Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 389 Menunggu 2 jam tidak ada Hasil


__ADS_3

Menunggu 2 Jam tidak ada Hasil


Cukup lama Viky menunggu di kursi dekat meja kasir, dan dia juga cukup kesal lama menunggu.


"Ketika aku mengantar Ibu, Lisa dan juga Rere untuk membeli baju tidak selama ini… sebenarnya apa sih yang terjadi… jangan-jangan…" Ucap Viky dalam hati sambil melihat jam tangannya, yang menunjukkan waktu sudah 2 jam lebih dia menunggu di sana, dan sempat terlintas sedikit di pikirannya, oleh karena itu di berdiri dan hendak pergi untuk menemui Salsa.


Namun ketika Viky berbalik, dan akan melangkah pergi, dari arah dalam toko tersebut, Salsa sudah berada tidak jauh dari tempat Viky berdiri dan sedang berjalan menuju ke arahnya, dan raut wajah si pelayan yang berjalan di belakangnya terlihat kusut.


"Kamu mau kemana…?" Ucap Salsa bertanya setelah dia berada cukup dengan dengan Viky.


"Mau kemana…? mau mencari kamu lah… memangnya mau kemana lagi… sudah 2 jam aku menunggu kamu… apa kamu sudah selesai memilih bajunya…?" Jawab Viky, dengan nada yang sedikit kesal, namun bukan kesal karena marah tapi kesal karena pertanyaan dari Salsa yang tidak pas untuk di tanyakan.


"Sudah… tadi aku melihat beberapa baju, hanya saja tidak ada satu pun yang aku suka…" Jawab Salsa dengan santai.


"Selama 2 jam lebih kamu memilih baju, tidak ada 1 pun baju yang mau kamu beli…" Jawab Viky, dengan nada yang sedikit lebih kesal lagi, karena sudah cape-cape menunggu lama, namun tidak ada hasil sama sekali.


"Sebenarnya ada sih beberapa baju yang aku suka dan aku juga tadi sempat melihat-lihat baju yang cocok untuk mamah… hanya saja setelah aku melihat harganya, aku rasa tidak cocok untuk aku…" Jawab Salsa dengan menundukkan kepalanya, karena dia merasa tidak enak kepada Viky, yang sudah membuatnya menunggu lama.


"Kan tadi sudah aku bilang, kamu jangan memikirkan masalah pembayarannya, kamu cukup memilih baju yang kamu suka dan bawa ke sini…" Jawab Viky.


"Sekarang, ganti baju kamu dengan gaun yang ada di depan… jangan berkomentar dan lakukan apa yang aku suruh…" lanjut Viky berkata, dan di kalimat terakhir nadanya sedikit di tekankan karena Salsa ingin mengeluarkan kata-kata, dan Viky hentikan karena dia tidak mau berkompromi lagi, karena waktunya sudah terbuang sia-sia oleh Salsa.


"Dan untuk kamu… tolong kamu ambilkan baju yang dia suka tadi, dan buatkan tagihannya sekarang juga… kalau bisa kamu urus saja total tagihannya terlebih dulu, karena aku tidak punya banyak waktu lagi…" Ucap Viky memberikan perintah kepada si pelayan.


"Baik tuan… kalau begitu saya akan mengurusnya dengan cepat…" Jawab si pelayan dengan raut wajah yang terlihat bahagia dan juga dengan nada yang penuh semangat, kemudian dia berbalik untuk mengambil bandrol baju yang di suka oleh Salsa tadi, karena dia juga yakin bahwa pelanggan yang seperti Viky tidak akan membawa semua bajunya sekarang, dan meminta pihak toko untuk mengantar ke rumah atau ke tempat kerja, dan hal itu juga sudah sering terjadi di tokonya.


Si pelayan pun pergi meninggalkan Viky, di ikuti oleh Salsa yang terlihat raut wajahnya yang sedikit rumit, karen dia baru pertama kalinya menghadapi posisi yang seperti ini.

__ADS_1


Kemudian Viky pun kembali duduk di kursi yang ada di dekat meja kasir, setelah Salsa dan si pelayan pergi dari sana.


"Ternyata benar apa yang aku takutkan… coba saja kalau ada Rere atau Lisa, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini…" Ucap Viky dalam hati dengan menarik napas lemas, sambil duduk kembali di kursi awal dia duduk, untuk menunggu kembalinya Salsa dan si pelayan.


5 menit telah berlalu Viky menunggu Salsa dan juga si pelayan.


"Maaf tuan… ini total tagihan yang harus di bayarkan, jumlahnya 30 juta, di tambah dengan gaun yang di depan, 10 juta, jadi total tagihannya adalah 40 juta… mau di bayar Cash atau di debit…?" Ucap si pelayan dengan sopan dan menyodorkan selembar kertas tagihan yang harus di bayar.


