Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 259 Projek Taman Hiburan Terbesar Di Mulai


__ADS_3

Projek Taman Hiburan Terbesar Di Mulai


Viky berjalan menuju ke ruangannya, sambil melihat sekeliling untuk menemukan Deky, di rasa Deky tidak tahu berada di mana, Viky mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Deky.


"Tuan…" Ucap seseorang dari belakang menyapa Viky di saat dia akan menghubungi Deky, dan dengan reflek Viky berbalik badan untuk melihat siapa yang memanggilnya.


"Oh kamu… baguslah kita sudah bertemu di sini, jadi aku tidak perlu mencari kamu kemana-mana…" Ucap Viky setelah melihat bahwa orang yang dia cari sudah ada di depannya.


"Maaf tuan… Memangnya ada apa tuan mencari saya…?" Ucap orang tersebut bertanya dengan bingung, karena di pikiran dia, dia tidak melakukan kesalahan atau pun melakukan sebuah pencapaian, jadi menurutnya aga aneh jika Viky mencarinya.


"Kamu ikut saja dulu… nanti aku jelaskan semuanya di ruangan aku… dan aku juga ada hal yang perlu aku bicarakan dengan kamu…" Jawab Viky yang tidak mau ribet, dan dia mengajak orang tersebut untuk berbicara di ruangannya.


"Baik Tuan…" Jawab orang tersebut yang hanya bisa menuruti perintah dari Viky.


Kemudian Viky berjalan menuju ke arah lift dan di ikuti oleh orang tersebut, untuk menuju ke ruangan Viky.


"Kamu duduk saja dulu… jika ingin minum kamu ambil saja di dalam kulkas di sana…" Ucap Viky ketika sudah sampai di ruangannya, dan menyuruh orang tersebut untuk duduk di sofa, dan dia berjalan ke meja kerjanya.


"Baik tuan… terima kasih untuk minumannya…" Jawab orang tersebut dengan sedikit ragu-ragu, dan ada rasa canggung di hatinya, sebab yang pernah dia alami, di saat bertemu dengan orang yang memiliki status tinggi tidak pernah bersikap seperti Viky, oleh karena itu dia sangat berhati-hati, takut dia akan mendapatkan hukuman, tapi sebelumnya di buat senang terlebih dulu.


Viky mengambil sebuah dokumen yang dia simpan di dalam laci meja kerjanya, kemudian dia berjalan kembali ke arah sofa, namun ekspresi orang tadi terlihat sangat rumit, Viky ingin sekali tertawa melihat ekspresi orang tersebut sangat tegang, dan terpikirkan sebuah rencana di kepala Viky untuk mengerjai orang tersebut.


"Kenapa kamu tidak mengambil minuman…?" Ucap Viky bertanya sambil duduk di sofa.


"Tidak usah tuan… aku juga tidak haus kok…" Ucap orang tersebut menolak dengan sebuah alasan.


"Tidak haus atau kamu takut minumannya di racun…?" Ucap Viky kembali bertanya kepada orang tersebut.


"Bukan tuan… saya tidak pernah dan tidak berani berpikiran seperti itu tuan…" Jawab orang tersebut dengan terburu-buru, karena takut Viky salah paham dengan yang dia maksud.


"Yah sudah kalau begitu… tolong kamu ambilkan minumannya 2 botol, satu untuk aku dan satu lagi untuk kamu… aku ingin bir, kamu terserah mau ambil yang mana…" Jawab Viky menyuruh orang tersebut untuk mengambilkan minuman yang ada di dalam kulkas.

__ADS_1


"Baik tuan…" Jawab orang tersebut dengan sedikit pasrah, karena dia tidak bisa menolak lagi, kemudian dia berdiri dan mengambil 2 botol bir yang ukuran kecil, sekitar 500 ML.


"Silahkan Tuan…" Ucap orang tersebut dengan menyodorkan 2 botol bir kepada Viky.


"Kenapa 2 2 nya di berikan kepada aku… kamu ambillah satu untuk kamu minum…" Ucap Viky yang melihat bahwa 2 botol bir yang di ambil orang tersebut 2 2 nya di serahkan kepada Viky.


"Baik Tuan… terima kasih…" Jawab orang tersebut yang hanya bisa menurut perintah dari Viky, dan mengambil 1 botol bir yang ada di atas meja.


"Kamu tahu kenapa aku mengajak kamu ke sini…?" Ucap Viky memulai pembicaraan dan dengan raut wajah yang serius.


"Tidak… tidak tahu tuan…" Jawab orang tersebut dengan tubuh yang sedikit gemetar, dan apa yang dia pikirkan memang benar terjadi.


