
Kunjungan
"Buna… nanti buna ikut bersama ibu ke kota Taraka yah…" Ucap Viky dengan berbalik melihat ke arah ibu pengasuhnya.
"Tidak Viky… buna akan tetap di kota Yako… buna tidak mau merepotkan kamu…" Jawab Ibu pengasuh Viky.
"Tidak buna, buna tidak merepotkan aku… buna adalah bagian dari keluarga aku, jadi sudah sepantasnya aku menjaga buna…" Jawab Viky.
"Bukan buna bermaksud menolak ajakan kamu… tapi buna mempunyai seorang putri, setelah ayahnya meninggal entah kenapa putri buna susah di atur, oleh karena itu buna tidak mau merepotkan kamu…" Jawab kembali ibu pengasuh Viky, dia tidak mau ikut dengan Viky karena dia mempunyai seorang putri dan putrinya susah di atur, jadi dia tidak mau merepotkan Viky untuk mengurusi anaknya.
"Tidak apa-apa buna… ajak saja putrinya, kan bisa menemani Lisa juga… lebih banyak orang di rumah lebih ramai…" Jawab Viky, yang tidak mau mendengar alasan dari ibu pengasuhnya.
"Baiklah… nanti buna akan bicarakan hal ini terlebih dulu dengan putri buna, jika dia tidak mau, buna juga tidak punya pilihan lain…" Jawab Ibu pengasuh Viky, dengan melemparkan jawaban dari ajakan Viky kepada anaknya.
"Jika seperti itu… biar aku sendiri nanti yang berbicara secara langsung dengan putri buna…" Jawab Viky kembali, yang mana dia tidak mau melepaskan ibu pengasuhnya, karena bagaimana pun jasa dari ibu pengasuhnya cukup besar bagi kehidupan Viky.
"Yah… terserah kamu saja, tapi perlu kamu tahu, jika putri buna bersikap tidak sopan, kamu harus bisa memakluminya…" Jawab Ibu pengasuh Viky, yang mana dia tidak mau Viky marah karena sikap putrinya yang tidak sopan kepada Viky.
"Aku tahu kekhawatiran buna, buna tenang saja, aku tidak akan marah jika putri buna bersikap tidak sopan kepada aku… lagian kita juga satu keluarga jadi harus bisa saling memahami sikap dan karakter dari masing-masing…" Jawab Viky.
"Tiger… kamu ikut kembali ke kota Taraka bersama aku…" Ucap Viky dengan berbalik melihat ke arah Tiger.
"Baik Lord…" Jawab Tiger.
"Dan untuk kalian ber 9… satu di antara kalian, jaga buna, dan 8 orang sisanya, masing-masing 4 orang, jaga ibu dan juga Lisa…" Lanjut Viky berkata dengan melihat ke arah 9 panglima Pasukan Magnium.
"Baik Lord…" Jawab ke 9 Panglima Pasukan Magnium dengan serempak.
Setelah mendengar jawaban dari 9 Panglima Pasukan Magnium, Viky berdiri dan berbalik pergi meninggalkan aula kediaman Keluarga Latimore, di ikuti oleh Tiger yang berjalan mengikuti Viky di belakangnya.
Ketika Viky sudah berada di luar aula, dia menghampiri Eagle dan yang lainnya yang sedang beristirahat dan sedang menunggu dia, serta mengajak semua orang untuk kembali ke kota Taraka.
……
1 Jam telah berlalu, Viky, Eagle, Aldo, Jaguar dan semua orang-orangnya sudah kembali ke kamp pelatihan, dan di sana sudah menunggu Lion dan juga Cheetah duduk di kursi di depan rumah yang ada di kamp pelatihan.
Setelah memberikan perintah kepada orang-orangnya untuk beristirahat, Viky, Eagle, Aldo dan juga Jaguar berjalan menuju ke rumah peristirahatan di kamp pelatihan.
