Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 166 Full Service Dari Novi


__ADS_3

Full Service Dari Novi


Pagi hari di daerah selatan Kota Taraka matahari sudah bersinar menyinari indahnya pagi, dan di sebuah bukit perumahan mewah bernama bukit Himalaya, lebih tepatnya di rumah yang paling besar di antara rumah yang lain dan berada tepat di tengah-tengah perumahan tersebut, terlihat dua orang pria berdiri di dekat sebuah mobil mewah, pria tersebut tengah menunggu seseorang untuk pergi berkerja bersama, dan pria tersebut adalah Viky dan Aldo berada di sampingnya.


Di sebrang rumah terlihat seorang pria paruh baya keluar dari rumahnya, dan melihat ke arah Viky.


"Viky kenapa kamu masih di sini…?" Ucap pria tersebut menatap ke arah Viky dan bertanya dengan sedikit aneh, sambil berjalan mendekat ke arah Viky.


"Memangnya apa yang salah jika aku masih berada di sini… aku menunggu ayah dan juga Rere…" Jawab Viky, dan pria paruh baya tersebut adalah ayah Rere atau Herman.


Rumah Viky dan Rumah Herman saling bersebrangan, karena rumah Viky adalah rumah khusus jadi rumah Viky terletak tepat di tengah-tengah perumahan Bukit Himalaya, dan di sekelilingnya tidak ada rumah yang berdempetan.


"Tidak juga sih… aku kira kamu sudah berangkat tadi pagi bersama Rere… karena Rere bilang ada kerjaan yang sangat urgent untuk dia lakukan jadi dia berangkat pagi-pagi sekali… aku kira dia pergi bersama kamu… makanya tadi aku bertanya seperti itu kepada kamu…" Jawab Herman.


Viky sedikit mengernyitkan alisnya mendengar jawaban dari Herman, karena dia tahu di Octa Grup saat ini tidak ada kerjaan yang urgent, rasa curiga Viky saat ini menjadi lebih besar lagi, curiga ada sesuatu yang terjadi dengan Rere.


Tapi pikiran itu segera Viky hilangkan dari pikirannya, siapa tahu benar bahwa Rere ada kerjaan yang sangat penting yang harus dia kerjakan, dan mungkin saja nanti di saat Viky sudah sampai di Octa Grup, Rere sudah ada di dalam ruangan dia.


"Rere pergi naik apa…? kenapa ayah tidak mengantar Rere pergi…? atau ayah bisa memberikan mobil ayah untuk dia pakai… " Ucap Viky bertanya kembali, karena dia melihat di depan rumah Herman, mobil Rere masih ada di sana…


"Aku sempat menawarkan kepada Rere untuk aku dapat mengantarnya atau dia bisa memakai mobil itu untuk pergi, tapi dia menolaknya dan dia pergi begitu saja, dan dia bilang… dia bisa pergi menaiki sebuah taksi…" Jawab Herman.


"Ayah… nanti malam aku akan pergi ke kediaman keluarga Ling… apa ayah bisa ikut bersama aku pergi ke sana…?" Ucap Viky bertanya, dan mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Nanti malam yah… sepertinya aku tidak bisa ikut… karena Novi mengajak aku makan malam bersama di luar berdua, hanya kita berdua…" Jawab Herman, di kalimat terakhir sengaja dia tekankan sedikit, agar Viky tidak ikut karena jika ikut pasti akan mengganggu acara Herman dan Novi untuk berduaan, dan hal tersebut pun sudah sangat lama tidak mereka lakukan.


"Baiklah… aku mengerti, tapi ayah pagi ini ayah tampak berbeda dengan sebelumnya… ayah terlihat lebih cerah dan juga tampak bahagia sekali…" Ucap Viky dengan sedikit memperhatikan wajah dan gerak-gerik Herman.


