
Kunci Mobil
"Jika kamu berkata jujur sekarang… mungkin aku bisa memaafkan kamu dan melindungi kamu dari orang yang menyuruh kamu untuk diam… tapi jika tidak, kamu tidak akan bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini…" Lanjut Viky berkata dengan mata yang menatap tajam ke arah mata si manajer.
Tubuh si manajer mulai bergetar dan keringat dingin mulai keluar dari punggungnya, setelah mendengar kata-kata dari Viky, dan tatapan yang tajam dari Viky.
"Tapi Tuan…" Jawab Si manajer sedikit ragu-ragu.
"Tapi apa…? soal kerugian akibat dari kerusakan barang nanti, kamu bisa pergi ke Octa Grup untuk menerima kompensasi semuanya…" Jawab Viky dengan tegas.
"Apa kamu tidak mengenal siapa aku… aku adalah Deky dari Octa Grup… semua orang juga tahu siapa aku… dan ini ada Tuan besar dari Octa Grup… jika kamu tidak mau berurusan dengan Octa Grup maka beri tahu kepada kami semua yang kamu tahu…" Ucap Deky dengan nada tinggi kepada si manajer
"Bukan itu Tuan… yang aku takutkan kejadian setelah ini… sasarannya pastilah tempat kami…" Jawab si manajer.
"Oh soal itu… kamu bisa tetang… aku akan mengurus semuanya sampai pada akar-akarnya…" Jawab Viky dengan Dingin.
"Terima kasih Tuan… orang yang berurusan dengan istri tuan, saat ini sedang berada di ruangan No 14 di lantai 2… aku hanya bisa menunjukkan dimana tempatnya saja…" Ucap si manajer memberitahukan kepada Viky di ruangan mana orang yang berurusan dengan Rere tadi.
"Baiklah… kita urus dulu masalah Rere… setelah ini kita selesaikan masalah dengan kamu…" Ucap Viky, melihat ke arah Deky dan berbalik melihat ke arah si manajer.
"Baik Tuan…" Jawab Deky dengan hormat, kemudian Viky berjalan menuju lantai atas, dan di ikuti oleh Deky serta yang lainnya, dengan Rere yang masih memeluk lengan Viky.
Si manajer saat ini dia baru sadar, bahwa Deky sangat menghormati orang yang bertanya tetang keributan yang terjadi di sana.
"Tuan Deky saja sudah sangat di takuti dan di hormati oleh semua orang di Kota Taraka ini… tapi di hadapan dia, Tuan Deky malah menundukkan kepalanya dan berkata dengan sopan dan juga menghormati orang ini… identitas apa yang dia miliki, sampai-sampai orang yang paling di hormati dan di takuti di Kota Taraka bisa tunduk…" Gumam si manajer dengan bergidik ngeri melihat ke arah Viky yang sedang berjalan menuju lantai atas bersama orang-orangnya, namun ada sedikit rasa lega di hatinya, karena dia tadi tidak melakukan kesalahan yang dapat menyinggung Tuan dari Tuan Deky, baik itu dari sikap atau kata-kata yang dia ucapkan.
__ADS_1
Viky berjalan menuju ke atas, lantai 2 dan di ikuti oleh Deky beserta orang-orangnya, tidak sulit untuk Viky dapat menemukan ruangan No 14, dan mereka semua telah sampai di depan pintu ruangan No 14, Viky memberikan isyarat kepada 2 orang bawahannya, dan mereka mengerti dengan isyarat dari Viky, dan segera mendobrak pintu masuk tersebut.
"Brak…" Semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut sangat kaget dengan serempak melihat ke arah pintu masuk, dan 2 di antara mereka dengan sigap langsung berdiri.
Di dalam ruangan, terlihat ada 3 orang laki-laki dan juga 2 orang perempuan, yang tengah asik makan serta minum-minum dengan tertawa ria, tapi tidak untuk 2 orang perempuan yang berada di sana, wajahnya terlihat sangat kusut dan juga tidak menikmati keseruan di dalam ruangan, serta ada satu laki-laki yang tergeletak di lantai dengan bersimbah darah, tidak tahu sudah mati atau masih hidup, karena hampir seluruh tubuhnya tertutupi oleh darah, dan baju yang di kenakan pun sudah berubah menjadi warna merah.
Setelah pintu terbuka, ruangan tersebut menjadi hening, yang mana awalnya mereka semua tertawa bahagia.
"Siapa kamu… berani-beraninya masuk sembarangan dan mengganggu kesenangan kami…" Ucap salah seorang dengan nada tinggi dan menunjuk ke arah Viky, dengan menatap ke arah Viky, dengan tatapan sedikit tajam dan penuh kemarahan.
Viky berjalan masuk ke dalam ruangan tersebut, dan tidak mengindahkan kata-kata dari orang tadi.
"Yang mana orangnya di antara mereka…" Tanya Viky dengan melirik sedikit ke arah samping dan menunjuk ke arah 3 orang yang berada di dalam.
Bawahan Viky pun dengan serempak mereka langsung mengelilingi meja beserta orang-orangnya setelah Viky berada di dalam ruangan, serta aura pembunuh dari masing-masing sudah keluarga dan memenuhi ruangan tersebut, dan ruangan tersebut pun berubah menjadi sangat mencekam.
"Oh Nona yang tadi… apa kalian datang ke sini ingin mengantarkan Nona ini untuk aku… ayo Nona mari duduk sama kakak sini… jangan malu-malu" Ucap seorang pria yang tengah duduk dan melihat ke arah semua orang kemudian berbalik melihat ke arah Rere dengan tatapan yang mesum, serta menepuk-nepuk kursi yang berada di sampingnya.
"Rere… akhirnya kamu kembali… cepat tolong aku…" Ucap salah satu wanita yang tengah duduk di meja, dengan ekspresi berharap dan raut wajah yang terlihat sedikit senang
"Dia orang yang tadi mengambil kunci mobil aku dan wanita yang berada di sampingnya adalah teman aku… serta dia orang yang tadi membantu aku untuk dapat bisa kabur dari sini…" Jawab Rere dengan menunjuk ke arah seorang pria yang tengah duduk dengan ekspresi wajah mesum menatap ke arah Rere, serta menunjuk ke arah wanita yang berada di sampingnya dan terakhir menunjuk ke arah seorang pria yang tergeletak di lantai.
"Aku tidak mengantarkan istriku untuk kamu… tapi aku ingin minta penjelasan dari kamu kenapa kamu mengambil kunci mobil istriku dan ingin menahan dia beserta temannya…" Ucap Viky dengan nada dingin dan menatap tajam ke arah si pria yang tengah duduk dengan santai.
"Oh kunci mobil ini…" Jawab si pria dengan berdiri dan mengeluarkan sebuah kunci mobil dari dalam sakunya, serta sedikit menggoyang-goyangkan kunci mobil tersebut.
__ADS_1
"Kamu tanyakan saja kepada wanita kamu, kenapa aku mengambil kunci mobil ini darinya… aku bisa kembalikan kunci mobil ini… tapi dengan syarat kamu dan semua orang-orang kamu cepat pergi dari sini dan tinggalkan wanita yang berada di samping kamu…" Lanjut si pria tadi berkata.
"Kamu tenang saja, aku tidak akan menyakiti wanita kamu… yang ada aku akan membuat wanita kamu bersenang-senang bersama kami semua…" Lanjut si pria tadi dengan tersenyum dan mata yang mesum melihat ke arah Rere.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...