Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 64 Jalan-jalan


__ADS_3

Jalan-jalan


Setelah Viky keluar dari kamar Aldo, Viky memesan sebuah kamar untuk dia beristirahat.


Di pagi hari, Viky sudah bersiap akan turun ke lobi hotel untuk sarapan, ketika di lift hotel hand phone Viky bergetar, Viky mengambil hand phone dari sakunya, terlihat di layar hand phone sebuah panggilan masuk dari Citra Epson.


Viky mengernyitkan alisnya melihat layar hand phone, "Untuk apa perempuan ini menelpon sepagi buta begini…" Gumam Viky.


"Viky… aku sudah di beri ijin keluar dari rumah oleh ayahku… tapi aku bingung bagaimana caranya untuk memenuhi keinginan kamu…" Ucap Citra setelah telpon tersambung.


"Yah itu terserah kamu, mau bagaimana caranya untuk memenuhi kesepakatan kita dulu… aku sudah membereskan semua masalah kamu, sekarang semua keputusan berada di tangan kamu, mau aku berbicara jujur kepada pemilik mobil atau kamu memenuhi kesepakatan kita…" Ucap Viky dengan santai dan sedikit mengancam kepada Citra.


"Bagaimana kalau kamu yang menyiapkan tempatnya dan akan aku mempersiapkan sebuah kejutan untuk kamu, aku yakin kamu akan menyukai dengan kejutan yang aku siapkan…" Ucap Citra di balik telpon, saat berkata demikian entah kenapa wajah Citra berumah merah.


"Heemmm… kalau tempatnya tidak di Siren Country apa kamu masih akan memberi kejutan yang sama kepada aku…" Tanya Viky kepada Citra.


"Aku masih akan memberikan kejutan kepada kamu, tapi kejutan yang akan kamu dapat tidak akan sebesar jika kamu menyiapkan tempat di Siren Country, dan…" di akhir kalimat Citra menghentikan kata-katanya, dia ragu apa dia akan mengucapkannya atau tidak.


"Dan… apa…?" Tanya Viky penasaran.


"Tidak… tidak… kamu bisa menjemput aku besok malam jam 8 jangan telat atau semuanya gagal… dadah, sampai jumpa besok malam…" Ucap Citra mengalihkan pembicaraan dan dengan buru-buru dia menutup telpon sebelum Viky berkata hal lain, dia bersikap begitu karena dia takut keceplosan lagi.


"Yah sudah lah terserah kamu saja…" Ucap Viky setelah panggilan terputus, dan ketika Viky hendak memasukkan handphonenya ada sebuah pesan masuk dari Citra.


"Semakin tinggi kelas ruangan yang kamu pesan di Siren Country, semakin besar juga kejutan yang akan kamu dapatkan…" Itulah isi pesan dari Citra, Viky mengernyitkan alisnya melihat pesan setelah melihat pesan dari Citra.


"Baiklah… akan aku ikuti permainan kamu, dan aku ingin tahu apa yang akan kamu lakukan jika ruangan yang aku siapkan adalah ruangan tertinggi yang berada di Siren Country…" Gumam Viky dengan senyum khasnya.


Di saat ini Viky sudah sampai di loby hotel untuk sarapan pagi, dia melihat sekeliling untuk mencari ibu serta adiknya, beberapa saat di mencari akhirnya Viky menemukan Ibu serta adiknya di sebuah meja yang berada di sudut ruangan lobi hotel, Viky berjalan ke arah dimana Ibu dan adiknya berada.


"Ibu… Lisa…" Ucap Viky menyapa setelah berada di meja yang mana di tempati oleh Ibu serta adiknya.


"Nak… kamu kemana saja ibu sangat mengkhawatirkan kamu…" Jawab Ibu Viky.


"Benar Kakak… kami sangat mengkhawatirkan kakak…" Timpal Lisa.

__ADS_1


"Aku sangat sibuk… Ada beberapa urusan yang harus aku kerjakan akhir-akhir ini… dan aku juga sudah membeli rumah baru untuk kita tinggal… mungkin besok kita bisa pindah ke rumah baru kita…" Ucap Viky.


"Nak bagaimana tetang masalah Dacheng, kamu tidak mendapatkan masalah yang serius kan…" Tanya Ibu Viky, menatap ke arah Viky dengan wajah khawatir.


