
Bertemu Dengan Putri dari Ibu Pengasuh Viky
Setelah panggilan dengan buna terputus, Viky beranjak pergi dari ruangannya dan langsung meninggalkan Octa Grup, pergi menuju ke kota Yako, atau lebih tepatnya pergi ke rumah ibu pengasuhnya.
Treett…
Treett…
Treeet… Ponsel Viky berdering di saat Viky sedang mengendarai mobilnya menuju keluar dari kota Taraka.
"Ayah… ada apa…? tidak biasanya ayah menelepon aku…? apa ada sesuatu yang penting…?" Ucap Viky terus bertanya setelah sambungan telepon tersebut tersambung, dan yang menelepon itu adalah Herman, namun nada Viky sedikit bercanda kepada Herman.
"Jika ada Deky disni, aku pun tidak mau menelepon kamu… kamu itu dimana…? apa kamu mau ke Octa Grup atau tidak…?" Jawab Herman dengan nada yang sedikit kesal kepada Viky dan balik bertanya kepada Viky.
"Aku tadi dari Octa Grup… hanya saja ada hal yang harus aku kerjakan di kota Yako, jadi sekarang aku sedang dalam perjalanan ke kota Yako…" Jawab Viky, sambil terus mengemudikan mobilnya.
"Ini di Octa Grup ada 4 wanita yang mencari kamu… katanya dari biro jasa asistem rumah tangga… aku tidak tahu cerita dari awalnya, jadi apa yang harus aku lakukan kepada mereka…?" Jawab Herman mengatakan kepada Viky, tetang niatnya menghubungi Viky.
"Oh iya… aku hampir lupa… ayah bisakah aku meminta tolong kepada ayah untuk mengurus ke 4 orang tersebut…" Jawab kembali Viky.
"Jika aku tidak mau pun, aku harus tetap melakukannya… karena tidak ada siapa pun di sini yang bisa mengurusnya…" Jawab Herman dengan nada yang sedikit lemas.
"Maaf ayah, aku sudah membuat kamu repot… tapi jika ayah juga memerlukan asisten rumah tangga untuk di rumah… ayah bisa katakan kepada mereka… jadi surat kerja samanya bisa langsung sekalian dengan aku…" Jawab Viky meminta maaf kepada Herman dan juga memberikan sebuah tawaran agar Herman mau mengurus masalah asisten rumah tangga yang sempat dia lupakan karena terlalu bahagia akan makan masakan dari ibu pengasuhnya.
"Baiklah… untuk masalah asisten rumah tangga… mungkin nanti aku akan menghubungi dulu Novi… karena asisten rumah tangga yang kamu ambil semuanya adalah gadis muda, jika aku memutuskannya sendiri yang ada nanti akan terjadi sebuah tragedi kembali…" Jawab Herman, kemudian dia memutuskan teleponnya dengan Viky.
……
2 Jam telah berlalu dari kepergian Viky dari Octa Grup menuju ke kota Yako, dengan bantuan Gol Map akhirnya Viky telah sampai di sebuah kawasan di daerah pinggiran kota Yako, dan arah dari Gol Map tersebut menunjukkan arahnya sudah tidak terlalu jauh dari tempat Viky, namun Viky sedikit tercengang dengan pemandangan rumah yang dia lewati, karena rumah di sana terlihat sangat kumuh, Viky melihat-lihat sekitar sambil terus mengendarai mobilnya menuju ke tempat yang di tunjukan oleh Gol Map.
__ADS_1
Karena kawasan tersebut cukup kumuh dan jarang sekali ada mobil mewah yang melintas ke daerah tersebut, dengan kedatangan Viky yang memakai mobil mewah menjadikan pusat perhatian semua orang, dan tidak sedikit di antara orang-orang yang berada di pinggir jalan membicarakan atas kedatangan mobil Viky.
Mereka semua juga menebak-nebak tentang siapa orang yang berada di dalam mobil tersebut dan apa tujuan dari kedatangan orang yang berada di dalam mobil mewah tersebut, serta kepada siapa orang yang akan di tujuannya, Ada yang berpikiran baik, namun ada juga yang berpikiran buruk, karena sangat jarang terjadi ada orang dari kalangan kelas atas yang datang ke daerah kawasan mereka.
Cukup dalam Viky memasuki kawasan perumahan penduduk tersebut, dan akhirnya Gol Map menunjukan bahwa Viky sudah sampai pada tempat yang di tuju.
Di rasa sudah sampai pada tempat yang di tuju, Viky turun dari dalam mobilnya, namun dia juga sedikit bingung karena dia tidak tahu rumah yang mana tempat ibu pengasuhnya tinggal, dia melihat sekitar siapa tahu dia bisa melihat ibu pengasuhnya atau bisa bertanya kepada orang sekitar yang berada di sana, namun entah karena hal apa, tidak ada satu orang pun yang berada di dekat Viky memarkirkan mobilnya, dan Viky juga sedikit bingung dia harus bertanya kepada siapa tentang dimana rumah tempat tinggal ibu pengasuhnya tersebut, karena dari tadi dia mencoba menghubungi ibu pengasuhnya tidak dapat tersambung.
Ketika Viky sedang bingung, dari kejauhan terlihat seorang gadis muda yang sangat cantik berjalan menuju ke arah Viky, wanita tersebut terlihat sangat sederhana dengan memakai celana Jean panjang berwarna biru serta baju kaos polos berwarna hitam, dan juga rambut hitam panjang yang terurai.
