Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 373 Melihat dari sudut pandang yang berbeda


__ADS_3

Melihat dari sudut pandang yang berbeda


Setelah mengurus semuanya di kasir, Viky dan Ji Sing di antar ke ruangan yang berbeda oleh pelayan yang ada di sana, karena ruangannya berbeda arah, jadi Viky dan Ji Song berpisah menuju ke ruangannya masing-masing.


"Viky apa tidak apa-apa kamu membayarkan makanan yang mereka makan… jika mereka ber 2 adalah teman kamu, aku tidak masalah karena mereka tidak akan berbuat sesuatu yang dapat merugikan kamu, tapi kita juga baru bertemu dengan mereka beberapa menit yang lalu…" Ucap Ibu pengasuh Viky, dengan nada yang sedikit cemas, kecemasan ibu pengasuh Viky bukan tanpa sebab, jika posisi Viky masih berada di Klan Xian, dia tidak akan berbicara seperti itu karena kekayaan yang di miliki oleh Klan Xian tidak akan habis hanya untuk makan di tempat seperti ini, bahkan untuk membeli restoran ini saja, tidak akan mempengaruhi sedikit pun keuangan dari Klan Xian. tapi berbeda dengan posisi Viky yang sekarang, yang mana ibu pengasuh Viky belum tahu tentang seperti apa posisi Viky saat ini.


"Walau pun aku baru bertemu dengan mereka beberapa saat yang lalu, Anggap saja makanan yang mereka makan sebagai kompensasi karena sudah meminjamkan kartu member restoran ini untuk kita… aku yakin mereka tidak akan berani berbuat sesuatu yang merugikan aku, mengingat jika benar apa yang Ji Song katakan, bahwa dia adalah salah satu bawahan dari Karev Zi… jika mereka berani melakukan itu maka aku tinggal menghubungi Karev Zi untuk membereskan hal itu…" Jawab Viky dengan santai.


"Tapi uang yang akan kamu keluarkan nanti juga tidak akan sedikit, jika kamu masih berada di Klan Xian, aku tidak akan berbicara seperti ini…" Ucap Buna, dengan maksud mengikatkan Viky.


"Ketika aku berada di Klan Xian, terlihat bahwa aku mempunyai uang yang banyak, akan tetapi semua itu bukanlah miliki aku, berbeda dengan sekarang, walau pun kekayaan yang aku miliki tidak sebanyak yang Klan Xian miliki, tapi semua itu adalah milik aku sendiri…" Jawab Viky, memang benar apa yang Viky miliki saat ini sangat jauh jika di bandingkan dengan apa yang Klan Xian miliki, walau pun Klan Xian tidak memiliki aksen uang yang tidak terbatas seperti yang Viky miliki, tapi hal itu juga tidak termasuk kekayaan, karena tidak berbentuk bangunan atau angka yang tertera di rekening bank.


"Dari dulu kamu memang tidak pernah berubah, kamu selalu bisa melihat sesuatu dari sudut pandang kamu… dan hal itu sering berbanding terbalik dari sudut pandang yang orang lain lihat…" Ucap Buna, dengan tersenyum ke arah Viky, sambil duduk di kursi yang sudah di sediakan di dalam ruangan yang sudah di siapkan, ketika Viky akan menjawab kembali kata-kata dari buna, dia menghentikan niatnya karena dia melihat si pelayan ingin menyerahkan menu makanan kepada Viky.


"Tuan… makanan yang tertera di sini adalah makan yang akan kami sajikan dan semua itu sudah satu paket dengan ruangan VVIP ini, tapi jika tuan ingin menambahkan makanan lain, tuan bisa memesannya melalui aku… ini menu makan tambahannya dan ini daftar menu makanan yang akan di sajikan…" Ucap salah satu pelayan restoran dengan mengerahkan menu makan dan menjelaskan kepada Viky tentang menu makanan yang akan di sajikan.


"Baiklah… terima kasih, aku ingin hidangan utama di restoran ini, kamu katakan kepada koki untuk membuatkan aku satu makanan spesial yang bisa dia masak… dan apa yang aku pesan, kirimkan juga ke ruangan yang satu lagi yang atas nama aku…" Jawab Viky sambil menutup daftar menu yang di berikan oleh si pelayan.


"Baik tuan… aku akan menyampaikan hal ini ke bagian dapur, untuk menunggu hidangan utamanya selesai di masak, tuan bisa menikmati hidangan pembuka yang sebentar lagi akan kami sajikan… kalau begitu saja ijin pergi terlebih dulu, jika tuan membutuhkan sesuatu, taun bisa memanggil pelayan yang ada di depan pintu, atau tuan bisa menekan tombol bantuan yang ada di dekat kursi tuan…" Jawab si pelayan dengan sopan, menjelaskan kembali kepada Viky sebelum dia pergi dari ruangan tersebut.


"Satu lagi, kamu kirimkan anggur terbaik yang kalian miliki ke ruangan Ji Song, katakan kepadanya ini adalah bonus dari aku…" Ucap kembali di saat si pelayan akan membuka pintu keluar.


