Jendral Perang

Jendral Perang
Bab 114 Proses Akhir


__ADS_3

Proses Akhir


"Herman… tidak apa jika kamu hanya mempunyai sebuah perusahaan kecil… kamu masih bisa berkembang dan berkerja sama dengan perusahaan dari keluarga Ling… walau tidak secara langsung bekerja sama dengan Teraja Group, tapi masih bisa bekerja sama dengan perusahaan yang di naungi oleh Teraja Group secara perlahan naik… aku yakin kepada kamu, dengan semua kemampuan yang kamu miliki, hanya butuh waktu paling lama 2 tahun dalam membangun sebuah perusahaan dan sudah membuat perusahaan tersebut berkembang…" Lanjut pria di lain telpon, memang jika di lihat secara rasional pria tersebut memang tidak lah salah, namun pria tersebut tidak tahu bahwa Herman mendapat sebuah anugrah dari anaknya.


"Aku tidak sedang bercanda tuan… dalam beberapa hari ini aku bekerja di perusahaan Octa Grup…" Jawab Herman.


"Aku tidak terlalu kaget sih… kamu dapat bekerja di sana… dengan kemampuan kamu, dan sumber daya yang ada di Octa Grup, aku yakin kamu bisa bersanding dengan Tuan Deky…" Jawab pria di sambungan telpon.


"Tuan Ling tidak perlu memuji aku seperti itu… masih sangat jauh jika bisa di katakan aku bersanding dengan tuan Deky…" Jawab Herman.


"He… he… he… Herman… Herman… kamu ini memang sukà merendah, jika dulu keluarga Neo tidak mengusir kamu, keluarga Neo pasti menjadi salah satu keluarga besar di Kota Taraka… sungguh kesialan bagi keluarga Neo mengusir kamu…" Ucap pria di lain telpon dengan sedikit tertawa dan masih terus memuji Herman.


"Yah sudah kalau begitu… besok aku sendiri yang akan pergi ke Octa Grup…" Lanjut orang di lain telpon berkata, dan kemudian dia menutup telponnya.


Herman berbalik menatap ke arah Viky, setelah telponnya terputus.


"Ayah… besok pagi-pagi kalian pergilah ke rumah untuk mengambil barang-barang yang tidak rusak… dan segera lah kalian semua pindah ke sini…" Ucap Viky dengan membahas hal lain.


"Maksud kamu dengan barang-barang yang tidak rusak…?" tanya Herman yang merasa aneh atas peryataan Viky.


"Aku yakin Cipto akan pergi mencari kamu… dan juga mereka akan merusak barang-barang yang ada di rumah, karena tidak dapat menemukan kalian di dalam rumah…" Jawab Viky menjelaskan.


"Baiklah… besok pagi aku sendiri yang akan pergi ke rumah… dan mengambil barang-barang yang masih bisa di pakai…" Jawab Harman.


"Akan sangat baik jika kamu pergi di temani oleh Aldo… karena aku pun yakin jika keluarga Ma sudah menyebarkan orang untuk mengetahui dimana keberadaan kamu…" Ucap Viky.


"Baiklah kalau begitu…" Jawab Herman.


Viky mengeluarkan ponselnya untuk menelpon Deky.


"Deky besok aku akan pergi ke Octa Grup, kamu siapkan sebuah ruangan untuk acara pertemuan dengan keluarga Ling besok… kita tidak bisa berdiri sendiri di Kota Taraka…" Ucap Viky setelah sambungan telpon tersambung.

__ADS_1


"Baik Tuan… akan saya siapkan…" Jawab Deky di lain telpon dengan sopan.


Kemudian Viky mematikan telponnya dan berbalik menatap ke semua orang, terutama ke arah Herman dan Novi.


"Yah sudah… ayah dan ibu istirahat saja dulu… Aldo sudah menyiapkan tempat untuk kalian berdua beristirahat… aku akan kembali ke atas dan melihat bagaimana kondisi Rere…" Ucap Viky kemudian dia berjalan pergi ke atas.


