Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 394 Lebih siap


__ADS_3

Lebih Siap


(Karena ada kesalahan dan tidak bisa di hapus jadi bab ini di lewat saja)


"Deky… bagaimana kondisi perusahaan ini…? apa perlu kita melakukan hal yang sama seperti pada Octa Grup…?" Ucap Viky bertanya kepada Deky setelah Kent keluar dari ruangan tersebut.


"Menurut aku, kondisi perusahaan saat ini cukup baik… mungkin sebelum kita pergi ke sini, Kent sudah bertindak terlebih dulu… karena bisa di lihat dari dokumen kontrak kerja yang aku pelajari tadi… hanya untuk memastikan saja, aku juga sempat menghubungi beberapa perusahaan yang ada di dalam kontrak tersebut secara acak, dan menanyakan beberapa pertanyaan kepada mereka… namun hal itu hanya aku pelajari secara sepintas, belum terlalu lebih mendetail lagi…" Jawab Deky, menjelaskan kepada Viky, atas apa yang dia amati serta dia pelajari dari saat dia datang ke sini sampai sekarang.


"Untuk masalah dokumen kontrak kerja serta kerja sama dengan perusahaan lain, aku serahkan semuanya kepada kamu, untuk mengecek lebih detailnya, jika kamu membutuhkan bantuan, kamu bisa ajak Dadan Ling, aku rasa dia juga sudah cukup siap untuk terjun secara langsung, walau pun tidak bisa sepenuhnya di lepas karena aku rasa pengalaman dia masihlah sangat kurang oleh karena itu hal ini juga bisa menambah pengalaman untuk dia agar nantinya dia bisa bekerja secara sendiri, dan tidak perlu kamu repot-repot turun tangan secara langsung… dan untuk masalah internal biar nanti aku sendiri yang mengurusnya… kita lakukan hal yang sama seperti di Octa Grup atau tidak…" Jawab Viky, sambil berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah jendela.


"Baik tuan… dan untuk masalah Kent sendiri, menurut saya dia mempunyai kemampuan yang cukup baik dalam mengelola bisnis, akan tetapi yang aku lihat sepertinya dia tidak tertarik untuk masuk lebih dalam lagi…" Ucap Deky, menjelaskan kepada Viky tentang hal lain.


"Baguslah kalau begitu… memang dia tidak tertarik dengan dunia bisnis atas, karena sedari awal dia pun mengatakannya kepada aku, dia sangat tertarik dengan bisnis dunia bawah, sama halnya seperti Vanteko Ma, akan tetapi perbedaannya adalah bahwa dia lebih siap dari pada Vanteko Ma… namun setelah mendengar apa yang kamu katakan, mungkin nanti aku akan menahan dia sedikit lebih lama lagi di sini…" Jawab Viky menanggapi perkataan dari Deky, sebenarnya Viky bisa saja menahan Kent selamanya di perusahaan Widya Grup akan tetapi jika hal itu dilakukan maka nantinya Kent sendiri akan berontak, seperti tidak melakukan pekerjaannya dengan baik dan benar, serta hal-hal lainnya yang membuat Viky sendiri nanti yang repot.


"Krek…" Setelah Viky selesai berkata, pintu masuk ruangan terbuka, Viky dan Deky pun menghentikan pembicaraan mereka ber 2, karena mereka sudah tahu siapa yang datang tersebut, yaitu orang yang sedang mereka bicarakan.


"Kak… ini ke 2 orang yang kakak minta tadi aku panggilkan ke sini… memangnya ada masalah apa kak kalau boleh aku tahu…" Ucap Kent bertanya, sambil menunjuk kepada ke 2 orang yang berjalan mengikuti dia masuk ke ruangan tersebut.


Ketika Kent berkata seperti itu, raut wajah ke 2 orang yang Kent bawa berubah putih pucat, bahkan salah satu di antara mereka, bukan hanya wajahnya saja yang berubah putih pucat, akan tetapi di wajahnya juga sudah mulai keluar keringat.


"Kalian ber 2… buka baju kalian sekarang juga…" Ucap Viky tanpa menanggapi perkataan dari Kent, dengan nada dingin serta sorot mata yang tajam melihat ke arah ke 2 orang yang datang bersama dengan Kent, sikap Viky saat ini terlihat berbeda di saat awal Viky bertemu dengan mereka 2 di bawah.