"Yah… aku hari ini sangat senang sekali… ketika tadi malam aku menceritakan semua yang terjadi di kediaman keluarga Neo kepada Novi… dia sangat bahagia sekali mendengar kabar tersebut… setelah mendengar kabar tersebut Novi terlihat berbeda sekali dari sebelumnya… dia kembali menjadi orang yang lembut, seperti masa dimana aku masih menjadi bagian dari keluarga Neo…" Jawab Herman dengan tersenyum bahagia kepada Viky.


"oh iya Viky, semalam dia sedikit memaksa aku untuk cepat-cepat pergi tidur… aku sedikit bingung karena tidak biasanya Novi mengajak aku cepat-cepat pergi tidur… aku hanya bisa mengikuti kemauan dia… kalau tidak kamu tahu sendiri kan saat dia marah akan seperti apa… tapi ketika aku dan dia sudah berada di dalam kamar, dia langsung menerkam ke arahku… dia mengajak aku bermain di atas ranjang… aku mendapatkan full service dari Novi… dia bermain sangat ganas sekali, sampai-sampai aku juga hampir kewalahan dengan permainan dia…" Ucap Herman dengan nada yang sedikit di kecilkan, namun niat Herman bukan untuk menceritakan bahagian dia saja, tapi untuk memanas-manasi Viky, atas kejadian dia bersama Novi di atas ranjang.


"Baguslah kalau begitu… sekarang keluarga ayah sudah kembali harmonis… aku sangat senang mendengarnya…" Jawab Viky dengan santai.


"Yah… semua ini adalah berkat bantuan dari kamu… jika kamu tidak membantu aku, mungkin pernikahan aku dengan Novi tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi…" Jawab Herman dengan tangan yang menepuk pundak Viky.


"Sudahlah… tidak perlu membahas hal itu… hari juga sudah mulai siang… kita harus cepat pergi ke Octa Grup… ayah juga pasti banyak kerjaan yang harus di lakukan di sana kan…" Jawab Viky dengan melihat jam di tangannya.


Ketika di dalam mobil, Viky mencoba beberapa kali menghubungi Rere, namun tidak ada satu panggilan pun yang dapat tersambung dengan Rere.


"Mungkin dia lagi sibuk mengerjakan sesuatu… jika dia sudah selesai nanti juga dia akan menghubungi aku… atau mungkin bisa saja saat ini Rere sudah berada di ruangan aku dan sedang mempelajari beberapa dokumen, hingga dia tidak tahu aku sudah menghubungi dia beberapa kali…" Gumam Viky dengan melihat ke arah layar ponsel dan dengan masih mengendarai mobilnya.


Sempat terlintas di pikiran Viky bahwa Rere masih marah kepadanya, tapi hal tersebut dia tepis, karena semalam, Rere sudah baik-baik saja ketika mereka berada di atas bukit, dan di saat mereka pulang pun raut wajah Rere kembali seperti biasanya.


Tidak lama Viky sudah sampai di gedung Octa Grup, dia memarkirkan mobilnya kemudian dia bergegas pergi ke ruangannya untuk memastikan apakah Rere sedang berada di sana atau tidak. ketika Viky membuka pintu ruangan tersebut, dalam ruangan ternyata tidak ada siapa-siapa. Viky mencoba mencari Rere di sana, siapa tahu Rere sedang bersembunyi dan akan mengagetkan Viky nantinya, Viky sudah mencari ke setiap sudut ruangan yang mana bisa untuk di pakai bersembunyi, tapi dia tidak dapat menemukan Rere, karena memang Rere tidak berada di dalam ruangan tersebut.


Kemudian Viky mengeluarkan auranya untuk mendeteksi keberadaan Rere di ruangan tersebut, siapa tahu Rere bersembunyi di tempat yang tidak terpikirkan oleh dia… tapi hasil yang Viky dapat masihlah sama, tidak dapat merasakan keberadaan Rere atau orang lain selain dirinya di dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2