"Baik Tuan… apa ada lagi yang bisa saya bantu…" Ucap Si pelayan dengan berbalik melihat ke arah Viky, dengan nada yang sopan.


"Tidak ada, kamu bisa pergi sekarang…" Jawab Viky dengan menyuruh si pelayan pergi dari sana.


Setelah si pelayan pergi dari ruangan tersebut, Viky dan ibu pengasuhnya mengobrol santai, dan sesekali ibu pengasuh Viky menceritakan kepada Viky tentang masa kecil Viky, dari saat Viky masih balita hingga Viky berumur 4 tahun, karena di umur 4 tahun, ibu pengasuh Viky, yakin bahwa Viky akan sedikit mengingat kejadian yang terjadi di masa kecil Viky.


Di saat mereka ber 2 tengah asik mengobrol, Si pelayan yang tadi baru keluar dari ruangan tersebut sudah kembali dengan beberapa pelayan yang mengikutinya, dengan membawa makanan.


"Kalian sajikan makanannya…" Ucap si pelayan tersebut memerintahkan pelayan yang membawa makan untuk menyajikan makanan, kemudian dia berjalan mendekat ke arah Viky.


"Tuan maaf… Jika tuan berkenan, ada 2 hal yang perlu saya sampaikan kepada tuan… Ini mengenai hidangan utama restoran kami, dan juga menu spesial yang tuan minta…" Ucap Si pelayan dengan sopan.


"Apa…? katakan saja…" Jawab Viky.

__ADS_1


"Yang pertama, koki kami ingin bertemu dengan tuan, untuk memastikan makanan spesial apa yang cocok di sajikan untuk tuan… dan untuk yang ke 2, peraturan di restoran kami, jika tuan memesan menu hidangan utama kami, maka tuan harus menyelesaikan minimal setengah dari total tagihan…" Ucap si pelayan menjelaskan kepada Viky.


"Baiklah… yang pertama biarkan kokinya datang ke sini, aku akan meminta hidangan spesial yang bisa dia masak untuk aku, dan hanya aku saja yang memakan makanan tersebut… dan untuk yang ke 2, aku akan membayar lunas semua total tagihannya…" Jawab Viky, kemudian dia mengeluarkan dompetnya untuk mengambil kartu bank Titanium nya, akan tetapi kartu bank Titanium di tidak ada di dompetnya, yang ada hanya kartu Red Diamond nya.


"Aku baru ingat kartu bank Titanium aku, masih berada di tangan beben, jika aku menggunakan kartu Red Diamond ini Pasti akan jadi masalah, karena manajer di restoran ini tidak ada di sini…" Ucap Viky di dalam hati sambil melihat ke arah dompet yang dia pegang di tangannya, dan dia baru ingat bahwa kartu titanium nya berada di tangan Vice Bold, untuk di pakai membeli bahan baju pengantin dia dan Rere.


"Maaf tuan… apa ada masalah…?" Ucap Si pelayan dengan sopan bertanya kepada Viky, karena dia melihat Viky yang sedikit tertegun melihat ke arah dompetnya.


"Sebenarnya bukan masalah besar… tapi jika manajer kamu tidak ada di sini, pastinya akan menjadi masalah…" Jawab Viky dengan melihat ke arah si pelayan.


"Jika hal itu hanya bisa di selesaikan oleh Manajer, aku bisa memanggilkan Manajer ke sini untuk bertemu dengan tuan…?" Ucap si pelayan, yang mana dia sedikit mengerti maksud arti dari kata-kata Viky, namun dia tidak bisa menyimpulkan sendiri, karena dia takut salah menyimpulkan.


"Tidak perlu, kamu bawa kartu ini ke kasir, jika tidak bisa terbaca, kamu pergi ke ruangan manajer, dan perlihatkan kartu ini kepadanya… aku yakin dia akan tahu setelah dia melihat kartu bank ini… dan bilang kepadanya untuk tidak perlu repot-repot datang ke sini…" Ucap Viky dengan memberikan kartu bank Red Diamond nya kepada Si pelayan.


Si pelayan sedikit mengernyitkan alisnya melihat kartu yang di berikan oleh Viky kepadanya, karena dia baru pertama kalinya melihat kartu bank yang seperti ini, walau pun dia merasa aneh dengan kartu yang di berikan oleh Viky, dia hanya bisa berpikir positif karena dia sadar bahwa pengetahuan yang dia punya hanya sedikit tentang orang-orang yang berada di kalangan atas.


"Baik tuan… kalau begitu saya ijin pergi terlebih dulu… sambil menunggu prosesnya selesai, tuan bisa menikmati hidangan sederhana yang kami sajikan ini… dan beberapa saat lagi, koki juga akan datang ke sini untuk menemui tuan…" Ucap Si pelayan setelah dia mengambil kartu yang di berikan oleh Viky kepadanya, dengan tetap bersikap sopan dan juga profesional.


Setelah di berikan ijin oleh Viky, si pelayan yang bertugas melayani Viky dan juga beberapa pelayan yang lain yang menyajikan makanan untuk Viky, mereka semua berjalan pergi ke luar dari ruangan tersebut.


