
Masalah Rere
*Karena ada kesalahan sedikit, author Revisi bab sebelumnya, bahwa yang di tendang perutnya bukan Novi melainkan Rere.*
Herman menghentikan ceritanya dan melihat ke arah Novi, dan Novi pun wajahnya sudah berubah rumit dan matanya sudah berkaca-kaca.
"Tidak apa-apa Herman… kamu lanjutkan saja ceritanya… biar Nak Viky tahu…" Ucap Novi dengan suara yang sudah sedikit serak.
"Baiklah…" Jawab Herman kemudian dia berbalik menatap ke arah Viky.
"Di saat itu aku berusaha melawan Jeri namun apa daya aku yang hanya orang biasa melawan Jeri yang seorang militer terlatih, aku pun di kalahkan dengan telak… semua orang dari keluarga Neo tidak ada yang menghentikan Jeri… mereka semua hanya menonton… namun di saat Jeri akan menghampiri Novi, Jeri di hentikan oleh Nenek, karena melihat Rere yang sudah tidak sadarkan diri dengan bersimbah darah… karena bagaimana pun Jeri adalah cucu kesayangan Nenek… jadi dia mungkin takut Rere akan mati di tempat dan mengakibatkan karir Jeri akan hancur… "
"Kami ber 3 pergi dari sana, aku menggendong Rere yang sudah tidak sadarkan diri, di antara semua orang keluarga Neo tidak ada yang membantu aku, bahkan mereka tidak peduli jika Rere masih hidup atau sudah mati, aku tidak tahu apa yang Jarvice katakan kepada semua orang sampai semua keluarga Neo bersikap seperti itu kepada kami semua… semua kebaikan keluarga kami selama ini tidak di anggap oleh semua orang…"
"Setelah keluar dari kediaman keluarga Neo… aku dan Novi membawa Rere ke rumah sakit, dan rumah sakit mengatakan bahwa di bagian perut Rere mengalami kerusakan dan telah hancur, dan memvonis Rere, bahwa Rere tidak akan pernah bisa punya anak…" Ucap Herman, setelah selesai berkata, baik Herman atau pun Novi air mata mereka mulai keluar.
"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah lupa dengan perlakuan Jeri kepada aku… dia sudah aku anggap seperti anak ku sendiri, air susu di balas air tubu, mungkin itu yang pantas menggambarkan perlakuan Jeri terhadap ku…" Ucap Herman dengan nada pilu dan serak, kesal kepada Jeri.
"Apa ada sesuatu yang di angkat dari perut Rere oleh dokter atau tidak…" Potong Viky bertanya kepada Herman dan juga Novi
Baik itu Herman atau Novi mengernyitkan alisnya setelah mendengar pertanyaan dari Viky yang sangat aneh, dan sebenarnya hal itu tidak aneh, sebab bagaimana pun Viky akan menikah dan harus tau kondisi Rere. tapi pertanyaan Viky tidak di tempatkan di tempat yang pas.
Novi hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Viky kenapa kamu bertanya seperti itu…? aku sedang bercerita dan juga aku rela membuka luka lama demi memberitahu kamu kejadian yang sebenarnya, kamu malah bertanya sesuatu yang aneh dan juga dokter bilang tidak ada obat untuk menyembuhkan kerusakan pada perut Rere…" Ucap Herman yang juga merasa aneh dengan pertanyaan dari Viky, namun dari nadanya Herman sedikit kesal kepada Viky.
"Maaf… tapi sebelum aku menanggapi hal lain ada yang lebih penting yang perlu aku ketahui dan juga Jika benar mereka tidak melakukan hal lain, hanya memeriksa Rere, dan tidak ada sesuatu yang di angkat oleh Dokter aku bisa menyembuhkannya dan membuat Rere bisa mempunyai seorang anak…" Ucap Viky menjawab kebingungan di antar Herman dan Novi.
"Viky… jadi kamu bisa menyembuhkan sesuatu yang rusak di dalam perut aku yang sudah rusak…?" Ucap Rere bertanya kepada Viky dengan tiba-tiba dari arah pintu, dan menghampiri Viky.
__ADS_1
Yang tidak Viky, Herman dan juga Novi sadari adalah di saat Herman mulai bercerita, Rere sudah berada di dekat pintu dan ikut mendengarkan Herman bercerita.