"Iya kak bagaimana tetang masalah itu…?" Timpal Lisa yang penasaran.


"Masalah itu sudah beres… aku menghubungi pihak Divisi perang agar membantu aku menyelesaikan masalahnya…tapi ada sesuatu yang berada di luar kendali aku, entah keluarga Handoko atau Dacheng menyinggung orang besar seperti apa, di malam kejadian semua orang keluarga Handoko, menghilang tanpa tersisa…" Ucap Viky menjelaskan, walau dia tidak bisa menceritakan hal yang sebenarnya.


"Bagaimana dengan teman Lisa yang dulu dia pergi untuk mencari informasi, apa dia baik-baik saja…? Tanya Ibu Viky kembali.


"Aku tidak dapat menemukan orang tersebut, dan aku berharap dia baik-baik saja…" Jawab Viky dengan lemas.


"Ibu… Lisa aku hari ini tidak ada urusan, jadi bagaimana kalau kita jalan-jalan dan ada seseorang yang akan aku kenalkan kepada kalian berdua…" Lanjut Viky mengalihkan pembicaraan.


"Siapa yang akan kak kenalkan kepada kita…? apa dia calon kakak ipar ku…?" Tanya Lisa dengan bersemangat.


"Kamu akan mengetahuinya nanti… dan kamu ajak juga Aldo untuk menemani kita berjalan-jalan…" Jawab Viky.


Setelah kalimat terakhir terucap wajah Lisa berumah memerah, Viky menyadari perubahan wajah Lisa, dan mengerti arti dari perubahan tersebut.


Sebelum pergi Viky memerintahkan Aldo untuk menjemput Rere dan membawanya ke pusat perbelanjaan Kota Taraka.


Viky, Ratna dan Lisa, mereka bertiga berjalan-jalan di perbelanjaan pusat Kota Taraka atau bisa di singkat Mall, sambil menunggu Aldo dan Rere datang.


Beberapa saat kemudian Aldo dan Rere datang, kemudian Viky memperkenalkan Rere kepada Ibu serta Adiknya.


Mereka berlima sekarang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, serta membeli beberapa baju dan membeli beberapa perlengkapan untuk seorang wanita seperti Tas, sepatu dan lain-lain.


Awalnya Rere menolak di belikan baju, tas dan juga sepatu oleh Viky, tapi dia di paksa oleh Lisa untuk tidak menolaknya, dan akhirnya Rere mau tidak mau harus menerima itu semua karena dia melihat Lisa yang terus memaksanya.


Viky tersenyum bahagia melihat Lisa dan Rere sudah sangat dekat walau hanya beberapa menit yang lalu bertemu.


Aldo pun tidak luput dari perhatian Viky, Viky melihat Aldo sesekali mencuri pandang kepada Lisa, walau Aldo masih malu-malu untuk mengungkapkan isi hatinya kepada Lisa tapi dari sikap Aldo sedikit demi sedikit sudah mewakili semuanya.


Dan untuk Lisa pun, dia tidak menolak akan perhatian yang Aldo berikan kepadanya, semua yang Viky harapkan dapat berjalan dengan lancar.

__ADS_1


Setelah cukup lama mereka berlima berjalan-jalan, dan hari pun sudah menunjukan siang hari yang mana perut sudah merasakan lapar, dan memang waktunya untuk makan siang.


"Kak… aku sudah lelah, dan perutku juga sudah lapar, bagaimana kalau kita mencari tempat untuk makan siang…" Rengek Lisa kepada Viky.


"Baiklah kita cari tempat makan yang enak… kamu bisa tanya kepada Rere tempat makan yang enak dan berada tidak jauh dari sini dimana…" Jawab Viky dengan lembut dan tatapan yang penuh kasih sayang kepada Adiknya.


Setelah mendengar jawaban dari Viky, Lisa pergi ke Rere dan mengajaknya untuk mencari tempat makan.


Tidak lama Lisa dan Rere berjalan dia menemukan sebuh tempat makan di dalam pusat perbelanjaan tersebut. tidak salah jika nama tempat tersebut, di sebut pusat perbelanjaan Kota Taraka, karena tempat tersebut sangatlah lengkap, tidak ada barang yang tidak di jual di sana, baik itu dari barang yang biasa atau barang mewah sekali pun, semuanya ada.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2