Tanpa berkata apa pun, mereka ber 2 hanya bisa mengikuti perkataan dari Viky, dan ketika Viky berkata seperti itu, Kent juga hanya bisa menundukkan kepalanya, karena dia yakin bahwa ke 2 orang tersebut telah melakukan kesalahan, dan kesalahan mereka juga adalah kesalahannya, karena mereka ber 2 tidak terpantau olehnya.

__ADS_1


"Kamu… segera pergi dari sini… mulai sekarang kamu sudah tidak bekerja lagi sini… dan untuk uang yang aku kirim tadi, kamu bisa menganggapnya sebagai uang kompensasi untuk kamu…" Ucap Viky menunjuk salah seorang di antar mereka ber 2 atau bisa di bilang orang tersebut adalah ketua keamanan.


Namun orang yang Viky tunjuk tersebut tidak segera pergi dari sana, tapi entah karena hal apa orang tersebut melirik ke arah Kent, atau mungkin bisa saja karena dia belum mengetahui siapa Viky, jadi dia tidak melakukan apa yang Viky katakan.


"Baiklah kalau kamu tidak mau mendengarkan aku… Kent, kamu urus dia, aku tidak mau dia berada di sini lagi… kamu tahu apa yang harus kamu lakukan, jangan sampai aku bertindak sendiri…" Ucap Viky dengan melihat ke arah ketua keamanan dan berbalik melihat ke arah Kent serta dengan tangan yang menunjuk ke arah ketua keamanan tersebut.


"Baik kak…" Jawab Kent dengan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Kalian cepat keruangan aku… ada pekerjaan yang harus kalian lakukan…" Ucap Kent kepada orang yang dia hubungi lewat ponselnya.


"Bruk…" terdengar suara lutut yang berbenturan dengan lantai, berbarengan dengan Kent yang memasukkan kembali ponselnya ke dalam sakunya, dan suara tersebut adalah suara yang berasal dari ketua keamanan yang berlutut menghadap ke arah Viky.


"Tu… tuan mohon ampuni saya tuan… tolong lepaskan saya, saya masih punya anak istri di rumah yang harus saya berikan nafkah tuan…" Ucap ketua keamanan dengan nada yang sedikit tidak jelas karena tubuhnya bergetar dan dengan posisi berlutut serta raut wajah yang sangat ketakutan.


"Tadi sudah aku berikan kesempatan kepada kamu untuk segera pergi dari sini… akan tetapi kamu tidak pergi juga…" Jawab Viky dengan nada dingin serta sorot mata yang lebih tajam lagi.


"Ma… Maaf taun… aku akan pergi sekarang juga… mohon ijinkan saya untuk pergi sekarang…" Jawab ketua keamanan dengan bersujud kepada Viky.


Viky hanya diam tidak menjawab perkataan dari ketua keamanan tersebut, karena Viky sangat membenci orang yang seperti ketua keamanan tersebut, namun dia tidak bertindak secara langsung karena dia masih menghargai Kent, oleh karena itu biarkan Kent yang mengurusnya sendiri, namun jika ketua keamanan tersebut pergi dari sana setelah Viky menyuruhnya pergi, mungkin dia hanya akan di keluarkan dari perusahaan saja, tidak sampai Kent sendiri yang harus bertindak lebih dari hanya membawanya secara paksa keluar dari sana.


"Krek…" hanya berselang tidak lebih dari 1 menit, pintu ruangan tersebut terbuka, dan terlihat ada 6 orang masuk ke ruangan tersebut dengan postur tubuh yang cukup tinggi dan juga besar, serta raut wajah yang terlihat sangat garang, mereka ber 6 berjalan menuju ke arah Kent.


"Kami semua siap menerima perintah dari tuan…" Ucap salah seorang dari ke 6 orang yang baru saja masuk setelah berada di hadapan Kent dengan nada yang sedikit tegas namun masih dengan sopan, dan mungkin orang tersebut adalah ketua dari ke 6 orang yang baru saja masuk tersebut.

__ADS_1


...***************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2