Semua orang sangat kaget mendengar Rere yang bertanya dan datang secara tiba-tiba, apa lagi Herman, dia pikir Rere tidak ada di sekitarnya dan masih berada di dalam kamar dan masih merias diri.
"Rere… sejak kapan kamu berada di situ…" Tanya Herman kepada Rere, karena dia takut jika Rere mendengar cerita ini, Rere akan kembali terpukul dan mengingat kembali luka yang sudah hampir hilang.
"Viky… jawab aku… apa benar kamu bisa menyembuhkan sesuatu yang ada di dalam perut aku…?" Ucap Rere kembali bertanya kepada Viky dengan tidak sabar dan tidak mengindahkan pertanyaan dari ayahnya.
"Aku tidak bisa menjamin itu semua… karena aku juga belum tahu seberapa parah kerusakan yang ada di dalam diri kamu… dan aku juga sudah menyadari ada sesuatu yang aneh dengan diri kamu di saat kita……" Jawab Viky dengan tangan mengelus lembut kepala Rere, namun di kata-kata terakhir Viky tidak melanjutkan ceritanya karena di sana ada Herman dan juga Novi, takut ada kesalahpahaman di antar mereka dan menimbulkan masalah lain.
"Di saat kita apa…?" Tanya Herman yang tidak mengerti.
"Aku dan Viky sudah melakukan hal itu…" Jawab Rere dengan pelan dan menundukkan kepalanya, Rere takut jika ayah dan ibunya tahu, mereka akan sangat marah kepada Rere.
"Ayah… Mamah… bagaimana pun keadaan Rere… aku akan menerima Rere dan tetap menikahinya… tidak peduli dengan hal lain… di dunia ini aku yakin pasti ada cara untuk menyembuhkan Rere… kalau pun tidak ada, yah mau bagaimana lagi, kita berdua hanya bisa hidup berdua sampai tua nanti…" Ucap Viky mencoba mengalihkan pembicaraan, dan menyakinkan Herman, Novi dan Juga Rere. dan di kata-kata terakhir dia sedikit bercanda, untuk menghilangkan sedikit kesedihan di antara mereka.
"Yah… mau itu terjadi tau pun tidak… aku akan tetap menikahi Rere… dan untuk masalah Rere, nanti setelah kita kembali, aku akan memeriksa kondisi Rere, agar aku tahu bagaimana kondisi Rere yang sebenarnya… dan mencari obat terbaik untuk menyembuhkan Rere…" Jawab Viky.
Rere setelah mendengar ucapan dari Viky, dari arah samping dengan cepat memeluk Viky.
"Viky… terima kasih kamu sudah mau nerima aku dalam keadaan seperti ini… dan ini juga alasan aku membiarkan kamu mempunyai wanita lain selain aku…" Ucap Rere setelah berada di pelukan Viky.
Viky tidak membalas kata-kata dari Rere, tapi dia hanya membalas pelukan dari Rere. cukup lama Rere dan Viky berpelukan, Herman dan Novi sedikit tidak sabar, melihat dia sejoli yang sedang jatuh cinta, mereka berdua teringat dengan masa muda mereka, dan saat mereka berdua di pertemukan dulu.
"Ehem… sudah lah, jika di teruskan seperti ini, kapan kita akan berangkat… dan juga hari sudah mulai siang… bisa-bisa kita telat menghadiri acar ulang tahun Nenek…" Ucap Herman dengan tiba-tiba, dan membuat Rere melepaskan pelukannya.
Baik itu Rere atau pun Viky, di saat ini mereka berdua sangat tidak enak, dan menjadi salah tingkah di depan Herman dan Novi.
"Jadi… sekarang kita akan pergi menggunakan mobil yang mana…? apa kita akan memakai mobil masing-masing…" Ucap Novi mengalihkan perhatian yang melihat Rere dan Viky salah tingkah.
__ADS_1
"Satu mobil saja… mobil aku… toh kursi belang juga masih kosong… dan juga kita belum mempunyai supir jadi biar aku saja yang menjadi supir kalian…" Jawab Viky.
Setelah Viky selesai berkata, kemudian mereka ber 4 naik ke dalam mobil dengan posisi Herman dan Novi duduk di kursi belakang, Rere dan Viky duduk di kursi depan, dengan posisi Viky duduk berada di belakang stir kemudi. mobil mereka pun meninggalkan rumah Herman dan pergi ke salah satu Vila yang cukup mewah yang berada sekitar 15 koli mater dari sana.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1