Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 42 Warisan Dari Sudon


__ADS_3

Warisan Dari Sudon


"Apa? Bos apa yang kamu katakan? Kenapa aku tidak mengerti perkataan kamu? Apa itu artinya, kita berdua juga dekat, bisakah kamu jangan bercanda dengan aku?" Viky langsung memberikan tatapan yang begitu terkejut menatap Sudon. Ada apa dengan master ini? Kenapa tiba- tiba mengatakan hal ini?


Seluruh orang di sana juga kebingungan, sedangkan Sudon menepuk kepalanya, mulutnya sedikit terbuka dan berkata dua kata kepada Viky: " Dra... Gal...!"


Boom... Di saat ini Viky mengerti, ternyata Sudon sudah memeriksa identitasnya dengan jelas. Kalau begitu tentu saja itu kejadian Keluarga Dragal di kota Lemi 15 tahun yang lalu. Ia juga mengetahui hal ini seluruhnya.


Sesaat kemudian, Viky tidak dapat menahan diri dengan mata sedikit memerah menghadap kepada Sudon dan berkata: " Se.... Senior, anda... Anda 15 tahun yang lalu pergi ke sana?"


Sudon menarik nafas dalam-dalam, matanya juga terlihat sedikit basah, dengan berat ia mengangguk-anggukan kepalanya, kemudian dengan sekuat tenaga menepuk-nepuk bahu Viky dan berkata: "Em, aku pergi, tetapi benar-benar maaf, aku telah terlambat satu langkah! Nak, benar-benar maafkan aku, Aku yang tidak merawat kamu dengan baik...."


Mata Viky menjadi merah, ini adalah sebuah misteri besar di dalam Keluarga Viky, Bahkan Ayah dan ibunya sudah mengubur dalam-dalam masalah ini, kejadian ini membuat keluarga Viky sangat terpukul dengan kejadian 15 tahun yang lalu, bahkan adiknya Lisa tidak di beritahu tetang masa lalu keluarnya.


Viky diam beberapa saat, kemudian dengan mengenaskan tersenyum dan berkata: "Tidak ada, itu semua sudah terlewatkan, dan juga pada suatu hari nanti, aku akan pergi sendiri untuk mencari keadilan, dan meminta penjelasan dari orang yang berada di balik kejadian itu semua! Dan hari itu, sudah tidak lama lagi, bukan begitu..."


Sudon menganggukkan kepalanya, kemudian dari dadanya mengambil sebuah pin medali naga hitam dan memberikannya kepada Viky: "Nak, aku menunggu kamu di Kota Lemi! Medali naga hitam ini tetap adalah medali nasional Montana, tidak peduli di lihat dari segi perasaan mau pun logika, selama bertahun-tahun ini semua hal yang kamu lakukan di luar untuk Montana, kita harus memberikan semuanya kepada kamu. Medali ini memiliki kekuatan yang paling besar, jika nantinya kamu membutuhkan bantuan saat di Montana, langsung saja bawa medali ini menuju ke Kepolisian setempat dan semua akan terselesaikan, tentu saja dengan kekuatan kamu kemungkinan tidak akan memerlukannya, hanya mengurangi sedikit kerepotan saja..."


Selesai Sudon berkata, ia tiba- tiba seperti teringat akan sesuatu, tubuhnya berhenti kemudian dari pelukan nya mengambil kembali sebuah cincin naga hitam dan memberikannya kepada Viky serta berkata: "Cincin ini adalah cincin yang di berikan Pimpinan ketiga untuk kamu dan juga Pimpinan ketiga menyuruh aku untuk membawa sebuah kalimat untuk kamu, setelah kamu pulang ke Kota Lemi nanti, cari dia untuk mengenang masa lalu, ia sudah menyiapkan daun teh yang bagus untuk menjamu kamu, menunggu kamu untuk mencobanya bersama-sama...."


Viky yang mendengarkan nya kebingungan dan berkata: "Pimpinan Ketiga? Dia... Dia mengenal aku?"


Sudon tersenyum dengan misterius dan mengangguk-anggukan kepalanya kemudian berkata: " Em, ia mengenal kamu, dan kamu juga mengenal nya. Aku tidak akan berkata lebih banyak lagi, tunggu kamu bertemu dengan nya kamu pasti akan mengerti..."


Viky mengangguk-anggukan kepalanya, menekan rasa kebingungan di dalam hatinya, menerima medali naga hitam dan cincin naga hitam itu ke dalam pelukan nya, dengan begitu berhati-hati menyimpannya....

