Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 65 Undangan


__ADS_3

Undangan


Setelah Cukup lama mereka ber 5 jalan-jalan dan hari pun sudah menjelang sore, mereka berlima akhirnya pulang.


Aldo, Ratna dan juga Lisa mereka bertiga satu mobil dan kembali ke hotel untuk menginap satu malam lagi. dan Viky mengantar Rere pulang dengan mobil yang lain.


"Viky terima kasih untuk hari ini, kamu telah memberikan banyak barang mewah untukku dan juga telah mengenalkan aku kepada keluarga kamu, aku sangat bahagia sekali hari ini… " Ucap Rere ketika di dalam mobil.


"Tidak perlu berterima kasih… apa pun yang kamu mau, akan aku berikan dan tetang keluargaku sebentar lagi kamu juga akan menjadi bagian keluargaku, jadi kamu harus terbiasa dengan ibu dan juga adikku…" Jawab Viky dengan lembut kepada Rere.


"Ayah berencana pergi ke rumah Nenek besok lusa siang, mungkin ini satu-satunya jalan agar kamu bisa mendapatkan restu dari Nenek, dan ayah juga berpesan agar kamu dapat ikut pergi ke rumah Nenek…" Ucap Rere.


"Baiklah… besok aku akan menemani kalian untuk berkunjung ke rumah Nenek dan sekaligus aku meminta restu untuk dapat menikah dengan kamu…" Jawab Viky, dengan tangan kanan perlahan merah tangan Rere.


"Akan aku pastikan bahwa Lusa aku akan mendapatkan restu dari keluarga besar kamu dan dengan segera kita akan mengadakan acara pernikahan…" Lanjut Viky dengan percaya diri.


"Aku berharap seperti itu… dan kata ayah bahwa Lusa bertepatan dengan acara ulang tahun Nenek, mungkin akan lebih mudah mendapatkan restunya jika kamu memberikan hadian ulang tahun untuk Nenek, dia sangat suka sekali barang antik, kamu bisa mengambil kesempatan itu…" Ucap Rere yang memberikan bantuan kecil kepada Viky.


"Barang antik yah… aku rasa aku punya sesuatu yang akan menjadi perhatiannya dan aku sangat yakin jika Nenek akan menyukai barang yang akan aku berikan nanti…" Ucap Viky dengan tersenyum penuh kemenangan karena teringat suatu benda yang dulu pernah dia terima dari seseorang, dan benda tersebut Viky simpan di bank di luar negri.


Viky menyimpan benda tersebut di bank karena selama ini Viky selalu bepergian dan tidak pernah menetap di suatu tempat untuk jangka lama dan orang yang memberikannya berpesan kepada Viky bahwa barang ini sangat lah langka, bagi segelintir orang benda tersebut sangatlah berharga.


Benda tersebut memanglah tidak berguna untuk Viky, tapi jika bagi orang penyuka barang antik pasti lah barang tersebut sangat berharga.


Rere yang mendengar itu hatinya menjadi lebih bahagia lagi. selama perjalanan mereka berdua mengobrol biasa, dan lebih mengakrabkan diri mereka masing-masing.


Tidak terasa mobil yang Viky kendarai sudah sampai di rumah Rere. Rere mengajak Viky untuk masuk tetapi di tolak oleh Viky karena dia sudah ada janji kepada Yosef untuk menghadiri acara reuni sekolah yang akan di adakan di Siren Country.


"Tadi pagi aku bercerita kepada Ibu bahwa kamu ingin menikah dengan aku, tapi dia tidak percaya jika bukan kamu yang berbicara kepadanya…" Ucap Rere Sebelum turun dari mobil.


"Sebenarnya Aku ingin mampir, dan mencicipi masakan ibu, sudah lama aku tidak makan masakan ibu yang super lezat… tapi aku harus menghadiri sebuah acara jadi bilang kepada Ibu besok malam aku akan berkunjung dengan ibu serta adikku… dan membicarakan tetang pernikahan kita…" Jawab Viky.

