
Pandangan Lisa Tentang Aldo
Di pagi hari, suasana kota terlihat tampak seperti biasa, yang mana setiap orang melakukan aktivitas mereka masing-masing, begitu juga dengan Viky, dia melakukan aktivitas yang biasa dia lakukan, yaitu mandi pagi dan sarapan, serta mengobrol dengan ibunya dan juga adiknya Lisa.
Obrolan tersebut walau pun tidak terlalu penting karena jawabannya pasti akan sama setiap hari, dan juga Viky sudah tahu jawabannya karena demi keamanan, Viky menyimpan seseorang untuk selalu mengawasi ibu dan adiknya tersebut.
Ketika Viky selesai sarapan, dia pergi keluar rumahnya untuk pergi ke Octa Grup, namun ketika dia melihat ke arah rumah Rere, mobil Herman sudah tidak ada di sana.
"Apa ayah sangat sibuk, hingga masih pagi begini sudah pergi ke Octa Grup…" Gumam Viky sambil melihat jam yang ada di tangannya untuk memastikan waktu masih pagi atau sudah siang.
Kemudian dia duduk di kursi yang ada di depan rumahnya untuk menunggu Rere, siapa tahu Rere belum pergi, karena Herman berangkat pagi-pagi sekali.
10 Menit Viky menunggu, Rere tidak kunjung keluar juga dari rumahnya. kemudian dia mengeluarkan ponselnya berniat untuk memesan taksi, tapi dari arah dalam rumah Lisa keluar.
"Kakak… kenapa masih di sini katanya mau berangkat bekerja, ini sudah siang tahu…?" Ucap Lisa bertanya karena dia melihat Viky masih duduk dengan santai di kursi.
"Kakak tadi menunggu calon kakak ipar kamu dulu, tapi dia tidak juga keluar dari rumahnya, mungkin dia sudah pergi bersama ayahnya ke Octa Grup… kamu mau pergi kuliah sekarang…?" Jawab Viky dengan melihat ke arah Lisa, dan bertanya.
"Yah… aku mau berangkat sekarang kak… ada tugas yang harus aku kerjakan di kampus…" Jawab Lisa, karena dia tadi bilang saat sarapan bahwa jam kuliahnya siang.
"Yah sudah… kalau begitu kakak ikut dengan mobil kamu… karena mobil kakak di pakai oleh Aldo…" Jawab Viky.
"Tapi ke kantor kakak dulu… aku ingin lihat tempat kerja kakak seperti apa…" Jawab Lisa.
"Tempat kerja kakak sama saja seperti tempat kerja orang lain…" Jawab Viky, kemudian dia berjalan ke arah mobil, dan di ikuti oleh Lisa di belakangnya, ketika di dalam mobil Viky menyuruh si sopir untuk pergi terlebih dulu ke Octa Grup sebelum pergi ke kampus mengantar Lisa.
……
"Lisa… kalau boleh kakak tahu, apa sekarang kamu sedang dekat dengan seorang laki-laki atau tidak…?" Ucap Viky bertanya kepada Lisa, di saat mobil mereka keluar dari gerbang perumahan.
"Kenapa kakak tiba-tiba bertanya seperti itu…? bukannya kata kakak aku ini masih anak kecil yah…?" Jawab Lisa dengan sedikit heran atas pertanyaan dari kakaknya tersebut, karena tidak bisanya kakaknya tersebut bertanya seperti itu, karena selama ini Viky selalu menganggap Lisa adalah seorang anak perempuan yang masih kecil.
"Di mata kakak kamu memanglah masih seperti anak kecil, tapi di mata orang lain kamu ada seorang perempuan yang cukup dewasa…" Jawab Viky.
"Banyak sih yang ingin dekat dengan aku… tapi aku selalu menghindari mereka semua, karena teman aku bilang katanya mereka semua ingin dekat dengan aku karena kakak, aku tidak tahu kenapa, kenapa teman-teman aku bilang seperti itu… apa kakak bisa jelaskan kepada aku…?" Jawab Lisa, dan dia bertanya kepada Viky, dengan maksud meminta penjelasan kenapa teman-temannya berkata seperti itu.
__ADS_1
"Entahlah… mungkin karena kakak adalah orang dari Divisi perang, atau mungkin juga karena kakak bekerja di Octa Grup…" Jawab Viky dengan sedikit bingung harus menjelaskannya kepada Lisa seperti apa, karena dia juga tidak tahu semua orang yang ada di Kota Taraka ini mengetahui identitas Viky sebagai apa.
"Oh seperti itu… memang seberapa pengaruhnya kakak di dalam Divisi perang…? dan jabatan apa yang kakak duduki di perusahaan yang bernama Octa Grup…? sampai-sampai semua orang ingin bisa kenal dengan kakak lewat aku…?" Ucap Lisa yang bertanya kembali kepada Viky.
"Baiklah… akan kakak beritahu kamu semuanya, tapi kamu janji jangan bilang kepada siapa pun… cukup kamu saja yang tahu, dan bersikaplah biasa setelah kamu mengetahuinya…" Jawab Viky, kemudian Lisa mengisyaratkan dengan tangannya setuju dan berjanji kepada Viky.
Kemudian Viky mulai menjelaskan kepada Lisa secara perlahan di mulai dari posisi dia di Divisi perang dan siapa dia di Octa Grup.