__ADS_1


Sedangkan yang tidak ia ketahui, adegan perbincangan nya dengan Sudon, Empat master di Montana ini sudah membuat orang-orang keluarga Handoko benar-benar terkejut, apa lagi dengan Luky, dia terkejut tak terbandingkan.


"Viky, Dia.... Apa sebenarnya identitas dia??!!" Gumam Luky yang masih terduduk lemas dan semakin ketakutan.


Viky dan Sudon berdiri di depan rumah kayu tersebut, mereka berdua menjadi pusat perhatian semua orang yang berada di sini, Sudon adalah seorang Master dari Divisi perang Montana, komandan tertinggi ke 4 Divisi perang Montana, sedangkan Viky adalah seorang Lord Jendral dari Pasukan Ksatria Wings Magnium. Mereka berdua memiliki kekuatan perang di atas tingkat Ksatria biasa, aura yang sangat begitu kuat, adalah puncak dari dunia ini.


Semua orang berpikir akan ada pertarungan yang sangat sengit antara 2 master tingkat atas, tapi tidak pernah mereka berpikir jika yang terjadi sekarang adalah sebuah pewarisan, pewarisan Sudon kepada Viky, sudon ingin mewariskan Divisi perang Montana kepada Viky.


Dengan kemampuan yang Viky miliki, bisakah dia mengambil alih Divisi perang Montana, Jawabannya pasti bisa, bagaimana tidak, dalam 5 tahun dia membangun sebuah pasukan di daerah luar seorang diri, sebuah pasukan yang begitu kuat yaitu Pasukan Ksatria Wings Magnium, tanpa ada dukungan dan sumber daya yang cukup.


Tapi sekarang, dia akan memiliki dukungan dan sumber daya yang cukup dari Montana. akan seperti apa Divisi perang Montana di masa depan di bawah pimpinan dari Viky, semua orang tidak dapat membayangkannya.


Sekarang raut wajah Sudon terlihat sangat bahagia, senyum di wajah tuanya semakin lama semain lebar, ada rasa tenang di hatinya, yang mana selama ini dia sangat tertekan akan tanggung jawab yang dia pikul di pundaknya, dia sudah tua dan sangat sulit untuk melakukan apa yang dia inginkan.


"Nak… lakukan apa yang akan kamu lakukan… selama itu tidak melanggar hati nurani dan garis kewajaran, kami para tetua dari Kota Lemi, sepenuhnya mendukung kamu…" Sudon berkata dan menatap ke arah Viky.


Viky membalas tatapan dari Sudon, di matanya terlihat bahwa dia sudah lelah memikul tanggung jawab ini, walau dari luar Sudon terlihat sangat kuat dengan aura yang di keluarkan dari tubuhnya, tapi dari dalam dia sudah sangat lelah, aura lelahnya sudah menyebar ke seluruh tubuh.


Viky yang terdiam mencoba mencerna arti kata-kata yang Sudon lontarkan, Setelah dia mengerti akan maksud dari tujuan Sudon, dia mendongakkan wajah nya melihat arah Sudon dengan serius.


"Senior… mungkin aku tidak sebagus bayangan kamu… dan aku juga belum tentu dapat memikul tanggung jawab dari Divisi perang Montana…" Ucap Viky yang masih menatap ke arah Sudon.


"Ha…ha…ha…" Sudon tertawa setelah mendengan kata-kata yang Viky lontarkan barusan, kemudian dia melihat ke arah sekeliling dan menunjuk orang-orang yang berada di sekitar.


"Kamu bisa lihat orang-orang di sekitar kamu sekarang… apa ada dari mereka yang lebih memenuhi syarat untuk menjadi pemimpin dari Divisi perang Montana, dan tanyakan kepada mereka siapa yang lebih berhak menjadi pemimpin dari Divisi perang montana…? mereka ber 4 bergandeng tangan dan bahkan di tambah dengan 2 kekuatan besar Letnan Jendral Eagle dalam juga Aldo yang mana dia adalah kuda Hitam dari Pasukan Magnium, aku tidak bisa berkata apa-apa, dan juga ada Krist yang AS.35, dia adalah orang dari pasukan Magnium yang kamu pimpin, mereka dapat menjadi kstaria seperti sekarang ini, apakah kamu masih mau bilang kepadaku bahwa kamu masih tidak berhak dan memenuhi syarat untuk menjadi pemimpin Divisi Perang Montana…?

__ADS_1


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2