"Lion… Cheetah… di mana Vanteko Ma…?" Ucap Viky bertanya kepada Lion dan juga Cheetah, karena Vanteko Ma tidak ada di sana, walau pun sebenarnya dia sudah tahu apa yang Vanteko Ma lakukan namun tidak tahu Vanteko Ma berada di mana.
__ADS_1
Lion dan Jaguar, berdiri untuk menyambut kedatangan Viky.
"Tidak Tahu Lord… tadi dia hanya membawa secara paksa Sukmadi katanya di perintahkan oleh Lord untuk membawanya…" Jawab Lion.
"Apa dia mengatakan kepada kalian kemana dia membawanya…?" Ucap Viky dengan bertanya kembali, kemudian dia duduk di kursi yang ada di sana, dan di ikuti oleh yang lainnya juga duduk di kursi kosong, yang berada di dekat kursi yang Viky duduki.
"Tidak Lord… dia tidak mengatakan apa pun, memangnya kenapa Lord… apa ada sesuatu yang terjadi…" Ucap Jaguar bertanya, namun raut wajahnya terlihat sedikit berubah.
"Tidak apa-apa… hanya sedikit masalah, namun bukan pada Vanteko Ma, tapi pada Sukmadi…" Jawab Viky.
"Apa perlu saya mencari Vanteko Ma dimana dia berada sekarang, Lord…" Ucap Cheetah menawarkan diri, untuk mencari keberadaan Vanteko Ma.
"Tidak perlu, biar aku nanti yang menghubungi Vanteko Ma sendiri…" Ucap Viky, karena dia tidak mau yang lainnya tahu tentang masalah Sukmadi, jadi biarkan Vanteko Ma yang mengurusnya, dan untuk yang lain bisa fokus untuk menyelesaikan semua persiapan yang belum di selesaikan.
"Lord… ini data orang-orang kita yang gugur…" Ucap Cheetah dengan memberikan beberapa lembar kertas kepada Viky.
"Baik… terima kasih…" Jawab Viky dengan mengambil kertas yang di berikan oleh Cheetah kepadanya.
"Bagaimana kondisi tubuh mereka…? apa sudah di kirim ke tempat mereka masing-masing apa masih di sini…" Ucap Viky bertanya kepada Cheetah, dengan melihat kertas yang di berikan oleh Cheetah kepadanya.
"Untuk sebagian sudah diantarkan ke tempat masing-masing… dengan membawa uang serta surat jaminan untuk keluarga yang di tinggalkan… dan untuk sebagian lagi masih ada di sini, dan siap diantarkan ke tempat masing-masing…" Jawab Lion, yang mengurus persiapan pengembalian tubuh orang-orang yang gugur ke rumah masing-masing.
"Baiklah… kalau begitu, kita pergi ke beberapa rumah untuk mengantarkan tubuh yang gugur dan juga uang serta surat jaminan untuk keluarga mereka… kita pilih secara acak dari daftar yang ada…" Ucap Viky dengan memberikan surat yang dia pegang kepada Lion, dan di surat tersebut sudah di tandai beberapa orang yang akan di kunjungi oleh Viky secara langsung.
"Eagle… kamu umumkan kepada orang-orang kita(Pasukan Magnium) yang ada di sini… bahwa tempat tinggal untuk mereka sudah siap untuk di tempati… dan mereka juga bebas memilih pekerjaan yang mereka mau di kota Taraka ini… aku sudah memerintahkan Jack untuk mengumumkan kepada semua perusahaan yang berada di bawah kita untuk menempatkan orang-orang kita sesuai kemampuan yang di miliki oleh masing-masing individu… " Ucap Viky memberikan perintah kepada Eagle.
"Baik Lord…" Jawab Eagle, kemudian dia berdiri dan pergi dari sana untuk menjalankan perintah dari Viky.
Kemudian Viky mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Rere, karena sudah dari tadi, Rere menghubungi Viky terus menerus.
