
Bekerja di Balik Layar
"Tuan… tolong ampuni saya tuan… jangan hancurkan pusat energi kekuatan saya tuan… saya akan memberitahukan semua informasi yang tuang ingin kan…" Ucap orang yang menculik Rere akhirnya dia berbicara juga setelah Viky memerintahkan orangnya untuk menghancurkan pusat energinya, dengan memohon dan bersujud membenturkan kepalanya ke tanah.
Untuk orang yang berlatih teknik seni bela diri, lebih baik mati di bunuh dari pada hidup dengan pusat energi yang di hancurkan, karena kehidupan setelah pusat energinya hancur akan sangat menderita karena baik itu musuh atau teman yang pernah di sakiti akan menuntut balas, namun tidak akan sampai membunuh orang tersebut.
"Informasi apa pun…?" Ucap Viky dengan balik bertanya.
"Benar tuan… informasi apa pun yang tuan mau, jika aku tahu maka aku akan mengatakan semuanya…" Jawab orang tersebut tanpa ragu.
"Baiklah… yang pertama, siapa di antara mereka yang ikut menculik Rere bersama kamu…?" Ucap Viky memberikan pertanyaan pertama kepada orang tersebut.
"Orang yang menculik Nyonya, semuanya sudah mati, karena ketika mereka pergi ke sini, aku di perintahkan memasang alat peledak di mobil mereka, dan tidak ada yang selamat dari ledakan mobil tersebut…" Jawab orang yang menculik Rere.
"Pertanyaan ke 2, apa hubungan kalian dengan Cipto Ma dan juga Sarah Neo… apa mereka juga ambil bagian dari penculikan Rere…?" Ucap Viky memberikan pertanyaan ke 2 tetang keterkaitan Cipto Ma dan Juga Sarah Neo.
"Untuk ke 2 orang tersebut, mereka ber 2 tidak ada hubungan apa-apa dengan aku… aku hanya memanfaatkan mereka ber 2 saja, dan untuk mengalihkan perhatian tuan, agar tidak menyadari persiapan kami di sini…" Jawab orang yang menculik Rere, tentang keterkaitan Cipto Ma dan juga sarah Neo dengan mereka.
"Ok… jawaban kamu dari 2 pertanyaan aku, cukup masuk akal, untuk pertanyaan ke 3, apa maksud kalian menculik Rere… dan apa tujuan kalian datang ke sini…?" Ucap Viky dengan memberikan 2 pertanyaan sekaligus, dan untuk pertanyaan awal sebenarnya Viky sudah mengetahui jawaban tersebut, namun dia hanya ingin mencoba saja apa orang yang menculik Rere bisa berkata jujur atau berbohong oleh karena itu Viky di berikan pertanyaan mengenai informasi yang sudah dia ketahui jawabannya, sebelum memberikan pertanyaan yang memang benar-benar Viky tidak tahu jawabannya.
"Untuk maksud dari penculikan tersebut, aku tidak mengetahuinya karena ini rencana dari tuan Fast sendiri, hanya saja tujuan kami dari awal, kami semua hanya di perintahkan secara diam-diam untuk mencari informasi apa yang tuan sedang lakukan di kota kecil, Kota Taraka ini, dan untuk masalah perang kali ini pun sebenarnya, adalah keinginan tuan Fast sendiri, oleh karena itu kami semua tidak mendapatkan bantuan di saat kami semua terdesak dan akan mengalami kekalahan…" Jawab orang yang menculik Rere, memberitahukan tujuan awal dia dan yang lainnya pergi ke Kota Taraka, namun untuk masalah perang dan juga penculikan Rere, bukalah tujuan mereka.
"Selain kalian semua yang ada di sini, apa masih ada orang-orang kalian yang masih bersembunyi di Kota Taraka…?" Ucap Viky dengan memberikan pertanyaan lain kepada orang tersebut.
__ADS_1
"Aku rasa tidak ada tuan… karena tuan Fast, sudah menarik semua orang-orangnya untuk berkumpul di sini dan mempersiapkan diri untuk berperang…" Jawab orang yang menculik Rere, namun kata-kata yang keluar dari dia, terdengar sedikit ragu, entah karena dia tidak mau mengatakan yang sebenarnya atau karena memang dia benar-benar tidak tahu.