__ADS_1


"Hemm… baiklah akan aku sampaikan kepada Ibu… dan di acara reuni nanti kamu jangan terlalu banyak minum anggur…" Ucap Rere.


Sebelum turun dari mobil Rere menyempatkan mencium pipi Viky dan berkata dengan pelan di telinga Viky.


"Aku sangat menantikan acara bulan madu kita nanti…" Ucapnya dengan manja, dan setelah berkata Rere dengan cepat turun dari mobil dan meninggalkan Viky yang diam tidak menjawab.


Viky yang mendengar suara lembut Rere di telinganya dan hembusan napas Rere yang wangi dan menggelitik, membuat sesuatu di dalam diri Viky sedikit bergejolak, Viky terdiam beberapa saat dan mengatur napasnya agar bisa mengontrol diri untuk tidak pergi dan menerkam Rere saat itu juga.


Setelah Viky cukup tetang dia pergi meninggal rumah Rere memacu mobilnya menuju Siren Country. tapi beberapa saat kemudian suara hand phone Viky berdering.


Viky mengambil hand phone yang berada di sakunya dan melihat bahwa Aldo menghubunginya.


Viky mengernyitkan alisnya menatap ke arah layar ponselnya.


"Aldo… ada apa…? apa ada hal penting…?" Ucap Viky setelah panggilan tersambung, karena sangat jarang Aldo menelpon jika tidak ada hal penting yang harus di sampaikan.


"Benar Lord… aku baru saja mendapatkan sebuah undangan dari Divisi perang Kota Taraka, mereka mengundang anda untuk bisa hadir ke acara pelantikan Divisi Farsifen, apa Lord akan menerima undangan tersebut…" Jawab Aldo di balik telpon.


Sebenarnya jika tidak ada undangan dari Divisi perang Kota Taraka, Viky akan tetap berkunjung ke sana untuk merekrut orang dan membentuk sebuh pasukan yang berada di bawah komandonya.


Setelah Viky berpikir beberapa hari ini, dia akhirnya memutuskan untuk menjalankan keduanya, membangun bisnis dan bergabung dengan Divisi perang.


Mempunyai kekayaan tanpa kekuatan atau pun sebaliknya mempunyai kekuatan tanpa kekayaan maka hasilnya akan sama saja, berada di bawah tangan orang lain.


Jadi Viky berpikir untuk menjalankan keduanya, karena kedua hal tersebut saling melengkapi satu sama lain.


"Baik Lord akan saya sampaikan pesan dari Lord kepada Divisi perang…" Jawab Aldo. kemudian Aldo memutus panggilan tersebut.


Setelah panggilan dengan Viky terputus kemudian Aldo menghubungi Divisi perang Kota Taraka dan menyampaikan pesan dari Viky kepada Divisi perang Kota Taraka.


Di saat ini di sebuah ruangan, terlihat seorang pria paruh baya duduk di sebuah kursi dan sedang berpose seperti orang yang sedang menempol walau panggilan sudah terputus tapi ponselnya masih menempel di telinganya, wajahnya tiba-tiba berubah cerah, dan tubuhnya perlahan mulai bergetar.

__ADS_1


Dengan perlahan pria paruh baya tersebut berdiri menatap ke arah cermin yang tidak jauh dari tempat dia duduk, pria paruh baya tersebut menepuk-nepuk pipinya dengan menatap ke arah cermin, takut dia sedang bermimpi.


"Ternyata aku tidak sedang bermimpi…" Ucap pria paruh baya tersebut dengan pelan dan raut wajah yang masih belum percaya bahwa ini bukanlah sebuah mimpi.


Setelah beberapa saat pria paruh baya tersebut menenangkan dirinya, dia memanggil anak buahnya dan memerintahkan untuk memberikan pengumuman kepada semua orang yang berada di Divisi perang, untuk mempersiapkan acara penyambutan Lord Jendral, dan juga mengundang beberapa orang penting di Kota Taraka.


#Satu Bab lagi di tunggu yah, lagi proses review


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2