Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 52 Gerbang Siren Country


__ADS_3

Gerbang Siren Country


Penjaga yang berada di dekat mobil Viky, dia sudah tahu siapa yang berada di dalam mobil tersebut dan bergegas pergi menghampiri mobil yang mana dari tadi terus mengeluarkan suara klakson, tanpa mengindahkan perkataan dari Viky.


Di dalam mobil tersebut adalah salah satu tuan muda dari keluarga kelas atas di Kota Taraka, tuan muda tersebut sering datang ke Siren Country untuk makam atau hanya bersenang-senang bersama teman-temannya dan bahkan tidak hanya sekali tuan muda tersebut datang ke Siren Country hanya untuk pamer kepada wanita-wanita yang dia bawa, karena dia mempunyai kartu anggota Gold di Siren Country, ada sedikit hak khusus di Siren Country.


Viky mengernyitkan alisnya, melihat kelakuan penjaga tersebut, ada sedikit rasa kesal di hatinya, raut wajah Viky berubah dingin dengan sorot mata yang tajam.


Rere yang melihat perubahan raut wajah Viky, ada sedikit rasa takut melihat hal tersebut.


"Sudahlah… kalau kita tidak di ijinkan masuk… kita cari tempat makan lain saja… kalau di teruskan takut menjadi masalah yang serius…" Ucap Rere menenangkan Viky.


"Tidak apa… lambat laun semua orang harus tahu dan akan ada banyak perubahan yang terjadi di Siren Country dan Octa Grup…" Ucap Viky menatap ke arah Rere dengan ekspresi yang berubah kembali.


Viky mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menelpon Deky.


"Deky… aku sekarang berada di depan gerbang Siren Country, kamu siapkan tempat makan yang bagus sekarang untuk aku… aku kesini tidak sendirian… kamu atur tempat yang romantis… dan 1 lagi, kamu kirim seseorang untuk menjemput aku di gerbang masuk…" Ucap Viky setelah sambungan telpon tersambung kepada Deky.


Deky yang berada di sebrang telpon mengerti dengan apa yang Viky maksud. setelah panggilan tersebut berakhir, Deky segera memerintahkan bawahannya untuk menyiapkan tempat terbaik di Siren Country, dan dia bergegas pergi sendiri ke gerbang untuk menjemput Viky dia takut kejadian tempo hari terulang kembali.


"Tuan Besar pasti tidak di perbolehkan masuk oleh penjaga keamanan di gerbang… akan jadi masalah besar jika Tuan besar di usir kembali seperti tempo hari…aku harus bergegas menuju ke gerbang masuk…" Gumam Deky yang terus berlari menuju gerbang masuk Siren Country.


Dari kejauhan Deky bisa melihat mobil Viky yang masih berada di depan gerbang, dia akhirnya bisa bernapas lega.


Penjaga keamanan yang tadi pergi meninggalkan Viky tanpa mengindahkan perkataan Viky, sekarang dia kembali ke mobil Viky, setelah berbicara dengan orang yang berada di mobil belang, entah apa yang mereka bicarakan, raut wajah penjaga tersebut terlihat sangat kusut.

__ADS_1


"Tuan… jika tuan tidak mempunyai kartu anggota… Tuan tidak bisa masuk dan tuan bisa pergi meninggalkan tempat ini… saya harap tuan mengerti dan tidak mempersulit saya… dan mobil yang berada di belakang tuan, orang di dalamnya mempunyai kartu anggota Gold, jadi aku tidak bisa menyinggung dan menghambat orang tersebut untuk masuk…" Jawab Penjaga tersebut dengan kata-kata yang masih sopan.


Dia tau walau Viky tidak memiliki kartu anggota di Siren Country, tapi dia yakin dengan mobil yang Viky bawa, Viky bukanlah orang yang dapat dia singgung.


Viky mengerti kenapa tadi penjaga keamanan tidak mengindahkan kata-katanya dan dengan cepat pergi ke arah mobil yang di belangnya.


