Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 371 Berperan Penting


__ADS_3

Berperan Penting


Viky mengendarai mobil dari Keluarga Latimore pergi meninggalkan kediaman Keluarga Latimore, dengan buna atau ibu pengasuhnya.


Ketika di dalam mobil mereka ber 2 tidak ada yang berkata satu pun, karena Viky bingung harus mulai menjelaskan dari mana kepada ibu pengasuhnya itu, dan ibu pengasuhnya juga merasa canggung jika harus bertanya-tanya tentang kehidupan Viky setelah tragedi dulu.


Cukup jauh Viky mengendarai mobilnya pergi meninggalkan kediaman Keluarga Latimore, akhirnya dia melihat tempat yang menurut dia cocok untuk bisa mengobrol sambil melepas rindu dengan ibu pengasuhnya, kemudian Viky berbelok dan masuk ke wilayah tempat tersebut. dan tempat yang Viky tuju adalah sebuah restoran yang cukup mewah, dan juga elegan.


"Buna… ayo kita makan dulu, aku sudah lapar…" Ucap Viky dengan melihat ke arah ibu pengasuhnya, dengan niat mengajak ibu pengasuhnya turun dari dalam mobil, setelah dia selesai memarkirkan mobilnya.


"Viky… apa tidak berlebihan kita makan di tempat ini… yang aku tahu dari orang-orang bahwa tempat ini adalah tempat makan yang sangat mahal… di saat kita dulu masih berada di Klan Xian, memang tempat ini tidak akan kita lihat sebagai tempat makan, namun berbeda dengan cerita yang sekarang, yang mana kita sudah berbeda tempat dan juga waktu…" Jawab Ibu pengasuh Viky, sambil melihat ke arah bangunan restoran yang terlihat sangat besar dan juga sangat megah, namun kata-katanya belum selesai, sudah di potong oleh Viky.


"Buna… buna tidak perlu memikirkan tentang harganya… mungkin jika beberapa tahun kebelakang aku pun pasti berpikiran hal yang sama seperti buna… tapi…" Ucap Viky memotong kata-kata dari ibu pengasuhnya, namun dia menghentikan kata-katanya karena melihat raut wajah ibu pengasuhnya yang terlihat sangat bingung.


"Sudahlah buna… Nanti akan aku jelaskan semuanya di dalam kepada buna, agar buna tidak kebingungan seperti ini…" Ucap Viky kembali dan dia kemudian turun dari dalam mobilnya, sambil berpikir dia akan bercerita dari yang mana terlebih dulu kepada ibu pengasuhnya.


Ibu pengasuh Viky pun hanya bisa mengikuti Viky turun dari dalam mobil tanpa berkata apa pun, kemudian mereka ber 2 berjalan menuju ke arah pintu masuk, ketika mereka ber 2 berjalan menuju ke arah pintu masuk, semua orang yang berada di sana melihat ke arah Viky dan juga ibu pengasuh Viky, dengan tatapan yang menghina, Viky menyadari tatapan semua orang yang tertuju kepada mereka ber 2, namun Viky tidak memperdulikan hal itu, karena baginya tidak penting mengurus hal seperti itu, karena bagi Viky yang terpenting sekarang adalah orang yang sedang bersama dia saat ini, karena orang yang bersama Viky saat ini adalah salah satu orang yang berperan penting dalam kehidupan Viky.


Ketika Viky akan masuk ke dalam restoran tersebut, Viky di hentikan oleh penjaga keamanan yang sedang bertugas di pintu masuk.

__ADS_1


"Maaf tuan… restoran kami memiliki standar kelayakan tamu yang datang, demi kenyamanan semua orang yang datang ke sini… dan juga agar tidak menurunkan kualitas dari restoran sendiri…" Ucap penjaga keamanan dengan sopan sambil sedikit tersenyum kepada Viky.