Viky melihat wanita yang berjalan ke arahnya tersebut dengan tatapan yang berbinar, bukan karena Viky melihat bahwa yang datang adalah seorang gadis muda, namun karena dia bisa bertanya tentang tempat tinggal ibu pengasuhnya, dan dia juga tidak bingung lagi tentang yang mana rumah tempat tinggal ibu pengasuhnya tersebut, walau pun sebenarnya jika yang datang seorang laki-laki pun, di rasa Viky akan bersikap sama.
"Maaf Nona… jika boleh saya bertanya, di antara rumah yang berada di sekitar sini, yang mana rumah tempat tinggal ibu Liva…?" Ucap Viky bertanya kepada gadis tersebut setelah jaraknya tidak terlalu jauh dengan posisi Viky berdiri.
"Ada urusan apa kamu dengan ibu aku…? apa kamu laki-laki yang ingin ibu jodohkan dengan aku… aku tidak tertarik dengan kamu, walau pun kamu cukup tampan tapi kamu terlihat jauh lebih tua dari aku…" Jawab wanita tersebut dengan nada yang sedikit jutek, sambil memperhatikan Viky dari atas hingga bawah.
"Aku sarankan untuk kamu segera pergi dari sini, agar kamu tidak mempermalukan diri kamu sendiri nantinya, karena sudah jelas aku pasti akan menolak kamu… dan jangan berharap lebih…" Lanjut gadis tersebut berkata.
"Sama saja… kamu ingin mendekati aku secara diam-diam… dengan cara kamu membawa ibu dan juga aku untuk tinggal di rumah kamu… trik seperti ini sudah basi… aku sudah banyak tahu dari teman-teman aku… namun perlu kamu tahu bahwa aku sudah mempunyai seorang pacar, dan dia akan melamar aku nanti malam di saat acara reuni sekolah nanti… pacar aku ini adalah seorang manajer di perusahaan Widya Grup…" Jawab Gadis tersebut dengan nada yang masih jutek, dan masih belum memperkenalkan dirinya kepada Viky.
"Widya Grup itu adalah perusahaan yang di kelola oleh Keluarga Latimore… jadi untuk masa depannya sudah bisa terlihat akan seperti apa… dan dia juga adalah tuan muda dari sebuah keluarga besar yang ada di kota Yako… sedangkan kamu, aku tidak tahu kamu berasal dari keluarga besar mana, dan apa pekerjaan kamu saat ini… untuk pakaian yang kamu pakai walau pun cukup rapih dan terlihat mahal, akan tetapi sekarang, semua itu bisa di sewa… aku sudah bosan hidup susah seperti ini terus, aku ingin merubah sedikit kehidupan aku, dan membawa ke dalam kehidupan yang lebih baik untuk ibu aku…" Lanjut Gadis tersebut berkata menjelaskan kepada Viky karena Viky diam saja, dan terlihat sedikit bingung setelah mendengar nama Widya Grup, namun terdengar dari nada gadis tersebut ada sebuah kebanggaan dan ada juga sebuah kesedihan.
Setelah mendengar kalimat terakhir dari gadis tersebut, raut wajah Viky terlihat sedikit berubah, ada sedikit kemarahan yang terpancar dari matanya, namun bukan marah kepada gadis yang berdiri di depannya melainkan marah kepada orang-orang dari Keluarga Latimore, terutama kepada pamannya atau Jibsen Latimore.
Viky menarik napas panjang, untuk meredam kemarahan dia kepada Keluarga Latimore, setelah dia cukup tenang, dia kembali menatap ke arah gadis yang berada di depannya dengan tatapan yang lembut sambil tersenyum ke arahnya, dan dia juga terpikirkan sebuah rencana, untuk bisa membawa gadis yang ada di depannya dan juga ibu pengasuhnya untuk bisa tinggal di rumah Viky.
"Bagaimana kalau kita sedikit bertaruh…?" Ucap Viky bertanya dengan tersenyum lembut, namun senyum tersebut memiliki arti yang lain.
"Bertaruh…? jika tidak terlalu menguntungkan untuk aku, aku tidak mau, dan aku juga tidak mau bertaruh jika harus berpisah dengan pacar aku dan aku harus bersama dengan kamu…" Jawab gadis tersebut.
__ADS_1
"Untuk masalah keuntungan bagi kamu, aku tidak tahu ukuran yang menurut kamu itu untung atau tidak… tapi untuk masalah kamu berpisah dengan pacar kamu, taruhan ini tidak ada hubungannya, walau pun sebenarnya taruhan ini berhubungan dengan pacar kamu…" Jawab Viky sedikit menjelaskan.
"Jadi…?" Ucap Gadis tersebut bertanya.
"Kita bertaruh, jika pacar kamu menjemput kamu nanti malam, aku tidak akan mengajak kamu dan juga ibu kamu untuk tinggal bersama dengan aku… tapi jika pacar kamu tidak menjemput kamu, maka kamu tidak punya pilihan lain selain ikut bersama aku dan tinggal di rumah aku…" Ucap Viky menjelaskan sedikit tarusan yang akan mereka ber 2 sepakati.
"aku tidak setuju dengan taruhan yang kamu katakan, semua taruhan tersebut hanya menguntungkan kamu saja… jika pacar aku menjemput aku atau tidak nanti malam, dan dia juga jadi atau tidak melamar aku di acara reuni nanti… semua itu tidak ada urusannya dengan kamu, karena aku juga tahu dia pasti sangat sibuk dengan pekerjaannya… jadi aku juga tidak merasa aneh jika tidak dia datang menjemput aku… dan aku juga harus mengerti dengan kesibukan dia, karena bagaimana pun dia bekerja untuk masa depan aku…" Jawab gadis tersebut dengan protes dan tidak setuju dengan pertaruhan yang Viky tawarkan, karena pacarnya tersebut sudah tidak aneh jika sudah janjian namun gagal, karena kesibukannya dalam bekerja.
...***************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...