Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 386 Salsa Yang Tidak Mau Kalah


__ADS_3

Salsa Yang Tidak Mau Kalah


"Tidak perlu… Nanti saja kamu antar aku pergi ke acara reuni jika pacar aku tidak bisa menjemput aku…" Jawab Salsa dengan berbalik berjalan pergi meninggalkan Viky menuju ke rumahnya, namun raut wajahnya tidak bisa membohongi Viky, bahwa raut wajah Salsa menunjukkan sebuah kebahagian, bahagia entah karena apa, tapi mungkin karena dia bisa pamer kepada teman-temannya di saat dia datang ke acara reuni nanti, yaitu datang dengan mobil mewah, walau pun mobil tersebut entah dari mana datangnya.


"He… he… he… akhirnya aku ada celah untuk membuat kamu mau tinggal bersama dengan aku di kota Taraka…" Ucap Viky dengan pelan dan juga tersenyum ke arah punggung Salsa yang berjalan pergi masuk ke dalam rumah.


Kemudian setelah Viky menutup pintu serta mengunci mobilnya, dia pun berjalan ke arah rumah yang mana Salsa masuk ke dalam rumah tersebut.


Ketika Viky masuk ke dalam rumah tersebut dia sedikit tercengang melihat pemandangan isi rumah tersebut, yang mana di dalamnya kosong, tidak ada kursi tamu, atau pun sebuah televisi.


Viky berjalan masuk lebih dalam lagi, dia melihat sepintas dari celah pintu, bahwa di dalamnya hanya terdapat sebuah tempat tidur dengan berukuran kecil mungkin sekitar 2 meter x 1,5 meter, dan bukan hanya itu, tempat tidur tersebut juga sudah bisa di bilang tidak layak untuk di pakai, atau sudah rusak parah, walau pun masih bisa di pakai jika di paksakan.


"Jibsen… kamu bilang bahwa ini adalah tempat yang layak…? lantas bagaimana menurut kamu kondisi yang tidak layaknya…?" Ucap Viky dengan pelan namun terdengar dari dananya Viky sangat marah sekali kepada Jibsen dan Viky juga melihat ke arah celah pintu dengan sorot mata yang tajam, mungkin jika ada jibsen di sana, entah apa yang akan terjadi kepada Jibsen.


"Viky, kenapa kamu berdiri di sana… mari ikut buna ke dapur, semua makanan yang buna masak sudah buna siapkan di meja makan… Salsa juga sudah berada di sana…" Ucap buna, dari arah belakang tubuh Viky, dan kata-kata dari buna tersebut menyadarkan Viky dari kemarahannya.


"Tidak apa-apa buna… aku hanya sedikit melihat-lihat saja, lagian jika aku langsung masuk ke dalam juga tidak enak…" Jawab Viky dengan berbalik melihat ke arah buna, dengan raut wajah serta sorot mata yang kembali seperti semua di saat dia tadi berbicara dengan Salsa.


"Tidak enak bagaimana… kamu juga adalah anak buna, jadi otomatis rumah ini juga adalah rumah kamu, oleh karena itu kamu juga tidak perlu sungkan…" Jawab buna, dengan tersenyum lembut ke arah Viky, serta sorot mata yang penuh kasih sayang.


Viky hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dan pergi mengikuti buna masuk lebih dalam ke rumah tersebut, atau lebih tepatnya ke arah dapur.


Di dapur, terlihat ada sebuh meja makan, yang berukuran kecil, yang hanya muat untuk 4 sampai 5 orang saja, akan tetapi walau pun meja makan tersebut berukuran kecil, tapi di atasnya sudah penuh dengan berbagai macam masakan.


Dan di meja tersebut juga Salsa sudah berada di sana sambil menikmati makanan yang sudah di sediakan di atas meja.


"Salsa… jangan kamu habiskan semua makanannya… Mamah memasuk semua makanan ini untuk Viky…" Ucap buna dengan nada yang sedikit marah, namun kemarahan buna tersebut bukan karena makanan yang di makan oleh Salsa tapi karena Salsa sudah makan terlebih dulu tanpa menunggu Viky.


