Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 333 Serangan Pertama Dari Viky


__ADS_3

Serangan Pertama Dari Viky


"Kak… boleh aku ikut dengan kakak sebagai Co pilot…" Ucap Vanteko Ma berkata dan menawarkan diri kepada Viky untuk ikut pergi bersama dia… di saat Viky sedang bersiap mengenakan baju anti peluru dan juga selang oksigen, serta helm khusus untuk menaiki sebuah pesawat zet.


"Kepergian aku ini lebih berbahaya lagi dari sebelumnya… karena pihak musuh juga sudah bersiap untuk menyerang balik, namun aku tidak akan melarang kamu… hanya memberikan sedikit peringatan kepada kamu, bahwa bisa saja kita tidak bisa kembali ke sini lagi…" Jawab Viky, dengan berbalik melihat ke arah Vanteko Ma, namun dia tidak menolak tawaran dari Vanteko Ma, hanya memberitahukan kepada Vanteko Ma atas resiko yang akan terjadi.


"Tidak masalah kak… di dalam sebuah peperangan, sebuah kematian adalah hal yang biasa, dan juga tidak ada tempat yang aman di medan perang, semua tempat adalah tempat yang berbahaya, tidak ada tempat yang akan untuk berdiam diri… dan aku juga datang ke sini untuk berperang bukan untuk melihat orang lain berperang…" Jawab Vanteko Ma dengan nada yang penuh semangat, dan dia juga sudah membulatkan tekadnya untuk ikut berperang sebelum dia pergi ke sana.


"Baiklah… kamu persiapkan diri kamu sekarang…" Jawab Viky dengan memerintahkan Vanteko Ma untuk segera bersiap, karena untuk mengendarai sebuah pesawat zet membutuhkan pakaian khusus, baik itu untuk pilot atau untuk Co pilot, dan Viky juga tidak ragu untuk mengajak Vanteko Ma, walau pun Viky juga yakin bahwa Vanteko Ma tidak bisa menjadi Co pilot, apa lagi mengendarai sebuah pesawat zet, karena Vanteko Ma tidak berasal dari Divisi perang oleh karena itu Viky berniat agar Vanteko Ma bisa belajar mengendarai sebuah pesawat Zet, dengan melihatnya di kursi Co pilot.


Sebenarnya dengan Viky sendiri pun sudah cukup tapi karena Viky memiliki niat lain, jadi dia mengajak Vanteko Ma… Eagle, dan ke 3 pilar yang ada di sana, mereka semua hanya bisa melihat Vanteko Ma yang sedang bersiap mengenakan baju khusus tanpa berkata menawarkan diri kepada Viky untuk menemani Viky terbang, karena mereka tahu bahwa Viky pasti memiliki sebuah rencana, karena mereka juga yakin bahwa Vanteko Ma tidak memiliki kemampuan untuk menjadi Co pilot… dan untuk Viky dia hanya mengenakan baju anti peluru dan selang oksigen saja.


Setelah Vanteko Ma selesai mengenakan baju khusunya, dia dan Viky naik ke atas pesawat zet tersebut dan semua orang segera menjauh dari sana, untuk memberikan ruang agar pesawat Viky bisa terbang dan juga agar mereka tidak terbawa oleh pembuangan angin dari mesin pesawat zet.


"Suuut…" setelah menerima aba-aba dari orang yang berdiri di ujung jalan pesawat… pesawat yang Viky kemudikan melaju dengan kecepatan penuh di atas jalan yang di buat sementara untuk menerbangkan pesawat zet, dan di bantu juga oleh alat pendorong di bagian roda. dengan perhitungan sekian detik pesawat zet yang Viky kemudikan berhasil mengudara.


Tanpa aba-aba Viky menekan sebuah tombol. "Suut…" dan salah satu roket yang berada di sayap pesawat pun meluncur menuju ke arah barak musuh.


"Serangan dari musuh…" teriak salah seorang dari barak musuh, memberikan peringatan bahwa ada sebuah serangan menuju ke arah mereka, dan alarm tanda bahaya pun di bunyikan, dan semua orang pergi ke posisi masing-masing untuk bersiap menghalau atau pun membalas serangan.


"Sebuah roket… cepat tembakan perlu anti roket…" teriak yang lain, yang menyadari bawah serangan tersebut adalah sebuah roket, dan memerintahkan yang lain untuk menembakan peluru anti roket, agar roket tersebut meledak di langit sebelum mengenai terget.