"Standar kelayakan tamu yang seperti apa yang restoran ini tetapkan…?" Ucap Viky bertanya, namun nadanya sedikit terdengar nada yang bercanda dan tidak terlalu menanggapi perkataan dari si penjaga keamanan tersebut, karena Viky menyadari bahwa sikap sopan dari penjaga keamanan tersebut adalah palsu, Karena Viky bisa menyadarinya dari sorot mata yang terpancar dari si penjaga, yang tidak bisa membohongi Viky.


"Maaf tuan… kalau untuk tuan tidak ada masalah, namun untuk orang yang berada di samping tuan… bukan aku bermaksud merendahkan, akan tetapi semua ini sudah menjadi peraturan yang ada di restoran ini, jika aku tidak menegurnya maka aku bisa kena tegus oleh manajer, bahkan aku bisa saja di berhentikan dari pekerjaan ini jika tidak menjalankan prosedur yang ada…" Jawab si penjaga keamanan tersebut dengan nada yang masih sopan, karena dia melihat baju yang Viky kenakan cukup rapih, dan hal itu juga dia lakukan karena memang tugas dia harus seperti itu, bersikap sopan kepada siapa


"Jadi apa yang harus aku lakukan jika aku tetap ingin masuk dan makan di sini bersama dengan buna…?" Ucap Viky dengan sedikit serius karena mau bagaimana pun orang yang berada di depannya hanya menjalankan tugas yang di perintahkan, oleh karena itu Viky tidak mau mempermasalahkan hal lain, dan meminta jalan keluarnya.


"Untuk saran dari aku, mungkin tuan bisa membuka ruangan VVIP… tapi aku tidak bisa memutuskan hal itu… jika tuan berkenan untuk menunggu sebentar, aku akan pergi ke ruangan manajer dan membicarakan hal ini… karena untuk membuka ruangan VVIP ada prosedur yang harus di lakukan…" Jawab si penjaga keamanan memberikan solusi.


"Aku tahu pasti ada prosedur yang harus di lakukan… namun hal itu hanyalah sebuah administrasi, aku hanya ingin menggunakannya sekali saja hari ini… tidak perlu semua fasilitas VVIP di keluarkan, cukup dengan ruangan pribadi dan makanan yang biasa, serta agar aku dan buna bisa masuk dan makan di si…" Belum sempat Viky menyelesaikan kata-katanya yang terakhir dari arah samping seorang pria muda memotong kata-kata Viky.


"Jaka… tidak perlu kamu repot-repot pergi ke ruangan kakak dan membicarakan hal ini… kamu akan sia-sia datang ke sana karena kakak tidak ada di ruangannya, dia sedang melakukan rapat dadakan, tidak perlu aku jelaskan pun kamu pasti tahu tentang berita yang tersebar dan sedang hangat di bicarakan oleh semua orang, lebih baik kamu usir saja gembel ini dari sini, aku yakin mereka tidak akan mampu hanya untuk membuka ruangan VVIP… apa lagi untuk membayar makanan di ruang VVIP…" Sontak semua orang yang sedang berada di sana melihat ke arah sumber suara tersebut, baik yang masih berada di luar restoran atau orang yang sudah berada di dalam restoran, karena apa yang di katakan oleh pemuda tersebut cukup keras, apa lagi di kalimat terakhir, entah karena jarak dari pintu masuk dengan saat dia berdiri atau memang dengan sengaja agar semua orang mendengarnya, dan nama penjaga keamanan tersebut adalah jaka.


"Tuan Ji song…" Ucap si penjaga keamanan menyapa pria muda tersebut setelah dia tahu siapa yang berbicara tersebut, yang bernama Ji Song, pemuda tersebut berjalan menghampiri Viky dengan menggandeng seorang wanita di sampingnya, dan menatap ke arah Viky dan ibu pengasihnya dengan tatapan yang jijik.


...***************...


Terima kasih sudah membaca :

__ADS_1


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2