
Kesepakatan
"Kalau kamu memang sudah bisa mengendarai mobil… kamu pakai saja mobil ini untuk pergi ke cara reuni kamu… jadi aku tidak perlu repot-repot untuk mengantar kamu, dan aku juga bisa mengobrol dengan santai di sini bersama dengan buna…" Ucap Viky sambil menyodorkan kunci mobilnya ke arah Salsa.
"Tidak mau… aku takut ketika aku mengendarai mobil kamu, nanti ada orang dari tempat peminjaman mobil menghentikan aku dan mengambil mobilnya, nanti aku sendiri yang malu di hadapan teman-teman aku…" Jawab Salsa menolak dan juga memberikan alasannya kepada Viky, sambil menyodorkan kembali kunci mobil yang Viky berikan kepadanya.
"Kamu tenang saja, aku jamin tidak akan ada yang menghentikan kamu untuk mengambil mobilnya…" Jawab kembali Viky, yang mana dia sudah paham maksud dari penolakan Salsa, yaitu bahwa Salsa tidak bisa mengendarai mobil, bukan karena takut ada yang mengambil mobil.
"Tidak mau… jika kamu di sini, nanti tidak ada yang membayarkan tagihan aku, karena acara reuni sekarang, harus bayar masing-masing dari apa yang di pesan nanti…" Jawab Salsa yang memberikan alasan lain, untuk menolak tawaran dari Viky, untuk mengendarai mobil sendiri.
"Kan ada pacar kamu nanti yang membayarkan tagihannya… kenapa jadi harus aku yang membayarnya… aku rasa gajih yang dia terima dari Widya Grup juga tidak sedikit, apa lagi pacar kamu adalah seorang manajer, jadi hanya mengeluarkan sedikit uang receh untuk membayar tagihan makan kamu nanti, tidak akan masalah…" Jawab Viky dengan sedikit bercanda.
"Itu pun jika pacar aku tidak sibuk dan bisa datang… jika dia sibuk dan tidak datang, nanti aku sendiri yang repot, karena ibu hanya memberikan aku sedikit uang jajan… kalau ada kamu, kan kamu bisa langsung membayarnya… dan hal ini juga bersangkutan dengan syarat terakhir dari aku, bahwa kamu harus memberikan uang jajan yang cukup untuk aku…" Jawab Salsa.
"Kalau untuk masalah itu… kamu bisa membawa kartu bank aku… kamu bebas membelikan apa saja yang kamu mau… termasuk baju yang akan kamu pakai nanti pergi ke acara reuni sekolah kamu…" Jawab Viky kembali sambil mengeluarkan sebuah kartu Bank Titaniumnya, namun bukan kartu Red Diamond, karena jika Viky memberikan kartu tersebut, maka Salsa bisa saja di amankan oleh tempat dimana Salsa menggunakan kartu tersebut.
"Tidak mau… pokoknya kamu harus mengantar aku… hanya untuk berjaga-jaga jika di dalam kartu bank kamu ini tidak ada uangnya, maka kamu sendiri yang harus menanggungnya… aku tidak mau menanggung malu karena tidak bisa membayar nantinya…" Jawab Salsa yang tetap masih menolak, dan berpikir bahwa kartu bank yang di berikan oleh Viky tidak ada uangnya, jika orang lain yang mengerti masalah kartu bank, mungkin Salsa sudah di pukul karena menolak untuk dengan bebas menggunakan kartu bank Titanium.
"Baiklah… jika itu yang kamu mau… sekalian aku juga ingin bertemu dengan pacar kamu… hanya untuk memastikan saja, bahwa pacar kamu itu layak atau tidak untuk bersama dengan kamu…" Jawab Viky, yang mana dia tidak mau menggoda Salsa lagi, karena dari awal kata-kata Salsa, Viky sudah tahu bahwa Salsa tidak bisa mengendarai mobil.
"Ok… kalau begitu, aku akan mandi dan bersiap-siap dulu…" Jawab Salsa dengan berdiri dari kursinya.
"Tidak perlu… kamu cukup mandi saja, untuk masalah bajunya, nanti kita beli di jalan sebelum kamu pergi ke tempat acara reuninya…" Jawab Viky, yang mana dia mempunyai niat untuk bisa lebih dekat dan lebih mengenal Salsa.
"Baiklah… tapi aku tidak mau baju yang murah…" Jawab Salsa kembali sebelum dia pergi.
Belum sempat Viky menjawab perkataan dari Salsa, Salsa sudah berjalan pergi dari meja makan, menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri.
"Viky… maafkan atas sikap Salsa yang tidak sopan seperti itu… dulu dia tidak seperti ini, hanya saja setelah ayahnya meninggal, sikapnya berubah drastis…" Ucap Buna setelah Salsa pergi, buna dari awal selalu ingin melarang Salsa untuk berbicara lebih kepada Viky, namun dia tidak di berikan kesempatan baik oleh Salsa atau pun Viky.
