Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 221 Masa Kecil Viky


__ADS_3

Masa Kecil Viky


Air mata Viky mulai keluar dari matanya, karena mengingat masa-masa indah di saat dia masih kecil, dimana semua orang sangat baik padanya dan juga dia sangat di manja sekali oleh semua orang di dalam keluarga, karena dia adalah cucu laki-laki pertama di dalam keluarga, bukan hanya itu saja, Viky juga adalah seorang anak yang baik hati dan juga terbilang cukup pintar.


Keluarga Viky adalah keluarga kecil yang bahagia, dengan seorang ibu yang baik dan juga ayah yang perhatian, serta seorang kakek yang selalu memanjakannya, walau kakeknya sangat jarang sekali pulang, Viky kecil sangat bahagia sekali menikmati masa kecilnya, apa lagi ketika ibunya memberitahukan kepada Viky bahwa dia akan menjadi seorang kakak.


Kebahagian Viky tidak lepas dari itu, karena setelah mengetahui bahwa dia akan menjadi seorang kakak, malam harinya kakek Viky pulang dan membawakan hadiah yang cukup banyak untuk Viky, kakek Viky yang sangat rindu sekali dengan cucunya, tanpa menganti pakaiannya terlebih dahulu, dia menemani Viky bermain hingga larut malam.


"Viky… sayang… sudah larut malam, kakek juga baru datang, pasti sangat lelah sekali… besok kamu bisa main bersama kakek lagi…" Ucap Ibu Viky mengelus lembut kepala Viky kecil dengan penuh kasih sayang.


"Tidak mau… aku masih ingin main bersama kakek… jika aku tidur, pasti besok kakek sudah tidak ada lagi di sini, dan pergi meninggalkan aku sendirian lagi…" Ucap Viky kecil menolak dengan kesal serta raut wajah cemberut namun masih sangat imut.


"Viky… kamu tidak boleh begitu… dengarkan kata-kata ibu kamu, sekarang sudah sangat larut sekali, kamu harus tidur… kakek tidak akan pergi besok… kakek janji akan menemani Viky bermain seharian… Ayo kakek antar kamu pergi ke kamar tidur kamu…" Jawab Kakek Viky berjanji, dan dia menggendong Viky untuk membawanya ke kamar tidur.


"Kakek… kenapa di pundak kakek ada bintang-bintang seperti ini…?" Ucap Viky kecil bertanya dengan polosnya kepada kakeknya, saat berada di pangkuan kakeknya yang membawa dia berjalan ke kamar.


"Ini adalah sebuah tanda… yang di berikan Divisi perang kepada kakek… karen kakek telah berhasil mengalahkan musuh yang begitu banyak… yang ingin berbuat jahat… dan ini ada penghargaan tertinggi yang di berikan untuk kakek…" Jawab kakek Viky sedikit menjelaskan kepada Viky kecil.


"Berarti kakek adalah seorang pahlawan, yang memberantas kejahatan, seperti di film-film…" Jawab Viky kecil dengan polosnya.


"Yah… mungkin bisa di bilang seperti itu…" Jawab Kakek Viky sedikit bingung harus menjelaskan apa lagi, karena Viky juga masih kecil belum mengerti apa-apa dan juga di dunia nyata sangat jauh berbeda dengan duni film.


"Berapa banyak orang jahat yang kakek kalahkan…? aku juga ingin mendapatkan penghargaan yang sama seperti kakek… mengalahkan banyak orang jahat…" Ucap Viky kecil bertanya kembali dan di kalimat terakhir nadanya penuh dengan semangat yang membara.

__ADS_1


"Sangat banyak… jika kamu menginginkan penghargaan yang sama seperti kakek… hal yang pertama harus kamu lakukan adalah menurut apa kata ibu dan juga ayah kamu, rajin lah belajar dan jangan lupa makan yang banyak agar kamu bisa cepat tumbuh dewasa untuk mengalahkan orang-orang jahat di luar sana…" Ucap Kakek Viky setelah membaringkan Viky di atas tempat tidur dan menyelimuti tubuh Viky dengan selimut.


