
Jomblo Dan Masih Di Segel
"Nayla… Viky ini adalah calon suami aku… dan di akhir bulan ini kami akan mengadakan pernikahan…" Ucap Rere menjelaskan kepada Nayla tentang siapa Viky, dan apa hubungan antara Rere dan Viky.
"Oh seperti itu… jadi Cinlok dong, rekan kerja menjadi rekan seumur hidup…" Jawab Nayla yang mengasumsikan bawah Rere dan Viky awalnya hubungan di antara mereka hanya rekan kerja. dan dia juga berpikir bahwa Tuan Besar adalah orang yang berbeda, dan Viky hanya di beri perintah oleh Tuan Besar.
"Tapi ada satu hal yang ingin aku tanyakan… dari tadi kita berbicara tentang Octa Grup dan Tuan besar… kalian ber 2 adalah utusan dari Octa Grup… menurut aku, pembangunan ini akan membutuhkan biaya yang cukup besar… aku hanya ingin tahu kenapa tuan besar tidak datang ke sini dan hanya mengirim kalian ber 2 sebagai perwakilan… dan Rere kamu kan orang dari Octa Grup kamu pasti tahukan kenapa alasannya tuan besar tidak datang ke sini… apa kalian ber 2 adalah orang kepercayaan tuan besar…" Ucap Nayla bertanya dan mengeluarkan unek-unek yang ada di pikirannya, dan dia juga tahu dengan Beben, yang seorang manajer di salah satu Bank ternama di Kota Taraka jadi dia tidak akan berpikir bawah Beben adalah tuan besar.
"Untuk sekarang… kamu hanya bisa tahu sampai sini dulu… jika ada pertanyaan lain… mungkin akan terjawab nanti setelah kamu, menyetujui persyaratan dari Octa Grup… bisa di bilang untuk sekarang kamu masihlah orang luar dari Octa Grup…" Jawab Viky yang belum mau memberitahukan tentang siapa dia kepada Nayla, karena dia takut Nayla akan membicarakannya kepada orang lain setelah dia keluar dari sana.
"Aku hanya ingin tahu saja sih… yang mana tuan besar itu orangnya dan seperti apa dia… jika dia masih muda dan belum menikah, bolehlah kalian kenalkan dia kepada aku siapa tahu nanti bisa cocok… dan aku juga masih Jomblo serta masih di segel…" Ucap Nayla dengan raut wajah yang polos berkata, namun dengan nada yang sedikit bercanda, karena dia juga tahu diri sekelas orang seperti tuan besar sudah jelas pasti tidak akan mau dengannya.
Mendengar 2 kalimat terakhir dari Nayla Viky terbatuk-batuk karena sangat kaget mendengar ucapan tersebut. Rere pun tidak jauh berbeda, dia juga sangat kaget mendengar ucapan dari Nayla tersebut, walau Rere sebenarnya tidak terlalu kaget karena memang Nayla dari dulu memang suka bersikap seperti itu, tapi yang membuatnya kaget adalah kata-kata masih di Segel, karena bagi setiap perempuan hal tersebut sangatlah tabu jika di bicarakan di depan perempuan.
Ekspresi Beben dan juga Reva, mereka ber 2 juga sedikit kaget, tapi mereka ber 2 hanya bisa memasang senyum kepada Viky, dan mereka ber 2 ingin tahu apa yang akan Viky lakukan setelah ini, dia hadapkan dengan 2 wanita cantik yang mana satu wanita adalah calon istrinya serta satu wanita lagi adalah teman dari calon istri yang meminta kenalan, walau secara tidak langsung dan berharap bisa berjodoh dengannya.
"Aku rasa kamu tidak akan cocok dengan Tuan besar… dia itu sangat keras kepala, dan tidak mau menerima kata tidak dari orang lain… setiap kata-katanya akan selalu di anggap benar… dan yang terpenting adalah bahwa dia itu sangat tidak peka…" Ucap Rere menjelaskan kepada Nayla, namun maksud dari Rere bukan hanya menjelaskan kepada Nayla tapi menyindir Viky, dan karena ada kesempatan jadi dia sekalian mengeluarkan semua yang dia tahan selama ini, dengan sudut mata melihat ke arah Viky.
"Oh seperti itu yah… tidak jadi deh kalau tuan besar itu tipe orang yang seperti itu… lebih baik mencari yang lain saja deh… akan percuma walau tampan juga… jika kita tidak bisa nyaman berada di dekatnya…" Jawab Nayla dengan polosnya, tanpa memperhatikan sudut mata Rere.
"Yah Benar… lebih baik kamu mencari orang lain saja…" Jawab Rere dengan melihat ke arah Viky, dan menunggu jawaban apa yang akan Viky katakan.
