viky
Aldo sedikit banyaknya sudah belajar dari Deky tetang aturan yang tidak tertulis d dunia bisnis, tapi aturan tersebut sangat di patuhi oleh semua orang, Aturan tersebut sangat berbeda jauh, antara di dunia bisnis dan dunia militer.
Kedua aturan ini sudah turun temurun sejak dulu, jadi semua hanya bisa mengikuti aturan yang sudah ada, jika tidak, akan tertindas oleh orang lain, bukan hanya dirinya tapi untuk semuanya
"Heemm…" Viky melihat ke arah aldo dengan tersenyum.
"Aku tahu… tapi aku hanya ingin tahu bagaimana disini, akan seperi apa jika di hadapkan dengan masalah ini… akan merepotkan jika harus menjelaskan dari awal…. terima kasih sudah mengingatkan aku…" Jawab Viky kepada Aldo, Aldo mengerti dengan apa yang di maksud Viky.
Di saat ini semua orang sekarang sedang bingung dengan jawaban dari Viky dan di kalimat terakhir yang Viky ucapkan mereka semua sangat aneh, sebab tidak pernah melihat seorang yang punya kedudukan tinggi berterima kasih kepada bawahannya.
"Kamu dari tadi terus memohon meminta maaf… Aku ingin tahu dimana letak kesalahan kamu…?" Ucap Viky menatap ke arah orang tersebut.
Orang tersebut hanya diam mematung kebingungan, mendengar pertanyaan dari Viky, begitu pun semua orang yang ada di sana, mereka diam menunggu dengan rasa yang penuh kebingungan.
Suasana pun kembali hening, tidak ada yang berani bersuara sedikit pun, takut perhatian Viky teralihkan kepadanya.
"Baik lah karena kamu tidak menjawab… aku beritahu kamu… Sebenarnya kamu tidak perlu minta maaf dan tidak mempunyai kesalahan… " Ucap Viky menatap ke arah orang tersebut.
Memang dari segi kesalahan orang tersebut tidak lah salah, tapi dari segi peraturan yang tidak tertulis, dia salah karena mencela atau memotong pembicaraan orang yang kedudukannya lebih tinggi dari pada dia.
Semua orang menatap heran kepada Viky, mereka semua belum mengerti apa yang Viky masud dari kata-katanya.
"Aku acungi jempol untuk keberanian kamu dalam bertindak…" Viky mengacungkan jempolnya kepada orang tersebut, semua orang termasuk orang tersebut semakin bingung dengan apa yang di lakukan Viky dan maksud dari kata-katanya.
"Tuan… kalau boleh tau apa maksud dari semua ini…" Ucap orang tersebut dengan pelan karena dia takut melakukan kesalahan yang lebih fatal..
Viky melihat sekeliling dan berkata:
"Aku ingin orang-orang yang berada di bawahku berani bertindak tanpa di perintah, mau itu dalam keadaan genting atau dalam ke adaan bisa, yang terpenting tindakannya bisa di pertanggung jawabkan dan tidak merugikan bagi diri sendiri atau orang lain… Seperti contoh 2 kasus yang sekarang ini terjadi…"
Viky melirik kepada Aldo
"Yang pertama, adalah tindakan Aldo, yang mana dia bertindak tanpa saya suruh, dan saya tidak marah, yang ada saya berterima kasih kepada Aldo, karena tindakannya bisa di pertanggung jawabkan, dan tidak merugikan orang lain, yang ada Aldo menyelamatkan orang ini…" Tunjuk Viky kepada orang yang mengajaknya bersulang tadi.
__ADS_1
"Yang kedua, adalah kamu, kamu bertindak sangat cepat setelah aku selesai berbicara, yang kamu lakukan sesuai dengan apa yang kamu inginkan, sebelum orang lain bertindak kamu sudah selangkah lebih dulu bertindak, aku akui keberanian kamu dalam bertindak, dan aku menerima bersulang dengan kamu demi kesuksesan Octa Grup tapi kesalahan kamu adalah, setelah aku menerima kamu untuk bersulang denganku kamu malah meminta maaf, dan tidak mau bersulang lagi dengan ku…" Ucap Viky yang menjelaskan kepada semua orang yang tengah kebingungan atas tindakan Viky.