"Tuan… ini kartu bank anda, semua pembayarannya telah selesai di proses…" Ucap si pelayan dengan menyerahkan kartu bank Red Diamond kepada Viky, namun bisa terlihat bahwa tangan si pelayan sedikit gemetar ketika menyerahkan kartu bank tersebut kepada Viky, karena dia tahu bahwa identitas orang yang berada di depannya tidak sembarangan, hal itu di katakan oleh manajer kepadanya, di saat si manajer telah selesai memasukan kode akses untuk kartu bank khusus.


Si manajer juga tahu setelah dia melihat jenis kartu dan juga sedikit keterangan yang tertera di layar komputer setelah memasukan kode aksesnya tentang kartu dan juga tentang identitas dari si pemilik kartu tersebut.


"Dan ini sebagai permintaan maaf dari kami, yang tidak bisa menyadari keberadaan tuan, dan juga permintaan maaf dari manajer karena tidak menyambut ke datangan tuan dan juga melayani tuan secara langsung…" Lanjut si pelayan dengan menaruh 1 botol anggur di atas meja.


"Katakan kepada si manajer, berterima kasihlah kepada Ji Song adinya… karena dia yang datang pergi untuk menyambut serta melayani aku di sini… dan kamu bisa pergi sekarang…" Jawab Viky.


"Baik Tuan… kalau begitu saya pamit pergi… dan untuk koki, mungkin tidak lama lagi akan datang ke sini…" Ucap si pelayan sebelum dia pergi meninggalkan tempat tersebut.


Beberapa saat yang lalu di tempat Ji Song.


"Sayang… aku tidak yakin jika orang tadi bisa membayar semua makan yang di sajikan di dalam ruangan VVIP… kamu juga tahu berapa minimal uang yang harus di keluarkan untuk satu ruangan VVIP, sekarang bukan hanya ruangan mereka ber 2 saja, tapi mereka menjanjikan kepada kita bahwa mereka akan membayarkan semua makanan yang kita makan… di lihat dari pakaian yang di pakai oleh laki-laki tadi, pakaian yang di pakainya cukup meyakinkan, tapi kamu lihat sendiri bagaimana penampilan dari orang yang bersamanya, kamu juga pasti bisa menilainya, tidak perlu aku jelaskan secara rinci kepada kamu…" Ucap wanita yang bersama dengan Ji Song, dengan nada yang sedikit cemas.


"Kita tidak bisa menilai orang hanya dari pakaiannya saja… akan tetapi jika mereka tidak bisa membayar semua tagihannya nanti, kamu juga tahu apa yang akan mereka dapatkan, paling baik, mereka hanya masuk rumah sakit…" Jawab Ji Song mencoba menenangkan wanitanya.

__ADS_1


"Maka dari itu sayang… jika mereka tidak bisa membayar semua tagihannya, kita juga pasti akan terkena akibatnya, karena mereka bisa masuk ke ruangan VVIP menggunakan kartu member kamu…" Jawab Wanita Ji Song yang masih belum tenang.


"Memang mereka masuk ke ruangan VVIP menggunakan kartu member aku, akan tetapi nama yang tertera di kasir bukan nama aku, jika aku menjelaskan semuanya kepada kamu akan membutuhkan waktu yang lama, jadi simpelnya, jika mereka tidak bisa membayar tagihannya, aku yang mempunyai kartu member hanya membayar minimal 20% dari total tagihan yang ada, dan sisanya di tanggung oleh nama yang tercantum di kasir… jika orang yang menggunakan kartu aku untuk masuk ke sini tidak mampu bayar sisanya, itu adalah urusan mereka dengan pihak restoran…" Jawab Ji Song, menjelaskan kepada wanitanya.


"Tapi 20% dari total tagihan itu pastinya tidak sedikit, mengingat kita membuka 2 ruangan sekaligus, di tambah lagi, kita tidak tahu apa yang mereka pesan ketika sudah berada di dalam ruangan…" Jawab Wanita dari Ji Song.


"Sudah… kamu jangan terlalu memikirkan hal itu, apa kamu lupa siapa kakak aku… dia manajer di sini, jadi dia bisa membantu aku menyelesaikan masalah yang akan terjadi nanti…" Jawab Ji Song yang mana dia tidak mau memperpanjang pembicaraan di antara mereka, agar dia bisa dengan cepat menikmati semua makanan mewah yang ada di ruangan VVIP.


Ketika makan datang, mereka ber 2 juga sempat marah-marah kepada pelayan yang mengantar makanan kepada mereka, karena cukup lama mereka ber 2 menunggu makanan di sajikan… karena mereka takut waktu yang di berikan oleh Viky tidak cukup untuk menikmati semua makanan yang di sajikan, karena waktu penyajiannya yang sangat lama.


Mereka ber 2 marah-marah seperti itu, karena mereka ber 2 tidak tahu apa yang terjadi di ruangan Viky, jika mereka tahu bahwa Viky memesan hidangan utama di restoran tersebut, mereka pasti akan ketakutan, karena mereka yakin walau pun harus membayar 20% saja dari total tagihannya, tetap saja mereka tidak akan mampu untuk membayarnya.


...***************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2