"Boom…" roket yang Viky tembakan meledak sebelum mengenai sasaran karena pihak musuh menembakkan peluru anti roket.


"Roket ke dua datang…" teriak orang yang berbeda dan di tempat yang berbeda pula, karena Viky menembakan roket ke dua di tempat yang berbeda.

__ADS_1


"Tembakan peluru anti roket…" Teriak yang lain dengan memberikan perintah yang sama untuk menghalau serangan dari Viky, dan serangan ke 2 dari Viky pun berhasil di halau oleh pihak musuh.


"Serang balik dengan Rudal pencari panas…" Ucap salah satu bawahan langsung dari Fast, memberikan perintah untuk menyerang balik, dengan memakai sebuah radio komunikasi.


Setelah terdengar perintah dari salah satu bawahan Fast tersebut kemudian 3 rudal di tembakan, dan sasarannya adalah pesawat zet Viky yang sedang terbang bebas di atas barak musuh.


"Teko… ketika rudalnya sudah mendekat, tekan tombol kuning yang berada di sebelah kiri kamu, untuk menyebar peluru anti rudal pencari panas…" Ucap Viky memberikan perintah kepada Vanteko Ma melalui radio yang ada di dalam pesawat.


"Baik kak…" Jawab Vanteko Ma dengan membuka sebuah tutup yang berwarna bening yang menghalangi sebuah tombol berwarna kuning, sambil melihat ke arah belakang untuk memastikan kapan dia harus memencet tombol tersebut.


Sekarang pesawat zet Viky telah di ikuti oleh 3 rudal pencari panas, yang mana rudal tersebut terus mengikuti kemana arah Viky terbang.


Rudal yang pertama di tembakan, saat ini berada paling dekat dengan pesawat Viky, dan peringatan dari mesin otomatis yang ada di pesawat Viky pun berbunyi, menandakan bahwa rudal tersebut sudah berada di jarak yang tidak aman dan terlalu dekat dengan pesawat Viky.


"Drud… drud… drud…" setelah Vanteko Ma menekan tombol tersebut, dari bagian belakang pesawat keluar dan tersebar banyak peluru bercahaya. "Boom…" dan rudal tersebut meledak tepat di bagian belakang pesawat zet Viky.


"Hampir saja… jika telat sedikit aku menekan tombolnya, aku sudah mati meledak oleh rudal tersebut…" Gumam Vanteko Ma, dengan sedikit bernapas lega, karena dia sudah bisa lepas dari serangan rudal pertama, namun tadi di saat Viky menyuruhnya menekan tombol tersebut, Vanteko Ma sedikit panik, karena dia baru pertama kalinya naik pesawat zet tempur, dan ada sebuah rudal yang akan siap menghancurkan pesawatnya.


"Teko… kamu liat baik-baik teknik ini, jika kamu bisa mempelajari teknik ini dengan baik dan benar, sebanyak apa pun rudal yang mengejar maka kamu akan bisa selamat dari sudar yang mengejar kamu…" Ucap Viky melalui radio komunikasi, namun tanpa menunggu jawaban dari Vanteko Ma, Viky menerbangkan pesawatnya ke atas dengan kemiringan 90° dan dengan kecepatan maksimal, dan pesawat tersebut melaju menuju ke arah angkasa, setiap detik pesawat zet tersebut pun semakin menjauh dari atas tanah.


"Bersiaplah…" Ucap Viky kembali berkata setelah pesawat zet nya berada di atas ketinggian maksimal, kemudian Viky mematikan mesin pesawat zet tersebut, dan rudal yang tadinya mengejar pesawat Viky, seketika melewati pesawat Viky tanpa meledak karena tidak ada mesin yang menyala, dan pesawat tersebut pun berbalik dan mulai terjun bebas, dengan posisi bagian belakang berada di bawah atau bisa di bilang terjun dengan keadaan pesawat seperti berjalan mundur.


Dengan teknik yang Viky miliki pesawat tersebut bisa berbalik arah, setelah bagian depan berada di bawah, Viky kembali menyalakan mesin pesawatnya dengan bantuan mesin pendorong dan tarikan dari gravitasi bumi pesawat zet Viky terjun dengan kecepatan yang sangat cepat.


Berbarengan dengan mesin pesawat zet Viky menyela rudal yang tadi sempat kehilangan sasaran pun ikut berbalik arah dan kembali mengejar pesawat zet Viky.

__ADS_1


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2