Setelah mendengar apa yang kakeknya katakan di hati Viky kecil, dia bertekad ingin seperti kakeknya yang seorang pahlawan.


Viky kecil pun tidur di atas kasur yang empuk dan pergi ke alam mimpi, entah apa yang di mimpikan nya hanya Viky sendiri saja yang tahu.


Keesokan paginya, Viky bermain dengan kakeknya dengan penuh gembira, baru setengah hari mereka ber 2 bermain bersama kakek Viky di panggil untuk bertugas kembali, Viky kecil mau tidak mau dia harus merelakan kepergian kakeknya yang pergi bertugas.


9 bulan telah berlalu, akhirnya kakek Viky kembali ke rumahnya, karena saat itu, ibunya Viky melahirkan seorang anak perempuan, Viky saat itu sangat bahagia sekali karena dia mendapatkan seorang adik perempuan dan juga kepulangan kakeknya bertugas di hari yang sama.


1 minggu telah berlalu dari kelahiran adik perempuan Viky… dan Masa-masa kecil Viky yang sangat indah telah hancur dengan suatu insiden dimana pada malam itu, ada sebuah penyerangan terhadap rumah Viky,


Memang kakek Viky adalah orang kuat, walau di bantu oleh orang-orang dari keluarganya tapi karena begitu banyaknya orang yang datang… mereka semua terdesak karena kelelahan terus bertarung dengan banyak orang dan hampir mengalami kekalahan.


Di sisa-sisa tenaga yang terakhir… Kakek Viky demi menyelamatkan Viky dan keluarganya dia rela berkorban nyawa untuk menahan orang-orang yang menyergap ke rumahnya, dan menyuruh ayah Viky untuk segera pergi dari sana membawa Viky, Ratna dan juga adiknya yang masih bayi.


Ayah Viky membawa Viky dan istrinya yang menggendong seorang bayi di pangkuannya, ke sebuah stasiun kereta api, untuk pergi jauh meninggalkan kota tersebut, dan sampailah keluarga Viky di kota Kota Taraka.


Ketika sampai di Kota Taraka, Viky dan keluarganya mengganti nama mereka agar mereka semua tidak bisa di lacak oleh orang yang berada di balik penyerangan tersebut, dan mereka ber 3 berjanji untuk tidak mengungkapkan identitas asli mereka kepada orang lain, bahkan kepada Lisa yang masih bayi.


Bertahun-tahun mereka ber 4 menjalani hidup seperti layaknya kebanyakan orang, sampai pada akhirnya Viky mendapatkan kesempatan untuk masuk ke dalam Divisi perang, untuk meneruskan cita-citanya dulu yang ingin menjadi seperti kakeknya.


Tapi belum juga sampai setengah jalan untuk mencapai cita-citanya… Viky di tugaskan untuk pergi ke medan perang, dan terjadi insiden yang menewaskan semua orang yang di kirim ke medan perang… jika bukan karena keberuntungan dan penyelamatan seorang teman… mungkin saja Viky juga akan tewas di sana, Viky berlari ke arah hutan untuk menyelamatkan dirinya dari kejaran musuh, Viky terus berlari dan berlari, hidup untuk makan, buah-buahan dan juga sesekali menangkap hewan liar.

__ADS_1


Di saat pelarian tersebut Viky bertekad untuk tidak kembali ke Divisi perang sebelum menuntut keadilan kepada orang yang membunuh semua teman-teman seperjuangannya. dan dia juga bertekad untuk membuat sebuah pasukan yang sangat kuat dan sangat di takuti oleh dunia, dan di situlah awal mula terbentuknya pasukan Magnium. dari tekad yang kuat untuk menuntut keadilan.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2