Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 210 Peracikan Bahan Obat


__ADS_3

Peracikan Bahan Obat


Eagle dan yang lainnya makan, makanan yang ada di meja dengan sedikit rakus, karena mereka baru pertama kali makan makanan yang begitu sangat lezat seperti itu, Viky dan Aldo pun sama, tapi tidak seperti yang lain, dia masih bisa sedikit menahannya, karena ini juga bukan pertama kalinya makan makanan yang sangat lezat ini.


Masakan yang di buat oleh Rere dan Mamahnya tidak kalah lezat dari restoran mewah sekali pun, bahkan makanan yang ada di meja lebih lezat dari yang ada di restoran mahal. Eagle dan yang lainnya bukan tidak pernah makan, makanan yang lezat tapi makanan ini lebih Lezat dari yang pernah mereka makan sebelumnya, makanan mewah belum tentu lezat tapi makanan sederhana bisa jadi sangat lezat.


Tidak butuh waktu lama makana yang begitu banyak di meja, sudah habis di makan oleh semua orang, walau untuk beberapa orang hanya bisa makan sedikit, karena sudah ke habisan di makan oleh Eagle dan yang lainnya.


"Mamah… boleh aku meminjam dapurnya sebentar, untuk meracik obat, untuk Rere…?" Ucap Viky setelah melihat semua orang selesai makan.


"Kamu pakai saja, tidak perlu meminta ijin seperti itu… toh nanti juga kamu akan menjadi bagian keluarga kita… walau sekarang pun sudah menjadi bagian dari keluarga tapi kan belum secara resmi…" Jawab Novi, memberikan ijin kepada Viky, dia sudah tahu tentang masalah obat untuk Rere dari Herman, jadi dia tidak bertanya lebih.


"Heemmm…" Jawab Viky menganggukkan kepalanya, sebagai jawaban.


"Rere dimana bahan utama obatnya…?" Lanjut Viky bertanya kepada Rere.


"Bahan obatnya ada di kamarku… sebentar aku ambilkan dulu…" Jawab Rere dengan berdiri dan hendak mengambil bahan utama untuk obatnya.


"Nanti kamu antar bahannya ke dapur, aku akan memulai meracik bahan-bahan yang lain terlebih dahulu…" Ucap Viky, ketika Rere baru berjalan satu langkah.


"Baiklah… nanti aku antarkan bahan obatnya ke dapur…" Jawab Rere dengan berbalik badan melihat ke arah Viky, kemudian dia berbalik kembali dan berjalan ke arah kamarnya.


"Aldo… bisa kamu bantu aku meracik obat ini di dapur…?" Ucap Viky bertanya sekaligus mengajak Aldo untuk dapat membantunya.


"Baik Lord…" Jawab Aldo.


"Lord… apa bisa saya ikut membantu Lord meracik obat itu…" Ucap Eagle menawarkan diri untuk membantu Viky.


"Aku juga… apa bisa aku membantu Lord meracik obat yang Lord butuhkan…" Sahut Tiger yang juga menawarkan diri.


Setelah Eagle dan juga Tiger berkata menawarkan diri untuk membantu Viky, yang lainya pun ikut berkata untuk menawarkan diri membantu Viky.

__ADS_1


"Terima kasih semuanya karena ingin membantu aku untuk meracik obat ini, aku hargai semua ketulusan kalian karena ingin membantu aku tapi jika semua orang ikut membantu maka dapurnya pun akan menjadi sempit, jadi cukup Aldo saja yang membantu aku untuk saat ini, jika nanti aku membutuhkan bantuan dari kalian, aku akan memanggil kalian ke dapur…" Jawab Viky menolak secara halus tawaran bantuan yang orang-orangnya tawakan kepada dia.


Setelah selesai berkata, Viky pergi ke arah dapur dan di ikuti oleh Aldo dengan membawa bungkusan yang Aldo bawa dari rumah Viky, yang mana bungkusan tersebut berisi tungku tanah liat dan bahan-bahan pendukung dari obat yang akan Viky racik.


