Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 156 Bisikan Yang Aneh


__ADS_3

Bisikan Yang Aneh


"Kakak tadi datang ke sini dengan naik taksi…" Jawab Viky.


"Mobil kakak dimana…? apa kakak mau pakai mobil aku…?" Ucap Dewi bertanya tetang mobil Viky dan menawarkan Viky untuk memakai mobilnya.


"Mobil kakak di pakai sama orang lain… jadi kakak ke sini naik taksi… tidak usah, kakak bisa naik taksi kembali, lagian nanti kamu akan kesulitan untuk pulang kalau mobilnya kakak pakai…" Ucap Viky menjelaskan dan menolak tawaran dari Dewi.


"Dia pakai siapa…? dia pakai calon istri kakak bukan…? nanti aku bisa minta Vanteko atau yang lainnya untuk mengantar aku pulang…" Jawab Dewi kembali bertanya.


"Bisa di bilang seperti itu lah… tidak, kamu pakai saja mobil kamu, kakak tidak mau merepotkan orang lain…" Jawab Viky yang terus menolak tawaran dari Dewi.


"Yah sudah kalau kakak tidak mau memakai mobil aku…" Jawab Dewi.


"Oh iya kak… sini deh ada yang ingin aku bisikan sesuatu sama kakak…" Lanjut Dewi berkata dengan meletakan tangannya di antara pipi dan bibirnya, dan mendekatkan wajahnya sedikit ke arah telinga Viky, dan Viky pun mendekatkan telinganya ke arah bibir Dewi.


"Eemmuuaahhh…" Ternyata Dewi bukan ingin membisikan sesuatu kepada Viky, melainkan dia mencium pipi Viky.


Setelah Dewi mencium pipi Viky, Dewi segera berlari ke arah dalam dan meninggalkan Viky sendirian di pintu masuk, dan Viky hanya terdiam setelah mendapatkan sebuah ciuman dari Dewi, dan melihat ke arah Dewi yang berlari masuk.


"Aduh… terlepas dari satu wanita yang merepotkan, sekarang datang satu lagi wanita yang sama…" Gumam Viky melihat punggung Dewi yang berlari ke dalam.


Kemudian Viky berjalan meninggalkan tempat tersebut, dengan mengusap-usap pipinya takut ada bekas lipstik dari bibir Dewi tercetak di pipi Viky, Viky mencari taksi untuk dia kembali ke Octa Grup.


Tidak lama Viky sudah sampai di Octa Grup, dan dia langsung menuju ke ruangan nya yang berada di lantai paling atas, namun ketika Viky sudah sampai di sana, ruangan tersebut masih lah kosong, dan Rere belum kembali.


Kemudian dia mengambil sebotol minuman dan pergi ke arah jendela untuk melihat pandangan Kota Taraka, sempat terlintas di pikirannya tetang masa lalu dia saat bersama ayahnya, dan tanpa dia sadari air mata mulai keluar dari matanya.


"Tok… tok… tok… Tuan… boleh saya masuk…" dari arah pintu terdengar seseorang mengetik pintu dan memanggil namanya, serta meminta ijin untuk dia masuk.


"Masuk…" Ucap Viky mempersilahkan orang yang berada di balik pintu untuk masuk, kemudian orang yang berada di luar pun masuk setelah Viky memberikan ijin untuk masuk.


"Ada apa…?" Ucap Viky bertanya dengan masih melihat ke arah luar Jendela, tanpa melihat kepada orang yang baru saja masuk.


"Tuan di bawah ada orang yang ingin bertemu dengan Tuan… katanya dia sudah membuat janji dengan Tuan…" Ucap orang tersebut dengan sopan, namun dengan posisi dia yang berdiri dengan sedikit tegak setelah berada di dalam ruangan, dan orang tersebut adalah seorang penjaga keamanan.

__ADS_1


"Siapa…?" Ucap Viky kembali bertanya.


"Dia tidak mengatakan hal lain… tapi Tadi dia hanya mengatakan AS.35 Tuan…" Jawab orang tersebut.