"Aku hanya makan sedikit saja, setengah dari semua makanan yang ada di sini juga tidak… lagian siapa sih orang ini, kenapa Mamah mengistimewakan dia, sampai-sampai mamah marah aku makan makanan ini, dan mamah juga tidak bisanya masak makanan yang begitu banyak seperti ini…" Jawab Salsa dengan nada yang marah juga, sambil menunjuk ke arah Viky.


"Salsa jaga sikap kamu… mamah tidak pernah mengajari kamu untuk bersikap tidak sopan seperti itu… perlu kamu tahu bahwa Viky ini adalah…" Ucap buna dengan nada yang sedikit tinggi lagi dari pada sebelumnya, namun kata-katanya tersebut dia hentikan karena melihat Viky yang berjalan menuju ke arah meja.

__ADS_1


"Kamu ingin tahu siapa aku… baiklah akan aku beritahu kamu, aku ini adalah anak pertama dari buna bukan orang yang seperti kamu pikirkan yang akan di jodohkan dengan kamu… jadi mulai dari sekarang, kamu harus memanggil aku dengan sebutan kakak…" Ucap Viky setelah berada di dekat meja, dan saling berhadapan dengan Salsa.


Salsa tidak menjawab perkataan dari Viky, namun dia menatap ke arah mamahnya dengan tatapan serta raut wajah yang bingung, dan juga meminta penjelasan.


"Aku tahu kamu pasti bingung, tapi semua ada penjelasannya… aku akan ceritakan sedikit kepada kamu, jika kamu meminta aku menceritakan semuanya, mungkin tidak akan bisa selesai hanya dalam waktu satu hari… dan aku juga akan menceritakannya kepada kamu sambil kita makan, karena aku sudah sangat lapar sekali, dan juga sudah tidak sabar ingin menikmati makanan yang di masak oleh buna…" Ucap Viky sambil duduk di kursi yang ada di hadapan Salsa.


Ketika Viky berkata seperti itu, buna juga berjalan ke arah meja, dan duduk berbarengan bersama dengan Viky, namun raut wajahnya sedikit bingung, tapi bukan bingung karena hal lain, hanya saja bingung, karena Viky dan Salsa sudah terlihat sedikit lebih akrab, dan di pikirannya berpikir entah apa yang sudah terjadi dan pembicaraan apa yang sudah di bicarakan di antar mereka.


Kemudian Viky mulai bercerita kepada Salsa tentang hubungan dia dengan buna dari awal, hanga saja ada beberapa hal yang tidak Viky ceritakan semuanya, bahkan ada juga cerita yang dengan sengaja Viky berbohong, hal itu dia lakukan demi kebaikan Salsa.


"Oleh karena itu, aku mengajak buna untuk bisa tinggal bersama dengan aku, tapi buna menolaknya, karena semua keputusan berada di kamu… jika kamu mau, buna juga mau, jika kamu tidak mau, aku juga tidak bisa memaksa buna untuk bisa tinggal bersama dengan aku, sekarang semua keputusannya berada di tangan kamu…" Ucap Viky mengakhiri ceritanya, dan dia kalimat terakhir, Viky secara tidak langsung memberikan pertanyaan kepada Salsa.


"Jadi seperti itu… pantas saja tadi, ketika berada di luar kamu memaksa aku untuk bisa tinggal bersama dengan kamu… kalau kamu tadi menceritakan semuanya, aku juga tidak akan bersikap jutek sama kamu… tapi untuk masalah aku mau tinggal bersama dengan kamu atau tidak… aku akan jawab mau, tapi dengan beberapa syarat…" Jawab Salsa, dengan tatapan wajah yang serius menatap ke arah Viky, dan dia juga menghentikan makannya terlebih dulu.


"Syarat apa…? katakan saja, jika aku mampu aku akan melaksanakan semua syarat kamu…" Jawab Viky, yang mana dia juga menghentikan makannya dan bersikap sedikit lebih serius lagi.


Mereka ber 2 saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang serius, dan tidak memperdulikan buna yang mana raut wajahnya yang bercampur aduk antara kesal kepada Salsa dan juga merasa tidak enak kepada Viky atas sikap Salsa.


"Baiklah… Syarat yang pertama, sudah jelas, bahwa rumah kamu harus lebih bagus dari pada rumah ini, walau pun tidak mewah juga tidak apa-apa…" Ucap Salsa memulai kembali pembicaraan dengan memberitahukan kepada Viky syarat pertamanya.