"Viky… kamu dimana…? kenapa telepon aku tidak kamu jawab satu pun…?" Ucap Rere bertanya dengan nada yang cemas setelah sambungan teleponnya terhubung.
"Aku baru sampai ke kota Taraka… tadi aku sedang mengobrol dengan Keluarga Latimore dan juga ibu pengasuh aku dulu… kamu dimana sekarang…?" Ucap Viky menjelaskan kepada Rere, dan bertanya keberadaan Rere.
"Aku sedang berada di sekolah, aku lupa bahwa hari ini akan di laksanakan pembongkaran bangunan, tadi aku menelpon kamu untuk memberitahu kamu bahwa aku akan pergi ke sekolah…" Jawab Rere, menjelaskan kepada Viky dimana dia sekarang.
"Kamu pergi ke sana bersama siapa…? apa ada orang yang menemani kamu…?" Ucap Viky bertanya dengan nada yang khawatir, karena dia takut terjadi sesuatu lagi kepada Rere.
"Aku pergi bersama Dewi… katanya dia tidak ada kerjaan, jadi aku mengajaknya untuk menemani aku…" Jawab Rere.
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu… aku bisa sedikit lega jika kamu di temani oleh Dewi, ke depannya, jika kamu mau pergi kemana pun, kamu bisa mengajak Dewi untuk menemani kamu…" Jawab Viky dengan nada yang sedikit lega, karena dia percaya dengan kemampuan Dewi, walau pun Dewi belum sepenuhnya menguasai kekuatan yang di milikinya, akan tetapi Viky percaya Dewi bisa melindungi Rere.
"Baiklah… kalau begitu, aku lanjutkan kerjaan aku dulu di sini… jika sudah selesai, aku kabarin kamu lagi nanti…" Ucap Rere, kemudian dia menutup teleponnya.
"Teko dimana kamu…?" Ucap Viky bertanya setelah telepon dengan Rere terputus, dan telepon dengan Vanteko Ma tersambung.
"Aku sedang bermain bersama Sukmadi… kakak mau ikut ke sini atau tidak…?" Jawab Vanteko Ma.
"Kenapa kamu bawa dia keluar, kamu bisa urus dia di sini… di sini kamu biasa mengurusnya dengan puas, karena di sini banyak tersedia banyak obat untuk mengobati lukanya, agar dia tidak mati dengan cepat…" Jawab Viky.
"Kenapa tidak bilang dari tadi… sudah aku bawa baru bilang…" Jawab Vanteko Ma.
"Kamu tidak nanya, jadi untuk apa aku memberitahu kamu… kalau kamu tidak mau membawa kembali Sukmadi ke sini, berhati-hatilah dalam bertindak lakukan semuanya secara bersih…" Ucap Viky dengan acuh tak acuh, namun dia memberikan peringatan kepada Vanteko Ma agar tidak bertindak sembarangan, karena Viky takut nantinya akan menjadi bumerang sendiri bagi Vanteko Ma, karena Vanteko Ma belum berpengalaman mengurus hal seperti ini.
"Baik kak… nanti aku akan bawa kembali ke sana, setelah aku selesai di sini…" Jawab Vanteko Ma, kemudian Viky mematikan teleponnya setelah mendengar jawaban dari Vanteko Ma.
#Maaf up author di tahan, mungkin ada kata-kata sensitif, jadi banyak yang di rubah lagi.
...***************...
Terima kasih sudah membaca :
...✨Jendral Perang✨...
Jika ada Saran dan Kritikan silahkan tulis di
kolom komentar.
❗Dukung terus novel Jendral Perang dengan cara :
...Like👍...
...Komen💬...
...Vote🎟️...
...Hadiah🎁...
...Dan Klik Favorit ❤️ Biar Tidak Ketinggalan Update...
__ADS_1
...Terima kasih🙏...
...R"Azk 🥇...