"Tidak apa buna, buna tidak perlu memikirkan hal itu… lagian, kita juga adalah satu keluarga… jadi sudah semestinya kita saling memahami satu sama lain… dan aku rasa sikap Salsa masih dalam batas wajar… serta aku juga tidak merasa terganggu dengan sikap Salsa…" Jawab Viky yang mana dia tidak mempermasalahkan atas sikap Salsa, namun di pikiran Viky, pasti kematian ayah dari Salsa tidaklah normal, oleh karena itu sikap Salsa jadi berubah, jika kematian ayahnya normal, maka Salsa juga tidak akan merubah sikapnya, namun yang menjadi masalah bagi Viky, bukan karena sikap Salsa tapi dengan kematian dari ayah Salsa, tapi Viky tidak menanyakan hal itu kepada buna, karena untuk menjaga perasaan buna sendiri.
__ADS_1
"Tapi tetap saja, buna merasa tidak enak kepada kamu… buna sudah sering memberitahu dia, namun. dia tidak pernah mau mendengarkan buna, dan tetap pada apa yang menurut dia benar, walau pun hal itu belum tentu benar…" Jawab buna, dengan nada yang sedikit lemas dan juga sedikit mengeluh kepada Viky, atas sikap Salsa.
"Sudahlah buna, tidak perlu di bahas lagi… yang pasti aku lebih suka orang yang seperti Salsa, yang tidak menyembunyikan karakter aslinya…" Jawab Viky, kemudian dia mengalihkan pembicaraan di antara mereka, agar buna tidak merasa bersalah lagi atas sikap Salsa, walau pun bagi Viky tidak menjadi masalah.
……
Ketika Viky tengah asik mengobrol santai dengan buna, Salsa berjalan menuju ke arah meja, setelah dia selesai membersihkan badannya.
"Ayo kita berangkat sekarang…" Ucap Salsa, setelah berada di dekat meja, mengajak Viky untuk pergi dari sana sekarang.
"Tunggu dulu… kita belum mencapai kesepakatan…" Ucap Viky dengan santainya, dengan posisi masih duduk di kursi meja makan.
"Iya… iya… jika kamu bisa memenuhi semua syarat dari aku, aku mau tinggal bersama dengan kamu…" Jawab Salsa dengan nada yang lemas, karena di pikirannya Viky tidak akan bisa untuk memenuhi semua syarat yang dia berikan, oleh karena itu dia sedikit malas untuk menjawab hal itu.
"Baiklah… kalau begitu, kamu berjanji terlebih dulu kepada buna… bahwa kamu akan ikut buna, untuk tinggal bersama dengan aku… karena jika kamu berjanji kepada aku, kamu bisa saja mengingkarinya…" Jawab Viky, yang mana dia mempunyai niat lain atas apa yang dia katakan kepada Salsa.
"Baiklah… Mamah aku berjanji akan ikut bersama Mamah tinggal di mana pun…" Jawab Salsa dengan berbalik melihat ke arah buna, atau mamah dari Salsa, ketika melihat ke arah Mamahnya, raut wajah serta nada dari Salsa berubah lembut.
"Sudah… jadi apa bisa kita pergi sekarang…" Ucap Salsa dengan berbalik melihat ke arah Viky, dengan raut wajah serta nada yang kembali berubah seperti semula.
"Baiklah… kamu pergi saja dulu dan tunggu aku di mobil… aku ada sesuatu yang ingin aku katakan terlebih dulu kepada buna…" Jawab Viky.
"Ok… tapi jangan terlalu lama, aku paling tidak suka jika harus menunggu lama…" Jawab Salsa, kemudian dia berbalik dan pergi dari sana.
"Buna… buna tenang saja, aku akan sedikit mengarahkan Salsa untuk menjadi yang lebih baik. walau pun aku tidak bisa dan tidak janji untuk merubah sikap Salsa yang seperti ini, karna bagaimana pun hanya Salsa lah yang dapat merubah sikapnya sendiri…" Ucap Viky setelah Salsa pergi dari sana.
"Terima kasih banyak Viky… buna titipkan Salsa kepada kamu… dan buna juga berharap banyak kepada kamu, untuk bisa mengarahkan Salsa untuk menjadi yang lebih baik, dan hal itu juga sudah lebih dari cukup… serta terima kasih untuk kamu yang mau merepotkan diri untuk mengurusi masalah Salsa…" Jawab Buna.
"Buna tidak perlu sungkan seperti itu… sudah aku bilang bahwa kita adalah satu keluarga, jadi sudah semestinya kita saling mengarahkan satu sama lain untuk menjadi sosok yang lebih baik lagi dari sebelumnya… baiklah, kalau begitu aku ijin pergi terlebih dulu, untuk mengantar Salsa membeli baju dan mengantarnya pergi ke acara reuni… " Jawab Viky, dan di kalimat terakhir dia menutup pembicaraannya dengan meminta ijin untuk pergi dari sana.
"Yah… kamu berhati-hatilah, utamakan keselamatan dalam mengemudikan mobil, jangan terlalu kencang mengendarainya… perlahan tapi pasti dan juga selamat sampai tujuan…" Jawab buna dengan memberikan sebuah perhatian dan juga mengingatkan Viky untuk berhati-hati dalam berkendara,
__ADS_1
"Iya… buna tenang saja aku tidak akan terlalu kencang dalam mengemudi…" Jawab Viky, kemudian dia berdiri dari kursinya, dan di ikuti oleh buna.
"Ayo buna antar kamu ke depan…" Ucap buna setelah dia berdiri, kemudian Viky dan buna pun berjalan bersama menuju pintu keluar.
#Maaf author lupa, bawah sekarang sudah awal bulan, mungkin besok atau lusa author akan up lebih, terima kasih 🙏
...***************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1