
Pertempuran Akhir
"Serang…"
Teriak salah seorang dari dalam barisan memberikan perintah setelah melihat pedang Viky mengarah ke depan, seketika itu juga semua orang-orang Viky yang berbaris dengan rapih, berada sekitar satu langkah di belakang Viky, mereka semua mengeluarkan aura serta energi mereka masing-masing dengan maksimal sesuai tingkat kekuatan mereka dan berlari ke arah depan atau ke arah musuh, yang mana pihak lawan juga sudah berbaris dengan rapih di depan barak mereka.
Aldo, Eagle dan yang lainnya yang berdiri tepat di samping Viky, mereka semua tidak segera ikut berlari ke arah depan, melainkan menunggu Viky berjalan lebih dulu.
"Baiklah… permainan ini berlaku untuk kalian semua juga… jadi bergegaslah maju, untuk mendapatkan banyak musuh yang bisa kalian kalahkan…" Ucap Viky dengan melihat ke arah Vanteko Ma, Dadan Ling, Dewi dan juga ke 5 orang lainnya, dan tanpa menunggu jawaban dari ke 8 orang tersebut Viky berlari ke arah depan, karena dia sudah melihat bahwa Fast juga sudah bersiap di barisan depan.
"Tring…"
"Tring…"
"Sreet…"
"Srert…"
"Aaaa…"
"Aaaa…"
Dalam hitungan detik setelah Viky mengarahkan pedangnya ke arah depan, seketika itu juga terdengar suara benturan dari satu pedang dengan pedang yang lain serta sebuah teriakkan kesakitan akibat tersayat oleh pedang atau terkena tebasan yang bukan di bagian fatal, karena yang terkena tebasan pada bagian fatal seketika itu juga langsung mati dan tidak bisa berteriak.
Viky dan ke 12 orang lainnya maju dari arah belakang ke tangah-tengah medan pertempuran, mereka semua melesat seperti sebuah anak panah yang di tembakan tanpa ada hambatan yang berarti, karena setiap musuh yang menghalangi, sebelum mereka mau menyerang, kepala mereka sudah terlepas dari tubuh mereka mungkin tanpa mereka sadari, karena setiap serangan dari Viky dan 12 orang tersebut sangat cepat dan mengarah pada leher.
__ADS_1
"Menyebar dan bantu yang lain… aku akan mencari Fast serta orang-orang kepercayaannya dan akan membuat perhitungan dengan mereka…" Ucap Viky setelah berada di tengah-tengah medan pertempuran, memberikan perintah kepada ke 12 orang yang berlari bersama dia.
Setelah mendengar perintah dari Viky, ke 12 orang tersebut dengan seketika berlari dan menyebar ke berbagai arah untuk membantu yang lainnya berhadapan dengan musuh dan juga untuk mengumpulkan jumlah musuh yang di kalahkan untuk memenangkan permainan kecil dari Viky, setiap langkah yang mereka lakukan, 3 atau 4 musuh yang mereka lewati bisa mereka tebas dengan pedang mereka, bahkan ada juga yang mengalahkan musuh lebih dari itu, karena cara mereka mengalahkan musuh bukan hanya menggunakan pedang saja melainkan dengan pukulan yang memakai energi dari kekuatan yang di miliki.
Saat ini Viky berjalan dengan sedikit lebih cepat dari kebiasaan orang berjalan, ke arah barak musuh untuk mencari keberadaan Fast, mungkin Viky terlihat hanya berjalan saja, tapi melihat jejak Viky berjalan, banyak musuh yang tergeletak tanpa kepala di bekas jejak kaki Viky berjalan, mungkin karena serangan yang Viky lakukan sangat cepat.
Viky terus berjalan dengan santai menerobos ke arah depan dan sudah hampir mendekati barak musuh yang sudah hancur, untuk mencari Fast dan orang-orang kepercayaannya, namun entah sudah berapa puluh musuh yang sudah di kalahkan, bahkan mungkin sudah mencapai angka ratusan, namun dia tetap tidak bisa menemukan Fast atau salah satu orang kepercayaan dari Fast, karena saat ini terlalu begitu banyak orang yang berada di sana, baik itu orang dari pihak Viky atau orang dari pihak Fast.
