
Flash Back
Setelah mendengar kata-kata dari Falmia, raut wajah ketua kelas berubah rumit, namun semua orang bisa menyadari perubahan raut wajah pada ketua kelas ini, karena mereka semua juga tahu apa yang terjadi di masa lalu antara Rere dan ketua kelas.
"Silahkan… aku tidak akan melarangnya, karena dia juga adalah salah satu teman kita di masa-masa sekolah dulu… jadi dia juga mempunyai hak untuk bisa mengundang kita semua ke acara pernikahannya dan berbagi kebahagian dengan kita semua…" Jawab ketua kelas dengan sedikit bersikap bijak sana dan raut wajah yang kembali berubah seperti semula, dia bersikap seperti itu karena di sana ada calon istrinya Try Rasya, jika dia masih mengungkit masa lalunya dengan Rere maka hasilnya sudah jelas, bahwa Rasya akan sangat marah kepadanya, karena sebelumnya di antara mereka sudah membuat perjanjian untuk tidak mengungkit masa lalu, dan melupakan semua yang sudah terjadi, dan dia juga ingin terlihat bijak sana serta adil kepada semua orang di mata Rasya.
"Viky apa aku boleh mengatakan semuanya di sini…?" Ucap Rere bertanya kepada Viky sebelum dia maju ke depan.
"Jika di perlukan maka silahkan saja… tapi aku hanya bisa menyarankan kepada kamu jangan terlalu di ungkapkan semuanya… jika terungkap semuanya maka kamu tidak akan bisa melihat dengan jelas bagaimana sikap yang sebenarnya atas orang-orang yang ada di sekitar kamu…" Jawab Viky, memberikan pilihan kepada Rere atas apa yang perlu dan tidak perlu di katakan, namun hal itu tergantung dari Rere sendiri, Viky ingin tahu apa yang akan Rere lakukan, dia berharap ada perubahan sikap pada diri Rere.
Setelah mendengar jawaban dari Viky, Rere berjalan ke depan ke arah panggung.
"Terima kasih ketua kelas sudah memberikan waktunya untuk aku mengumumkan pernikahan aku sekaligus mengundang semua orang untuk bisa hadir di acara pernikahan aku…" Ucap Rere berterima kasih kepada ketua kelas sebelum naik ke atas panggung.
"Kamu tidak perlu sungkan kepada aku… memang kita di masa lalu memiliki sebuah cerita yang membuat aku sangat malu… tapi berkat kamu memperlakukan hal seperti itu kepada aku, kamu bisa lihat sendiri kan, aku seperti apa sekarang ini… aku sangat berterima kasih kepada kamu, jika dulu kamu tidak memperlakukan aku seperti itu, aku tidak tahu akan seperti apa aku sekarang ini…" Jawab ketua kelas dengan sedikit merendah namun maksud dari kata-katanya adalah dia menyindir kepada Rere.
Karena jika dia tidak di tolak oleh Rere dan bersama Rere, maka dia tidak tahu apa dia akan seperti sekarang ini atau sangat mungkin bisa jadi lebih buru dari pada sebelumnya, karena dia juga tahu tentang kabar bahwa Rere di usir dari keluarga Neo atas masalahnya yang menyinggung tuan muda dari keluarga Ma.
Flash Back sedikit.
__ADS_1
Dulu ketua kelas sangat menyukai Rere, apa pun dia lakukan untuk mendapatkan perhatian dari Rere, namun semua yang dia lakukan adalah sia-sia saja, karena tidak mampu membuat hati Rere menjadi luluh, Rere tidak mau bersama dengan ketua kelas bukan karena ketua kelas tidak tampan, kalau soal wajah, ketua kelas bisa di bilang wajahnya berada di atas rata-rata cowok tampan lainnya, tapi ada hal lain yang membuat Rere tidak menyukainya, itu adalah sikap ketua kelas yang selalu terburu-buru dalam melakukan sesuatu, entah hasilnya baik atau tidak itu adalah urusan yang ke 2, dan bisa di bilang berbanding terbalik dengan Rere pada saat itu, dimana Rere selalu berpikir terlebih dulu di saat akan bertindak, agar hasilnya bisa lebih maksimal.