"Baiklah… kamu bisa pergi dan bilang kepada dia, aku menunggu dia di sini…" Ucap Viky memerintahkan si penjaga.


"Baik Tuan… kalau begitu saya permisi dulu…" Jawab si penjaga dengan hormat dan dia berjalan pergi ke arah pintu masuk.


"Kamu… apa Rere sudah kembali…?" Ucap Viky bertanya kepada si penjaga, di saat tangan si penjaga baru menyentuh gagang pintu.


"Belum Tuan… Nona besar belum kembali sampai sekarang…" Jawab si penjaga tersebut, dengan membalikan tubuhnya dan menghadap ke arah Viky.


"Yah sudah tidak apa-apa… kamu bisa pergi sekarang…" Ucap Viky menyuruh si penjaga untuk pergi.


"Baik Tuan…" Jawab si penjaga dengan hormat, dan dia pergi dari ruangan tersebut untuk memanggil orang yang menunggu di bawah. dan membawanya ke ruangan Viky.


Tidak lama setelah penjaga tersebut pergi, dari arah pintu masuk kembali terdengar suara ketukan pintu, dan orang yang di balik pintu pun masuk setelah Viky memerintahkan orang tersebut masuk.


"Lord…" Ucap orang tersebut setelah masuk ke dalam ruangan tersebut dan hendak berlutut kepada Viky, namun Viky hentikan.


"Baik Lord…" Jawab orang tersebut, kemudian dia berjalan ke arah kursi untuk duduk, orang tersebut adalah AS.35 atau bisa di sebut Ritz Dewa Perang Pusat Divisi Perang Montana.


"AS.35 apa kamu sudah menerima informasi dari aku…" Ucap Viky bertanya dengan berbalik badan dan pergi berjalan ke arah kursi.


"Sudah Lord…" Jawab AS.35 dengan sopan.


"Jadi sudah sampai mana persiapan yang kamu lakukan…?" Tanya Viky kepada AS.35, setelah dia duduk di kursi.


"Untuk di Divisi Perang Kota Taraka semua persiapan sudah selesai Lord… aku juga sudah memilih beberapa prajurit terbaik yang ada di semua Divisi perang yang tersebar di Montana… sampai pada waktunya nanti Lord bisa memilih siapa saja yang akan lord ambil dari orang-orang tersebut…" Ucap AS.35 melaporkan persiapannya kepada Viky.


"Berapa banyak orang yang kamu siapkan…?" Ucap Viky kembali bertanya.


"Semuanya tidak kurang dari 2.000 orang Lord…" Jawab AS.35.


"2.000 orang… apa di Divisi perang Kota Taraka, bisa menampung orang sebanyak itu… dan juga nanti pasti akan di hadiri oleh warga lokal serta orang-orang terkemuka di Kota Taraka…?" Ucap Viky kembali bertanya.

__ADS_1


"Aku rasa bisa lord… untuk warga lokal yang ingin pergi melihat ke sana… aku sudah menyiapkan tempat dan bisa menampung sekitar 500 sampai 600 orang lord…" Jawab AS.35


"Lord… Jika Lord tidak keberatan… untuk acara pernikahan Lord yang tinggal beberapa hari lagi, aku sudah menyiapkan sedikit orang untuk mengamankan acara pernikahan Lord… dan juga semua pimpinan tertinggi Divisi perang akan datang ke acara pernikahan Lord…" Lanjut AS.35 berkata.


"Kamu bisa atur semuanya dan aku percayakan semua keamanannya kepada kamu… namun ada sedikit masalah yang aku khawatirkan…" Ucap Viky.


"Baik Lord… Lord bisa percayakan kepada saya untuk masalah keamanan di saat acara pernikahan nanti… tapi lord memangnya ada Masalah apa… apa ada hal yang saya lewatkan…" Jawab AS.35 dengan perasaan sedikit takut jika dia memalukan kesalahan dalam tugasnya.


"Sebenarnya ini tidak ada hubungannya dengan kamu…. karena masalah ini berhubungan dengan Cucu pimpinan 1 Divisi perang Montana…" Jawab Viky dengan nada yang sedikit lemas


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2