"Kamu gesek saja untuk pembayarannya karena aku juga tidak bawa uang cash sebesar itu… dan untuk bajunya bisa tolong kamu diantarkan ke Widya Grup…" Jawab Viky dengan memberikan kartu banknya kepada si pelayan.


"Baik tuan… mohon untuk di tunggu sebenar yah… saya akan memproses pembayarannya, dan untuk masalah bajunya, bisa nanti kita prosen pengantar langsung ke tempat tuan…"Jawab si pelayan sambil mengambil kartu bank dari Viky, tanpa berpikir dan berkata hal lain, walau pun sebenarnya ada pertanyaan yang sedikit terlintas di pikirannya, namun dia tidak menanyakan hal itu, karena bagi dia sudah cukup jelas dengan identitas yang di miliki, dengan kata Widya Grup, walau pun belum jelas status di Widya Grup sebagai apa.


"Oh iya… dimana Salsa…? kenapa dia tidak kembali bersama dengan kamu…?" Ucap Viky bertanya, ketika si pelayan hendak berbalik dan pergi dari sana untuk mengurus semua prosesnya.


"Untuk Nona Salsa… tadi dia masih berada di dekat ruang ganti baju… katanya dia tidak percaya diri memakai gaun tersebut…" Jawab Si pelayan dengan sopan, sambil menunjuk ke arah ruang ganti baju.


"Baiklah… kalau begitu, aku akan ke sana pergi menemuinya… kamu urus saja semuanya terlebih dulu… jika sudah selesai, kamu bisa cari aku di sini atau di dekat ruangan ganti baju…" Jawab Viky dengan berdiri, dan berbalik badan untuk pergi ke ruangan tempat berganti baju.


"Kenapa…? apa kamu tidak suka dengan gaun yang kamu pakai itu…?" Ucap Viky bertanya setelah berada di dekat Salsa, dan kata-kata Viky barusan sedikit mengagetkan Salsa yang tengah memperhatikan gaun yang dia kenakan di cermin.


"Gaun ini sangat bagus, dan aku juga menyukainya… akan tetapi aku kurang percaya diri mengenakan gaun ini… yang pertama karena baju ini terlalu feminim, dan yang ke 2 gaun ini juga terlalu mewah untuk aku pakai sekarang… mungkin gaun seperti ini bisa aku pakai ketika aku menghadiri sebuah acara pernikahan, atau acara besar-besar lainnya…" Jawab Salsa dengan berbalik melihat ke arah Viky.


"Memang apa yang kamu katakan adalah benar… baju yang seperti ini, bisa di pakai ketika menghadiri sebuah acara besar, akan tetapi itu adalah dulu, dan berbeda untuk sekarang… mungkin kamu akan merasa sedikit kurang nyaman di awal, akan tetapi nanti juga kamu akan terbiasa untuk mengenakan baju yang seperti ini, dan perlu kamu tahu, bahwa aku juga tidak akan melarang kamu untuk memakai baju yang biasa kamu pakai, dan yang membuat kamu merasa nyaman… akan tetapi cobalah untuk membuat perubahan sedikit demi sedikit, agar kamu terlihat lebih cantik lagi, dan juga lebih feminim lagi sebagai seorang perempuan…" Jawab Viky menjelaskan kepada Salsa, karena bagaimana pun pakaian yang di pakai oleh Salsa sebelumnya, bisa di bilang adalah pakaian yang hampir mirip seperti laki-laki, yaitu dengan celana Jens panjang juga baju kaos santai.


"Iya aku juga tahu… tapi kan tadi kamu bilang cukup pakai baju seadaanya saja… jadi yah seperti itulah baju yang aku pakai…" Jawab Salsa yang mana pikirannya adalah bahwa tujuannya membeli baju sekarang adalah untuk pergi ke acara reuni sekolahnya, bukan karena ada hal lain, dan hanya hal itu pun yang dia tahu.


"Yah sudah… kalau begitu kita pergi sekarang, karena ada beberapa hal yang harus aku lakukan sebelum mengantar kamu ke acara reuni nanti malam…" Jawab Viky dengan mengalihkan pembicaraan, yang mana dia tidak mau memperpanjang pembicaraannya dengan Salsa tentang urusan baju, dan dia juga langsung berbalik badan dan melangkah pergi dari sana.

__ADS_1


"Memang kita mau pergi kemana…?" Ucap Salsa bertanya sambil berjalan mengikuti Viky.


"Nanti juga kamu akan tahu kita akan pergi kemana… kamu cukup ikuti saja kemana aku pergi…" Jawab Viky dengan terus berjalan menuju ke arah meja kasir untuk mengambil kartu bank yang dia berikan kepada si pelayan wanita tadi.


Salsa pun tidak mengatakan apa pun lagi, dan hanya berjalan mengikuti Viky karena dia juga bingung harus bertanya apa lagi kepada Viky, dan dia juga takut Viky akan marah lagi seperti sebelumnya di saat dia tidak melakukan apa yang Viky katakan saat mengambil baju yang di sukai.


...***************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2