Dan Juga Herman serta Novi, mereka berdua di bawah oleh Aldo ke sebuah kamar untuk mereka beristirahat, Ratna dan juga Lisa pun mereka berdua pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat pula.


"Viky… akhirnya kamu kembali juga… aku tidak bisa tidur, ada sesuatu yang membuat aku tidak nyaman…" Ucap Rere setelah melihat Viky masuk ke dalam kamar.


"Jadi bagaimana kondisi kamu sekarang…? apa sudah merasa baikan…?" Tanya Viky tentang kondisi tubuh Rere.


"Yah aku sudah merasa baikan… hanya saja aku merasa tidak nyaman karena di bagian perut ku ada jarum yang menusuk…" Jawab Rere.


"Baiklah… kalau kamu sudah merasa baikan… aku akan cabut satu jarum yang tersisa…" Ucap Viky yang berjalan ke arah Rere yang masih tertidur dan hanya mengenakan selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Tapi Viky… apa jarum yang terakhir akan lebih sakit dari jarum yang lain…" Tanya Rere yang sedikit takut.


"Lalu kenapa tidak kamu lakukan dari tadi… dan aku harus beristirahat dulu… apa kamu akan membohongi aku lagi, sama halnya ketika kamu mencabut jarum yang ke dua…" Tanya Rere kembali dengan penuh penasaran dan keanehan dari sikap Viky.


"Aku tidak bisa menjelaskannya kepada kamu… nanti juga kamu akan merasakannya sendiri…" Jawab Viky yang bingung harus menjelaskan semuanya kepada Rere.


"Baiklah kalau begitu… tapi jika berbohong lagi dan jarum terkahir ini terasa sakit, aku pasti akan sangat marah kepada kamu…" Ucap Rere dengan sedikit nada mengancam kepada Viky, dan dia membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.


Viky pun sedikit kaget, karena Rere masih tidak memakai baju, dan hanya menutupi badannya dengan selimut, sebuah ciptaan tuhan yang begitu indah dan sempur, terlihat putih mulus di hiasi dengan dua buah bukit yang cukup besar, dan sebuah rawa hitam yang tampak dalam.


melihat pemandangan yang sangat indah, gejolak di dalam tubuh Viky kembali menggebu-gebu.


Lelaki mana yang bisa menahan sebuah godaan atas sesuatu yang sangat indah dan sudah ada di depan mata.


Viky kemudian mengontrol emosinya dan melihat ke arah wajah Rere yang cantik, walau terlihat masih pilu akibat menahan rasa sakit tadi.

__ADS_1


"Baiklah… jika kamu sudah siap… aku akan memulainya… dan juga jika di lakukan lebih cepat akan lebih baik…" Ucap Viky setelah dia merasa bisa mengontrol gejolak di dalam dirinya.


Sebenarnya efek dari jarum ke 3 ini, Viky juga tidak mengetahuinya, karena menurut ilmu yang dia pelajari dulu efek dari jarum ke 3 ini akan terasa nyaman, dan harus di lakukan minimal 30 menit setelah mencabut jarum yang ke 2.


"Baiklah… aku sudah siap…" Ucap Rere, setelah dia siap, dengan posisi tangan yang memeras seprai, karena dia takut Viky akan berbohong dan jarum yang ke 3 akan lebih sakit dari jarum yang sebelumnya.


Perlahan Viky menyentuh jarum yang tersisa dan Viky mulai mengaliri energi ke jarum tersebut. dan di saat Viky mulai mengaliri energi ke dalam jarum tersebut, Rere di saat ini dia merasakan bahwa dirinya seperti di setrum secara tiba-tiba dan dia sendiri merasa sangat kaget tapi dia tidak merasakan sakit seperti awal, namun yang Rere rasakan adalah sebuah kehangatan di bagian perutnya, dan timbul rasa nyaman di hatinya.


...****************...


Terima kasih sudah membaca :


...✨Jendral Perang✨...


Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di


kolom komentar.


❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :


...Like👍...


...Komen💬...


...Vote🎟️...


...Hadiah🎁...


...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...


...Terima kasih🙏...

__ADS_1


...R"Azk 🥇...


__ADS_2