"Pertanyaan terakhir, dan menentukan apa kamu bisa pergi dari sini hanya dengan satu tangan saja yang tertinggal atau ke 2 tangan kamu yang tertinggal… Siapa yang memberikan perintah kepada kalian untuk memata-matai aku di sini…? dan kenapa kalian ingin tahu apa yang sedang aku lakukan di sini…" Ucap Viky memberikan pertanyaan terakhir kepada orang tersebut, untuk mengetahui dengan jelas siapa musuh Viky yang sebenarnya.
"Organisasi kami bernama Onitsu dan pemimpin kami bernama Lord Shadow, dan juga organisasi kami sangat jarang muncul di muka umum atau bisa di bilang bahwa kami semua bekerja di balik layar… untuk lebih jelasnya alasan kenapa Lord Shadow mengirim kami semua, aku tidak tahu dengan jelas, namun yang sedikit aku tahu bahwa pasukan Magnium dan Lord Jendral, telah memusnahkan salah satu pilar dari pasukan Onitsu yaitu Divisi Danone King… oleh karena itu Lord Shadow ingin meminta penjelasan kepada Lord Jendral dari pasukan Magnium atas tindakannya tersebut, karena yang aku tahu juga bahwa Divisi Danone King adalah salah satu Divisi terkuat dan juga Divisi yang sengaja di Publikasikan atau sengaja di munculkan di muka umum…" Jawab orang tersebut menjelaskan kepada Viky, tentang apa yang dia tahu atas tujuan mereka semua ada di sini.
"Baiklah… semua jawaban dari kamu cukup memuaskan aku, oleh karena itu, aku akan melepaskan kamu… tapi dengan satu syarat…" Jawab Viky, sambil menganggukkan kepalanya, yang mana dia akhirnya dia tahu siapa musuh yang akan dia hadapi yang sebenarnya. dan juga Viky sedikit tersenyum ke arah orang tersebut.
"Syarat apa tuan…?" Ucap orang tersebut bertanya kepada Viky, namun dia sedikit ketakutan karena melihat sebuah senyum dari Viky.
"Kamu kumpulkan semua kepala dari orang-orang kamu yang mati, dan bawa kepada Lord kamu, sebagai hadiah perkenalan dari aku… dan juga katakan kepada dia, bahwa aku sedang membuat sebuah benteng yang tidak terlihat di Kota Taraka ini… dan Kota Taraka ini juga akan menjadi tanah terlarang bagi orang yang ingin berniat jahat, atau memiliki rencana jahat terhadap semua orang yang ada di Kota Taraka ini…" Jawab Viky dengan mengatakan syarat yang harus orang tersebut lakukan agar bisa pergi dari sana dengan selamat.
"Baik tuan… tapi jika aku hanya sendiri mengerjakan hal itu, mungkin butuh waktu sekitar satu minggu untuk mengumpulkan semua kepala dari orang-orang kami…" Jawab orang tersebut dengan nada yang sedikit lemas, dan juga sedikit mengeluh kepada Viky, namun dengan maksud bahwa dia ingin meminta ijin untuk mengajak sedikit orang untuk dapat membantunya.
"Baik tuan… terima kasih…" Jawab orang tersebut, kemudian dia pergi dari sana setelah dia mendapatkan perintah dari Viky untuk pergi dari sana dan mengerjakan apa yang Viky perintahkan kepadanya, Viky awalnya ingin memotong ke 2 tangan dari orang tersebut namun jika hal itu dia lakukan, maka untuk mengerjakan apa yang dia perintahkan akan sulit di lakukan, dan juga bisa saja dia hanya menonton dan juga memerintahkan orang lain untuk mengerjakan hal itu.
"Baiklah… Rere, sekarang kita akan menuntut keadilan untuk kamu…" Ucap Viky dengan nada yang sedikit lembut, tapi tidak seperti biasanya karena tubuh Viky saat ini masih mengeluarkan aura Lord Jendral nya.
Rere tidak menjawab kata-kata dari Viky, dan hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, kemudian Viky berjalan beberapa langkah menuju ke arah Fast yang masih dengan posisi seperti sedang bersujud namun tertahan oleh tangannya, dan Rere pun mengikuti Viky berjalan di sampingnya.
#Sabar yah temen-temen semua, author hanya bisa nulis satu bab perhari, karena akhir-akhir ini kerjaan author selalu banyak, tapi author akan usahakan untuk terus up setiap hari.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1