
Kesempatan Vanteko Ma
"Untuk masalah obat tersebut, nanti aku tuliskan resep dan juga cara menggunakan obat tersebut dengan baik dan benar, agar hasil yang di dapat juga maksimal… tapi sekarang kamu mau aku antar ke hotel atau aku antar kamu pulang ke rumah…?" Ucap Viky menjelaskan tentang masalah obat dan kembali bertanya tentang Ovi Long setelah ini akan kemana.
"Kapan…? terus bagaimana dengan bermainnya…?" Jawab Ovi Long yang masih tidak mengerti dengan maksud dari Viky.
"Baiklah Aku akan berikan resep obatnya sekarang, tapi besok kamu harus membawa ayah kamu untuk bertemu dengan aku…" Jawab Viky yang tidak mau ribet menangani Ovi Long.
"Teko, kamu carikan aku selembar kertas…" Ucap Viky dengan melihat ke arah Vanteko Ma, dan memintanya untuk membawakan selembar kertas untuk menulis resep obat.
"Baik…" Jawab Vanteko Ma dengan segera dia berdiri dan berjalan ke arah luar untuk mengambil kertas yang Viky minta.
"Terus bagaimana dengan aku… apa kak Viky tidak mau bermain dengan aku atau tidak ingin melakukannya sekarang…?" Ucap Ovi Long, bertanya kembali atas sesuatu yang dia tawarkan sebelumnya kepada Viky, di pikiran dia, dia tidak mau Viky berbuat sesuatu kepada keluarga Long yang lain, jadi hanya cukup kakaknya dan dia saja.
"Tidak perlu… aku sedari awal memang tidak mau melakukan hal itu dengan kamu, tapi aku hanya ingin tahu saja tentang keluarga Long dari kamu… karena aku sudah mendapatkannya sekarang, maka kamu bisa kembali ke kediaman keluarga Long tanpa ada yang kurang dan luka sedikit pun… dan mengapa aku menyuruh kamu untuk membawa ayah kamu menemui aku, karena untuk membahas sebuah kerja sama saja…" Jawab Viky menjelaskan kepada Ovi Long, tentang apa yang dia lakukan kepada Ovi Long dan juga tentang kenapa Viky ingin bertemu dengan Igor Long atau ayah Ovi Long.
"Ga jadi lagi deh bermain bersama kak Viky nya…?" Timpal Dewi dengan nada yang lemas dan juga ada sedikit kekesalan terdengar dari nadanya, baik Viky atau Ovi Long tidak menanggapi perkataan dari Dewi barusan.
"Oh seperti itu… tapi kenapa kakak harus melukai kak Luis dulu jika ingin bekerja sama dengan keluarga Long… dan kenapa tidak membahas kerja samanya tadi di saat kakak berkunjung ke kediaman keluarga Long…?" Ucap Ovi Long kembali bertanya, karena menurut dia apa yang Viky lakukan sedikit aneh dan ada kejanggalan bagi dia, namun ada sedikit rasa senang di hati Ovi karena dia Viky tidak jadi bermain dengannya, dan juga ada rasa kagum kepada Viky, karena sangat jarang seseorang yang mempunyai status tinggi mau menolak tawaran dari seorang wanita yang bagi Ovi dirinya sangat cantik, dan masih di segel pula.
"Kenapa aku tidak membahas kerja samanya tadi, karena aku juga ingin tahu terlebih dulu bagaimana sikap keluarga Long, dan apa saja yang ada di dalam keluarga Long, dan untuk Luis, ada 2 jawaban kenapa aku melakukan hal itu, yang pertama adalah, aku bukan melukai dia, hanya saja aku mencairkan penyumbatan pada jaringan tubuhnya, dan dia akan bisa menembus kekuatan yang jauh lebih kuat dari sekarang ini, dan yang ke 2 walau sebenarnya ada cara yang lebih mudah agar Luis tidak merasakan kesakitan tapi hal itu aku lakukan sebagai hukuman dari aku karena dia sudah bersikap tidak baik, bukan hanya kepada aku saja, tapi hampir kepada semua orang yang dia temui, entah benar kata ayah kamu, dia berubah setelah mengenal Nadia Silva entah memang sudak karekteristik dia seperti itu dari dulu…" Jawab Viky kembali menjelaskan.
"Baiklah kalau begitu, besok aku akan mengajak ayah untuk bertemu dengan kak Viky, tapi dimana tempatnya dan jam berapa kak Viky ada waktu luang…?" Ucap Ovi Long bertanya.
__ADS_1
"Kak ini kertas yang kakak minta tadi…" Ucap Vanteko Ma yang sudah kembali ke dalam ruangan dan memberikan selembar kertas kepada Viky.