"Dimana kalian semua… apa kalian sudah mati di bunuh oleh orang-orang ku…? jika itu terjadi, aku terlalu berharap besar kepada kalian… dan hal itu terlalu bagus untuk kalian dapatkan…" Gumam Viky sambil melihat sekeliling, dengan nada yang kecewa dan juga sangat kesal karena dia tidak dapat menemukan Fast atau salah satu dari orang-orang kepercayaan dari Fast, setelah dia berada cukup dekat ke barak Fast.
"Baiklah… aku berharap kamu masih hidup dan melihat ke arah keributan besar yang akan aku lakukan… jika kamu seorang pemimpin, kamu pasti akan berlari ke arahku… dan mau berhadapan secara langsung dengan aku…" Lanjut Viky berkata sendiri, kemudian dia mengeluarkan aura pembunuh pada tingkat maksimal Lord Jendral nya, karena selama ini dia belum mengeluarkan auranya pada tingkat maksimal.
Namun yang Viky keluarkan hanya auranya saja, bukan energi yang dia miliki, karena jika energinya yang dia keluarkan maka dengan seketika baik itu orang-orang dari pihak Fast atau orang-orang dari pihak dia yang berada pada radius 10 meter bahkan mungkin bisa lebih akan mati seketika karena tekanan dan juga lonjakan dari energi Viky.
Tanpa ada yang memberikan isyarat, setelah melihat aura yang menjulang tinggi ke langit, mereka sudah tahu apa arti dari isyarat tersebut, oleh karena itu semua orang-orang dari pihak Viky yang berada di dekat tanda tersebut segera menjauh dan mencari jarak aman, dari tempat aura tersebut terpancar.
"Sudah di mulai… baiklah, aku juga akan memulainya sekarang…" Ucap Aldo, Eagle, Cheetah dan juga Jaguar di tempat mereka masing berdiri secara bersamaan dan mereka ber 3 pun melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan oleh Viky, dan semua orang yang berada di dekat mereka pun segera menjauh dari sana, seketika itu juga bisa terlihat 4 titik aura pembunuh yang menjulang tinggi ke langit, mengikuti aura pembunuh dari Viky, namun aura yang Viky keluarkan terlihat lebih pekat dan juga lebih kuat dari ke 4 titik yang menyusul dari tempat yang berbeda.
Akan tetapi yang mengerti tanda tersebut hanyalah orang-orang dari pasukan Magnium saja, untuk Vanteko Ma, Dewi, Dadan Ling serta ke 5 orang lainnya dan juga orang-orang dari Divisi perang mereka hanya melihat ke arah aura yang terpancar tersebut tanpa pergi menjauh dan berada pada jarak aman, namun orang-orang dari pasukan Magnium yang melihat bahwa ada orang-orang dari pihak mereka yang hanya berdiri dan terus bertarung melawan musuh, mereka semua tahu bahwa orang-orang yang masih diam di tempat adalah orang-orang yang baru saja bergabung dengan pasukan Magnium dan belum mengerti arti dari tanda tersebut oleh karena itu orang-orang dari pasukan Magnium memberitahukan kepada mereka semua agar segera menjauh ke jarak aman.
Vanteko Ma, Dewi, Dadan Ling dan juga orang-orang dari Divisi perang, dari tempat mereka masing-masing berdiri mereka juga pergi dan mengikuti ajakan dari orang-orang pasukan Magnium untuk pergi ke jarak aman.
Kejadian tersebut hanya berlangsung beberapa detik dan saat ini semua orang-orang dari pihak Viky sudah berada pada jarak yang aman untuk mereka, dan ke 5 aura yang menjulang tinggi ke langit seketika juga menghilang.
Ketika aura tersebut masih terlihat, baik itu suara benturan dari pedang atau teriakan dari orang yang terkena tebasan pedang seketika berkurang, karena hampir sebagian dari pihak Viky segera berlari menjauh dan tidak menghiraukan lagi musuh yang ada di dekat mereka.
__ADS_1
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1