
2 Syarat Untuk Prasetyo
"Yoki Meng, apa yang sedang kamu lakukan di sini…?" Ucap Viky bertanya kepada Yoki Meng, namun maksud Viky bukan berada di pantai tapi berada dengan Prasetyo
"Saya sedang membicarakan bisnis dengan Prasetyo, agar dia bisa bergabung dengan kita… jadi bisnis bawah tanah yang ada di Kota Taraka ini menjadi satu… awalnya tuan Muda Ma yang akan pergi ke sini, tapi katanya dia di panggil oleh tuan, jadi saya yang pergi ke sini sendiri… apa Tuan Muda Ma tidak memberitahukannya kepada tuan…?" Jawab Yoki Meng menjelaskan kenapa dia bisa di sini kepada Viky, di kalimat terakhir dia balik bertanya namun dengan maksud apa yang dia lakukan di sini bukan dia sendiri yang bertindak, karena jika apa yang dia lakukan salah maka dia tidak mau di salahkan atas apa yang di lakukan sekarang ini.
"Oh seperti itu… Teko belum memberitahukannya kepada aku, biar nanti aku sendiri yang bertanya tentang kebenarannya kepada dia secara langsung… karena sekarang ini dia sedang melakukan latihan, jadi untuk sementara semua bisnis bawah tanah yang ada, aku serahkan kepada kamu… kamu bebas melakukan apa saja, jika menurut kamu hal benar, maka lakukan lah, yang terpenting tidak merugikan aku atau Teko… dan apa yang kamu lakukan, kamu harus bisa mempertanggung jawabkan nya… sama seperti yang sekarang kamu lakukan, jika kamu bisa mempertanggung jawabkan nya, maka lakukan saja…" Jawab Viky menjelaskan, namun dengan maksud sedikit menegur kepada Yoki Meng, karena dia sedikit mengerti maksud dari kata-kata kalimat terakhir Yoki Meng.
"Baik Tuan… tapi apa yang aku lakukan sekarang ini adalah murni keinginan tuan Muda Ma… saya hanya menggantikannya saja di saat tuan Muda Ma sedang sibuk…" Jawab Yoki Meng.
"Sama saja… walau pun orang lain yang merencanakannya tapi kamu yang melakukannya, maka, kalau ada apa-apa kamu sendiri yang harus bertanggung jawab…" Jawab Viky.
"Jadi bagaimana hasil dari pertemuan kalian ber 2…?" Lanjut Viky bertanya dengan melihat ke arah Yoki Meng dan Prasetyo secara bergantian.
"Mulai dari sekarang ini, aku bersama orang-orang aku, akan setia untuk mengikuti tuan… dari awal pun aku sudah memutuskan untuk mengikuti tuan… tapi karena ada insiden ini, jadi aku belum mengatakannya kepada tuan Yoki Meng…" Jawab Prasetyo.
"Baguslah kalau begitu… tapi aku mempunyai 2 syarat untuk kamu bisa mengikuti aku…" Ucap Viky sambil mengacungkan ke 2 jarinya ke arah Prasetyo.
"Syarat apa itu tuan… jika saya mampu pasti akan saya laksanakan, jika pun saya tidak mampu, saya akan berusaha semampu saya…" Jawab Prasetyo yang tanpa ada pun sedikit keraguan dari nadanya.
"Syarat yang pertama sangat mudah… jika Zemi ingin lepas dari kamu, maka kamu jangan mempersulitnya… dan segala sesuatu yang di miliki Zemi saat ini jangan kamu ambil sedikit pun…" Jawab Viky, mengatakan syarat yang pertama.
"Baik Tuan, itu sangat mudah, dan pasti akan saya lakukan, dan untuk syarat yang ke 2…?" Jawab Prasetyo yang tanpa jeda, karena syarat dari Viky tersebut sangat mudah baginya, walau pun bisnis dan sumber daya yang di miliki Zemi cukup besar, tapi dia tidak ragu untuk melepaskannya karena masa depan dia sudah sangat jelas jika mengikuti Viky.
"Baik… untuk syarat yang ke 2… kamu tunggu dulu sebentar… aku ingin bertanya terlebih dulu kepada seseorang…" Ucap Viky, kemudian dia berjalan ke arah Try Rasya, Yu Jin dan tetua ke 3 dari keluarga Try.
__ADS_1
"Tetua ke 3… tadi tetua bilang bahwa keluarga Try berada di bawah naungan Octa Grup… aku ingin tahu apa hubungan keluarga Try dengan Octa Grup…?" Ucap Viky tanpa basa-basi setelah berada di dekat Tetua ke 3 dari keluarga Try.