"Sebelum membahas kenapa kamu aku ajak ke sini… lebih baik rileks kan diri kamu terlebih dulu, agar kamu bisa fokus membahas apa yang ingin aku ketahui dari kamu…" Jawab Viky, dengan raut wajah yang tidak terlalu serius seperti awal karena dia tahu bahwa orang yang ada di depannya tidak akan berbicara dengan benar jika Viky memasang wajah yang serius.


"Maaf tuan… memangnya hal apa yang ingin tuan bicarakan dengan saya…?" Ucap orang tersebut yang masih belum tenang, karena raut wajahnya masih sangat tegang.


"Baiklah… agar kamu bisa lebih santai, aku belum tahu siapa nama kamu… dan untuk masalah apa yang ingin aku bicarakan, ini mengenai sebuah proyek yang akan kamu tangani nanti, kamu masih ingat kan dengan proyek tersebut…" Jawab Viky mencoba mencairkan suasana agar orang yang berada di depannya tidak terlalu tegang.


"Baiklah… aku ingin tahu sudah sampai mana semua persiapan dari kamu sampai sekarang ini…?" Ucap Viky bertanya.


"Semua persiapan sudah selesai tuan… karena untuk masalah perijinan sudah di selesaikan oleh tuan Deky kemarin… hanya tinggal menunggu pembebasan lahan serta memulai projek nya, harusnya projek tersebut bisa di mulai hari ini… namun ketika Tuan Deky menyerahkan dokumen perijinan kemarin, tuan Deky bilang, katanya sebelum memulai projek nya, tuan besar ingin bertemu dengan aku terlebih dulu, jadi saya tidak berani memulai projek tersebut hingga saya bertemu dengan tuan…" Jawab Johan Bahtiar menjelaskan tentang kesiapan projek nya.


"Baguslah kalau sudah sampai pada tahap seperti itu… aku hanya ingin memastikan saja kepada kamu, jika di saat pembebasan lahan kamu mengalami kesulitan, kamu tidak perlu sungkan untuk berbicara dengan aku atau Deky… jadi kapan projek nya akan di mulai…?" Ucap Viky dengan memberikan semangat dengan cara jika mengalami kesulitan maka Viky pun akan membantunya secara langsung, dan Viky kembali bertanya tentang kapan akan di mulainya, karena untuk tempatnya dimana Viky sudah tahu dari dokumen yang di berikan oleh Johan Bahtiar beberapa hari yang lalu.


"Jika di ijinkan… aku akan memulai projek nya hari ini tuan…" Jawab Johan Bahtiar, meminta ijin memulai projek nya kepada Viky.


"Silahkan, aku tidak akan melarang atau menyuruh kamu kapan harus di mulai projek taman ini… jika kamu merasa bahwa semua persiapan kamu sudah maksimal yah laksanakan… memangnya mau menunggu apa lagi…" Jawab Viky dengan santai, namun kata-kata Viky memiliki arti yang lain.


"Baik tuan… aku akan memulainya hari ini juga… dan terima kasih sudah memberikan kesempatan ini kepada saya, dan terima kasih juga atas mobil yang tuan berikan, keluarga saya sangat senang bahwa tuan memberikan mobil tersebut kepada saya, dan keluarga saya juga sangat mendukung saya mengerjakan projek ini… bahwa istri saya lebih bersemangat dari saya dan terus mensupport saya, agar bekerja lebih fokus agar hasilnya lebih maksimal…" Jawab Johan Bahtiar dengan terus berterima kasih kepada Viky, atas semua yang Viky berikan kepadanya, dan dia juga sudah sedikit mengenal karakter Viky kepada bawahannya, karena dia juga bukan orang bodoh jadi dia bisa sedikit membaca situasi dan kejadian yang terjadi, dan memiliki sebuah kesimpulan sendiri, walau pun kesimpulannya belum tentu sepenuhnya benar.


"Baguslah kalau keluarga kamu sangat mendukung kamu… semua yang aku berikan kepada kamu, itu semua juga berkat kerja keras dari kamu selama ini… aku hanya memberikan sedikit apresiasi kepada kamu atas semua pencapaian kamu…" Jawab Viky dengan sedikit merendah, namun kata-kata Viky barusan memiliki arti lain bagi Johan Bahtiar.

__ADS_1


"Terima kasih tuan… kalau begitu saya ijin pergi untuk segera bersiap memulai projek ini…" Jawab Johan Bahtiar dengan rasa gembira di hatinya dan meminta ijin untuk pergi dari sana.


"Silahkan…" Jawab Viky memberikan ijin kepada Johan Bahtiar untuk pergi dari sana.


Kemudian Johan Bahtiar berdiri dan berjalan pergi dari ruang Viky, setelah mendapatkan ijin dari Viky.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...


...R"Azk 🥇...

__ADS_1


__ADS_2