
Syarat Pengajuan Dari Octa Grup
Dari pintu masuk, dua orang pelayan berjalan ke arah meja dengan membawa beberapa piring makanan serta minuman yang mana makanan dan minuman tersebut untuk Nayla, setelah Viky memberikan ijin pelayan itu masuk, dan setelah selesai menyajikan makanan di atas meja, pelayan itu pun kembali pergi dari sana.
Setelah pelayan tersebut pergi, Viky berbalik melihat ke arah Rere.
"Iya dia orangnya… memangnya siapa lagi…? tidak ada orang lain yang datang ke sini kan selain dia…" Jawab Viky dengan nada yang sedikit meledek kepada Rere, namun ada sedikit rasa lega di hati Viky, karena orang yang akan menjadi partner Rere untuk mengurus proyeknya adalah salah satu teman baik Rere, jadi untuk masalah ke cocokan sudah tidak bisa di ragukan lagi, karena sudah cocok dari dulu. dan akan mudah untuk menyatukan sebuah pemikiran yang berbeda karena sudah saling mengenal satu sama lain, jika tidak cocok maka sudah dari dulu mereka tidak akan bisa berteman. dan juga akan sangat mudah bagi Viky untuk mengontrol ke 2 nya jika terjadi sesuatu hal berada di luar rencana.
"Iya sih memang tidak ada yang lain lagi yang datang ke sini… tapi tidak perlu seperti itu juga sih jawaban dari kamu nya… bisa kan jawabannya yang lebih enak di dengar…" Jawab Rere yang kesal karena jawaban dari Viky barusan, namun kecemburuan Rere yang tadi timbul sudah hilang, karena dia juga tahu bagaimana karakter dari Nayla jadi tidak aneh jika Viky tadi berbicara seperti itu dengan Nayla di telpon.
"Nanti kamu sendiri saja yang menjelaskan kepada Nayla, aku hanya bisa bilang kepada kamu, bahwa Nayla memang sejak dulu seperti ini, jadi tidak aneh jika membuat janji dengan dia di tempat yang dia tidak tahu, maka hasilnya pasti akan tersesat dan yah kamu bisa lihat sendiri seperti barusan ini jadinya…" Lanjut Rere berkata, dan sedikit menjelaskan kepada Viky tentang Nayla.
"Baiklah kalau seperti itu aku bisa sedikit tenang sekarang… dan aku juga tidak mempermasalahkan lagi tentang hal tadi, karena kamu juga sudah tahu semuanya bahkan kamu lebih mengenal Nayla dari pada aku, jadi ke depannya kamu tidak akan mempermasalahkan dengan apa yang terjadi seperti sekarang ini…" Jawab Viky, maksud Viky bukan karena kejadian sekarang ini, yang mana Nayla telat datang, tapi maksud dari Viky adalah, jika terjadi perdebatan maka akan mudah menyelesaikannya karena sudah tahu karakter dan sifat masing-masing.
"Tunggu-tunggu… aku masih bingung dengan apa yang kalian ber 2 bicarakan… aku mau tanya, apa hubungannya antara aku, Rere dan pengajuan bantuan aku kemarin…?" Ucap Nayla bertanya dengan raut wajah yang bingung karena belum mengerti situasi dan arah dari pembicaraan di antara mereka.
"Jadi begini… aku akan menjelaskan semuanya dari awal, untuk masalah perijinan yang aku ambil dari kamu tempo hari, sudah aku cek dan itu adalah asli, kemarin kamu hanya meminta sumbangan untuk pembangunan sekolah kamu… tapi karena melihat ketulusan dan kebaikan kamu, serta usaha yang kamu lakukan maka pihak Octa Grup akan membiayai semua kebutuhan pembangunan dan juga akan menambah serta memperluas wilayah sekolah tapi dengan syarat pengelola dan penanggung jawab dari pembangunan itu adalah Rere, dan setelah pembangunan selesai nanti, semua biaya sekolah harus gratis, dan untuk masalah semua biaya dan kebutuhan sekolah akan di tanggung oleh Octa Grup… dan kamu harus bisa bekerja sama dengan Rere dalam proses pembangunan tersebut…" Ucap Viky menjelaskan kepada Nayla, tentang hasil dari permintaan bantuan yang Nayla ajukan kepada Octa Grup.