"Teruma kasih Tuan… terima kasih…" Ucap orang tersebut dengan membungkukkan badannya ke arah Viky,
"Saya minta maaf, di masa depan saya tidak akan melakukan kesalahan ini lagi… dan kata-kata tuan akan saya ingat selama hidup saya, dan akan saya wariskan hingga ke anak cucu saya…dan saya berjanji untuk tetap setia dan selalu mengikuti kepada tuan besar di sisa hidup saya…" Lanjut orang tersebut dengan penuh keyakinan, menatap ke arah Viky
"Heemm…" Viky menganggukkan kepalanya,
Dan dari arah belakang terdengar suara.
"Tuan besar memang dermawan dan sangat berbeda dari yang lain, saya juga berjanji akan setia dan tetap mengikuti kepada Tuan besar selamanya…"
"Yah… saja juga akan tetap setia kepada Tuan Besar…" Timpal yang lain.
Kata-kata janji setia tersebut terus berulang dan berulang hingga orang yang terakhir yang berada di tempat itu.
Sekarang semua orang sangat bangga dan bahagia telah mengikuti Deky yang mana, jika mereka tidak mengikuti Deky mereka tidak akan bisa bertemu dengan tuan besar yang seperti Viky, mungkin hanya ada 1 berbanding 1 juta orang di dunia ini, yang mempunyai ke dudukan tinggi tapi menganggap orang-orang yang berada di bawahnya sama.
Viky sekarang bisa bernapas lega, karena sudah menarik kepercayaan semua orang, yang mana kepercayaan yang Viky dapat bukan karena dia mempunyai ke dudukan tinggi dan takut kepada Viky tapi karena keinginan mereka masing-masing tanpa ada paksaan.
Tapi berbeda jika kesetiaan tersebut berasal dari hati, tidak akan goyah walau di hadapkan dengan hal yang sangat sulit bahkan mengancam nyawanya.
Setelah tidak terdengar lagi orang yang berkata akan setia kepada Viky, kemudian Viky kembali duduk di kursinya.
Acara makan malam pun berjalan seperti mana bisanya acara makan malam.
Setelah semua selesai makan, Deky berdiri dan semua orang menatap ke arah Deky.
"Mulai sekarang dan untuk di masa depan, kita semua akan langsung di pimpin oleh Tuan Besar, Demi kesuksesan Octa Grup, kita harus bekerja sama untuk memperluas dan mengembangkan Octa Grup hingga mendunia… Kita bersulang untuk masa depan dan kesuksesan Octa Grup…" Ucap Deky dengan mengangkat segelas anggur di tangan.
Setelah Deky selesai berkata, di ikuti oleh semua orang dan berkata
"Untuk Masa depan dan kesuksesan Octa Grup…" Dengan serempak berkata sambil mengangkat gelas anggur di tangan.
Di saat ini ruangan tersebut lebih hidup dari pada yang sebelumnya, yang mana sebelumnya terlihat sangat resmi dan kaku, tapi setelah Viky berbicara tadi, sekarang terlihat di wajah semua orang ketegangan yang awal sudah menghilang berganti dengan wajah ceria, penuh suka cita.
__ADS_1
Kembali ke Herman, yang dari awal dia hanya diam, tidak berani berkata apa pun, karena syok, melihat orang-orang di sekitar adalah orang-orang penting, di masa lalu Herman sangat sulit untuk menemui mereka, dan bukan hanya Herman tapi orang-orang dari keluarga besar pun mengalami hal yang sama.
Tapi sekarang mereka semua berada di dalam satu ruangan yang sama, bahkan ada beberapa orang penting yang mengajaknya bersulang, dan memberikan kartu nama kepadanya, serta menawarkan bantuan kepada Herman jika di masa depan memerlukan bantuannya.
Herman menatap ke arah Viky, di hatinya ada rasa ketakutan dan rasa bahagian yang bercampur, takut jika bermasalah dengan Viky kehidupannya bahkan bisa lebih sengsara dari sebelumnya, dan kebahagiannya adalah, bisa mengenal Viky, dan tentunya Rere anaknya sangat dekat dengan Viky, walau dia tidak tahu hubungan Rere dengan Viky, tapi Herman yakin hubungan mereka tidak hanya sekedar teman biasa.
"Jika Rere tahu dengan identitas kamu, aku tidak tahu dia masih ingin tetap bersama kamu atau tidak… tapi aku berharap dia akan terus bersama kamu, sebuah anugrah bagi keluarga kami dapat mengenal kamu, apa lagi jika hubungan kita tidak hanya sebatas ini, aku berharap kamu dan Rere bisa menjadi sepasang suami isti…" Gumam Herman menatap ke arah Viky.
Ketika Herman sedang melamun, terlihat ada seorang pria paruh baya yang menghampiri meja mereka.
*Kemarin lupa up date, jadi sekarang di up datenya
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...