Ketika Viky akan memindahkan mobil nya dan memberi jalan mobil yang berada di belakangnya, terlihat seorang pemuda dari arah belakang bergegas menghampiri Viky dan berkata:


"Kenapa kamu lama sekali menyingkirkan mobil ini… " Teriak orang tersebut dengan nada tinggi kepada penjaga keamanan tersebut.


"Maaf… Maaf tuan… tadi aku menjelaskan dulu jika tidak mempunyai kartu anggota di Siren Country tidak dapat masuk, dan sekarang orang ini akan memindahkan mobilnya…" Ucap penjaga tersebut dengan sedikit ketakutan, dan menunjuk ke arah mobil Viky.


"Ha…ha…ha… orang bodoh… sudah tidak punya kartu anggota masih saja bermimpi untuk bisa masuk ke Siren Country…" Ucap pemuda tersebut, dengan tatapan merendahkan ke arah Viky


"Cepat kamu usir orang ini… aku tuan muda dari keluarga ling… Dadan ling dari keluarga Ling, pewaris utama di keluarga ling… apa kamu mau menyingung tuan muda dari keluarga Ling… kamu pasti tahu konsekuensinya jika berurusan dengan keluarga ling… " Ancam orang tersebut kepada penjaga keamanan.


Viky yang melihat penjaga keamanan di ancam oleh orang luar seperti itu, dia tidak tahan lagi, dan bergegas turun dari dalam mobil dan menuju ke arah penjaga keamanan, dia tahu bahwa penjaga keamanan ini adalah orang baru di Siren Country, jika orang lama, dia pasti sudah mengusir orang yang mengancamnya.


"Seberapa kuatkah orang-orang dari keluarga Ling… hingga berani mengancam penjaga keamanan di Siren Country… apa kamu tahu konsekuensi atas ucapan kamu tadi…" Viky berkata dengan wajah datar ke arah pemuda tersebut dengan sorot mata yang tajam.


"He…he…he… Seberapa kuat…? kamu tidak akan bisa membayangkannya… sekarang keluarga Handoko sudah di musnahkan… itu berarti keluarga Ling adalah keluarga No 1 di Kota Taraka… kamu bisa perhitungkan seberapa kuat keluarga Ling…" Ucap orang tersebut dengan bangga, terdengar dari nadanya dia sedikit merendahkan Viky.


Dia berkata sangat berani seperti itu karena dia tahu dan mengenal orang-orang kelas atas di Kota Taraka, dia juga tidak bodoh dapat mengenali mobil Viky yang sangat mewah, dia berpikir Viky juga bukan orang sembarangan dan mempunyai pengaruh tapi semua itu berada di luar Kota Taraka, di dalam Kota Taraka, keluarga Ling lah yang berkuasa, jadi dia mengancam Viky dengan kekuatan keluarganya.


"Aku tidak tahu… dan tidak mau tahu seberapa kuatnya keluarga Ling… jika kamu terus membuat keributan di sini, apa keluarga Ling akan mampu menahan amarah dari orang-orang Siren Country…" Ucap Viky dengan santai.

__ADS_1


Viky tidak akan menganggap keluarga Ling sebagai ancaman, jangankan keluarga Ling, keluarga Handoko yang mana dengan usahanya sendiri menjadi keluarga No 1 di Kota Taraka saja tidak masuk hitungan dan membuatnya takut, apa lagi keluarga Ling yang menjadi keluarga No 1 di Kota Taraka, setelah keluarga Handoko musnah, bisa di bilang keluarga Ling mendapatkan gelar keluarga No 1 berkat bantuan dia.


Dadan Ling setelah mendengar jawaban dari Viky, sekarang tubuhnya bergetar, dia sangat marah dan sangat kesal kepada Viky, pasalnya selama ini di Kota Taraka, tidak ada yang berani berbicara seperti itu kepada dia, dan tidak ada yang tidak takut setelah mendengat nama keluarga Ling.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...

__ADS_1


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...


__ADS_2