__ADS_1
Setelah mendengar kata-kata dari Viky barusan Nayla hanya terdiam tidak menjawab apa pun, kaget, senang dan rasa tidak percaya bercampur menjadi satu, sebab dia tidak pernah menyangka ternyata langkah yang dia ambil kemarin-kemarin membuahkan hasil yang sangat memuaskan, bahkan lebih dari memuaskan.
"Tunggu-tunggu… apa aku tidak salah dengar…? semuanya akan di tanggung oleh Octa Grup…?" Ucap Nayla mengkonfirmasi rasa tidak percayanya dan meminta ulang penjelasan dari Viky, namun raut wajah bahagia dari Nayla tidak bisa di sembunyikan lagi.
"Jika kamu tidak percaya, kamu bisa tanyakan sendiri kepada teman kamu itu… apa kamu salah dengar atau tidak… Jika kamu setuju dengan persyaratan yang di ajukan oleh Octa Grup… mulai sekarang, jika ada hal yang kamu butuhkan kamu bisa berdiskusi dengan Rere dan tidak perlu lagi mencari aku…" Ucap Viky, namun kalimat yang keluar dari Viky bermaksud bertanya apa Nayla setuju atau tidak dengan syarat yang Viky atau Octa Grup ajukan.
"Aku tidak bisa menjawabnya sekarang… karena semua keputusannya bukan ada di tangan aku… aku hanya berinisiatif mencari bantuan ke perusahaan-perusahaan besar, siapa tahu akan ada seorang dermawan yang mau membantu dan menyumbang untuk pembangunan sekolah… aku akan menelpon dulu untuk bertanya apa aku di perbolehkan mengambil kesempatan ini dengan syarat seperti tadi…? tapi sebelum itu, aku ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada kamu karena sudah mau membantu aku… jika kemarin aku tidak bertemu dengan kamu, mungkin kesempatan seperti itu tidak akan ada… kamu tahukan kemarin aku cukup kesulitan untuk bertemu dengan Tuan Besar… jika bukan bantuan dari kamu maka hal ini akan sangat tidak mungkin bisa terjadi…" Ucap Nayla menjelaskan kepada Viky, dan dia juga mengerti apa maksud dari perkataan dari Viky barusan, dan dia juga berterima kasih kepada Viky atas bantuan yang Viky berikan, namun dia tidak tahu bahwa yang memberikan semua bantuan adalah Viky, tapi yang dia tahu bahwa Viky hanyalah sebuah jembatan, antara dia dan Tuan Besar dari Octa Grup.
"Silahkan jika itu mau kamu… tapi keputusannya juga tidak perlu di katakan sekarang juga… kamu bisa mengadakan pertemuan terlebih dulu dengan komite serta guru-guru yang ada di sekolah kamu… sekarang kamu makan saja dulu, dan kalian ber 2 bisa mengobrol dengan tenang, sambil menikmati makanan yang baru saja datang… dan untuk masalah bantuan yang aku berikan kepada kamu, kamu tidak perlu bersikap seperti itu… karena teman Rere, adalah teman aku juga…" Ucap Viky, yang tidak perlu terburu-buru, jika pun komite dan guru-guru dari sekolah Nayla tidak setuju maka dia akan tetap menyumbang tapi dengan mengatasnamakan penguasa kota, dan Viky akan tetap membangun sekolah di tempat lain.
"Maksudnya dari teman Rere adalah teman kamu juga… aku tidak mengerti… bukannya kalian ber 2 datang ke sini sebagai rekan kerja…? apa kalian ber 2 mempunyai hubungan lain… aku jadi bingung… bisa kalian jelaskan kembali semuanya…" Ucap Nayla bertanya, dengan raut wajah yang bingung, dengan melihat ke arah Rere serta kepada Viky secara bergantian dan meminta penjelasan kepada mereka ber 2.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
__ADS_1
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...