"Nah seperti itulah posisi kakak di dalam Divisi perang dan di Octa Grup… jadi untuk sekarang, kamu sedikitlah berhati-hati dalam memilih teman, kita tidak tahu niat orang-orang yang ingin dekat dengan kamu itu menginginkan hal apa, bisa jadi ingin kenal dengan kakak, bisa jadi mereka mempunyai niat jahat kepada kakak, dengan cara mengancam kamu… mau itu laki-laki atau pun perempuan…" Ucap Viky, mengakhiri penjelasannya, dan memberikan peringatan kepada Lisa.
"Oh seperti itu… pantas saja semua orang selalu ingin dekat dengan aku… tapi aku tidak bisa memilih teman, mana yang baik dan mana yang jahat…" Jawab Lisa, dengan santai karena dia belum terlalu mengerti dunia luar.
"Tidak apa-apa nanti kamu juga akan terbiasa… dan bisa melihat mana teman yang baik mana yang tidak, semua butuh proses, untuk bisa menilai seseorang itu baik atau tidak… jika mereka ingin mengenal kakak lewat kamu, kakak sih tidak mempermasalahkan hal itu, karena kakak sedikit yakin bahwa mereka tidak akan menyakiti kamu…" Jawab Viky, karena dia tahu bahwa Lisa masih sangat polos dan juga dari umur Lisa yang belum dewasa, jadi belum bisa menentukan seseorang itu mempunyai niat baik atau tidak.
"Oh iya kak… kenapa kak Aldo tidak tinggal di rumah kita lagi…?" Ucap Lisa bertanya dan mengalihkan pembicaraan.
"Oh Aldo… dia sedang melatih orang-orang dari Divisi perang, mungkin beberapa hari lagi dia akan bisa tinggal bersama kita lagi…" Jawab Viky.
"Lisa menurut kamu, Aldo ini bagaimana orangnya…?" Lanjut Viky bertanya kepada Lisa.
"Lebih ganteng dari pada teman-teman laki-laki kamu yang ada di kampus yah… ternyata adik kakak ini sudah bisa menilai mana yang ganteng dan mana yang tidak he…he…he…" Jawab Viky dengan nada bercanda, sambil mengusap-usap dengan lembut kepala Lisa.
"Aku juga perempuan Normal kak, dari dulu juga aku sudah bisa membedakan mana laki-laki yang ganteng dan yang tidak…" Jawab Lisa dengan sedikit cemberut, karena Viky masih menganggapnya seperti anak kecil.
"Iya… iya… tapi jika di bandingkan dengan kakak, lebih ganteng mana antara kakak dan Aldo…?" Ucap Viky dengan maksud untuk menjebak kembali Lisa.
"Lebih ganteng kak Aldo lah… kan kakak punya kakak Rere, jika aku bilang lebih ganteng kakak, nanti kak Rere marah sama aku, he… he… he…" Jawab Lisa yang sedikit bercanda kepada Viky.
"Lisa… jika kak Aldo menyukai kamu, apa kamu mau bersama dengan Aldo…?" Ucap Viky bertanya, dan sedikit menjurus ke arah sebuah perjodohan.
"Memangnya kak Aldo mau bersama dengan aku…? tidak perlu aku jelaskan, kakak juga pasti sudah paham…" Jawab Lisa dengan balik bertanya kepada Viky.
"Kakak tidak tahu, karena bukan kakak yang akan menjalaninya… tapi dari dulu Aldo itu tipe orang yang sangat kaku, apa lagi jika dengan seorang wanita, karena selama dia mengikuti kakak, dia tidak pernah mengenal satu orang pun wanita… jadi kamu harus bisa memaklumi sikap Aldo itu…" Jawab Viky menjelaskan kepada Lisa sedikit tentang Aldo.
"Jadi intinya, kakak ingin menjodohkan aku dengan kak Aldo…?" Ucap Lisa bertanya dengan raut wajah yang sedikit maja kepada Viky, agar Viky jujur kepadanya.
__ADS_1
"Tidak juga… jika kamu tidak mau, yah sudah, jangan di teruskan, tapi kakak akan lebih tenang jika kamu bisa bersama dengan Aldo, karena kakak sangat mengenal dia seperti apa… dan kakak juga yakin Aldo tidak akan pernah menyakiti kamu… " Jawab Viky, dengan maksud untuk lebih menyudutkan Lisa agar mau bersama Aldo.
"Aku tidak bisa menjawabnya sekarang… biarkan waktu saja yang menjawab akan hal itu…" Jawab Lisa yang mana dia juga masih bingung atas perasaan dia kepada Aldo.
"Yah sudah… kakak serahkan semuanya kepada kamu… dan kakak akan selalu mendukung apa pun keputusan kamu, tentang laki-laki mana yang akan kamu pilih sebagai suami kamu nanti…" Jawab Viky, kemudian dia membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil tanpa menunggu jawaban dari Lisa, karena mobil mereka sudah sampai di Octa Grup.
Lisa pun hanya diam dan melihat ke arah Viky yang baru saja turun dari dalam mobil, namun mata Lisa teralihkan dengan Gedung Octa Grup yang menjulang sangat tinggi dan juga sangat megah.
"Ternyata perusahaan yang kak Viky miliki sangat besar sekali… pantas saja semua teman-teman aku ingin kenal dengan kak Viky, ternyata mereka semua ingin bisa bekerja di sini setelah lulus kuliah nanti…" Gumam Lisa dengan nada yang sedikit pelan, dan mengartikannya sendiri kenapa teman-temannya ingin dekat dengan dia.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1