"Tadi aku hanya asal berbicara saja, siapa tahu Zemi akan takut jika aku mengatakan bahwa keluarga Try berada di bawah naungan Octa Grup… tapi aku pun tidak asal bicara saja, karena baru-baru ini Keluarga Try mendapatkan sebuah proyek kerja sama dengan Octa Grup…" Jawab tetua ke 3 menjelaskan kepada Viky.
"Jika seperti itu maka aku rasa Keluarga Try tidak memenuhi syarat untuk bisa berkerja sama dengan Octa Grup… jadi untuk masalah kerja sama antara keluarga Try dan Octa Grup, aku rasa harus ada revisi ulang…" Jawab Viky menanggapi pernyataan dari tetua ke 3.
"Memangnya kamu siapa berani berkata seperti itu…?" Jawab tetua ke 3 dengan nada yang tinggi.
"Siapa aku…? apa kamu yakin tidak tahu siapa aku…? lantas dari mana datangnya kontrak kerja yang keluarga Try dapatkan…" Jawab Viky dengan nada sedikit bercanda.
"Aku… aku sendiri yang pergi ke Octa Grup untuk menandatangani kontrak kerjanya…" Sahut Yu Jin, dengan nada yang tinggi juga, walau pun dia sambil menahan rasa sakit akibat di pukul Zemi tadi.
"Oh kamu yang pergi ke sana… apa ada sesuatu yang kamu lupakan…?" Ucap Viky bertanya dengan melihat ke arah Zemi.
"Ada yang kamu lupakan dan hal itu adalah suatu kesalahan yang sangat fatal… karena jika kamu pergi ke Octa Grup untuk menandatangani sebuah kontrak dengan membawa nama keluarga Try, harusnya kamu mengatakan kepada orang-orang dari keluarga Try… bahwa siapa pun yang berkerja sama dengan Octa Grup, di saat kontrak kerjanya masih berlaku, maka, Octa Grup akan menganggapnya sebagai satu keluarga… dan hal itu pun di jelaskan dengan sangat jelas di bagian akhir setiap kontak kerja sama yang di lakukan…" Jawab Viky menjelaskan kesalahan apa yang di lakukan oleh Yu Jin.
Yu Jin hanya terdiam tidak menjawab pernyataan dari Viky, karena apa yang Viky katakan adalah benar, dia karena sangat bahagia mendapatkan kontak kerja tersebut, sampai melupakan apa yang di katakan pihak Octa Grup saat selesai menandatangani kontaknya.
"Aku tidak akan terlalu ikut campur dengan masalah keluarga Try… yang jelas adalah apa yang tetua ke 3 lakukan tadi sangat membuat malu Octa Grup dan hal itu sangat bertentangan dengan prinsip baru dari Octa Grup yang sekarang…" Jawab Viky dengan nada yang sedikit kesal, karena sikap tetua ke 3 tadi.
"Kenapa kamu tahu begitu banyak tentang Octa Grup… dan kamu juga dengan seenaknya mengatakan bahwa aku melakukan kesalahan yang fatal… memangnya siapa kamu bagi Octa Grup dengan seenaknya berkata seperti itu…? perlu kamu tahu bahwa setiap kontrak kerja jika sudah di tanda tangani oleh ke 2 belah pihak maka tidak akan bisa di revisi lagi, karena ke dua belah pihak sudah setuju dengan semua yang ada di dalam kontrak tersebut…" Ucap Yu Jin dengan nada yang marah, namun dia bermaksud menutupi kesalahannya dan mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Aku adalah orang yang mempunyai Octa Grup…" Jawab Viky dengan nada yang tinggi serta aura pembunuh yang keluar dari tubuhnya, karena dia sangat kesal kepada Yu Jin.
"Jika aku memutuskan bahwa kontrak kerja antara keluarga Try dan Octa Grup harus di Revisi, maka tidak akan ada yang berani membantahnya… aku tidak akan merevisi sebuah kontrak kerja jika tidak kesalahan yang di lakukan… dan kesalahan tersebut terletak pada kamu, jadi Octa Grup bebas melakukan apa pun dengan kontrak kerja tersebut, bahkan menggagalkan kontrak kerja tersebut pun bukan sesuatu yang sulit…. aku paling benci dengan orang yang sudah melakukan kesalahan tapi tidak mau mengakui kesalahan yang di lakukan nya…" Lanjut Viky berkata.
__ADS_1
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1