"Baik… syarat selanjutnya adalah, aku tidak mau di kekang, aku itu orang yang suka hidup dengan bebas… kapan pun aku mau pergi, kamu tidak boleh melarangnya…" Ucap Salsa kembali dengan mengatakan syarat ke 2.


"Ok… syarat selanjutnya…?" Ucap Viky bertanya kembali, dengan tersenyum penuh kebahagian, karena mau bagaimana pun ibu pengasuhnya tidak bisa menolak tawaran untuk tinggal bersama dengan Viky lagi.


"Aku ingin, kamu membelikan sebuah mobil untuk aku sekarang karena aku juga sudah lelah jika ingin pergi kemana-mana harus naik taksi atau angkutan umum lainnya… jika melihat dari mobil yang ada di depan tadi, aku rasa kamu pasti tidak akan keberatan bukan dengan aku meminta sebuah mobil kepada kamu…" Lanjut Salsa mengatakan syarat selanjutnya, namun dia kalimat terakhir dia sambil tersenyum seperti menyimpan suatu niat tersembunyi.


"Apa sudah selesai, atau masih ada syarat lain…?" Jawab Viky kembali dengan santainya menanggapi perkataan dari Salsa.


"Yang terakhir… aku ingin uang jajan yang cukup… kalau bisa tidak ada batas maksimalnya dalam 1 bulan…" Ucap Salsa kembali dengan raut wajah yang sedikit kesal, karena melihat raut wajah Viky yang terlihat sangat santai menanggapi perkataannya, seolah-olah Viky sedang mempermainkannya.


"Baik… kalau begitu, aku akan menjawab syarat pertama kamu, untuk masalah rumah, sudah jelas kondisi dari rumahnya akan lebih bagus dari rumah ini… dan untuk masalah mewah, biar kamu nanti yang akan menilainya setelah kamu melihat rumahnya…" Jawab Viky.

__ADS_1


"Dan untuk syarat yang ke 2, perlu kamu tahu bahwa aku juga punya adik perempuan, yang mungkin umurnya sama seperti kamu, aku tidak pernah melarang adikku untuk pergi kemana pun dan jam berapa pun, tapi dengan syarat… mungkin nanti kamu bisa tanya sendiri secara langsung kepada adikku tentang syaratnya…" Lanjut Viky menanggapi syarat ke 2 dari Salsa.


"Dan untuk masalah mobil… aku bisa saja membelikan mobil apa pun yang kamu mau, tapi tidak untuk jangka waktu yang dekat, karena ada beberapa alasan kenapa aku tidak membelikan mobil untuk kamu…" Lanjut Viky menanggapi syarat ke 3 dari Salsa.


"Apa alasannya kamu tidak bisa membelikan aku mobil…? apa karena uang kamu tidak cukup untuk membelikan aku mobil sekarang…? oleh karena itu kamu membuat sedikit alasan yang tidak jelas seperti itu untuk mengulur waktu… dan nantinya aku mau tidak mau, harus tinggal di rumah kamu tanpa kamu membelikan mobil untuk aku…" Jawab Salsa, dengan nada yang bahagia dan juga penuh kemenangan, karena di pikirannya dia berhasil menolak ajakan dari Viky untuk bisa tinggal bersama dengan Viky.


"Tidak juga… aku tidak berniat untuk mengulur waktu, hanya saja, jika aku membelikan mobil untuk kamu, apa kamu bisa langsung memakainya… aku yakin tidak, yang pertama karen kamu tidak punya surat ijin, yang ke 2 apa kamu sudah bisa mengendarai mobil…?" Jawab Viky, dengan mengatakan alasannya kenapa tidak mau membelikan mobil untuk Salsa sekarang.


"Memang aku tidak mempunyai surat ijin mengemudi karena setiap aku akan berpergian kemana pun, aku selalu naik kendaraan umun, tapi bukan berarti aku tidak bisa mengendarai sebuah mobil… dan untuk masalah surat ijin, sebenarnya bisa di urus dalam 1 hari, dan bisa selesai pada hari itu juga, aku tidak pernah mengurus surat ijin mengemudi karena aku berpikir tidak akan berguna, dan juga karena aku tidak mempunyai mobil…" Jawab Salsa yang mana dia tidak mau kalah menghadapi alasan yang Viky buat.


...***************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2