"Aldo… kamu siapkan semua bahan obatnya di dekat kompor, aku akan membersihkan terlebih dulu tungku tanah liat ini…" Ucap Viky setelah berada di dapur dan mengambil tungku tanah liat yang ada di dalam bungkusan, dan dia pergi ke toilet untuk mencuci tungku tanah liatnya


"Baik Lord…" Jawab Aldo, dengan pergi ke arah kompor, dan mengeluarkan bahan-bahan obat yang ada di dalam bungkusan.


Kemudian Viky mencuci tungku tanah liat untuk mensterilkan nya dan dia mengisi tungku tersebut dengan air, kemudian dia memanaskan air tersebut di atas kompor.


Rere datang ke dapur dengan membawa sebuah bungkusan di tangannya.


"Viky ini bahan obatnya…" Ucap Rere setelah berada di dapur dan di dekat Viky, dengan menyerahkan sebuah bungkusan kepada Viky.


"Baiklah… terima kasih… kamu bisa menunggu aku sebentar di ruang makan…" Jawab Viky dengan mengambil bungkusan yang di berikan oleh Rere.


Rere pergi meninggalkan dapur, walau dia sedikit enggan karena ingin menemani Viky meracik obatnya, tapi dia urungkan niatnya tersebut karena dia pikir jika dia di dapur maka mungkin saja bisa mengganggu Viky dalam meracik obat.


Viky mematikan kompornya dan lalu membuang air tersebut, dan di dalam tungku tersisa bunga dan buat obat yang sudah berubah warna menjadi warna merah, Viky mengeluarkan bunga dan buah obat tersebut untuk di tiriskan.


"Satu proses sudah selesai… tinggal proses selanjutnya…" Gumam Viky, yang melihat bunga dan buat obat yang sudah berubah warna menjadi warna merah… ada sedikit rasa lega karena bahan obat tersebut adalah asli.


"Aldo… tolong kamu ambilkan air bersih 2 gelas…" Ucap Viky menyuruh Aldo untuk mengambil air, tanpa bertanya Aldo segera mengambil 2 buah gelas kosong dan segera mengisinya dengan air bersih.


"Ini airnya Lord…" Ucap Aldo dengan menyerahkan 2 buah gelas yang berisi air kepada Viky.


Viky menuangkan 2 gelas air yang di berikan oleh Aldo ke dalam tungku, kemudian dia menyalakan kembali kompor dengan api yang cukup besar, dan tidak lama air di dalam tungku pun mendidih.


Setelah mendidih kemudian Viky, memasukan satu persatu bahan obat pendukung ke dalam tungku, setelah semua bahan obat pendukung di masukan ke dalam tungku, kemudian Viky mengambil bahan utama pembuatan obat tersebut dan memasukannya ke dalam tungku.


Setelah memasukan bahan utama obatnya, Viky melihat ke arah jam tangannya, dia menghitung berapa lama waktu yang di butuhkan untuk semuanya agar bisa tercampur dengan rata.

__ADS_1


5 menit berjalan setelah Viky memasukan bahan utama obat tersebut, kemudian dia mengecilkan api kompor ke tahap yang paling kecil.


"Semua prosesnya sudah selesai… tinggal menunggu obatnya jadi… aku harap Rere bisa sembuh dengan obat ini tapi semua itu tergantung apa Rere bisa menahan efek dari obat ini atau tidak, aku hanya bisa bertaruh dan bergantung kepada Rere untuk hasil akhirnya…" Gumam Viky.


"Aldo… kita kembali ke ruang makan, semua tahapan sudah selesai di lakukan… hanya proses ini saja yang akan memakan waktu yang lama karena proses akhir dari pembuatannya membutuhkan waktu 2 jam dengan api kecil seperti ini…" Ucap Viky setelah dia mengecilkan api di kompor, dan dia mengajak Aldo untuk kembali bergabung dengan yang lain.


Kemudian Viky, berjalan meninggalkan dapur dan menuju ke ruang makan, serta di ikuti oleh Aldo di belakangnya.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2