"Kalau menurut aku… tuan besar itu bukan keras kepala… tapi bisa di bilang tegas, dan dia juga tidak mau menerima kata tidak itu, karena agar semua bawahannya berusaha semaksimal mungkin dalam bekerja dan orang tersebut pasti akan menikmati semua hasil dari kerja kerasnya… dan perlu kamu tahu bahwa tuan besar itu selalu memperhatikan hal-hal yang sangat kecil sekali pun, hanya saja dia tidak mau memperlihatkannya kepada orang lain, jadi mungkin orang lain akan sedikit merasa bahwa tuan besar itu adalah tipe orang yang tidak peka…" Ucap Viky menjelaskan kepada Nayla namun dengan maksud menjawab perkataan dari Rere tadi.
"Persepsi kalian ber 2 pada intinya adalah sama, tapi sudut pandang kalian saja yang berbeda… ibarat rumah, jika yang satu melihat dari belakang dan yang satu melihat dari depan, maka hasil yang di lihat akan berbeda, tapi ke 2 orang tersebut melihat satu objek yang sama…" Ucap Nayla, dengan mengeluarkan kata-kata bijaknya, dan karakter serta aura seorang guru telah keluar dari dirinya.
__ADS_1
Beben dan Reva hanya bisa tersenyum menanggapi pembicaraan yang sangat lucu ini, 2 orang yang saling menyindir karena tidak bisa berkata secara terus terang, dan yang satu adalah orang yang sangat polos karena hanya bisa mengikuti pembicaraan tanpa arah dan tujuan dari pembicaraannya.
Treett…
Treett…
Treeet…
Terdengar suara ponsel Nayla dari dalam tas bergetar, kemudian Nayla mengeluarkan ponselnya untuk melihat siapa yang menghubunginya.
"Viky… Rere… sebentar yah… aku mau mengangkat dulu telponnya…" Ucap Nayla dengan melihat ke arah Viky dan juga Rere secara bergantian, dan dia berjalan ke arah sudut ruangan untuk mengangkat telponnya di sana, Viky dan Rere pun tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena Nayla masihlah orang luar, jadi pasti ada hal yang tidak bisa di bicarakan di depan orang lain, tapi hal tersebut tidak berlaku untuk Viky, Rere, Beben dan Juga Reva, karena dia antara mereka sudah tidak ada hal yang perlu di sembunyikan lagi. hanya hal-hal yang sangat bersifat pribadi saja yang masih menjadi privasi masing-masing.
Tidak lama Nayla kembali dan duduk di kursinya kembali, kemudian dia menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas dan melihat ke arah Viky.
"Tapi apa…?" Ucap Rere terlebih dulu, dan Viky juga sebenarnya akan bertanya hal yang sama.
"Tapi Ketua komite meminta ingin bertemu terlebih dulu dengan tuan besar dari Octa Grup… dia tadi bilang ingin mengadakan acara makan dan sekaligus acara syukuran yang sederhana… dan dia juga ingin berterima kasih secara langsung kepada tuan besar atas bantuan yang di berikan untuk sekolah kami… apa kalian ber 2 bisa mengatakan ini kepada tuan besar dan membawa tuan besar ke sekolah kami… aku tidak bisa berbuat banyak… tapi aku hanya bisa memohon kepada kalian untuk dapat mengusahakannya…" Ucap Nayla menjelaskan tentang keinginan dari ketua komite.
Viky mengerti dari kata-kata yang keluar dari Nayla, sebenarnya itu bukan permintaan tapi syarat yang di ajukan oleh ketua komite kepada Tuan besar.
"Baiklah kalau begitu… kamu bisa bilang kepada ketua komite, bahwa tuan besar akan datang ke sekolah kamu… namun untuk waktunya kapan, aku tidak bisa memastikannya… jika nanti waktunya sudah pas, aku akan menghubungi kamu…" Jawab Viky, dia tidak bisa mengatakan kapan dia bisa datang, karena mungkin dia juga harus melihat dan mengatur jadwalnya terlebih dahulu.
"Terima kasih… aku percaya kepada kamu, karena janji terkahir dari kamu juga, sudah kamu tepati, walau aku belum sempat bertemu secara langsung dengan Tuan Besar, tapi bantuan yang kamu berikan kepada aku sangat besar dan sangat berharga bagi aku… aku bingung harus bagaimana caranya membalas budi dari kamu ini… sekali lagi aku ucapkan terima kasih…" Jawab Nayla, yang sudah tidak meragukan janji dan kata-kata Viky lagi, dan tidak seperti sebelumnya yang mana dia ada sedikit rasa tidak percaya dengan janji dan kata-kata dari Viky.
"Sudahlah… bagi aku, jika menolong seseorang itu harus sampai tuntas jangan setengah-setengah… jadi aku akan membantu kamu hingga tuntas, dan untuk membalas budi aku, kamu harus bisa mencetak lulusan-lulusan terbaik serta mencerdaskan anak-anak yang belum cerdas… yang mana semua anak-anak itu akan memimpin Kota Taraka dan juga Montana di masa depan nanti menjadi lebih baik dan lebih maju lagi dari sekarang…" Jawab Viky, sebenarnya kata-kata Viky barusan bukan di tujukan kepada Nayla seorang tapi kepada semua guru-guru yang mengajar di sekolah Nayla, dan itu pun yang menjadikan tujuan Viky mendirikan sebuah sekolahan.
__ADS_1
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...
__ADS_1