"Kamu bisa menghubungi Vanteko Ma nanti, untuk tempatnya dimana dan waktunya kapan… dan kamu juga bisa bertukar no kontak dengan Vanteko Ma sekarang…" Ucap Viky dengan mengambil kertas yang di berikan oleh Vanteko Ma dan melihat ke arah Ovi Long.
"Kenapa jadi ke aku kak…?" Jawab Vanteko Ma dengan menunjuk ke dirinya dan dia berpura-pura bingung, tapi di hatinya dia sangat senang sekali karena akan mendapatkan kontak Ovi Long, dan dia juga tidak perlu bersusah-susah untuk mendapatkan kontak Ovi Long, karena Ovi Long akan dengan sendirinya memberikan kontaknya atas arahan dari Viky, dan ini juga kesempatan bagi dia untuk bisa lebih dekat dengan Ovi Long.
"Tidak perlu banyak tanya… kamu lakukan saja apa yang aku perintahkan, dan nanti kamu antar Ovi Long kembali ke kediamannya, dan jangan berbelok ke sana-sini dulu, jika kamu mau, kamu bisa atur sendiri saja acara kamu dengan Ovi Long dan tidak perlu melibatkan aku…" Jawab Viky dengan sedikit kesal dan juga memberikan sedikit peringatan kepada Vanteko Ma.
"Baiklah… baiklah…" Jawab Vanteko Ma dengan nada yang sengaja di lemas-lemas kan, agar terlihat seperti terpaksa di hadapan Dewi dan juga Ovi Long.
Viky tidak menganggap perkataan dari Vanteko Ma dan dia mulai menulis resep obat serta cara penggunaan obat tersebut.
"Ini, semua bahan obat serta cara penggunaan pemakaiannya… jika ada yang salah dari prosesnya maka harus mengulang kembali dari awal… dan perlu di ingat bahwa di proses akhir, akan terasa sangat menyakitkan, dan juga jangan biarkan Luis pingsan, karena jika itu terjadi maka nyawanya tidak akan tertolong lagi…" Ucap Viky dengan menyerahkan selembar kertas kepada Ovi Long, dan sedikit menjelaskan proses akhirnya.
"Baik… terima kasih kak Viky, aku tidak tahu harus berkata apa lagi selain berterima kasih, dan aku juga bingung harus membalas budi kak Viky dengan cara apa…" Ucap Ovi Long berterima kasih dengan mengambil selembar kertas yang di berikan oleh kepadanya.
"Aku akan menantikan hari itu… walau pun masa depan kita tidak ada yang tahu, tapi aku berharap kita bisa bersama-sama, tidak sebagai pasangan pun, bisa sebagai partner bisnis, atau sebagai adik dan kakak, sama seperti Gerisha Ling yang menganggap kak Viky sebagai kakaknya sendiri…" Jawab Ovi Long, di kalimat terakhir dia berkata seperti itu, karena dia melihat sikap Dewi dan juga Viky yang sangat dekat, tapi bukan sebagai pasangan.
"Baiklah… kamu bisa pulang sekarang… karena hari juga sudah sangat larut sekali…" Ucap Viky, menyuruh Ovi Long untuk kembali pulang.
"Baik kalau begitu aku akan menceritakan semuanya kepada ayah dan juga kepada semua orang dari keluarga Long tentang kejadian di sini… sampai jumpa besok…" Jawab Ovi Long kemudian dia berdiri dan pergi dari sana, di ikuti oleh Vanteko Ma, karena Vanteko Ma yang akan mengantar Ovi Long pulang.
Di dalam ruangan tersisa Viky dan juga Dewi yang sudah tertidur karena terlalu banyak minum anggur, karena di saat Viky sedang mengobrol tadi, Dewi terus minum anggur yang menyebabkan dia tidak sadarkan diri saat ini.
__ADS_1
"Harus aku bawa kemana anak ini… jika aku bawa dia pulang ke rumahnya, keluarga Ling pasti akan mencurigai aku telah berbuat sesuatu yang aneh kepada Dewi, tapi jika aku bawa dia ke hotel, takut ada orang dari Octa Grup atau teman Rere yang melihatnya, maka semua orang pasti akan memiliki pikiran yang buruk terhadap aku…" Gumam Viky dengan bingung sambil melihat wajah cantik dari Dewi yang sedang terlelap tidur, jika hal ini terjadi kepada orang lain, maka Dewi pasti akan habis, dan entah apa yang akan terjadi kepada Dewi, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat memikirkan hal itu.
...****************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...