
Menyentuh orang yang tidak boleh di sentuh
Kembali ke beberapa menit sebelumnya.
Di saat tetua ke 3 selesai berkata, Nayla dan Aqila, raut wajah mereka ber 2 terlihat sangat rumit.
"Rere apa Viky bisa membantu kita semua untuk menyelesaikan masalah ini…?" Ucap Aqila bertanya kepada Rere.
"Aqila, apa kamu tadi tidak dengar, tetua ke 3 sudah menggunakan nama Octa Grup tapi Zemi tidak menganggapnya… yang aku tahu bahwa Viky, hanya mempunyai relasi terhadap Octa Grup saja, tidak ada yang lain…" Ucap Nayla menjawab pertanyaan dari Aqila, yang mana bahwa Nayla tahunya Viky hanya mempunyai relasi terhadap Octa Grup.
"Aku tidak tahu dia mau membantu kita atau tidak, karena dia itu tipe orang yang suka berbuat semua dia… jadi kalau dia tidak mau membantu kita, maka kita tidak bisa memaksa dia, lagian sebelum aku ke sini aku sudah memperingatkan dia untuk tidak berbuat yang aneh-aneh…" Jawab Rere dengan nada yang sedikit pasrah, karena dia juga sangat bingung harus berbuat apa.
"Kenapa kamu melarang Viky untuk berbuat sesuatu… jika kamu tidak melarangnya… mungkin ada kesempatan untuk kita dapat terlepas dari masalah ini…" Jawab Aqil, yang sedikit menyalahkan Rere, karena di pikirannya Viky pasti mempunyai relasi lain, selain dari Octa Grup.
"Kamu lihat saja dia saat ini… dia masih dengan santai menikmati anggur dan memakan Barbeque… tanpa memperdulikan kita yang sedang menghadapi masalah besar ini…" Jawab Rere dengan menunjuk ke arah Viky.
Nayla dan Aqila juga melihat ke arah Viky, dan memang apa yang Rere katakan adalah benar, bahwa Viky masih dengan santai menikmati anggur dan Barbeque tanpa memperdulikan apa yang terjadi saat ini.
"Rere… apa kamu sudah yakin akan menikah dengan pria seperti dia… bukan aku bermaksud memperkeruh hubungan kalian… tapi kamu juga bisa menilai sendiri, bahwa dia tidak peduli dengan kamu di saat kamu sedang menghadapi sebuah masalah…" Ucap Nayla, yang sedikit meragukan Viky, ragu terhadap kepedulian Viky kepada Rere.
"Aku yang hampir tiap jam bersama dia saja, masih belum bisa membaca jalan pikirannya serta apa yang mau di lakukan dan yang tidak mau dia lakukan, apa lagi kalian yang hanya baru mengenal dia dan bertemu dengan dia beberapa kali…" Jawab Rere dengan nada lemas, serta raut wajah yang bingung melihat ke arah Viky.
Mendengar kata-Kata dari Nayla pikiran Rere saat ini menjadi sangat kacau sekali, banyak pikiran-pikiran aneh yang muncul di kepadanya karena apa yang di katakan Nayla adalah benar, dia akan menikah dengan orang yang belum dia kenal sepenuhnya, dan pendiriannya untuk menikah dengan Viky sedikit terguncang.
__ADS_1
Di saat Rere melamun, tanpa dia sadari sebuah tangan menuju ke arahnya, dalam waktu persekian detik mata Rere melihat ke orang yang mengulurkan tangannya dan berharap bahwa tangan tersebut adalah tangan Viky yang akan melindunginya, namun ekpektasi tidak sesuai kenyataan, tangan tersebut ternyata bukan tangan Viky, melainkan tangan orang lain, sontak seketika itu juga raut wajah Rere langsung berubah.
Di saat tangan tersebut akan menyentuk pipi Rere dengan jarang yang hanya sekitar 5 jari saja.
"Siuut…"
"Praak…" terdengar suara sebuah benda yang membelah udara sekitar dengan kecepatan yang sangat cepat bisa di bilang kecepatan benda tersebut hampir bahkan lebih cepat dari sebuah peluru yang di lontarkan dari sebuah senapan dan benda tersebut tepat mengenali wajah orang yang akan memegang wajah Rere, dan orang tersebut tersungkur ke atas pasir.
Rere sangat kaget melihat apa yang terjadi di depan matanya, dan dia juga tidak tahu benda apa yang mengenai wajah orang tersebut, dan siapa yang melemparnya, namun terpikirkan satu nama di kepalanya.
Rere melihat ke arah orang yang tergeletak di lantai, dan hal aneh pun terjadi, wajah orang tersebut berlumuran darah dan bisa sedikit terlihat di sekitar wajah yang luka ada cairan seperti anggur dan juga di samping kepala orang tersebut ada sebuah gelas namun gelas tersebut tidak pecah.
Di saat Rere melihat ke arah orang tersebut, suasana di sana pun menjadi sangat hening, hanya terdengar suara deburan ombak saja, dan suara jeritan dari para wanita pun tidak terdengar lagi, serta semua orang yang ada di sana terdiam mematung, karena mereka semua tidak tahu apa yang terjadi saat ini.
Terdengar sebuah suara yang sangat berat dari arah pojok tempat pesta tersebut, dan semua orang dengan serempak melihat ke arah sumber suara tersebut, termasuk Try Rasya dan orang-orang yang berada di sekitarnya.
"Ka…kamu… siapa kamu…? berani memperlakukan hal seperti ini kepada aku, apa kamu tahu siapa aku…" Ucap Zemi dengan mengambil posisi duduk dan memegang kepadanya yang terasa sakit dan mengeluarkan darah.
"Siapa aku…? kamu tidak memenuhi syarat untuk dapat mengetahui siapa aku… kamu hanyalah cecunguk kecil dari jutaan cecunguk yang ada di dunia ini… bahkan tuan kamu pun belum tentu memenuhi syarat untuk mengetahui siapa aku…" Jawab Viky dengan nada dingin serta berdiri dan berjalan ke arah Rere, dan menatap tajam ke arah Zemi.
"Kamu melakukan hal ini kepada aku, aku masih bisa terima dan kamu juga masih akan bisa hidup walau pun dengan keadaan cacat, tapi kamu berani menghina tuan Prasetyo… kamu akan merasakan bahwa mati akan lebih baik bagi kamu dari pada harus menanggung sebuh penderitaan yang akan tuan Prasetyo berikan kepada kamu…" Ucap Zemi dengan nada yang marah serta dia juga mengancam Viky.
"Oh seperti itu yah… aku ingin tahu orang seperti apa tuan Prasetyo itu… yang bisa membuat aku lebih ingin merasa mati dari pada hidup… aku beri kamu waktu 5 menit, untuk bisa mendatangkan tuan Prasetyo kamu itu…" Jawab Viky dengan nada dingin namun tersirat sebuah ejekan dari arti kata-katanya.
__ADS_1
"Baik aku akan menghubungi tuan Prasetyo sekarang, jika tuan Prasetyo sudah datang… kamu jangan menyesali kata-kata sombong kamu barusan…" Jawab Zemi dengan mengeluarkan ponsel dari sakunya, kemudian dia menghubungi sebuah No yang ada di ponselnya, di saat Zemi melakukan panggilan kepada Prasetyo dia juga menekan tombol Load speaker, agar semua orang tahu dengan kemarahan tuan Prasetyo terutama orang yang ada di depannya yang dia tidak tahu namanya.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...