Di masa sekolah menginjak tahun terakhir, ketua kelas memberanikan diri mengungkapkan perasaannya kepada Rere, dia menyatakan cintanya dengan menggunakan sebuah pengeras suara dan berdiri di tengah-tengah lapangan, sontak hal itu pun menjadi perhatian semua orang yang berada di sekolah tersebut, kegiatan belajar pun sempat terhentikan karena kejadian ini, dan apa yang di lakukan oleh ketua kelas tidak membuat hati Rere tersentuh melainkan apa yang ketua kelas lakukan menjadikan Rere merasa tidak nyaman dan ada sedikit rasa benci di hatinya kepada ketua kelas, oleh karena itu di saat ketua kelas meminta jawaban dari Rere apa dia mau menjadi pacarnya atau tidak, Rere tanpa berpikir panjang langsung mengatakan tidak.
Jawaban dari Rere tersebut membuat ketua kelas sangat malu, karena satu sekolah tahu bahwa dia di tolak mentah-mentah oleh Rere, ketua kelas sangat sakit hati atas jawaban dari Rere, oleh karena itu dari saat itu dia bertekad dan bersumpah dalam hatinya akan membuat Rere menyesali keputusannya seumur hidup Rere.
Seiring berjalannya waktu, ketua kelas terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dan lagi agar tekad dan sumpahnya untuk membuat Rere menyesali keputusannya bisa terwujud, sampai pada akhirnya dia di pertemukan dengan Try Rasya, yang mana Try Rasya ini sangat baik kepada ketua kelas, awalnya ketua kelas sedikit menolak perhatian yang di berikan oleh Try Rasya kepadanya, namun karena perhatian yang Try Rasya berikan sangat tulus kepadanya, akhirnya dia pun menerima kehadiran Try Rasya di hidupnya.
Sampai pada saat dia mengetahui tentang musibah yang menimpa Rere, yang mana Rere di usir dari keluarga Neo akibat menyinggung tuan muda dari kelurga Ma, ada sedikit rasa sedih di hati ketua kelas, karena bagaimana pun dia masih sangat menyukai Rere, tapi mengingat kejadian yang Rere lakukan dulu kepadanya, rasa sedih yang dia alami dengan seketika hilang, walau pun dia tidak tahu pasti dengan kejadian tersebut, dan juga karena ada Try Rasya yang berada di sampingnya yang menyadari sedikit perubahan dari ketua kelas dan dari situlah berawal sebuah perjanjian antara Try Rasya dengan ketua kelas, yang mana perjanjian tersebut agar untuk tidak mengungkit lagi masa lalu dan terus melihat serta berjalan untuk masa depan.
Sampai pada satu kesempatan untuk ketua kelas mewujudkan tekadnya, yaitu di saat dia mendapatkan sebuah proyek besar dengan Octa Grup dan juga bisa mendapatkan seorang wanita yang menurutnya lebih baik dari segala hal, dari pada Rere, bahkan dari status keluarganya lebih tinggi dari pada keluarga Noe.
Awalnya semua berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang ketua kelas rencanakan, namun ketika Falmia berkata bahwa Rere juga akan melangsungkan pernikahan, ada sedikit rasa sesak di hatinya, namun dia menyimpulkan bahwa calon suami Rere adalah orang yang di ajak bicara sebelum dia berjalan ke depan, dan ada sedikit rasa lega di hatinya, karena melihat dari penampilan serta baju yang di pakai pria tersebut tidak terlihat lebih baik dari pada dia, bahkan menurut pandanganya pria tersebut tidak lebih baik dari pada dia yang dulu saat di masa sekolah.
#Sebenarnya Aga males nulis bab ini, tapi jika tidak di tulis maka tidak akan nyambung dengan cerita selanjutnya.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
__ADS_1
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
...Terima kasih🙏...
__ADS_1
...R"Azk 🥇...